Claim Missing Document
Check
Articles

PENGINTEGRASIAN KEARIFAN LOKAL SUBAK ABIAN CATU DESA SAMBIRENTENG BULELENG BALI SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPS DI SMP I Nyoman Mantaka; Luh Putu Sendratari; Ketut Margi
Jurnal Pendidikan IPS Indonesia Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.528 KB) | DOI: 10.23887/pips.v1i2.2828

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi adanya upaya untuk mewujudkan pembelajaran IPS yang inovatif berwawasan lingkungan yang berorientasi pada pelestarian budaya Subak . Tujuan penelitian adalah (1) memahami latar belakang pengintegrasian nilai-nilai kearifan lokal Subak Abian Catu sebagai sumber belajar IPS, (2) mengidentifikasi nilai-nilai kearifan lokal yang dianut di dalam Subak Abian Catu, (3) menemukan mode  mengintegrasikan kearifan lokal Subak Abian Catu sebagai Sumber belajar IPS. Rancangan penelitian yang digunakan adalah research and development dengan tiga tahap yaitu define, design, dan develop. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, analisis dokumen..Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pentingnya nilai-nilai kearifan lokal Subak sebagai sumber belajar karena adanya pesan moral tentang idiologi hijau dan pesan humanis untuk menjaga kelestarian alam dan kerjasama. (2) Nilai-nilai kearifan lokal Subak abian catu yang berpotensi sebagai sumber belajar IPS meliputi; sikap hormat terhadap alam, tanggung jawab, solidaritas kosmis, kasih sayang, perduli terhadap alam, tidak merugikan/merusak, hidup sederhana, keadilan, demokratis, dan integritas moral.l. (3) Pengintegrasian kearifan lokal subak sebagai sumber belajar IPS menggunakan model pengintegrasian berdasarkan potensi utama, dalam bentuk perangkat pembelajaran RPP dan Handout,dan dari hasil uji kelayakan produk RPP dan Handout berkatagori baik, layak untuk dijadikan  sumber belajar dalam pembelajaran IPS. Kata kunci :Kearifan Lokal Subak, Sumber Belajar
REKONSTRUKSI NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER PADA PENINGGALAN PURBAKALA DI DESA PAKRAMAN SELULUNG, KINTAMANI, BANGLI SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPS DI SMP I Wayan Pardi; Luh Putu Sendratari; I Ketut Margi
Jurnal Pendidikan IPS Indonesia Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.764 KB) | DOI: 10.23887/pips.v1i1.2813

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengidentifikasi jenis peninggalan purbakala yang ada di Desa Pakraman Selulung, Kintamani, Bangli, (2) Mengidentifikasi nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung di dalam peninggalan purbakala di Desa Pakraman Selulung, (3) Menganalisis nilai-nilai pendidikan karakter pada peninggalan purbakala yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber belajar IPS di SMP, dan (4) Menganalisis cara pengintegrasian nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam peninggalan purbakala dalam perangkat pembelajaran IPS di SMP. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan langkah-langkah, yakni penentuan lokasi penelitian, metode penentuan informan, metode pengumpulan data, istrumen penelitian, metode pengujian keabsahan data, dan metode analisis data. Hasil temuan: (1) Jenis peninggalan purbakala di Desa Pakraman Selulung adalah Punden Berundak, Arca Megalitik, Menhir, Hiasan Tanduk Kerbau, Batu Alam, Lempengan Batu, kerang, Arca bercorak Tiongkok, Arca Hindu, Arca Perunggu, Lingga Yoni, Gamelan Kuno, dan batu berbentuk roda. (2) Nilai-nilai pendidikan karakter dalam peninggalan purbakala adalah karakter religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif dan inovatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, cinta tanah air, gotong royong, hormat, peduli lingkungan, tanggung jawab, berani mengambil resiko, tangguh, terbuka, ramah dan luwes, moderat, dan seni. (3) Nilai-nilai pendidikan karakter pada peninggalan purbakala dapat diaplikasikan sebagai sumber belajar IPS di SMP kelas VII pada standar kompetensi memahami lingkungan kehidupan manusia dan kompetensi dasar mendeskripsikan kehidupan pada masa pra aksara di Indonesia. (4) Nilai-nilai pendidikan karakter dalam peninggalan purbakala diintegrasikan ke dalam silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran IPS ke dalam aspek tujuan, indikator, materi, strategi dan metode, langkah-langkah, dan penilaian pembelajaran. Kata Kunci: Peninggalan purbakala, Karakter, Perangkat Pembelajaran
PENANAMAN SIKAP SOSIAL MELALUI PEMBELAJARAN IPS Luh Dessy Rismayani; I Wayan Kertih; Luh Putu Sendratari
Jurnal Pendidikan IPS Indonesia Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.603 KB) | DOI: 10.23887/pips.v4i1.3164

