Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

EDUKASI PERSIAPAN VAKSINASI COVID-19 PADA GURU DAN KARYAWAN SD KREATIF MUHAMMADIYAH GOMBONG Yuda, Hendri Tamara; Suwaryo, Putra Agina Widyaswara; Fitriyati, Laeli
Jurnal EMPATI (Edukasi Masyarakat, Pengabdian dan Bakti) Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Empati
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/empati.v3i2.611

Abstract

Vaksinasi COVID-19 adalah bagian penting dari upaya penanganan pandemi COVID-19 yang menyeluruh dan terpadu meliputi aspek pencegahan dengan penerapan protocol kesehatan: menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun dan memakai masker (3M), vaksinasi COVID-19, dan 3T (Tes, Telusur, Tindak lanjut) (KPCPEN, 2021).Vaksinasi COVID-19 dilaksanakan dalam 4 tahapan mempertimbangkan ketersediaan, waktu kedatangan dan profil keamanan vaksin. Kelompok prioritas penerima vaksin adalah penduduk yang berdomisili di Indonesia yang berusia ≥ 18 tahun. Salah satu penerima vaksin adalah para bapak ibu guru di Indonesia. Meskipun guru bukan penerima vaksin prioritas pertama namun guru merupakan target primer sasaran kampanye komunikasi vaksinasi untuk menyampaikan pengetahuan tentang program vaksinasi tersebut. Guru dan Karyawan perlu dibekali edukasi tentang persiapan vaksinasi Covid-19.Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan guru dan karyawan tentang vaksinasi Covid-19Edukasi dilakukan kepada 24 guru dan karyawan SD Kreatif Muhammadiyah Gombong. Media yang digunakan adalah Power point, video tentang vaksinasi. Evaluasi dilakukan melalui kuesioner pre dan posttestHasil menunjukan bahwa pengetahuan tentang Covid-19 setelah dilakukan edukasi adalah Baik sebanyak 24 peserta (100 %). Pengetahuan responden tentang Vaksinasi Covid-19 setelah dilakukan edukasi adalah Baik sebanyak 24 peserta (100 %) . Kecemasan responden tentang Vaksinasi Covid-19 setelah dilakukan edukasi adalah ringan sebanyak 11 peserta (45,83 %). Rasa takut terhadap program Vaksinasi Covid-19 setelah edukasi sebanyak 15 peserta (62,5 %)Edukasi menggunakan metode ceramah dan demonstrasi dengan video dapat meningkatkan pengetahuan guru dan karyawan tentang vaksinasi Covid-19
Pengaruh Pemberian Kombinasi Ekstrak Etanol Piper crocatum dan Ekstrak Akuades Elaeocarpus ganitrus pada Kadar Gula Tikus Lestari, Apriani; Kiromah, Naelaz Zukruf Wakhidatul; Fitriyati, Laeli
Jurnal Kefarmasian Indonesia VOLUME 13, NOMOR 1, FEBRUARI 2023
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jki.v13i1.6298

Abstract

Diabetes mellitus is a disease characterized by hyperglycemia. Antidiabetic research using natural ingredients has been carried out a lot, one of which is by utilizing red betel leaves and granite leaves. Combining two plants must be done to increase the antihyperglycemic effect and reduce the toxic effects. This study aimed to obtain the most effective dose variations in combinations of plants that are safer and have better results so that they can be used as alternative treatments. The blood sugar levels were measured in vivo on white Wistar rats induced with streptozotocin using a glucometer. The results showed that a single extract of red betel leaf (100 mg/kg BW) and a single extract of granite leaf (100 mg/kg BW) had a percentage decrease in blood sugar levels of 27% and 10%, respectively. While the combination of extracts with a ratio of 100:100, 50:50, 100:50, and 50:100 mg/kg BW has a decrease in blood sugar levels of 50%, 42%, 33%, and 19% after 21 days of observation. The study also showed that the positive control of 0.036 mg glimepiride caused a 36% decrease in sugar levels. Statistical analysis proved that the effect of reducing blood sugar levels on days 0 to 21 differed for each treatment group with a p-value of 0.05. The study concluded that the combination of red betel leaf extract and granite leaf extract was more effective on blood sugar levels than the single extract of each plant in white male Wistar rats. The percentage reduction in blood sugar levels of the combination extract with a dose ratio of 50:50 mg/kg BW and 100:100 mg/kg resulted in better antidiabetic activity than the positive control glimepiride. The combination ratio of 100:100 mg/kg BW extract had the best antidiabetic activity compared to the other extract treatment groups.
UJI ANTI LUKA BAKAR KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN MANGGA ARUMANIS (Mangifera indica L.) DAN DAUN SALAM (Syzygium polianthum (Wight) Walp.) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA BAKAR DERAJAT II A TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR Safitri, Safitri; Miyarso, Chondrosuro; Fitriyati, Laeli
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 2, No 2 (2022): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jfks.v2i2.986

