Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Factors Influencing Decisions to Purchase Counterfeit Fashion Products: Brand Image, Price and Lifestyle (Literature Review Customer Behavior) Wawan Novianto; Zebua, Ali Marzuki; Mursal
Journal of Law, Politic and Humanities Vol. 1 No. 4 (2021): (JLPH) Journal of Law, Politic and Humanities (August 2021)
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.486 KB) | DOI: 10.38035/jlph.v1i4.73

Abstract

Previous research or relevant research is very important in a research or scientific article. Previous research or relevant research serves to strengthen the theory and phenomena of the relationship or influence between variables. This article reviews the factors that influence purchasing decisions for counterfeit fashion products, namely: brand image, price and lifestyle, a literature study of consumer behavior. The purpose of writing this article is to build a hypothesis of the influence between variables to be used in further research. The results of this literature review article are: 1) brand image influences purchasing decisions for counterfeit fashion products; 2) price has an effect on purchasing decisions for counterfeit fashion products; and 3) lifestyle influences purchasing decisions for counterfeit fashion products.
Pengetahuan Perawat Tentang Perawatan Luka Metode Moist Wound Healing Di Rs Pmi Aceh Utara humaira; Mursal; Abrar`
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 6 No. 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.196 KB) | DOI: 10.54460/jifa.v6i1.2

Abstract

Luka merupakan kerusakan integritas kulit yang disebabkan oleh banyak hal seperti gesekan, trauma, suhu, infeksi dan lainnya. Angka kejadian luka setiap tahun semakin meningkat, baik luka akut maupun luka kronis. Sebuah penelitian terbaru di Amerika menunjukkan prevalensi pasien dengan luka adalah 3.50 per 1000 populasi penduduk. Mayoritas luka pada penduduk dunia adalah luka karena pembedahan/trauma (48.00%), ulkus kaki (28.00%), luka dekubitus (21.00%). Moist wound healing merupakan metode terkini yang efektif menyembuhkan luka. Tujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan perawat tentang perawatan luka metode moist wound healing. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan jumlah populasi 60 orang dan jumlah sampel 36 orang dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling yaitu teknik pengmbilan sampel dengan kriteria yang ditentukan sebanyak 36 responden. Penelitian ini dilakukan di RS PMI Aceh Utara dengan menggunakan lembar kuisioner. Analisa statistik yang digunakan adalah analisa univariat. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 19 responden (52,8%) memiliki pengetahuan yang cukup dan 11 responden (30,6%) memiliki pengetahuan kurang. Data tersebut menunjukkan mayoritas responden memiliki pengetahuan yang cukup dan kurang. Disarankan bagi pihak RS agar dapat menfasilitasi pealtihan perawatan luka bagi perawat sehingga pebgetahuan dan ketrampilan perawat menjadi lebih baik yang berdampak pada peningkatan kualitas asuhan keperawatan
Pembangunan berbasis lingkiungan hidup Abdul Gani; Mursal
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 6 No. 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.923 KB) | DOI: 10.54460/jifa.v6i1.7

Abstract

Kajian ini berkaitan dengan Pembangunan Berbasis Lingkungan Hidup, dengan menggunakan pendekatan metode kualitatif, sehingga memberikan analisis berkaitan dengan usaha pembangunan yang berlandaskan ekonomi dalam rangka meningkatkan pembangunan serta pertumbuhan ekonomi untuk peningkatan kesejahteraan, memiliki dampak yang signifikan terhadap kecenderungan berlakunya kerusakan lingkungan hidup dan kesimbangan ekosistem. Dengan demikian kajian pembangunan berbasis lingkungan hidup, ini menjadi tuntutan agar setiap usaha pembangunan dan kepentingan untuk peningkatan produktivitas ekonomi mesti tetap patuh dan menghargai aturan, ketentuan dan undang-undang yang berlaku, agar kepentingan ekonomi dan pembangunan juga mesti menghargai kearifan kehidupan sosial, budaya dan kebijakan politik domestik, juga menjaga keseimbangan, keberlangsungan serta keberlanjutan kehidupan manusia dan kehidupan untuk masa akan datang
GAMBARAN AKTIVITAS FISIK PENDERITA STROKE Husnul Khatimah, Cut Ayu; Mursal; Thahirah, Hayatun
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 6 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.113 KB) | DOI: 10.54460/jifa.v6i2.15

