Claim Missing Document
Check
Articles

PENDIDIKAN SEKS UNTUK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SMA (SEKOLAH MENENGAH ATAS) LUAR BIASA C NEGERI 2 BULELENG, BALI (PERSPEKTIF SOSIOLOGI PENDIDIKAN) Nela Agustin Permata Sari; Luh Putu Sendratari; I Ketut Margi
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 1 No. 3 (2019): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v1i3.26852

Abstract

Penelitian ini berawal dari perdebatan masyarakat mengenai pembelajaran pendidikan seks di sekolah. Namun di tengah perdebatan tersebut, justru pendidikan seks diajarkan di sekolah luar biasa C Negeri 2 Buleleng. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Menambah pengetahuan peserta didik SMA Luar Biasa C Negeri 2 Buleleng mengenai pemahaman tentang pendidikan seks, sehingga dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. 2) Mengetahui pola interaksi guru dan peserta didik di dalam kelas maupun di luar kelas dalam konteks pendidikan seks. 3) Mengetahui kendala-kendala guru dalam memberikan pendidikan seks dan cara mengatasinya. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Luar biasa C Negeri 2 Buleleng, Bali dan menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui langkah-langkah: pendekatan dan jenis penelitian serta lokasi penelitian. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan cara: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan 1) Faktor-faktor yang melatarbelakangi diajarkannya pendidikan seks di SMA Luar Biasa C Negeri 2 Buleleng, 2) Pola interaksi guru dan peserta didik di dalam maupun di luar kelas dalam konteks pendidikan seks, 3) Kendala-kendala yang dihadapi guru dalam memberikan pendidikan seks dan cara guru mengatasi kendala tersebut. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pendidikan seks diberikan kepada remaja tunagrahita karena memiliki kebutuhan seksual yang sama dengan remaja pada umumnya yang dikategorikan normal.Kata kunci: Pendidikan seks, remaja tunagrahita.
POLA PENGANAN GELANDANGAN PENGEMIS (GEPENG) DI KOTA SINGARAJA, BULELENG, BALI (POTENSI SEBAGAI SUMBER BELAJAR SOSIOLOGI DI SMA) Mevilia Taryo A Dewi; I Ketut Margi; Luh Putu Sendratari
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 2 No. 1 (2020): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v2i1.28044

Abstract

Berdasarkan data mengenai jumlah gelandangan pengemis pada tahun 2015 dan 2016 yang didapat dari dinas sosial mengalami penurunan, yang awalnya hanya 23 menjadi 15 orang. Tidak hanya dari segi jumlah yang berkurang, dari data ini terlihat bahwa jumlah anak-anak dan jumlah perempuan masih terlihat sangat banyak. Tidak hanya itu saja mereka berasal dari satu daerah yang berada di Bali yaitu Desa Munti Gunung, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem yang masih mendominasi. Dapat dilihat pada data jika data mengalami penurunan tapi masih ada gelandangan pengemis yang datang ke Kota Singaraja. Dalam data tahun 2015-2016 orang yang datang lebih sedikit dan orangnya pun berbeda namun persamaan yang ada disini yaitu tentang asal mereka, yaitu dari Desa Munti Gunung yang terletak di Kabupaten Karangasem.Kata kunci: gelandangan, pengemis, Singaraja
Fenomena Membolos Sekolah Di Madrasah Aliyah At-Taufiq Sigaraja Sebagai Bentuk Perilaku Menyimpang dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sosiologi di SMA Aizil Mamnun; Luh Putu Sendratari; I Ketut Margi
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 2 No. 1 (2020): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v2i1.28045