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang: (1) proses pembelajaran  IPS yang dilakukan guru dalam menanamkan sikap sosial pada siswa kelas VII SMP N 2 Singaraja, (2) hasil penanaman sikap-sikap sosial siswa kelas VII SMP Negeri 2 Singaraja melalui pembelajaran IPS. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif penanaman sikap sosial siswa kelas VII SMP Negeri 2 Singaraja melalui pembelajaran IPS yang dikumpulkan melalui observasi dan wawancara serta dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah Model Miles dan Huberman yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) sikap sosial siswa kelas VII SMP Negeri 2 Singaraja ditanamkan melalui pembelajaran IPS dengan cara menanamkan nilai-nilai sikap sosial siswa dengan strategi pembelajaran IPS, kemampuan guru memberikan contoh sikap interaksi yang baik kepada siswa baik di dalam kelas maupun di luar kelas, mengkaitkan materi pelajaran IPS dengan nilai-nilai sikap sosial dan dengan memberikan kalimat-kalimat positif yang mengandung nilai sikap sosial diawal pembelajaran, menggunakan media IT pembelajaran IPS, dan melakukan evaluasi terkait sikapsosial. (2) Hasil penanaman sikap-sikap sosial siswa kelas VII SMP Negeri 2 Singaraja melalui pembelajaran IPS sudah tertanam dengan kategori Baik. Guru terlihat sudah berhasil menanamkan nilai sikap sosial sesuai dengan indikator-indikator yang telah peneliti jabarkan, yaitu: kejujuran, sopan santun, disiplin diri, toleransi pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Singaraja.Kata kunci: Pembelajaran IPS; Sikap Sosial; Siswa
UPAYA PENCEGAHAN ANAK PUTUS SEKOLAH DI SMP NEGERI 1 GEROKGAK, KECAMATAN GEROKGAK, BULELENG, BALI Kadek Ranti; Nengah Bawa Atmadja; Luh Putu Sendratari
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v1i1.26662

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Latar belakang terjadi anak putus sekolah diSekolah Menengah Pertama Negeri 1 Gerokgak, (2) Implikasi yang ditimbulkan dari adanya anak putussekolah, (3) Upaya yang dilakukan oleh Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Gerokgak dalammelakukan pencegahan anak putus sekolah. Anak putus sekolah sendiri diartikan sebagai berhentinyaseorang anak dalam suatu jenjang pendidikan formal tertentu. Menurut Suyanto ada beberapa faktorpenyebab anak putus sekolah yaitu rendahnya minat anak untuk bersekolah, kemampuan siswa rendah,ekonomi, kurangnya perhatian orang tua dan pengaruh lingkungan bermain. Metode yang digunakandalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif yang berusaha menggambarkan danmenginterpretasikan objek sesuai dengan apa adanya. Lokasi penelitian yaitu di Sekolah MenengahPertama 1 Gerokgak, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng. Informan dalam penelitian ini meliputiKepala Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Gerokgak, wakil kepala, guru bimbingan konseling, KepalaDesa Gerokgak, anak putus sekolah dan keluarga anak putus sekolah. Teknik pengambilan datamenggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan validasi data. Teknik analisis data meliputireduksi data, display data dan verfikasi data.Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) Penyebab anakputus sekolah dikarenakan faktor ekonomi, kurangnya perhatian orang tua, kemampuan siswa rendahdan hamil diluar nikah, (2) Implikasi anak putus sekolah meliputi implikasi kepada anak itusendiri,keluarga, sekolah dan masyarakat, (3) Upaya pencegahan yang dilakukan meliputi sosialisasi,pemberian beasiswa, kunjungan kerumah siswa dan kontrol ijin sekolah.Kata kunci: Anak Putus Sekolah, Implikasi, Upaya pencegahan
Bias Gender dalam Pendidikan (Studi Kasus Pembelajaran Sosiologi Kelas XI dan Potensinya sebagai Sumber Belajar Sosiologi di MAN 1 Buleleng) Gita Juliana; Luh Putu Sendratari; Tuty Maryati
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v1i1.26663

