Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Effect of Genetic Modification on Plant Reproductive System Zuhrotul Ummah; Laili Nur Istiqomah; Siti Mahmudah
Jurnal Agricultural Science Vol 18 No 2 (2023): NOVEMBER
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS RATU SAMBAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/jas.v18i2.210

Abstract

Genetic modification is a technique used to change the genetic traits of an organism by inserting genes from other organisms. The aim of this research is to examine the effect of genetic modification on the plant reproductive system. In This research uses the literature study method by collecting and analyzing data from various scientific sources. From various scientific sources. The results of this study show that genetic modification can affect the plant reproductive system such as increase in crop yields, resistance to pests and diseases, and adaptation to the changing environment. Plants to a changing environment. This research underscores the importance of an in-depth understanding of the effects of genetic modification on plant reproductive systems as part of efforts to manage the reproductive system as part of the effort to manage and utilize this technology wisely and sustainably for the sake of the environment. This technology wisely and sustainably for the sustainability of agriculture and global ecosystems.
ANALISIS PENGETAHUAN DAN SIKAP PASANGAN USIA SUBUR TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI TERHADAP PENUNDAAN KEHAMILAN DI KELURAHAN BLABAK KECAMATAN PESANTREN KOTA KEDIRI Candra Wahyuni; Siti Mahmudah
MEDICA MAJAPAHIT Vol 10 No 1 (2018): Medica Majapahit
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Majapahit Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasangan usia subur sebaiknya segera melangsungkan kehamilan disaat usia reproduksinya dalam rentang usia aman untuk melangsungkan kehamilan yaitu usia 20-35 tahun. Jika melangsungkan kehamilan di usia lebih dari 35 tahun maka berdampak pada tingginya resiko kehamilan Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap pasangan usia subur tentang kesehatan reproduksi dengan penundaan kehamilan di Desa Blabak Kecamatan Pesantren Kota Kediri Tahun 2017. Desain Penelitian yang digunakan adalah analitik korelasional dengan pendekatan Cross Sectional. Populasinya adalah 140 PUS dengan sampel 104 PUS diambil dengan Cluster Random Sampling. Data dikumpulkan dengan lembar kuesioner, data hasil penelitian dinyatakan dengan skala interval dan nominal dan dianalisa dengan Regresi Logistic. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan pengetahuan dan sikap berpengaruh secara signifikan terhadap penundaan kehamilan (Regresi Logistic didapatkan nilai sig = 0.000 < alpha (0,05) , maka Ho ditolak). Hal ini disebabkan pengetahuan dan sikap memang menjadi faktor pendahulu (Predisposing factor) bagi terbentuknya perilaku penundaan kehamilan.
ANGKA KEJADIAN NYERI PERUT BAGIAN BAWAH PADA AKSEPTOR KB AKDR CUT 380 A DI PUSKESMAS MEJOBO TAHUN 2011 Siti Mahmudah; Dwi Astuti; Indah Risnawati
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 3, No 2 (2012): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu metode kontrasepsi yang dapat dipilih adalah alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR). Sampai saat ini, AKDR merupakan jenis kontrasepsi yang kurang diminati jika dibandingkan dengan KB suntik dan pill. Salah satu efek samping KB AKDR adalah adanya nyeri perut bagian bawah. Ini terjadi biasanya pada saat nyeri haid. Nyeri pada setiap akseptor bermacam – macam tregantung dari penanganan yang dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui angka kejadian nyeri perut bagian bawah pada akseptor KB AKDR CuT 380 A di Puskesmas Mejobo tahun 2011. Menurut sifat dasar penelitian ini termasuk jenis deskripsi dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah ibu yang menggunakan KB AKDR CuT 380A di Puskesmas Mejobo pada bulan Januari – Desember 2009 sebanyak 64 orang. Analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa univariat. Hasil penelitian menyatakan bahwa sebagian  besar  ibu memiliki umur 20 tahun yaitu sebanyak 14 orang (21.9%), yang memiliki umur  20 - 30 tahun sebanyak 43 orang (67.2%) dan yang memiliki umur 30 tahun sebanyak 7 orang (10.9%), sebagian  besar  ibu memiliki pendidikan dasar yaitu sebanyak 41 orang (64.1%), yang memiliki pendidikan menengah sebanyak 16 orang (25%), dan yang tinggi sebanyak 7 orang (10.9%), sebagian  besar  ibu bekerja yaitu sebanyak 50 orang (78.1%) dan yang tidak bekerja sebanyak 14 orang (21.9%). Sebagian  besar mengalami efek samping nyeri perut bagian bawah ringan 38 orang (59.4%), dan yang tidak nyeri sebanyak 26 orang (40.6%).
Pelatihan Penggunaan Lembar Balik Digital (LEBAD) Kesehatan Reproduksi Remaja Disabilitas Kepada Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) Se-Kabupaten Bantul Trisnaningsih, Rahma; Lutfi Annarahayu; Saumi Fijriyah; Ismi Nur Khasanah; Mizan Prihastuti; Siti Mahmudah
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v5i1.208

Abstract

Remaja disabilitas merupakan kelompok yang sangat rentan terhadap pelecehan seksual dan kekurangan informasi kesehatan reproduksi yang mudah diakses, guru di Sekolah Luar Biasa (SLB) memegang peran kunci sebagai educator, namun seringkali terkendala kurangnya media untuk menyampaikan materi kesehatan reproduksi, pelatihan ini bertujuan memberdayakan guru SLB dalam penggunaan LEBAD sebagai media edukasi kespro yang interaktif, kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan kolaboratif antara Tim Pengbadi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, peserta merupakan guru-guru dari 20 SLB Sekabupaten Bantul. Hasil Pengabdian Menunjukkan peningkatan dalam pemahaman peserta mengenai materi kesehatan reproduksi untuuk remaja disabilitas dengan rerata nilai post-tes 88.5 jauh lebih tinggi dibandingkan nilai pre-test dengan nilai 65.2. Kemitraan yang kuat dengan pemerintah daerah memastikan keberlanjutan untuk program ini. Kesimpulan pengabdian ini melalui pelatihan LEBAD yang dikombinasikan dengan pelatihan langsung terbukti efektif meningkatkan pengetahuan guru SLB tentang kesehatan reproduksi.
Penguatan Nilai-nilai  Aswaja An Nahddliyah di Majlis Taklim Nurul Hidayah Kelurahan Tosaren Kota Kediri Siti Mahmudah; Naila Azahra
Indonesia Berdampak: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2025): JANUARI-JUNI 2025
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/85qsjz83

Abstract

The strengthening of Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) An-Nahdliyah values at the grassroots level is a vital strategy to counter ideological threats in the digital era. This community service program was conducted at Majlis Taklim Nurul Hidayah, Tosaren Subdistrict, Kediri City, whose members consist primarily of Muslimat women. The goal was to improve moderate religious understanding based on Aswaja through educational, participatory, and tradition-based Islamic approaches. The methods included interactive lectures, group discussions, book reading sessions, and practical religious rituals such as tahlil, shalawat, and istighotsah. The results showed a significant increase in participants' understanding of core Aswaja principles such as tawassuth (moderation), tasamuh (tolerance), tawazun (balance) and i’tidal (justice). The program also successfully fostered critical awareness among participants regarding misleading religious content circulating online. Key supporting factors included high participant enthusiasm, strong NU cultural roots, and support from local religious leaders. Nevertheless, challenges remain, including limited access to user-friendly Aswaja literature and the need for sustained mentoring. This activity affirms the potential of majlis taklim as centers of religious moderation at the community level. Similar programs are recommended to be replicated with sustainable support across sectors.