Abstract

Sumber belajar adalah segala sesuatu yang bisa digunakan untuk mendukung kegiatan belajar, termasuk sisem pendukung dan materi lingkungan pembelajaran (Musfiqon, 2012: 128). Dalam memberikan materi sosiologi guru Madrasah Aliyah At-Taufiq hanya mengacu pada lembar kerja siswa (LKS) sehingga peserta didik kurang peka dan kurang memahami permasalahan-permasalahan sosial yang terjadi di lingkungan sekitarnya. Padahal, banyak sekali permasalahan-permasalahan sosial yang bisa dijadikan sebagai sumber belajar sosiologi, salah satu nya perilaku membolos yang dilakukan peserta didik Madrasah Aliyah At-Taufiq pada materi penyimpangan sosial.Kata kunci: sumber belajar, LKS, penyimpangan sosial
PENGETAHUAN TRADISIONAL PENGOLAHAN GULA AREN DALAM PERSPEKTIF PERUBAHAN SOSIAL DI DESA PEDAWA, BULELENG, BALI NI Putu Swandewi; I Wayan Mudana; Luh Putu Sendratari
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 2 No. 2 (2020): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v2i2.28055

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1)Latar belakang masyarakat desa Pedawa mempertahankan pengetahuan tradisional pengolahan gula aren, (2) Memahami dinamika pengolahan gula aren dalam perspektif perubahan sosial, (3) Mengidentifikasi unsur-unsur pengetahuan tradisional tentang gula aren dalam perspektif perubahan sosial yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar sosiologi di SMA Negeri 2 Banjar. Pendekatan yang digunakan yaitu menggunakan pendekatan deskripsif kualitatif dan jenis penelitian etnosains, penentuan informan dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik porposive sampling dan snowball sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan studi dokumen. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan (1)Latar belakang masyarakat Desa Pedawa mempertahankan pengetahuan tradisional pengolahan gula aren ada tiga faktor yaitu, ekonomi, religius, dan cultural. (2)Pengolahan gula aren di Desa Pedawa mengalami perubahan yakni, perubahan pada lahan pohon aren, alat-alat yang digunakan, pemasaran dan bentuk gula aren. (3)Unsur-unsur yang dijadikan sumber belajar Sosiologi pada penelitian pengetahuan tradisional pengolahan gula aren dalam perspektif perubahan sosial yakni, perubahan pada lahan pohon aren, alat-alat yang digunakan, pemasaran dan bentuk gula aren.Kata kunci: Pengetahuan, Perubahan Sosial, Sumber Belajar
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL PADA SEKAA TRUNA TRUNI PARA GOTRA SENTANA DALEM TARUKAN (STT PGSDT) SEBAGAI MODEL INTERAKSI BERBASIS IT DI BANJAR DINAS MELAKA BULELENG, BALI Gede Wiga Anggara Ariasa; Luh Putu Sendratari; I Gusti Made Arya Sutha Wirawan
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 2 No. 2 (2020): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v2i2.28057

Abstract

AbstrakMedia sosial merupakan media online dengan para penggunanya mudah berinteraksi dalam dunia virtual (dunia maya). Zaman semakin berkembang dengan terciptanya media sosial, yang memudahkan masyarakat berkomunikasi tanpa terhalang jarak dan waktu. Media sosial saat menjadi kebutuhan wajib bagi masyarakat, karena tanpa adanya media sosial, masyarakat tidak bisa mengetahui berita dan informasi yang terbaru. Media sosial memiliki beberapa fungsi yaitu digunakan dalam bisnis, hiburan dan termasuk juga dalam organisasi kepemudaan. Organisasi kepemudaan merupakan lembaga yang menghimpun segenap potensi anak muda yang akan mendidik mereka dengan tujuan menjadi berguna dalam kehidupan bermasyarakat. Organisasi kepemudaan berdiri bersama dengan visi, misi dan beberapa aturan yang mengikat para anggotanya. Organisasi kepemudaan menggunakan media sosial sebagai alat bantu komunikasi dengan tujuan mempermudah komunikasi yang dilakukan oleh para anggota organisasi. Para anggota yang mayoritas sudah mempunyai sosial media akan dengan cepatnya mendapatkan informasi terkait dengan kegiatan di organisasi.Kata Kunci : Media Sosial, Organisasi Kepemudaan, Interaksi Sosial
PENERAPAN FULL DAY SCHOOL DI SMA NEGERI 1 SINGARAJA (LATAR BELAKANG PENERAPAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SOSIOLOGI DI KELAS XI IIS) Ema Maulidya Bawazir; I Wayan Mudana; Luh Putu Sendratari
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 2 No. 1 (2020): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v2i1.28058

