Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Quantitative Determination of Flavanone Content in Teki Grass Tuber (Cyperus rotundus L) using Ultraviolet-Visible Spectrophotometry Fitriyati, Laeli; Nurani, Laela Hayu; Utami, Dwi; Widyaningsih, Wahyu
Journal of Food and Pharmaceutical Sciences Vol 13, No 3 (2025): J.Food.Pharm.Sci
Publisher : Integrated Research and Testing Laboratory (LPPT) Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfps.21526

Abstract

Teki grass (Cyperus rotundus L.) tubers are medicinal plants that have been widely utilized for their anti-inflammatory, antioxidant, antibacterial, and anticancer properties. These pharmacological activities are attributed to the presence of polyphenolic compounds, particularly flavanones. This study aims to determine the flavanone content in teki grass tubers using UV-Vis spectrophotometry. The research was conducted as a laboratory-based experimental study, involving several steps: sample preparation, simplisia processing, extraction, and quantitative analysis of flavanone content by comparison with a flavanone standard. The UV-Vis spectrophotometric analysis revealed the presence of flavanones in the extract of teki grass tubers. Quantitative results showed that the flavanone concentration in the extract was 128.29 µg/mL. These findings confirm that teki grass tubers are a potential natural source of flavanones, supporting their traditional herbal medicine use.
Antibacterial Activity Test of the Combination of Methanol Extract of Arumanis Mango Leaves (Mangifera indica L) and Taro Leaves (Colocasia esculanta L) on Escherichia coli Bacteria Causes of Diarrhea Diseases Kumalasari, Siska; Fitriyati, Laeli; Rahayu, Titi Pudji; Kiromah, Naelaz Zukhruf Wakhidatul
Jurnal Pijar Mipa Vol. 19 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. Jurnal Pijar MIPA colaborates with Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpm.v19i1.5850

Abstract

Arumanis mango leaves (Mangifera indica L) and taro leaves (Colocasia esculanta L) are plants that have the potential to be antibacterial and can be used as an alternative to treat infectious diseases caused by bacteria. Arumanis mango leaves contain secondary metabolite compounds, including flavonoids, alkaloids, steroids, polyphenols, tannins, and saponins, and taro leaves contain secondary metabolite compounds in the form of saponins, tannins, flavonoids, formic acid, glucosides, citric acid, and several minerals. Secondary metabolite compounds that have potential as antibacterials are flavonoids and tannins. This study aims to determine the antibacterial activity of a combination of methanol extracts of arumanis mango leaves (Mangifera indica L) and taro leaves (Colocasia esculanta L) against Escherichia coli bacteria. The research was carried out starting from the plant determination and preparation of simplisia, extraction, phytochemical screening of extracts and KLT tests, and antibacterial testing using the disc paper method. The concentration series of extract combinations used are 6.25%, 12.5%, and 25%. The antibacterial test results of the combination of arumanis mango leaf extract (Mangifera indica L) and taro leaf (Colocasia esculanta L), which showed the highest inhibition zone diameter was at a concentration of 6.25% (1:1), a concentration of 12.5% (1:2). At a concentration of 25% (2:1). From the results of this study, a single extract of arumanis mango leaves and taro leaves with a concentration of 6.25%; 12.5%; 25% and a combination of extracts in a ratio of 1:1. 1:2, 2:1, which has potential antibacterial activity against Escherichia coli bacteria, so that further research can be carried out by utilizing a combination of arumanis mango leaf extracts and taro leaves and as a source of information and insight into the combination of arumanis mango leaves and taro leaves that have antibacterial properties.
Penyuluhan Pemanfaatan TOGA dan Cara Memilih Obat Tradisional yang Baik dan Benar Intiyani, Rafila; Fitriyati, Laeli; Fitri, Dwiki; Alifah, Dika
ABDI MOESTOPO: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/abdimoestopo.v7i1.3660

