Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

INOVASI SIAP NIKAH KARTU KELUARGA SELESAI DIBUAT (SINI KAKEK SELEB) PADA DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA PAYAKUMBUH Silva Dwi Kurnia; Zulkarnaini Zulkarnaini
JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL Vol. 1 No. 4 (2022): Desember: JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jhpis.v1i4.677

Abstract

Inovasi pelayanan publik merupakan gagasan ide kreatif orisinil atau modifikasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Inovasi Siap Nikah Kartu Keluarga Selesai dibuat (Sini Kakek Seleb) pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Payakumbuh diciptakan untuk memudahkan masyarakat mengurus perubahan kartu keluarga setelah terjadi peristiwa pernikahan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan inovasi Siap Nikah Kartu Keluarga Selesai dibuat (Sini Kakek Seleb) pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Payakumbuh serta untuk mendeskripsikan faktor penghambat yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan atribut keberhasilan inovasi menurut Bugge, yaitu Tata Kelola Inovasi, Sumber Ide-Ide untuk Inovasi, Budaya Inovasi, Kemampuan Alat-Alat, Tujuan, Hasil, Biaya, dan Hambatan, dan Mengumpulkan Data Inovasi untuk Inovasi Tunggal. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data yang diperlukan baik primer maupun sekunder dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, kemudian dianalisis sehingga ditarik kesimpulan dari masalah penelitian yang ada. Hasil penelitian ini adalah inovasi Siap Nikah Kartu Keluarga Selesai dibuat (Sini Kakek Seleb) pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil belum optimal karena masih terdapat beberapa kendala seperti kurangnya sumber daya manusia dan kurangnya sosialisasi kepada masyarakat.
Smart Protection pada Prototipe Gedung Asuransi Astra Berbasis Mikrokontroler Putra Irfanda Masta; Zulkarnaini Zulkarnaini; Andi Syofian; Yusreni Warmi; Arfita Yuana Dewi
TSAQOFAH Vol 5 No 3 (2025): TSAQOFAH: Jurnal Penelitian Guru Indonesia
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/tsaqofah.v5i3.5606

Abstract

The development of technology is carried out to support human needs to be more practical in life, one of which is in the field of security. Based on data obtained from the Central Statistics Agency regarding criminal statistics, theft is the most commonly occurring crime in Indonesia. This underpins this research, which aims to develop a building security system by utilizing several components, such as RFID sensors (Radio Frequency Identification), magnetic sensors, NodeMCU microcontroller, buzzer, and the Blynk application on mobile phones to control and receive notifications from the device. The creation of this tool is intended to maximize the use of the Blynk application on mobile phones and synergize with the NodeMCU microcontroller, thus creating a useful, creative, and innovative device. The result of this research is the creation of an intelligent system in the form of building security through a mobile application, which can control and provide warning notifications when the sensor detects unauthorized persons entering the building.
Comparative Study of Physical Components and Degradability of Natural Fibers as Alternative Biofilm Media for Wastewater Treatment Systems Massaid, Andre; Putra , Syawal Andika; Putri , Dewi Yusnisa; Zulkarnaini, Zulkarnaini; Putra, Alqadri Asri
Indonesian Journal of Environmental Management and Sustainability Vol. 10 No. 4 (2026): December
Publisher : Magister Program of Material Science, Graduate School of Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26554/ijems.2026.10.4.290-299

Abstract

This study supports the Sustainable Development Goals (SDGs) on clean water and sustainable production by evaluating the potential of natural fibers as biofilm media for wastewater treatment. Seven types of media were assessed, including polyurethane sponge as a control, straw, coconut fiber, sugar palm fiber, sphagnum moss, oil palm empty fruit bunch (EFB), and tree fern board. The evaluation was conducted over a 30-day period based on physical characteristics (pore size and porosity) and water quality parameters (pH, TDS, TSS, and COD), complemented by organoleptic observations. Media performance was ranked using the Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). The results indicated that tree fern board (TOPSIS score 0.833) and sugar palm fiber (TOPSIS score 0.778) were the most promising natural biofilm media, exhibiting porous structures, good physical stability, and consistent biofilm formation, with performance approaching that of the polyurethane sponge. In contrast, straw, EFB, coconut fiber, and sphagnum moss showed lower performance due to rapid degradation or insufficient structural stability, which adversely affected water quality. Overall, this study confirms that tree fern board and sugar palm fiber are viable and sustainable alternatives to synthetic biofilm media, with strong potential for long-term application in environmentally friendly wastewater treatment systems.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EFEKTIVITAS PROGRAM ZAKAT COMMUNITY DEVELOPMENT (ZCD) DI DESA BETING Rifatul Mahfuzah; Zulkarnain Zulkarnain; Lamun Bathara
Jurnal Education and Development Vol 14 No 3 (2026): Vol 14 No 3 September 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i3.8096