Abstract

Aktivitas yang tidak mencukupi adalah satu dari faktor risiko utama terhadap kematian dini di seluruh dunia. Orang yang kurang aktif memiliki peluang lebih mungkin sebesar 20%-30% untuk meninggal lebih cepat dibandingkan mereka yang cukup aktif. Aktivitas fisik yang tidak mencukupi merupakan faktor risiko utama stroke. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimanakah gambaran aktivitas fisik penderita stroke. Desain penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita stroke sebanyak 32 orang. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 32 dengan menggunakan teknik total sampling. Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 25 Juli sampai dengan 31 Juli 2021. Analisis data dalam penelitian ini diolah dengan sistem komputerisasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa aktivitas fisik penderita stroke mayoritas melakukan aktivitas fisik sebanyak 18 responden (56.3%) dan tidak melakukan aktivitas fisik sebanyak 14 responden (43.7%).
Pengaruh Masase Kaki Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Aulia Saputri; Mursal; Rizki Maulidya
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 7 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54460/jifa.v7i2.34

Abstract

ABSTRAK Penanganan hipertensi dapat dilakukan dengan cara farmakologis yaitu dengan terapi masase (pijat). Masase (pijat) merupakan teknik integrasi sensori yang mempengaruhi aktivitas sistem saraf otonom yang dapat menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh masase kaki terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Desain penelitian ini bersifat Quassy experiment, dengan perancangan One Group Pretest dan Posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita hipertensi yang mendapatkan pelayanan kesehatan pada bulan Januari 2021 sebanyak 45 orang. Jumlah sampel sebanyak 25 responden ditentukan dengan menggunakan teknik total sampling. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 06 Agustus sampai tanggal 09 Agustus 2021. Analisa dilakukan dengan proses komputerisasi melalui uji t-paired. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa tekanan darah penderita hipertensi sebelum masase kaki berada pada kategori ringan (66.7%) dan tekanan darah penderita hipertensi sesudah masase kaki berada pada kategori normal (62.2%). Hasil nilai p-value= 0.000<0.05, maka dapati disimpulkan bahwa ada pengaruh masase kaki terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi.
PEMAHAMAN LAFAZH MUJMAL DAN MUBAYYAN DALAM AL-QUR’AN SERTA IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN TAFSIR Syafriyon; Mursal; Abdul Halim Hanafi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 01 (2025): Volume 10, Nomor 01 Maret 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i01.23428

Abstract

The words mujmal and mubayyan are two important concepts in the science of interpretation which relate to the way in which meaning is conveyed in the Qur'an. Lafazh mujmal refers to words or expressions that still have generality and require further explanation to understand them correctly. Meanwhile, the word mubayyan is an expression that is clear and detailed so that its meaning can be understood directly without the need for additional explanation. In the context of the Qur'an, these two types of lafazh play a very important role. Verses that use the lafazh mujmal often require further interpretation or explanation from other explanatory verses (mubayyan), either those that come in the Qur'an itself or from the hadith of the Prophet SAW. For example, the lafazh mujmal can be found in legal verses that require a more in-depth explanation, such as the verse regarding the obligation of zakat which only states the amount without details of how it is managed. Lafazh mubayyan, on the other hand, can be found in clearer verses, such as further explanations of the details of zakat in surah Al-Baqarah and the hadith of the Prophet SAW.
PEMBELAJARAN BERBASIS QAEDAH BAHASA, QAEDAH TAFSIR, DAN USHUL FIQH DALAM PENDIDIKAN ISLAM Ismasnawat; Abdul Halim Hanafi; Mursal
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 01 (2025): Volume 10, Nomor 01 Maret 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i01.23433