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Penerapan Full Day School di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Singaraja, (2) Pengaruh Full Day School terhadap prestasi belajar sosiologi kelas XII IIS. Konsep yang digunakan untuk menjawab rumusan masalah yaitu Penerapan dan Pengaruh Full Day School, prestasi belajar. dengan langkah penentuan informan yang terdiri dari siswa kelas XI IIS yang menerapkan Full Day School, Kepala Sekolah, Guru sosiologi SMA Negeri 1 Singaraja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kualitatif.Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu, teknik observasi langsung, wawancara, dan studi dokumen, angket atau kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Penerapan Full Day School di SMA Negeri 1 Singaraja telah berjalan dengan baik, dengan segala penunjang yang ada di SMA Negeri 1 Singaraja dan dari hasil data penyebaran kuesioner ke siswa 70% siswa memberikan respon positif terhadap penerapan ini dengan menyetujui penerapan lima hari sekolah ini. Penerapan lima hari sekolah ini juga berpengaruh terhadap prestasi belajar anak dan pengaruh nya cukup signifikan. Jika dilihat dari hasil pengamatan dan nilai raport siswa kelas XI IIS, Namun prestasi belajar siswa tidak hanya dilihat dari faktor dari dalam diri individu saja melainkan faktor dari luar individu, yaitu terdiri dari faktor lingkungan dan faktor instrumental. Dan Full Day School termasuk ke dalam faktor dari luar karena berupa kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah.Kata Kunci: Lima Hari Sekolah, Kebijakan Pemerintah, Prestasi, Belajar, Sosiologi.
SATE KELADI: KULINER MASYARAKAT PEDAWA BULELENG, BALI DALAM PERSPEKTIF PERUBAHAN SOSIAL Ni Nyoman Yelik; Nengah Bawa Atmadja; Luh Putu Sendratari
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 2 No. 3 (2020): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v2i3.28953

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1)Latar belakang masyarakat Pedawa mempertahankan pengetahuan tradisional pengolahan Sate Keladi, (2)Memahami dinamika pengolahan Sate Keladi dalam perspektif perubahan sosial, (3)Mengidentifikasi unsur-unsur pengetahuan tradisional tentang pengolahan Sate Keladi dalam perspektif perubahan sosial yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar Sosiologi pada bab Perubahan sosial dan sebagai sumber belajar P2M (Pengolahan dan Penyajian Makanan) pada bab makanan Indonesia jenis sate dan hidangan panggang. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan deskriptif kualitatif dan jenis penelitian yang digunakan yaitu etnosains. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan (1) Latar belakang masyarakat Pedawa mempertahankan pengolahan Sate Keladi ada empat faktor yaitu, sebagai pemenuhan kebutuhan individu, pemenuhan kebutuhan sosial, faktor lingkungan, dan identitas sosial. (2) Pengolahan Sate Keladi di Pedawa mengalami dinamika yakni, dinamika pada bahan dan alat yang digunakan, dinamika cara mengolah, cara memasak, dan cara menyajikan Sate Keladi. (3) Unsur-unsur yang dijadikan sumber belajar sosiologi pada penelitian ini yakni perubahan yang terjadi pada proses pengolahan Sate Keladi dan unsur-unsur yang dijadikan sumber belajar P2M pada penelitian ini yakni perubahan pada setiap langkah-langkah pembuatan Sate Keladi yang dapat dijadikan sebagai resep makanan.Kata kunci: Pengetahuan, Perubahan Sosial, Sumber Belajar
PENANAMAN PADI GAGA OLEH PURA PUCAKSARI DI DESA ADAT PEDAWA, BANJAR, BULELENG, BALI (PERSPEKTIF ETNOAGRIKULTUR DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SOSIOLOGI DI SMA BERBASIS KURIKULUM 2013) Muhammad Syafri; Luh Putu Sendratari; Nengah Bawa Atmadja
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 2 No. 3 (2020): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v2i3.28954