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara empiris faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas pelaksanaan Program Zakat Community Development (ZCD) dalam pemberdayaan masyarakat perdesaan di Desa Beting, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk menguji hubungan kausal antar variabel laten. Variabel yang dianalisis meliputi muzakki, lembaga pengelola zakat, pendampingan, potensi lokal, dan kemandirian mustahik sebagai variabel eksogen, Program ZCD sebagai variabel intervening, serta pemberdayaan masyarakat sebagai variabel endogen. Data penelitian diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada mustahik penerima manfaat program ZCD, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik evaluasi outer model (validitas dan reliabilitas), inner model (R-square dan F-square), serta uji hipotesis melalui bootstrapping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga pengelola zakat dan kemandirian mustahik memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Program ZCD. Selanjutnya, Program ZCD terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemberdayaan masyarakat. Namun demikian, variabel muzakki, pendampingan, dan potensi lokal tidak menunjukkan pengaruh signifikan secara langsung, baik terhadap Program ZCD maupun pemberdayaan masyarakat. Temuan ini mengindikasikan bahwa efektivitas program ZCD lebih ditentukan oleh kualitas tata kelola kelembagaan dan kesiapan internal mustahik dibandingkan faktor eksternal lainnya. Selain itu, Program ZCD berperan sebagai variabel mediasi yang memperkuat hubungan antara kelembagaan zakat dan pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu, penguatan kapasitas kelembagaan, peningkatan kualitas pendampingan, serta pengembangan model pemberdayaan berbasis potensi lokal secara berkelanjutan menjadi strategi penting dalam meningkatkan efektivitas program zakat produktif.
STRATEGI PENINGKTAN PENERIMAAN PBB DI KOTA PEKANBARU DENGAN ANALISIS SWOT Arief Rahman; Zulkarnaini Zulkarnaini; Darwis Darwis
Jurnal Education and Development Vol 14 No 3 (2026): Vol 14 No 3 September 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i3.8170

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi peningkatan penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kota Pekanbaru melalui analisis SWOT. Latar belakang penelitian ini adalah ketidakstabilan realisasi penerimaan PBB periode 2018–2024 yang seringkali tidak mencapai target, dengan potensi gap yang belum tergarap mencapai 61,3% pada tahun 2024. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 15 responden dari pejabat Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru. Hasil analisis matriks IFE menunjukkan total skor 2,91, sedangkan matriks EFE menghasilkan skor 2,99. Berdasarkan koordinat (-0,15; 0,53), posisi organisasi berada pada Kuadran III yang merekomendasikan strategi turn-around (ubah strategi). Strategi utama yang diusulkan adalah Growth and Build melalui intensifikasi dan ekstensifikasi pajak. Langkah konkret meliputi digitalisasi pelayanan, pendataan objek pajak baru, pemanfaatan GIS untuk penyesuaian zona nilai tanah, serta penguatan koordinasi dengan perangkat RT/RW untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak.
TOWARD A SMART ACADEMIC LIBRARY: EXAMINING SMART GOVERNMENT IMPLEMENTATION AND DIGITAL SERVICE TRANSFORMATION IN AN INDONESIAN PUBLIC UNIVERSITY Eko Purnomo; Zulkarnaini Zulkarnaini
Jurnal Daya Saing Vol. 12 No. 2 (2026): Inovasi Manajemen, Kinerja Organisasi, dan Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan d
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35446/dayasaing.v12i2.2928