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) bentuk-bentuk bias gender dalam pembelajaran sosiologikelas XI, (2) faktor penyebab bias gender dalam pembelajaran sosiologi kelas XI, (3) persepsi gurusosiologi dan peserta didik mengenai bias gender dalam pembelajaran sosiologi kelas XI, dan (4) strategiyang dilakukan untuk dimanfaatkannya isu bias gender sebagai sumber belajar sosiologi kelas XI. Jenispenelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian di MAN 1 Buleleng. Landasan teoriyang digunakan yaitu konsep bias gender, konsep faktor penyebab bias gender, konsep persepsi dankonsep strategi pembelajaran. Teknik penentuan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling.Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan studi dokumen. Hasil penelitianmenunjukan (1) bentuk bias gender dalam pembelajaran sosiologi ditemukan adanya penempatanperempuan sebagai subordinasi yang terlihat dalam pengembangan RPP, proses belajar mengajar danbahan ajar. Adanya pelabelan atau stereotip yang terlihat dalam proses belajar mengajar dan bahan ajar;(2) faktor penyebab bias gender dalam pembelajaran sosiologi ialah faktor internal dan eksternal. Faktorinternal yaitu ketidakpahaman guru tentang bias gender. Faktor eksternal yaitu partisipasi, akses, danproses pembelajaran. (3) persepsi guru dan peserta didik terhadap bias gender dalam pembelajaransosiologi. Persepsi guru yaitu tidak paham bias gender, pembelajaran sosiologi bebas dari bias gender.Persepsi peserta didik yaitu tidak paham bias gender, perlakuan yang berbeda, belum bebas dari biasgender. (4) strategi yang dilakukan untuk dimanfaatkannya isu bias gender sebagai sumber belajarsosiologi ialah strategi pembelajaran inkuiri yang dikombinasikan dengan strategi afektif.Kata kunci: bias gender, pembelajaran sosiologi, sumber belajar sosiologi.
POLA PEMBELAJARAN DAN KENDALANYA PADA PROGRAM PENDIDIKAN KESETARAAN PAKET B DI PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT (PKBM) LESTARI GEROKGAK, BULELENG, BALI Aris Wibowo; Luh Putu Sendratari; I Gusti Made Arya Sutha Wirawan
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v1i1.26665

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Faktor warga belajar yang putus sekolah menempuhjenjang pendidikan program kesetaraan paket B di PKBM Lestari Gerokgak, Buleleng, Bali, (2) Polapembelajaran program kesetaraan paket B di PKBM Lestari Gerokgak, Buleleng, Bali, (3) Kendala yangdihadapi pada pembelajaran kesetaraan paket B di PKBM Lestari Gerokgak, Buleleng, Bali. Metode yangdigunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif, dengan lokasi penelitian di kantorPKBM Lestari Gerokgak, Buleleng, Bali. Teknik pengambilan data menggunakan teknik observasi,wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) Tiga faktor warga belajaryang putus sekolah menempuh jenjang pendidikan pada program kesetaraan paket B di PKBM Lestariyaitu disebabkan oleh faktor kesadaran dan keinginan peserta didikmenempuh jenjangpendidikankesetaraan paket B di PKBM Lestari, kesadaran dan keinginan orang tua untuk anaknya, danadanya sosialisasi dan peranan PKBM Lestari, (2) Dua pola pembelajaran pada program kesetaraanpaket B di PKBM Lestari menggunakan Pola Pembelajaran di dalamkelas dan pembelajaran di luarkelas. Pola Pembelajaran di dalam kelas dilakukandengan memanfaatkan guru dan media sebagaifasilitator untuk menunjang keberhasilan kegiatan pebelajaran mata pelajaran IPS,serta Polapembelajaran di luar kelasdilakukan dengan memanfaatkan guru dan media sebagai fasilitator untukmelatih keterampilan warga belajar dalam pembuatan kerupuk dari rumput laut dengan tujuan melatihketerampilan peserta didik dalam tuntutan dunia kerja, (3) Tujuh kendala yang dihadapi padapembelajaran kesetaraan paket B di PKBM Lestari seperti usia yang berbeda, aktifitas di luar kelas yangberbeda, manajemen waktu, tenaga pendidik atau tutor terbatas, motivasi belajar peserta didik rendah,hambatan dalam belajar komputer, tidak memilikitempat belajar yang otonom.Kata kunci: PKBM, Kesetaraan Paket B, Pola Pembelajaran, Kendala Pembelajaran.
PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT (PKBM) AMARTHA YOGA DI DESA GEROKGAK, BULELENG, BALI. (Latar Belakang, Pola Pembelajaran, Manfaat dan Kendala Pada Program Paket B) Zainal Abidin; Luh Putu Sendratari; Tuty Maryati
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v1i1.26669