Abstract

Modernisasi menyingkirkan pengetahuan tradisional di tandai oleh kemajuan iptek yang menyebabkan menyingkirkan pengetahuan yang dianggap tidak efektif dan tidak berguna. Saintisme adalah manusia yang mendewakan sains segala sesuatu yang tidak sesuai dengan sains tidak akan digunakan. Tetapi ada gejala yang menarik di desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali yaitu justru di sana masyarakat menghidupkan kembali kebudayaan lama yaitu dalam bentuk penanaman padi gaga untuk kebutuhan ritual keagamaan. Fokus atau yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan mengapa masyarakat Desa Pedawa, Banjar, Buleleng, Bali menghidupkan kembali penanaman padi gaga, (2) mendeskripsikan bagaimanakah pengelolaan sistem pertanian penanaman padi gaga dalam perspektif etnoagrikultur yang ada di Desa Pedawa, Banjar, Buleleng, Bali, (3) mendeskripsikan bagaimana cara atau strategi pemanfaatan dari etnoagrikultur padi gaga dapat dijadikan media pembelajaran Sosiologi berbasis Powerpoint. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan tahapan-tahapan pengumpulan data sebagai berikut (1) purposive sampling, (2) observasi non partisipatif, (3) wawancara mendalam. Adapun hasil dari penelitian ini adalah (1) Bahwa yang menjadi alasan utama masyarakat Desa Pedawa menghidupkan kembali penanaman padi gaga karena padi gaga merupakan salah-satu sarana wajib dalam kegiatan ritual keagamaan yang wajib ada didalam beberapa ritual keagamaan masyarakat Desa Pedawa, (2) dalam pengelolaan penanaman padi gaga terdapat beberapa tahapan didalam penanaman padi gaga dibagi menjadi 6 tahap, yaitu tahap persiapan, tahap membuka lahan, tahap menanam, tahap pemeliharaan, tahap panen, yang terakhri yaitu tahap pasca panen atau setelah panen, (3) dalam penelitian ini ada beberapa aspek yang bisa dijadikan sebagai sumber belajar mata pelajaran sosiologi di SMA yaitu, aspek kelompok sosial dan interaksi kelompok.Kata kunci: Desa Pedawa, Padi Gaga, Pura Pucaksari, Etnoagrikultur, Media Belajar
STRATEGI ADAPTASI MAHASISWA UNDIKSHA ASAL JAKARTA DALAM KEHIDUPAN SOSIAL DI KOTA SINGARAJA Alfrida Nola; Luh Putu Sendratari; I Gusti Made Arya Suta Wirawan
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 2 No. 3 (2020): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v2i3.28955

Abstract

Ogberg mendefinisikan Culture Shock sebagai kegelisahan yang muncul akibat kehilangan semua yang familiar dalam hubungan sosial yang diendapkan menjadi suatu kecemasan yang kehilangan tanda sosial yang dikenal (Irwin:2007). Untuk mengatasi culture shock ini mahasiswa rantau Undiksha asal Jakarta mengatasinya dengan cara melakukan adaptasi sehingga dapat bertahan di lingkungan yang berbeda. Tujuan utama penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui alasan mahasiswa Jakarta perlu melakukan adaptasi, (2) Untuk mengidentifikasi strategi adaptasi yang perlu dilakukan oleh mahasiswa rantau Jakarta, (3) Untuk mengetahui bagaimana proses adaptasi yang dilakukan mahasiswa sehingga dapat dijadikan sebagai sumber belajar sosiologi di SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualititatif dengan tahap-tahap pengumumpulan data menggunakan teknik observasi dan teknik wawancara dan ditambah dengan dokumentasi dan catatan lapangan yang ditemui. Hasil penelitian ditemukan bahwa: (1) alasan mahasiswa melakukan adaptasi ditentukan oleh faktor tujuan, motivasi, lingkungan fisik, makanan dan komunikasi, (2) Strategi adaptasi yang dilakukan yaitu menggunakan bahasa Indonesia, Belajar mendengar dan menggunakan bahasa Bali sepatah dua patah kata, punya komunitas/organisasi yang sehat, belajar untuk mencapai tujuan yang dimiliki. (3) Aspek dari strategi adaptasi yang bisa dijadikan sumber belajar sosiologi yaitu pengertian perubahan sosial, aspek yang mempengaruhi perubahan sosial dan bentuk-bentuk perubahan sosial.Kata kunci: Culture shock, strategi adaptasi, kehidupan sosial
BEBAN GANDA PEKERJA PEREMPUAN PADA PABRIK PANCA MITRA MULTIPERDANA SITUBONDO (STUDI TENTANG LATAR BELAKANG PEMILIHAN PEKERJAAN, MANAJEMEN KELUARGA DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI MEDIA BELAJAR SOSIOLOGI DI SMA) Qisti Sofi Mabruza; Luh Putu Sendratari; Ni Nengah Suartini
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 2 No. 3 (2020): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v2i3.28956