Abstract

Luka bakar merupakan salah satu luka terbuka yang harus cepat mendapatkan penanganan, luka terbuka yang tidak cepat ditangani akan berpotensi mengalami infeksi. Tanaman tradisional daun salam (Syzygium polianthum (Wight) Walp) dan daun mangga arumanis (Mangifera indica L.)  pada banyak penelitian efektif menyembuhkan luka bakar dengan adanya kandungan senyawa metabolit sekunder yaitu flavonoid. Kombinasi kedua bahan ini diharapkan akan bersinergi sehingga menguatkan aktivitas dalam anti luka bakar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi ekstrak daun mangga arumanis dan salam terhadap penyembuhan luka bakar pada tikus putih jantan galur wistar. Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorium terdiri dari 6 kelompok perlakuan yaitu kelompok kontrol positif (neocenta gel), kelompok kontrol negatif (tanpa perlakuan), kelompok 1 (kombinasi ekstrak daun manga arumanis dan salam 1:1), kelompok 2 (2:1), kelompok perlakuan 3 (1:2), kelompok perlakuan 4 (2:2). Parameter pengamatan yaitu pengukuran diameter luka bakar selama 14 hari. Hasil penelitian didapatkan bahwa kombinasi ekstrak daun mangga arumanis dan salam memiliki pengaruh terhadap penyembuhan luka bakar yang ditandai dengan penurunan diameter luka bakar. Kombinasi paling baik terhadap penurunan diameter luka bakar berturut-turut pada kelompok 1 (1:1), kelompok 3 (1A:2B), kelompok 2 (2A:1B), kelompok 4 (2A:2B), kontrol positif dan kelompok kontrol negatif. Kesimpulan penilitian yaitu kombinasi ekstrak daun mangga arumanis dan salam mempunyai aktifitas terhadap penyembuhan luka bakar derajat II A pada tikus putih jantan galur wistar.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI KITOSAN CANGKANG YUTUK (Emerita sp.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Mulyana, Satria Eta; Fitriyati, Laeli; Rahayu, Titi Pudji; Kiromah, Naelaz Zukhruf Wakhidatul
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 3, No 2 (2023): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jfks.v3i2.1196

Abstract

Antibiotik umumnya digunakan dalam mengatasi infeksi oleh bakteri, namun penggunaan antibiotik dapat menimbulkan efek samping seperti menyebabkan bakteri menjadi resisten sehingga penggunaan antibiotik akan menjadi tidak efektif. Pengobatan alternatif terus dicari dan dikembangkan untuk menghadapi bakteri yang resisten. Cangkang yutuk (Emerita sp.) mengandung senyawa kitosan. Kitosan dapat memberikan aktivitas antibakteri. Pengujian aktivitas antibakteri dapat menggunakan metode paper disk. Tujuan Penelitian untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari cangkang yutuk (Emerita sp.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Metode pembuatan kitosan dilakukan melalui tahap demineralisasi, deproteinasi, dan deasetilasi. Uji aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode paper disk. Pembuatan kitosan didapatkan hasil nilai derajat deasetilasi sebesar 57,62%. Hasil diameter zona hambat kitosan dari cangkang yutuk (Emerita sp.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan konsentrasi kitosan 50 ppm, 100 ppm, 150 ppm, 200 ppm, 250 ppm yaitu 0,34 mm; 2,31 mm; 4,08 mm; 6,08 mm; 8,46 mm. Kitosan dari cangkang yutuk (Emerita sp.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan diameter zona hambat terkecil pada konsentrasi 50 ppm yaitu 0,34 mm dan zona hambat terbesar pada konsentrasi 250 ppm yaitu 8,46 mm.
KOMBINASI EKSTRAK ETANOL RIMPANG KUNIR PUTIH (Curcuma Mangga Val.) DAN DAUN MANGGA ARUMANIS (Mangifera Indica. L. Var. Arumanis) DALAM MENGHAMBAT BAKTERI Staphylococcus Aureus Febrialfiyan, Sukma Edhie; Fitriyati, Laeli; Kiromah, Naelaz Zukhruf Wakhidatul
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 2, No 2 (2022): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jfks.v2i2.938