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui latar belakang pembelajar memilih PKBMAmartha Yoga sebagai tempat kegiatan kejar Paket B yang setara dengan jenjang SMP. 2) Untukmemahami Pola Pembelajaran yang diterapkan pada Paket B di PKBM Amartha Yoga. 3) Untukmengetahui manfaat dan kendala yang terdapat di PKBM Amartha Yoga dalam prosespembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui langkahlangkah:penentuan informan yang terdiri dari Ketua PKBM Amartha Yoga, Tutor Paket B, danPembelajar Paket B. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studidokumen. Analisis data dilakukan dengan langkah reduksi, penyajian, dan kesimpulan. Hasilpenelitian menunjukkan 1) Latar belakang pembelajar memilih PKBM Amartha Yoga sebagaikegiatan kejar Paket B adalah untuk menambah pengetahuan, meningkatkan kualitasketerampilan, dan PKBM Amartha Yoga dianggap dapat menyelesaikan problematika pendidikanyang dialami oleh pembelajar. 2) Pola pembelajaran yang diterapkan di PKBM Amartha Yogamengacu pada bentuk model atau metode pembelajaran yang diberlakukan, yaitu metodeceramah, diskusi, dan tanya jawab. 3) Manfaat pembelajar mengikuti pembelajaran di PKBMAmartha Yoga yaitu bertambahnya wawasan, pengetahuan, dan keterampilan. Sedangkankendala yang dialami dalam proses pembelajaran di PKBM Amartha Yoga yaitu kendala daripersonal pembelajar dan kendala dari lembaga PKBM Amartha Yoga.Kata Kunci: Pembelajar, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Amartha Yoga, Pola Pembelajaran
INTERAKSI SOSIAL PEDAGANG KAKI LIMA DI TENGAH MASYARAKAT MULTIKULTUR DAN POTENSINYA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SOSIOLOGI DI SMA Hetwin Fantiya; Luh Putu Sendratari; I Ketut Margi
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v1i1.26671

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Interaksi sosial PKL (Pedagang Kaki Lima) etnisBali dengan etnis non-Bali; (2) Interaksi sosial PKL non-Bali dengan masyarakat sekitar; (3)Interaksi sosial PKL non-Bali dengan keluarga dikampung halaman; dan (4) Aspek-aspek yangdijadikan sebagai media pembelajaran Sosiologi pada Bab Individu, Kelompok dan HubunganSosial. Konsep yang digunakan untuk menjawab rumusan masalah tersebut yakni interaksisosial, sektor informal, dan PKL. Pendekatan yang digunakan menggunakan pendekatandeskriptif kualitatif dengan jenis penelitian etnografi, dengan langkah: penentuan informan yangterdiri dari PKL, pembeli, tukang parkir, Ketua dagang, Ketua Lingkungan Kelurahan BanjarTegal dan Desa Pakraman Banyuasri. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi,wawancara, dan studi dokumen. Analisis data dilakukan dengan langkah reduksi, penyajian,dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan (1) Interaksi sosial PKL etnis Bali dengan etnisnon-Bali atas dasar kekeluargaan, kepedulian, dan persaudaraan, (2) Interaksi sosial PKL non-Bali dengan masyarakat sekitar berupa interaksi langsung dengan tujuan jual beli dan interaksitidak langsung dalam wujud saling menjaga keamanan lingkungan, (3) Interaksi sosial PKLnon-Bali dengan keluarga dikampung halaman lebih banyak dilakukan secara tidak langsungmelalui Handphone karena akses tempat asal dan tempat rantauan jauh, interaksi secaralangsung hanya dilakukan pada saat Hari Raya Idul Fitri dan saat ada musibah, dan (4) Aspekaspekyang dapat dijadikan media pembelajaran Sosiologi pada kasus PKL antara lain:aktivitas berdagang, interaksi sosial, dan aktivitas sosial. Aspek ini dapat dikaitkan denganmateri pembelajaran Sosiologi SMA pada topik Individu, Kelompok dan Hubungan Sosial.Kata Kunci: PKL, Interaksi Sosial, Media Pembelajaran
PERAN DAN FUNGSI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA JARA MARA PATI BULELENG, BALI DALAM PEMBERIAN LAYANAN KEPADA LANSIA (Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sosiologi SMA Kelas X) I Gusti Ayu Virgin Septiarini; Luh Putu Sendratari; Tuty Maryati
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v1i1.26673