Abstract

This research aims to explore and analyze Qaedah-based Learning of Language, Qaedah Tafsir, and Ushul Fiqh in Islamic Education. The problem raised is the lack of in-depth understanding of these three rules among students and teachers. The methodology used was a literature study, by collecting data from various written sources, including books, journal articles, and relevant official documents. The results showed that the Qaedah of Language serves as the linguistic basis for interpreting religious texts, the Qaedah of Tafsir provides a systematic methodology for understanding the meaning of Qur'anic verses, and Ushul Fiqh plays an important role in the development and application of Islamic law. This research is expected to make a significant contribution to the understanding and teaching of these rules in the context of Islamic education, as well as encourage the development of a more effective curriculum.
PENDIDIKAN SEBAGAI KUNCI PEMBERDAYAAN: MENELUSURI HAK-HAK PEREMPUAN DALAM ISLAM Arsad Dahri; Riki Saputra; Rusydi AM; Mursal
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.31680

Abstract

This study examines in depth women's rights in Islam, focusing on three main areas: education, economics, and politics. The background to this study is based on the prevalence of misunderstandings and discriminatory practices against women that are often associated with Islamic teachings, even though such inequality is more likely caused by patriarchal culture and misinterpretation of religion. The purpose of this paper is to explain Islam's fair view of women, analyze their rights based on authoritative sources (the Qur'an and Hadith), and examine the implementation of these rights in contemporary Muslim societies. This research uses library research methods with a thematic analysis approach to religious texts and related scientific literature. The results of the study show that Islam explicitly guarantees women's rights to pursue knowledge, manage property, and participate in social and political life, as evidenced by figures such as Aisha RA, Khadijah RA, and Nusaibah bint Ka'ab.
Muhammadiyah dan Kebudayaan Jawa: Analisis Teologis Jusmiwarti Bj; Marlini T; Ahmad Lahmi; Mursal
Journal of Social, Educational and Religious Studies Vol. 1 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Suria Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67467/jsers.v1i1.8

Abstract

Pendekatan Muhammadiyah terhadap kebudayaan Jawa sering kali menjadi bahan diskusi dalam konteks hubungan antara agama dan tradisi lokal. Permasalahan utama yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana Muhammadiyah menyeleksi, mengakomodasi, dan mengasimilasi tradisi Jawa dengan prinsip teologis Islam yang diusungnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi teologis Muhammadiyah dalam merespons tradisi Jawa dan kontribusinya terhadap masyarakat Jawa secara luas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui studi literatur dari sumber primer dan sekunder yang relevan, termasuk dokumen resmi Muhammadiyah, jurnal ilmiah, serta hasil penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Muhammadiyah mengadopsi pendekatan selektif terhadap tradisi Jawa, mempertahankan elemen-elemen budaya yang tidak bertentangan dengan akidah Islam dan memodifikasi tradisi tertentu untuk kepentingan dakwah. Pendekatan ini menghasilkan kontribusi signifikan dalam bidang pendidikan, sosial, dan seni budaya, serta menciptakan harmoni antara agama dan budaya lokal. Kajian ini menegaskan pentingnya dialog antara nilai-nilai universal Islam dan kearifan lokal sebagai landasan untuk membangun masyarakat yang inklusif dan berkeadaban.
PURITANISME DALAM GERAKAN TAJDID MUHAMMADIYAH: TELAAH HISTORIS, EPISTEMOLOGIS, DAN SOSIO-KULTURAL Salsabila, Mira; Webrizal; Nasir, Maigus; Mursal
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.37872

Abstract

This study examines the shift from culturalism to puritanism within the Muhammadiyah reform movement using a library research approach. Culturalism, characterized by religious practices rooted in local traditions and communal customs, encounters substantial transformation when confronted with Muhammadiyah’s long-standing agenda of purification and modernization. Through analysis of official documents, scholarly literature, and Muhammadiyah’s doctrinal texts, the study demonstrates that puritanism is not merely a rejection of local culture but an epistemological and institutional project aimed at restructuring religious authority, rationalizing worship, and redefining Islamic identity among Muhammadiyah adherents. This shift is shaped by the modernization of education, the expansion of digital media, social mobility, and increasing exposure to global Islamic discourses. The findings reveal that puritanism functions as a reformist framework that molds contemporary religious practices, authority structures, and organizational identity, while simultaneously generating contestation with existing culturalistic traditions in Indonesian Muslim society. The study contributes to the sociology of religion and Islamic movement studies, particularly regarding the relationship between religion and culture as well as contemporary Islamic reform.