p-Index From 2021 - 2026
3.443
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pangan dan Gizi JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi) Undiksha FORUM BANGUNAN Pandecta Harmonia: Journal of Research and Education Jurnal Kesehatan Masyarakat PREDIKSI Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Ekonomi SCHOOL EDUCATION JOURNAL PGSD FIP UNIMED International conference on Information Technology and Business (ICITB) INDONESIAN JOURNAL OF CRIMINAL LAW STUDIES Jurnal Pendidikan Dasar Humani (Hukum dan Masyarakat Madani) Jurnal Pengabdian Hukum Indonesia (Indonesian Journal of Legal Community Engagement) JPHI YUSTISI Jurnal Ilmiah Ecosystem Jambura Law Review Unnes Journal of Public Health Indonesian Journal of Advocacy and Legal Services Seminar Nasional Hukum Universitas Negeri Semarang Law Research Review Quarterly Jurnal Surya Kencana Dua: Dinamika Masalah Hukum & Keadilan Jurnal Suara Hukum Jurnal Analisis Hukum G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Yustisi: Jurnal Hukum dan Hukum Islam AMNESTI : Jurnal Hukum Cermin Dunia Kedokteran MACHINERY: Jurnal Teknologi Terapan Chemistry Education Review Perspektif Hukum Reformasi Hukum Media Hukum Indonesia (MHI) Annual Review of Legal Studies Journal of Multidisciplinary Inquiry in Science, Technology and Educational Research Journal of Law and Legal Reform Lex Scientia Law Review Indonesian Journal of Advocacy and Legal Services "Indonesian Journal of Environmental Law and Sustainable Development " Law Research Review Quarterly Kertha Semaya : Journal Ilmu Hukum
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Pandecta

Formulasi Kebijakan Penanganan Tindak Pidana Berbasis Isu Sara dalam Pemilihan Umum Sumardiana, Benny
Pandecta: Research Law Journal Vol 11, No 1 (2016): Pandecta : Research Law Journal
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/pandecta.v11i1.5254

Abstract

Persoalan mengenai isu Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) memang seringkali menimbulkan gejolak sosial dalam masyarakat, khususnya saat dilaksanakan pemilihan umum baik pemilu eksekutif maupun legislatif. Demokrasi yang mengedepankan penghormatan atas hak asasi manusia menjadi kabur ketika Isu SARA dijadikan alat kampanye penarik suara masyarakat. Penelitian dimaksudkan untuk menganalisis bagaimana dampak penggunaan Isu SARA dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah; bagaimana efektifitas pelaksanaan harmonisasi demokrasi, hak asasi manusia dan hukum terkait penggunaan Isu SARA dalam Pilkadadan bagaimana formulasi kebijakan yang dapat diambil oleh pemerintah terhadap tindak pidana yang dimunculkan akibat penggunaan Isu SARA dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah.The issue regarding the issue of Ethnicity, Religion, Race, and intergroup (SARA) is often cause social unrest in society, especially when general elections held executive and legislative elections. Democracy that emphasizes respect for human rights becomes blurred when the issue of SARA used as a campaign tool towing peoples voices. The study is intended to analyze how the impact of the use of racial issues in the General Election of Regional Head; how the effectiveness of the implementation of the harmonization of democracy, human rights and legal issues related to the use of racial intolerance in regional head election and  how policy formulation that can be taken by the government against criminal acts that appear as a result of the use of racial issues in the General Election of Regional Head.
Formulasi Kebijakan Penanganan Tindak Pidana Berbasis Isu Sara dalam Pemilihan Umum Sumardiana, Benny
Pandecta Research Law Journal Vol 11, No 1 (2016): June
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/pandecta.v11i1.5254

Abstract

Persoalan mengenai isu Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) memang seringkali menimbulkan gejolak sosial dalam masyarakat, khususnya saat dilaksanakan pemilihan umum baik pemilu eksekutif maupun legislatif. Demokrasi yang mengedepankan penghormatan atas hak asasi manusia menjadi kabur ketika Isu SARA dijadikan alat kampanye penarik suara masyarakat. Penelitian dimaksudkan untuk menganalisis bagaimana dampak penggunaan Isu SARA dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah; bagaimana efektifitas pelaksanaan harmonisasi demokrasi, hak asasi manusia dan hukum terkait penggunaan Isu SARA dalam Pilkadadan bagaimana formulasi kebijakan yang dapat diambil oleh pemerintah terhadap tindak pidana yang dimunculkan akibat penggunaan Isu SARA dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah.The issue regarding the issue of Ethnicity, Religion, Race, and intergroup (SARA) is often cause social unrest in society, especially when general elections held executive and legislative elections. Democracy that emphasizes respect for human rights becomes blurred when the issue of SARA used as a campaign tool towing people's voices. The study is intended to analyze how the impact of the use of racial issues in the General Election of Regional Head; how the effectiveness of the implementation of the harmonization of democracy, human rights and legal issues related to the use of racial intolerance in regional head election and  how policy formulation that can be taken by the government against criminal acts that appear as a result of the use of racial issues in the General Election of Regional Head.
Formulasi Kebijakan Penanganan Tindak Pidana Berbasis Isu Sara dalam Pemilihan Umum Benny Sumardiana
Pandecta Research Law Journal Vol 11, No 1 (2016): June
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/pandecta.v11i1.5254