Abstract

The rapid advancement of digital technologies has transformed governance practices across higher education institutions, encouraging university libraries to adopt smart government principles to improve service quality, operational efficiency, and user engagement. As academic libraries evolve beyond their traditional role as repositories of printed collections, they are increasingly expected to provide integrated digital services that support teaching, research, and knowledge dissemination. This study investigates the implementation of smart government within the library of Universitas Riau and explores the institutional factors that facilitate or constrain this digital transformation. A qualitative descriptive approach was employed, using semi-structured interviews, direct observations, and institutional document analysis to obtain comprehensive insights into library governance and digital service delivery. The collected data were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, consisting of data condensation, data display, and conclusion drawing, while data credibility was strengthened through methodological and source triangulation. The findings reveal that smart government implementation has substantially transformed library services through the digitalization of information resources, improved accessibility, integrated information systems, strengthened technological infrastructure, and enhanced staff competencies. These developments have enabled users to access academic resources more efficiently and have contributed to more responsive and user-centered library services. Nevertheless, several challenges remain, including incomplete system integration, infrastructure limitations, disparities in users' digital literacy, and the need for continuous professional development among library personnel. The study concludes that smart government provides an effective governance framework for accelerating the development of smart academic libraries while simultaneously improving institutional service quality. The findings also highlight the importance of integrating technological innovation, organizational readiness, and human resource development to ensure the long-term sustainability of digital transformation initiatives in higher education libraries. Keywords: Smart government; smart library; digital transformation; academic libraries; digital governance; higher education; public service innovation
Analisis Willingness to Pay (WTP) Produk Ikan Kaleng di Pasar Tradisional dan Pasar Modern di Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru Nurul Adelia Fitri; Hazmi Arief; Zulkarnain
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 15 No. 2 (2026): Jurnal Agribisnis Volume 15 Nomor 2
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v15i2.5834

Abstract

Ikan kaleng merupakan produk perikanan olahan yang memiliki daya simpan panjang dan banyak dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi produk ikan kaleng, menganalisis Willingness to Pay (WTP) konsumen, serta mengetahui faktor yang memengaruhi WTP pada pasar tradisional dan pasar modern di Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru. Penelitian dilaksanakan pada 6 Februari – 10 Maret 2026 menggunakan metode survei. Responden dipilih melalui accidental sampling, terdiri atas 30 konsumen. Konsumen terdiri dari 15 orang dari Pasar Pagi Arengka sebagai pasar tradisional dan 15 orang dari Planet Swalayan dan Budiman Swalayan sebagai pasar modern. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif, Contingent Valuation Method (CVM), uji Mann-Whitney U, dan regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasar tradisional menyediakan 4 merek ikan kaleng, sedangkan pasar modern menyediakan 13 merek, dengan Mili menjadi merek yang paling banyak dikonsumsi. Rata-rata WTP sebesar Rp29.933 per kaleng pada pasar tradisional dan Rp34.867 pada pasar modern. Uji Mann-Whitney menunjukkan tidak terdapat perbedaan WTP yang signifikan antar pasar (Sig. = 0,054 > 0,05). Regresi logistik menunjukkan bahwa pendapatan, kualitas produk, dan persepsi harga secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap WTP (Sig. = 0,002), sedangkan kualitas produk merupakan satu-satunya faktor yang berpengaruh signifikan secara parsial (Sig. = 0,003)Canned fish is a fishery product with a long shelf life and is widely consumed. This study aimed to identify canned fish products, analyze consumers’ Willingness to Pay (WTP), and determine factors influencing WTP in traditional and modern markets in Marpoyan Damai Subdistrict, Pekanbaru. The research was conducted in 6 February – 10 March 2026 using a survey method. Respondents were selected through accidental sampling, consisting of 30 consumers. The consumers comprised 15 from Pasar Pagi Arengka as traditional market and 15 from Planet Swalayan and Budiman Swalayan as modern markets. Data were analyzed using descriptive analysis, the Contingent Valuation Method (CVM), the Mann-Whitney U test, and binary logistic regression. The results showed that the traditional market offered 4 canned fish brands, while the modern market offered 13 brands, with Mili being the most consumed brand in markets. The average WTP was IDR 29,933 per can in the traditional market and IDR 34,867 in the modern market. The Mann-Whitney U test showed no significant difference in WTP between markets (Sig. = 0.054 > 0.05). Logistic regression showed that income, product quality, and price perception jointly affected WTP (Sig. = 0.002), while product quality was a significant partial factor (Sig. = 0.003)
Strategi Pemerintah Daerah dalam Penanganan Anak Putus Sekolah di Kabupaten Rokan Hulu Annisa Azzahra; Zulkarnaini Zulkarnaini
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.14084