Abstract

Penyakit infeksi masih menjadi masalah utama di negara berkembang karena udara yang berdebu dan temperatur yang lembab merupakan penyebab penyakit infeksi. Penyakit infeksi dapat disebabkan oleh bakteri, virus dan jamur. Bakteri penyebab penyakit infeksi salah satunya yaitu Staphylococcus aureus. Rimpang kunir putih dan daun mangga arumanis merupakan tanaman yang berpotensi sebagai antibakteri Staphylococcus aureus penyebab infeksi. Kombinasi dari ekstrak kunir putih dan daun mangga diharapkan dapat bersinergi sehingga akan meningkatkan efek antibakteri terhadap Staphylococcus aureus.   Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak etanol rimpang kunir putih (Curcuma mangga. Val) dan daun mangga arumanis (Mangifera indica. L. var. arumanis) terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan mengamati zona hambat yang terbentuk. Ekstrak dibuat dengan konsentrasi masing-masing 6,25 dan 12,5% dan variasi kombinasi ekstrak kunir putih dan daun mangga arumanis dengan perbandingan 1:1, 2:1, dan 1:2. Uji anti bakteri dilakukan dengan menggunakan metode difusi sumuran.   Hasil uji antibakteri didapatkan bahwa kombinasi ekstrak etanol rimpang kunir putih (Curcuma mangga. Val) dan daun mangga arumanis (Mangifera indica. L. var. arumanis) memiliki efek sinergis yang dibuktikan dengan meningkatnya daya hambat jika dibandingkan dengan ekstrak tunggal. Hasil terbaik didapatkan pada kombinasi ekstrak 1:2 dengan diameter daya hambat sebesar 14,7mm. Hasil uji statistik didapatkan nilai p=0.00<0.05 yang artinya bahwa setiap kelompok perlakuan memiliki perbedaan daya hambat yang signifikan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa kombinasi ekstrak kunir putih dan daun mangga memiliki aktivitas antibakteri dengan kategori kuat dan memiliki efek sinergis yang dibuktikan dengan diameter daya hambat yang lebih baik jika dibandingkan dengan ekstrak tunggal.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN METODE DPPH DAN NILAI SPF EKSTRAK ETANOL DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) Ningsih, Eka Ratna; Fitriyati, Laeli; Rahayu, Titi Pudji; Kiromah, Naelaz Zukhruf Wakhidatul
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 4, No 2 (2024): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jfks.v4i2.1263