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki begitu banyak tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai obat. Tanaman obat keluarga (TOGA) dapat dijadikan sebagai obat yang aman, tidak mengandung bahan kimia yang berbahaya, harganya murah, serta mudah didapatkan masyarakat. TOGA sering digunakan masyarakat selain untuk mencegah atau menyembuhkan penyakit juga banyak digunakan untuk meningkatkan kekebalan tubuh, mengembalikan kesegaran tubuh yang berdampak pada peningkatan kesehatan masyarakat. Metode yang digunakan dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah Pendidikan Masyarakat dan Pelatihan. Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini terdiri dari 2 macam kegiatan yaitu Penyuluhan Pemanfaatan TOGA Dan Cara Memilih Obat Tradisional Yang Baik Dan Benar. Kegiatan PkM dilakukan di Balai Desa Giyanti, Rowokele, Kebumen. Rata-rata hasil dari pretest sebelum dilakukan sosialisasi mengenai pemanfaatan TOGA yaitu 56,7 sedangkan nilai postest setelah dilakukan sosialisasi yaitu sehingga 93,33. Rata-rata hasil dari pretest sebelum dilakukan sosialisasi mengenai cara memilih obat tradisional yang aman adalah 58,4 sedangkan nilai postest setelah dilakukan sosialisasi yaitu 89,6. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang besar terhadap pemberian sosialisasi mengenai pemanfaatan TOGA dan sosialisasi mengenai cara memilih obat tradisional yang aman diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan TOGA yang ada dilingkungan desa Giyanti.
ANALISIS PENETAPAN KADAR FLAVONOID PADA EKSTRAK ETANOL DAUN MANGGA KIOJAY (Mangifera Indica Var. Kiojay) MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis pratiwi, lia nur; Fitriyati, Laeli; Supriyanto, Sugeng; Kiromah, Naelaz Zukhruf Wakhidatul
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 5, No 1 (2025): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jfks.v5i1.1579

Abstract

 Tanaman mangga adalah tanaman populer di Indonesia dan berasal dari Asia Tenggara, telah dibudidayakan selama ribuan tahun. Mangga kiojay (Mangifera indica Var. Kiojay), varietas dari Thailand, dikenal di Indonesia karena potensi obat herbalnya. Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun mangga mengandung senyawa bioaktif, seperti flavonoid, yang berfungsi sebagai antimikroba, antiinflamasi, dan antioksidan. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui kadar flavonoid pada ekstrak etanol daun mangga Kiojay (Mangifera indica Var. Kiojay) dengan metode spektrofotometri UV-Vis.  Penelitian ini diawali dengan ekstraksi dilakukan dengan maserasi menggunakan etanol 96%, diikuti dengan uji organoleptis dan identifikasi metabolit sekunder dengan metode uji tabung dan standarisasi non spesifik pada ekstrak berupa uji kadar air, uji kadar abu total dan uji kadar abu tidak larut asam pada ekstrak.  Penetapan kadar flavonoid menggunakan spektrofotometri UV-Vis.Hasil penelitian  menunjukkan ekstrak mengandung flavonoid dengan kadar 12,280 mg QE/g, serta kandungan air 7,66%, abu total 5,00%, dan abu tidak larut asam 2,91%. Ekstrak etanol dari daun mangga Kiojay (Mangifera indica var. Kiojay) terstandarisasi dan mengandung flavonoid.
PERBANDINGAN KESTABILAN WARNA SEDIAAN LIP CREAM DARI KOMBINASI EKSTRAK DAUN JATI (Tectona grandis) DAN BERAS MERAH (Oriza nivara) SEBAGAI ZAT WARNA ALAMI Fauziah, Luluk Nur Ichda; Miyarso, Chondrosuro; Fitriyati, Laeli
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 3, No 1 (2023): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jfks.v3i1.941