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1)faktor-faktor yang melatarbelakangi lansia berada di Panti Sosial Tresna Werdha Jara Mara Pati, (2)mengetahui pelayanan yang di berikan panti sosial kepada lansia, dan (3)aspek dipanti sosial yang dapat di gunakan sebagai sumber belajar sosiologi. Metodepenelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif.Narasumber penelitian ini terdiri dari Koordinator panti sosial, staf panti sosial, danlansia. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara, observasi,serta studi dokumen. Analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksidata, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian menunjukkanbahwa (1) terdapat 3 faktor yang menyebabkan lansia berada di panti sosial antaralain faktor ekonomi, sosial, dan usia. Tingkat ekonomi yang rendah membuat lansiatidak dapat menghidupi diri sendiri. Keadaan lingkungan sekitar yang membuatlansia merasa tidak nyaman membuat lansia tidak dapat beradaptasi dikarenakanusia yang semakin tua. Hal ini membuat lansia memilih tinggal di panti sosial. (2)Pelayanan yang di berikan panti sosial berupa pemberian tempat tinggal, makan,pakaian, pemeliharaan kesehatan, bimbingan keagamaan, rekreasi dan pengurusanpemakaman. (3) Keberadaan lansia di panti sosial kemudian dimanfaatkan sebagaisumber belajar. Aspek yang dapat di pelajari dari panti sosial antara lain aspekkognitif, afektif, dan psikomotor.Kata Kunci: peran dan fungsi, panti sosial, layanan dan sumber belajar.
Pembentukan Nilai-Nilai Karakter pada Anak-Anak Panti Asuhan Narayan Seva, Kerobokan, Buleleng, Bali dalam Membangun Integrasi Sosial Di kalangan Penghuni Panti Asuhan Ni Luh Suarmini; Luh Putu Sendratari; Tuty Maryati
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 1 No. 1 (2019): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v1i1.26678