Abstract

Radikal bebas adalah senyawa tidak stabil yang merusak sel tubuh, terutama akibat paparan radiasi UV yang menyebabkan hiperpigmentasi, penuaan dini, hingga kanker kulit. Antioksidan dapat menetralkan radikal bebas, tetapi antioksidan sintetik sering memiliki efek samping, sehingga diperlukan alternatif alami yang lebih aman. Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang kaya, termasuk belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.), yang diketahui mengandung senyawa flavonoid dan fenolik dengan potensi antioksidan tinggi. Namun, penelitian tentang aktivitas antioksidan, nilai SPF, serta kandungan fenolik dan flavonoid total dari ekstrak etanol 70% daun belimbing wuluh dengan metode DPPH belum dilakukan secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aktivitas antioksidan, nilai SPF, serta kadar fenolik dan flavonoid total dari ekstrak etanol 70% daun belimbing wuluh. Metode penelitian meliputi pembuatan simplisia, ekstraksi menggunakan etanol 70%, dan pengujian aktivitas antioksidan dengan metode DPPH. Kadar fenolik total diukur menggunakan pereaksi Folin-Cioceltaeu, flavonoid total menggunakan AlCl3, dan nilai SPF diuji secara in vitro menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan kadar fenolik total ekstrak etanol daun belimbing wuluh sebesar 95.37 mg GAE/g dan flavonoid total sebesar 6.91 mg QE/g. Aktivitas antioksidan sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 21.53 ppm, sedangkan nilai SPF mencapai 30.63, yang memberikan proteksi selama 5.11 jam terhadap radiasi UV. Berdasarkan hasil tersebut, ekstrak etanol daun belimbing wuluh terbukti sebagai antioksidan sangat kuat dengan kemampuan memberikan perlindungan kulit yang efektif terhadap sinar matahari
Inovasi Pendidikan Lingkungan dengan Tanaman Toga di SDN 1 Sidorejo, Kabupaten Sukoharjo Rahmatulloh, Wahyu; Tiara, Hayyu Listina Martha; Fitriyati, Laeli; Ristiyorini, Iin; Winarno, Tunjung
Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Asosiasi Pengelola Publikasi Ilmiah Perguruan Tinggi PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55506/arch.v4i2.171

Abstract

Latar Belakang: Tanaman obat keluarga (Toga) memiliki banyak manfaat, namun pemanfaatannya di lingkungan sekolah dasar masih terbatas. SDN 1 Sidorejo memiliki lahan yang potensial, tetapi belum dimanfaatkan untuk penanaman Toga. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai manfaat dan cara penanaman tanaman Toga. Metode: Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi dan praktik langsung. Sosialisasi dilakukan kepada 24 siswa kelas V dan VI SDN 1 Sidorejo. Hasil: Hasil pretest menunjukkan rata-rata skor 58,50 yang meningkat menjadi 96,50 pada posttest setelah materi diberikan. Kesimpulan: Kegiatan sosialisasi berhasil meningkatkan pengetahuan siswa mengenai tanaman Toga, terbukti dengan peningkatan skor pretest dan posttest yang signifikan. Sosialisasi ini efektif dalam memberikan pengetahuan yang aplikatif dan bermanfaat bagi siswa.
Uji Angka Lempeng Total (ALT) Dan Angka Kapang Khamir (AKK) Pada Jamu Gendong Di Pasar Tradisional Wonokriyo Kecamatan Gombong Kabupaten Kebumen Hasanah, Saniati; Kiromah, Naelaz Zukhruf Wakhidatul; Fitriyati, Laeli
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 10 No. 1 (2023): February
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v10i1.4195