Abstract

Tingginya jumlah anak putus sekolah di Kabupaten Rokan Hulu menunjukkan bahwa pemerataan akses dan keberlanjutan pendidikan masih menjadi persoalan dalam penyelenggaraan pelayanan publik daerah. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pemerintah daerah dalam menangani anak putus sekolah, mengidentifikasi hambatan pelaksanaannya, dan merumuskan implikasi perbaikan kebijakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pemilihan lima informan secara purposive, meliputi unsur Dinas Pendidikan, pemerintah kecamatan, dan orang tua anak putus sekolah. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Analisis menggunakan kerangka manajemen strategis Hunger dan Wheelen yang terdiri atas pengamatan lingkungan, perumusan strategi, implementasi, serta evaluasi dan pengendalian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah telah melakukan pendataan, koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa, sosialisasi, serta menyediakan pendidikan kesetaraan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat dengan Program Paket A, B, dan C. Namun, strategi belum terlaksana secara optimal karena pembaruan data belum konsisten, penjangkauan keluarga belum merata, anggaran khusus belum tersedia, dan evaluasi lebih menekankan pelaksanaan kegiatan daripada keberhasilan anak kembali belajar. Hambatan lainnya meliputi kondisi ekonomi keluarga, keterlibatan anak dalam pekerjaan, rendahnya motivasi pendidikan, mobilitas penduduk, serta keterbatasan akses geografis. Penelitian menyimpulkan bahwa perbaikan memerlukan data kasus yang terverifikasi, penjangkauan aktif berbasis keluarga, dukungan biaya pendidikan tidak langsung, layanan kesetaraan yang fleksibel, dan indikator evaluasi berbasis hasil. Rekomendasi tersebut merupakan arahan kebijakan yang perlu disesuaikan dengan kapasitas dan kebutuhan masing-masing wilayah.
Do Fiscal Instruments Promote Regional Economic Growth? Evidence from Local Governments in Indonesia Diana Diana; Mariana Mariana; Yeni Irawan; Zulkarnaini Zulkarnaini; Muhammad Arifai; Anggraeni Yunita
International Journal of Accounting and Finance in Asia Pasific (IJAFAP) Vol 9, No 2 (2026): June 2026
Publisher : AIBPM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32535/ijafap.v9i2.4808

Abstract

This study examines the effects of local government debt, regional investment, and local tax revenue on regional economic growth, with regional capital expenditure serving as a moderating variable. Drawing on Endogenous Growth Theory, the study posits that fiscal instruments contribute to economic growth when they are translated into productive public capital, infrastructure, and services that enhance regional productivity. Using a quantitative approach, the study analyzes secondary panel data from Indonesian local governments. The analysis covers 1,758 observations from 504 local governments over the 2019–2022 period. Model-selection tests support the use of the fixed-effects model, which is estimated with cluster-robust standard errors. The results show that local government debt has no significant effect on regional economic growth (? = -2.012102; p = 0.290106). Regional investment also has no significant effect (? = -0.256702; p = 0.417639). The coefficient on local tax revenue is negative and statistically significant (? = -1.539717; p = 0.043935), while the coefficient on capital expenditure is positive and statistically significant (? = 9.105280; p 0.001). The interaction results show that capital expenditure does not significantly moderate the effects of local government debt or regional investment. However, it significantly moderates the relationship between local tax revenue and regional economic growth in a positive direction (? = 0.056629; p = 0.040994). These findings indicate that increasing fiscal resources alone is insufficient to promote regional economic growth. Productive allocation and effective utilization of capital expenditure are important for translating fiscal capacity into assets that support sustainable regional development.
PENINGKATAN NILAI TAMBAH IKAN SALAI MELALUI INOVASI PACKAGING DAN STRATEGI PEMASARAN Ali Asfar; Seno Andri; Benny Heltonika; Wan Muhamad Yunus; Zulkarnaini Zulkarnaini
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 5 (2026): Vol. 7 No. 5 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i5.63269

Abstract

Desa Tualang Jaya, Kabupaten Siak, merupakan salah satu sentra pengolahan ikan salai yang memiliki potensi ekonomi signifikan. Namun, masyarakat pengolah masih menghadapi berbagai kendala, terutama dalam hal pengemasan (packaging) dan strategi pemasaran yang belum optimal, sehingga nilai tambah ekonomi yang dihasilkan masih rendah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah produk ikan salai melalui inovasi packaging dan penguatan strategi pemasaran di Desa Tualang Jaya. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi. Inovasi packaging diarahkan pada penggunaan kemasan vakum, desain label yang informatif dan menarik, serta penerapan branding produk. Penguatan strategi pemasaran difokuskan pada pemanfaatan media digital, storytelling produk, dan perluasan akses pasar. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam mengemas produk secara higienis dan profesional, serta kemampuan memasarkan produk melalui platform digital. Produk ikan salai yang sebelumnya hanya dijual dalam kemasan sederhana di pasar tradisional, kini memiliki kemasan yang menarik, berlabel, dan telah menjangkau konsumen di luar Kabupaten Siak. Kegiatan ini berhasil mendorong transformasi usaha pengolahan ikan salai dari produk tradisional menjadi produk unggulan lokal yang memiliki daya saing dan nilai tambah ekonomi yang lebih tinggi.