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui karakter anak-anak yang tinggal di Panti AsuhanNarayan Seva, (2) mengetahui nilai-nilai karakter yang diterapkan Panti Asuhan Narayan Sevadalam membangun integrasi sosial, (3) mengetahui bentuk atau pola pendidikan karakter yangdiberikan kepada anak-anak panti asuhan sebagai upaya membangun integrasi sosial. Metodepengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara dan studi dokumen.Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data Deskriptif Kualitatif. Hasil penelitian adalahsebagai berikut: (1) anak-anak yang tinggal di panti asuhan Narayan Seva memiliki dua tipe yaituanak-anak yang baru awal tinggal di panti asuhan yang masih memiliki karakter aslinya saat masihbersama orang tuanya dan anak-anak yang sudah lama tinggal di panti asuhan yang karakternyasudah dibentuk (2) panti asuhan Narayan Seva menanamkan 9 nilai-nilai karakter yangditananmkan untuk membentuk karakter anak-anak yang baru awal tinggal di panti asuhan NarayanSeva yaitu sikap religius, sikap jujur, sikap toleransi, sikap disiplin, sikap kerja keras danbertanggungjawab, sikap mandiri, sikap peduli lingkungan dan sikap peduli sosial. 3) panti asuhanmenggunakan beberapa bentuk atau pola yang digunakan untuk menanamkan nilai-nilai karakterdalam membangun integrasi sosial anak-anaknya yaitu: menanamkan kegiatan rapat bersama,belajar bersama, liburan bersama, yoga bersama dan berkebun bersama.Kata Kunci : Nilai-Nilai Karakter , Panti Asuhan , Integrasi Sosial.
Co-Authors ., Ali Rausan Fikri ., I Nengah Dodong ., I Wyn Krisnayana R d ., Kadek Dwi Mahayoni ., Mukti Ali Asyadzili ., Ni Km Dina Indrayani ., Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A. Aflachatun Nia Aizil Mamnun Alfrida Nola Ali Rausan Fikri . Alif Alfi Syahrin Aprilia Rofika Ardanareswari, Ni Putu Galuh Ariasa, Gede Wiga Anggara Aris Wibowo Aris Wibowo Arti, Luh Puji Arvitria, Devi Wina Barus, Ira Pratiwi Alberta Bawazir, Ema Maulidya Br. Lumban Tobing, Sri Lusiana Damayani, Kadek Putri Meita Darmayanti, Kadek Nanda Weda Dela Safitri Desak Made Oka Purnawati Desak Putu Wirastini . Dewi, Mevilia Taryo A Dr. Tuty Maryati,M.Pd . Drs. I Wayan Mudana,M.Si. . Drs. Wayan Sugiartha, M.Si. . Dyatmika, I Ketut Wahyu Eky Pratiwi Ema Maulidya Bawazir Fani Haryadi Fantiya, Hetwin Fitri Noviani Fitri Noviani G.B. Surya Utama . Gede Aris Adi Sanjaya . Gede Senjaya . Gede Wiga Anggara Ariasa Gita Juliana Harefa, Lisaman Haryadi, Fani Hetwin Fantiya I Gede Oka Parwata . I Gede Putra . I Gede Yogi Sastrawan . I Gusti Ayu Virgin Septiarini I Gusti Made Arya Sutha Wirawan I Gusti Made Aryana I Kadek Dharma Tanaya . I Made Agus Eri Antara . I Made Pageh I Nengah Dodong . I Nengah Narendra Permana I Nyoman Candra Wiguna . I Nyoman Mantaka I Putu Sandiasa Adiawan . I Putu Widiarta . I Putu Widiarta ., I Putu Widiarta I Putu Wisnu Saputra I Wayan Kertih I Wayan Mudana I Wayan Pardi I Wayan Putra Yasa I Wayan Rai I Wayan Rai I Wayan Suwartika . I Wyn Krisnayana R d . Ida Ayu Komang Dina Lestariani Ida Ayu Komang Natika Wuni . Ida Ayu Komang Sintia Dewi . Juliana, Gita Kadek Aprianti . Kadek Aprianti ., Kadek Aprianti Kadek Dwi Mahayoni . Kadek Nanda Weda Darmayanti Kadek Putri Meita Damayani Kadek Ranti Ketut Jasiani . Ketut Jasiani ., Ketut Jasiani Ketut Sedana Arta Komang Sri Wahyuni Lapak, Maria Muda Mai Meria Lestariani, Ida Ayu Komang Dina Lola Utama Sitompul Luh Dessy Rismayani M Al Qautsar Pratama . M Al Qautsar Pratama ., M Al Qautsar Pratama M.Si Drs. I Ketut Margi . M.Si. Drs. Wayan Sugiartha . Mabruza, Qisti Sofi Made Wahyu Ari Wiarsana Mamnun, Aizil Maria Muda Mai Meria Lapak Mariyastini, Sang Ayu Putu Mevilia Taryo A Dewi Mudinillah, Adam Muhammad Idris Muhammad Idris Muhammad Syafri Muhammad Syafri, Muhammad Mukti Ali Asyadzili . Nela Agustin Permata Sari Nengah Bawa Atmadja Nengah Bawa Atmadja Nengah Bawa Atmadja Ni Kadek Ari Indrayani . Ni Kadek Ari Indrayani ., Ni Kadek Ari Indrayani Ni Kadek Shantikarini Himawan Ni Ketut Eka Kresna Dewipayanti . Ni Km Dina Indrayani . Ni Komang Rusna Dewi . Ni Komang Sukariasih . Ni Komang Trisna Suparwati . Ni Luh Anik Arisa Dewi . Ni Luh Suarmini Ni Made Dwipayani . Ni Nengah Suartini Ni Nengah Suartini, Ni Nengah Ni Nyoman Yelik Ni Putu Ratna Ayu Lestari NI Putu Swandewi Ni Wayan Astini . Ni Wayan Nonoriati . Ni Wayan Windiasih Ni Wayan Wiwik Astuti . Nia, Aflachatun Nola, Alfrida Permana, I Nengah Narendra Pratiwi, Eky Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A. . Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA . Putu Adi Sutama . Putu Adi Sutama ., Putu Adi Sutama Putu Ari Antara . Qisti Sofi Mabruza Ranti, Kadek Safitri, Dela Sang Ayu Putu Mariyastini Santana Sembiring Sari, Nela Agustin Permata Septiarini, I Gusti Ayu Virgin Sitompul, Lola Utama Suarmini, Ni Luh Sulistio, Aprillia Devi Susanti . Swandewi, Ni Putu Tarigan, Evlyn Lestari Br UNDIKSHA . Wiarsana, Made Wahyu Ari Windiasih, Ni Wayan Wirawan, I Gusti Made Arya Suta Wirawan, I Gusti Made Arya Sutha Wongkar, Daniel Jeremy Yelik, Ni Nyoman Zainal Abidin Zainal Abidin