Abstract

Latar Belakang: Jamu gendong merupakan salah satu obat tradisional yang sangat diminati oleh masyarakat dikarenakan manfaatnya yang dapat menjaga kesehatan serta mengobati penyakit. Jamu gendong tidak memerlukan izin edar, tetapi kualitas jamu harus tetap diperhatikan sehingga sediaan jamu aman dikonsumsi. Tujuan: Mengetahui ada tidaknya cemaran mikroba berupa bakteri dan kapang khamir pada sediaan jamu gendong beras kencur, kunyit asam, temulawak dan pahitan yang dijual di pasar tradisional Wonokriyo, Kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen. Metode: Sampel jamu diambil dari empat penjual yaitu penjual A, B, C dan D. Tahapan penelitian meliputi pengambilan sampel, homogenisasi sampel, uji angka lempeng total (ALT) dan uji angka kapang khamir (AKK). Data kemudian dianalisis menggunakan uji statistic One Way ANOVA.  Hasil: Jamu gendong beras kencur, kunyit asam, temulawak dan pahitan yang dijual oleh penjual A, B, C dan D diperoleh nilai ALT yang memenuhi persyaratan yaitu tidak lebih dari >105 koloni/ml. Sedangkan jamu beras kencur yang dijual oleh penjual D diperoleh nilai ALT >105 koloni/ml sehingga tidak memenuhi persyaratan. Jamu gendong beras kencur, kunyit asam, temulawak dan pahitan diperoleh nilai AKK tidak lebih dari 103 koloni/ml sehingga memenuhi persyaratan. Tidak ada perbedaan yang signifikan (P>0,05) pada nilai ALT dan AKK dari semua jenis sampel jamu gendong yang berasal dari keempat penjual. Kesimpulan: Semua jamu memenuhi persyaratan mutu dilihat dari nilai AKK dan ALT, namun 1 sampel jamu beras kencur yang tidak memenuhi syarat ALT.
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Metanol Dan Akuades Daun Ganitri (Elaeocarpus ganitrus Roxb.) Dengan Metode Dpph (2,2-Difenil-1-Pikrihidrazil) Kiromah, Naelaz Zukhruf Wakhidatul; Fitriyati, Laeli; Husein, Sadam
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Radikal bebas merupakan atom atau molekul yang mengandung elekton tidak berpasangan sehingga dilakukan penelitian mengenai uji aktivitas antioksidan ekstrak daun ganitri dengan pelarut metanol dan akuades. Tujuan penelitian ini yaitu menentukan kelompok senyawa dan aktivitas antioksidan ekstrak daun ganitri. Hasil uji kelompok senyawa diketahui kedua ekstrak daun ganitri positif mengandung senyawa fenol dan flavonoid. Identifikasi flavonoid dilakukan menggaunkana metode kromatografi dan menghasilkan nilai Rf 0.97 dengan bercak noda berwarna biru kehitaman yang pekat. Uji aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan metode DPPH dan didapatkan hasil bahwa kedua ekstrak memiliki aktivitas antioksidan snagat kuat dengan nilai IC50 sebesar 3,213 ppm pada ekstrak metanol dan 4,788 ppm pada ekstrak akuades.
Counting on the Use of Herbal Plant for Health in Giyanti Village, Rowokele District, Kebumen: Penyuluhan Penggunaan Tanaman Herbal untuk Kesehatan di Desa Giyanti, Kecamatan Rowokele, Kabupaten Kebumen Fitriyati, Laeli; Cahyani, Tri; Hermansyah, Agustian; Alifah, Dika
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 18th University Research Colloquium 2023: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman herbal adalah tanaman obat yang mempunyai kegunaan dan nilai lebih dalam pengobatan tradisonal terhadap penyakit. Tanaman obat memiliki kandungan metabolit sekunder sebagai suatu senyawa yang memiliki khasiat obat. Pemanfaatan pekarangan dapat mendukung dalam memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga, menghemat pengeluaran harian, dan memberikan tambahan pendapatan. Selain dapat ditanami dengan buah-buahan, bunga, sayuran, juga dapat ditanami dengan tanaman obat. Tanaman obat yang ditanam di pekarangan selain dapat dikonsumsi menjadi alternatif pilihan obat keluarga juga dapat menjadi sumber penghasilan tambahan. Selain itu tanaman obat tersebut juga dapat menjadi hiasan yang enak dipandang apabila ditata dengan asri. Tanaman obat keluarga (TOGA) pada hakekatnya adalah sebidang tanah di halaman rumah yang digunakan untuk tanaman yang berkhasiat sebagai obat dalam rangka memenuhi kebutuhan keluarga akan obat-obatan. Badan Pengawas Obat dan Makanan sendiri menetapkan sembilan tanaman obat keluarga (TOGA) unggulan yang telah diteliti dan diuji secara klinis. Tanaman yang ada di Desa Giyanti nadalah tanaman daun mangga Arumanis dan rimpang kunir putih sebagai alternatif kebutuhan obat keluarga sehingga bisa menghemat pengeluaran rumah tangga terutama dalam biaya kesehatan. Metode kegiatan yang dilakukan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah penyuluhan dengan menggunakan metode ceramah dan menggunakan leaflet yang berisi penjelasan mengenai daun mangga Arumanis dan rimpang kunir putih dengan cara mengajak masyarakat untuk memanfaatkan tanaman yuang sudah ada di Desa Giyanti. Keberhasilan dari pengabdian kepada masyarakat ini dinilai dari target jumlah peserta sebanyak 90%, ketercapaian tujuan 80%, ketercapaian target materi 100% dan pencontohan pemanfaatan pekarangan dirumah sebesar 80%. Kesimpulan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah penyuluhan TOGA meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang TOGA untuk bisa dimanfaatkan sebagai alternatif pilihan obat keluarga dari daun mangga Arumanis dan rimpang kunir putih.