Abstract

Ideologi gender yaitu konstruksi sosial yang ada di masyarakat dalam membedakan jenis kelamin serta hak-hak dan kewajibannya (Murniati, 2004). Ideoogi gender ini menciptakan kultur antara laki-laki dan perempuan, yang menempatkan perempuan di sektor domestik sedangkan laki-laki di sektor publik. Di zaman modern saat ini ideologi gender tentang pembagian pekerjaan antara laki-laki dan perempuan sudah dianggap kuno. Hal tersebut terjadi di masyarakat Situbondo. Bukan hanya laki-laki saja yang mencari nafkah untuk keluarganya namun ibu rumah tangga juga ikut mencari nafkah untuk keluarganya. Tujuan utama penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan faktor yang melatarbelakangi perempuan di Desa Kedunglo bekerja di PT. Panca Mitra Multi Perdana Situbondo, (2) Mendeskripsikan strategi pekerja perempuan dalam menjalankan peran domestik, (3) Mengidentifikasi aspek yang dapat dijadikan materi untuk dibuatkan media pembelajaran sosiologi. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan tahap-tahap pengumpulan data yakni (1) Snowball Sampling, (2) observasi, (3) metode wawancara, (4) studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) faktor yang melatarbelakangi perempuan bekerja di Desa Kedunglo yaitu, faktor ekonomi, aktualisasi diri dan status sosial, (2) strategi dalam menjalankan peran domestik yaitu, menjaga komunikasi dengan keluarga terutama dengan suami, quality time dengan keluarga, bekerjasama antara anggota keluarga, mengerjakan pekerjaan rumah sebelum berangkat bekerja, (3) aspek-aspek yang dijadikan sebagai media pembelajaran yaitu aktivitas pekerja perempuan di sektor domestik dan sektor publik. Kata kunci : pemilihan pekerjaan, beban ganda, manajemen keluarga, media pembelajaran.
Co-Authors ., Ali Rausan Fikri ., I Nengah Dodong ., I Wyn Krisnayana R d ., Kadek Dwi Mahayoni ., Mukti Ali Asyadzili ., Ni Km Dina Indrayani ., Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A. Aflachatun Nia Aizil Mamnun Alfrida Nola Ali Rausan Fikri . Alif Alfi Syahrin Aprilia Rofika Ardanareswari, Ni Putu Galuh Ariasa, Gede Wiga Anggara Aris Wibowo Aris Wibowo Arti, Luh Puji Arvitria, Devi Wina Barus, Ira Pratiwi Alberta Bawazir, Ema Maulidya Damayani, Kadek Putri Meita Darmayanti, Kadek Nanda Weda Dela Safitri Desak Made Oka Purnawati Desak Putu Wirastini . Dewi, Mevilia Taryo A Dr. Tuty Maryati,M.Pd . Drs. I Wayan Mudana,M.Si. . Drs. Wayan Sugiartha, M.Si. . Eky Pratiwi Ema Maulidya Bawazir Fani Haryadi Fantiya, Hetwin Fitri Noviani Fitri Noviani G.B. Surya Utama . Gede Aris Adi Sanjaya . Gede Senjaya . Gede Wiga Anggara Ariasa Gita Juliana