Abstract

Persoalan mengenai isu Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) memang seringkali menimbulkan gejolak sosial dalam masyarakat, khususnya saat dilaksanakan pemilihan umum baik pemilu eksekutif maupun legislatif. Demokrasi yang mengedepankan penghormatan atas hak asasi manusia menjadi kabur ketika Isu SARA dijadikan alat kampanye penarik suara masyarakat. Penelitian dimaksudkan untuk menganalisis bagaimana dampak penggunaan Isu SARA dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah; bagaimana efektifitas pelaksanaan harmonisasi demokrasi, hak asasi manusia dan hukum terkait penggunaan Isu SARA dalam Pilkadadan bagaimana formulasi kebijakan yang dapat diambil oleh pemerintah terhadap tindak pidana yang dimunculkan akibat penggunaan Isu SARA dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah.The issue regarding the issue of Ethnicity, Religion, Race, and intergroup (SARA) is often cause social unrest in society, especially when general elections held executive and legislative elections. Democracy that emphasizes respect for human rights becomes blurred when the issue of SARA used as a campaign tool towing people's voices. The study is intended to analyze how the impact of the use of racial issues in the General Election of Regional Head; how the effectiveness of the implementation of the harmonization of democracy, human rights and legal issues related to the use of racial intolerance in regional head election and  how policy formulation that can be taken by the government against criminal acts that appear as a result of the use of racial issues in the General Election of Regional Head.
Co-Authors Abidah, Shofriya Qonitatin Afra, Fairuz agus pera, agus Alias, Nizamuddin Anantawikrama Tungga Atmadja,SE,Ak.,M. . Aprila Niravita, Aprila Aprima Tirsa, Aprima Arrochman, Ferry Arum, Nurreka Sekar Athaya, Raden Mas Agra Arinda Betaubun, Ance Imelda Cahya Wulandari Chevalier, Henry Dessi Aryani Diandra Preludio Ramada, Diandra Preludio Didik Purnomo, Didik Dina Nur Anggraini Ningrum Dona Febiani Dwi Fibrianto Eriyanto - Fatmawati - Febrian, Fariss Fikri, Wildan Azkal Hafidzi, Marlan Hamdi, Muhammad Faisal Hasri . Herry Koesyanto Heryanto, Diana Marlisye Hibahtillah, Muhammad Alldo Hutari ., Hutari Indah Julianto, Indah Indrayuda Indrayuda Irawan Malik Irawan, Agung Irma Cahyaningtyas, Irma Kharismawati, Alfaning Martina Kusuma, Bagus Hendradi Laskarwati, Batari Lubis, Anisa Latifah Rahman Maharani, Eva Naura Maheswari, Jovita Lituhayu Masrukhi Masrukhi Mufti Akbar, Afriansyah Muhammad Azil Maskur Muhammad, Meizano Ardhi Nagari, Cikal Gumiwang Ni Kadek Sinarwati Nugraha, Wibisono Nunna, Bhanu Prakash Nurrachmat Mulianto Permana, Melati Aisyah Pujiyono Pujiyono Quddus, Ati Atul Rinandari, Ummi Rita Hayati Ritiau, Ester Joytry Rizki Samuel Nainggolan Sakinah, Tri Indah Salsabila, Karina Azzahra Sasra, Adelia Dara Satya Negara, Achmad Selawati, Fitri Shamsuddin, Mohd Effindi Bin Shelomita L.T, Ruth Siboro, Yevanya Sagita Purba Simangunsong, Edward Michael Harapan Sinaga, Romauli Yohana Sugiarto . Suryansyah . Syapsan -, Syapsan Syariefudin, Iqbal Syukron Salam, Syukron Tabrani Gani Togatorop, Agracecia Ebena Tri Ifanti, Rakhma Ubaidillah Kamal Ulya, Alifia Rasydatul Waspiah - Wedhatami, Bayangsari Wibowo, Aldo Satrio widya oktavia, widya Wijayanti, Aprilia