Abstract

Lip cream merupakan sediaan yang dapat memberikan kelembapan pada bibir. Ekstrak daun jati (Tectona grandis Linn.f.) dan beras merah (Oryza nivara) digunakan sebagai pewarna alami yang tidak menyebabkan iritasi sehingga aman digunakan, sediaan stabil selama penyimpanan. Kandungan pigmen yang terdapat di dalam  kedua tanaman tersebut berupa senyawa flavonoid yaitu antosianin. Senyawa antosianin memberikan pigmen berupa warna merah, biru, violet, oranye, ungu. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk memperoleh pewarna alami sediaan  Lip cream kombinasi ekstrak daun  jati (Tectona grandis L.) dan beras merah. Ekstraksi daun jati dan beras merah dilakukan secara maserasi menggunakan etanol 96% dan HCl 1%. Standarisasi ekstrak dilakukan dan analisis kandungan senyawa dengan uji tabung. Ekstrak yang telah dibuat dilakukan formulasi dengan 14 formula dan evaluasi fisik antara lain uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya oles, uji daya lekat, uji iritasi dan uji stabilitas warna. Hasil penelitian menunjukan bahwa standarisasi ekstrak sesuai dengan persyaratan mutu ekstrak. Ekstrak mengandung senyawa flavonoid dan antosianin. Semua uji fisik sediaan menunjukkan bahwa semua formula memenuhi persyaratan mutu sediaan. Berdasarkan hasil uji hedonik didapatkan bahwa formula 11 banyak disukai dari tekstur dan aroma, sedangkan warna lebih disukai formula 14. Kombinasi ekstrak daun jati (Tectona grandis) dan beras merah (Oryza nivara) dapat dijadikan pewarna alami yang stabil pada sediaan Lip cream
UJI AKTIVITAS ANALGETIK KITOSAN DARI CANGKANG YUTUK (Emerita sp.) PADA MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus) YANG DIINDUKSI ASAM ASETAT 1% Churrohmah, Syifa; Fitriyati, Laeli; Khuluq, Muh Husnul; Wakhidatul Kiromah, Naelaz Zukhruf
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jfks.v4i1.1201

Abstract

Nyeri adalah perasaan dan pengalaman emosional yang tidak menyenangkan akibat adanya kerusakan jaringan. Cangkang yutuk (Emerita sp.) mengandung senyawa kitosan yang memiliki manfaat dalam pengobatan salah satunya adalah nyeri. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan subjek penelitian berupa 35 ekor mencit putih jantan. Hewan uji dibagi menjadi 7 kelompok perlakuan, yaitu kontrol negatif, kontrol positif dan kelompok kitosan 50 mg/kgBB, 100 mg/kgBB, 150 mg/kgBB, 200 mg/kgBB dan 250 mg/kgBB. Penginduksi nyeri yang diberikan adalah asam asetat 1%. Pengamatan dilakukan dengan mengamati geliat mencit yang merupakan respon rasa nyeri. Geliat mencit diamati dan dihitung persen proteksi nyerinya. Data yang diperoleh kemudian diuji statistik One Way ANOVA dan Post Hoc Games-Howell. Kitosan dari cangkang yutuk (Emerita sp.) pada dosis 50, 100, 150, 200 dan 250 mg/kgBB memiliki efek analgetik pada mencit putih jantan dengan hasil persen proteksi berturut-turut sebesar 56,20%, 58,85%, 79,42%, 86,78% dan 88,85% serta memberikan efek yang signifikan (p<0,05) pada mencit yang diinduksi asam asetat. Dosis kitosan dari cangkang yutuk (Emerita sp.) 250 mg/kgBB memiliki efek analgetik terbaik dengan persen proteksi sebesar 88,85% pada mencit putih jantan dan dinyatakan signifikan dengan nilai p<0,05.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN MASKER CLAY EKSTRAK METANOL DAUN MANGGA ARUM MANIS (Mangifera indica L.) TERHADAP Propionibacterium acnes Wati, Iis Rizki; Rahayu, Titi Pudji; Fitriyati, Laeli
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 3, No 1 (2023): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jfks.v3i1.965