Harefa, Lisaman Haryadi, Fani Hetwin Fantiya I Gede Oka Parwata . I Gede Putra . I Gede Yogi Sastrawan . I Gusti Ayu Virgin Septiarini I Gusti Made Arya Sutha Wirawan I Gusti Made Aryana I Kadek Dharma Tanaya . I Made Agus Eri Antara . I Made Pageh I Nengah Dodong . I Nengah Narendra Permana I Nyoman Candra Wiguna . I Nyoman Mantaka I Putu Sandiasa Adiawan . I Putu Widiarta . I Putu Widiarta ., I Putu Widiarta I Putu Wisnu Saputra I Wayan Kertih I Wayan Mudana I Wayan Pardi I Wayan Putra Yasa I Wayan Rai I Wayan Rai I Wayan Suwartika . I Wyn Krisnayana R d . Ida Ayu Komang Dina Lestariani Ida Ayu Komang Natika Wuni . Ida Ayu Komang Sintia Dewi . Juliana, Gita Kadek Aprianti . Kadek Aprianti ., Kadek Aprianti Kadek Dwi Mahayoni . Kadek Nanda Weda Darmayanti Kadek Putri Meita Damayani Kadek Ranti Ketut Jasiani . Ketut Jasiani ., Ketut Jasiani Ketut Sedana Arta Komang Sri Wahyuni Lapak, Maria Muda Mai Meria Lestariani, Ida Ayu Komang Dina Lola Utama Sitompul Luh Dessy Rismayani M Al Qautsar Pratama . M Al Qautsar Pratama ., M Al Qautsar Pratama M.Si Drs. I Ketut Margi . M.Si. Drs. Wayan Sugiartha . Mabruza, Qisti Sofi Made Wahyu Ari Wiarsana Mamnun, Aizil Maria Muda Mai Meria Lapak Mariyastini, Sang Ayu Putu Mevilia Taryo A Dewi Mudinillah, Adam Muhammad Idris Muhammad Idris Muhammad Syafri Muhammad Syafri, Muhammad Mukti Ali Asyadzili . Nela Agustin Permata Sari Nengah Bawa Atmadja Nengah Bawa Atmadja Nengah Bawa Atmadja Ni Kadek Ari Indrayani . Ni Kadek Ari Indrayani ., Ni Kadek Ari Indrayani Ni Kadek Shantikarini Himawan Ni Ketut Eka Kresna Dewipayanti . Ni Km Dina Indrayani . Ni Komang Rusna Dewi . Ni Komang Sukariasih . Ni Komang Trisna Suparwati . Ni Luh Anik Arisa Dewi . Ni Luh Suarmini Ni Made Dwipayani . Ni Nengah Suartini Ni Nengah Suartini, Ni Nengah Ni Nyoman Yelik Ni Putu Ratna Ayu Lestari NI Putu Swandewi Ni Wayan Astini . Ni Wayan Nonoriati . Ni Wayan Windiasih Ni Wayan Wiwik Astuti . Nia, Aflachatun Nola, Alfrida Permana, I Nengah Narendra Pratiwi, Eky Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A. . Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA . Putu Adi Sutama . Putu Adi Sutama ., Putu Adi Sutama Putu Ari Antara . Qisti Sofi Mabruza Ranti, Kadek Safitri, Dela Sang Ayu Putu Mariyastini Santana Sembiring Sari, Nela Agustin Permata Septiarini, I Gusti Ayu Virgin Suarmini, Ni Luh Sulistio, Aprillia Devi Susanti . Swandewi, Ni Putu Tarigan, Evlyn Lestari Br UNDIKSHA . Wiarsana, Made Wahyu Ari Windiasih, Ni Wayan Wirawan, I Gusti Made Arya Suta Wirawan, I Gusti Made Arya Sutha Wongkar, Daniel Jeremy Yelik, Ni Nyoman Zainal Abidin Zainal Abidin