Abstract

Masalah pada kulit wajah salah satunya yaitu jerawat. Jerawat dapat disebabkan oleh bakteri Propionibacterium acnes. Tanaman daun mangga arum manis merupakan tanaman yang banyak tersebar di Indonesia dengan kandungan flavonoid yang memiliki potensi sebagai antijerawat. Masker clay merupakan sediaan masker yang paling populer dibandingkan sediaan masker lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula sediaan masker clay ekstrak metanol daun mangga arum manis yang memiliki karakteristik baik dan efektif sebagai antijerawat. Penelitian ini membuat 3 formula sediaan masker clay menggunakan zat aktif ekstrak metanol daun mangga arum manis dengan konsentrasi formula yang berbeda F1 (10%), F2 (15%), dan F3 (20%). Sediaan masker clay ekstrak daun mangga arum manis dilakukan karakteristik fisik sediaan dan diujikan aktivitas antibakterinya terhadap Propionibacterium acnes dengan mengukur zona hambat yang terbentuk. Metode antibakteri yang digunakan merupakan metode sumuran. Hasil menunjukkan bahwa semua sediaan masker clay ekstrak metanol daun mangga arum manis mempunyai karakteristik sediaan, kecuali formula 3 tidak memenuhi viskositas sediaan. Variasi konsentrasi ekstrak metanol daun mangga arum manis mempengaruhi karakteristik sediaan dengan hasil one way annova p<0.05. Hasil uji antibakteri menunjukkan bahwa ketiga formula memiliki aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes dengan diameter zona hambat berturut-turut adalah 9,21 mm, 9,63 mm, dan 11,06 mm. Hasil uji antibakteri ketiga formula sediaan masker clay ekstrak metanol daun mangga arum manis memiliki aktivitas antibakteri pada formula 1 dan 2 dengan kategori sedang dan formula 3 dengan kategori kuat. Semua formula sediaan masker clay ekstrak daun mangga memenuhi persyaratan mutu sediaan dan mempunyai aktivitas antibakteri.
Quantitative Determination of Flavanone Content in Teki Grass Tuber (Cyperus rotundus L) using Ultraviolet-Visible Spectrophotometry Fitriyati, Laeli; Nurani, Laela Hayu; Utami, Dwi; Widyaningsih, Wahyu
Journal of Food and Pharmaceutical Sciences Vol 13, No 3 (2025): J.Food.Pharm.Sci
Publisher : Integrated Research and Testing Laboratory (LPPT) Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfps.21526

Abstract

Teki grass (Cyperus rotundus L.) tubers are medicinal plants that have been widely utilized for their anti-inflammatory, antioxidant, antibacterial, and anticancer properties. These pharmacological activities are attributed to the presence of polyphenolic compounds, particularly flavanones. This study aims to determine the flavanone content in teki grass tubers using UV-Vis spectrophotometry. The research was conducted as a laboratory-based experimental study, involving several steps: sample preparation, simplisia processing, extraction, and quantitative analysis of flavanone content by comparison with a flavanone standard. The UV-Vis spectrophotometric analysis revealed the presence of flavanones in the extract of teki grass tubers. Quantitative results showed that the flavanone concentration in the extract was 128.29 µg/mL. These findings confirm that teki grass tubers are a potential natural source of flavanones, supporting their traditional herbal medicine use.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KITOSAN DARI CANGKANG YUTUK (Emerita sp) MENGGUNAKAN METODE ABTS (2,2 AZINOBIS (3-ETILBENZOTIAZOLIN)-6-ASAM SULFONAT) Billa, Zalsa; Fitriyati, Laeli; Kiromah, Naelaz Zukhruf Wakhidatul
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 4 (2023): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i4.168

Abstract

Radikal bebas merupakan salah satu penyebab penyakit degeneratif. Oleh karena itu, radikal bebas dapat dicegah dengan penggunaan antioksidan. Yutuk merupakan salah satu sumber alam dari laut yang mengandung kitosan sebagai antiokidan. Pengujian antioksidan dapat menggunakan metode ABTS. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antioksidan kitosan dari cangkang yutuk menggunakan metode ABTS. Metode penelitian yang digunakan antara lain uji fisika kitosan dilakukan dengan uji organoleptik, uji air dan uji tabung, serta dilakukan uji analisis FTIR. Data yang dihasilkan adalah nilai IC50. Hasil uji fisika kitosan dilakukan dengan uji organoleptik warna putih kecoklatan, berbentuk serpihan atau bubuk halus, uji air menunjukkan hasil 1,4188% dan uji kadar abu menunjukkan 3,4332 %. Hasil uji analisis FTIR kitosan dari cangkang yutuk ditandai dengan adanya gugus amida dan hidroksil dengan nilai derajat deasetilasi sebesar 57,62%. Hasil uji aktivitas antioksidan kitosan dari cangkang yutuk dengan metode ABTS nilai IC50 190,48 ppm. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kitosan cangkang yutuk memiliki aktivitas antioksidan yang lemah pada metode ABTS.