Claim Missing Document
Check
Articles

STRATEGI SURVIVAL MASYARAKAT NELAYAN DUSUN YEHIBIYU, DESA PATAS, BALI (SEBAGAI SUMBER BELAJAR MATA PELAJARAN SOSIOLOGI DI SMA) Fani Haryadi; I Wayan Mudana; Luh Putu Sendratari
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 1 No. 3 (2019): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v1i3.28995

Abstract

Kemiskinan masyarakat nelayan merupakan suatu permasalahan sosial yang harus mendapatkan perhatian, termasuk juga yang terjadi pada masyarakat nelayan di Dusun Yehbiyu, Desa Patas. Strategi survival dilakukan untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari pada musim paceklik datang melanda. Salah satu yang membuat nelayan melakukan hal tersebut karena nelayan berada pada kondisi kemiskinan yaitu dari segi perekonomian yang menyebabkan sangat susahnya untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Pada kondisi tersebut masyarakat nelayan akan melakukan strategi survival untuk mendapatkan pemasukan yang cukup bagi kehidupan keluarganya.Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Mengidentifikasi kondisi kemiskinan masyarakat nelayan di Dusun Yehbiyu, Desa Patas. 2) Mengetahui strategi survival masyarakat nelayan di Dusun Yehbiyu, Desa Patas. 3) Mengetahui aspek-aspek strategi survival masyarakat nelayan di Dusun Yehbiyu, Desa Patas yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar mata pelajaran sosiologi, di SMA. Metode penelitian yang digunakan dalam skripsi ini menggunakan metode kualitatif yaitu dengan pendekatan jenis deskriptif. Sampel dalam penelitian ini yaitu tiga orang masyarakat nelayan di Dusun Yehbiyu, Desa Patas, Kadus, satu pelajar dan satu guru pengajar sosiologi sebagai informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) Masyarakat nelayan di Dusun Yehbiyu, Desa Patas berada pada kondisi kemiskinan disaat hasil penangkapan ikan sangat berkurang karena adanya musim paceklik. 2) Masyarakat nelayan di Dusun Yehbiyu, Desa Patas melakukan strategi survival untuk dapat bertahan hidup bersama keluarganya. Strategi yang dilakukan antara lain strategi aktif, strategi pasif/mengurangi, dan strategi jaringan. 3) Aspek-aspek strategi survival masyarakat nelayan yang bisa di jadikan sebagai sumber belajar mata pelajaran sosiologi di Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berkaitan dengan strategi survival itu sendiri.Kata kunci: Kemiskinan, strategi survival, sumber belajar
STEREOTIPE GENDER PADA JURUSAN TEKNIK KENDARAAN RINGAN DAN OTOMOTIF DI SMK NEGERI BALI MANDARA: IMPLIKASINYA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DAN SISWI Eky Pratiwi; Luh Putu Sendratari; I Gusti Made Arya Suta Wirawan
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 3 No. 1 (2021): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v3i1.34218

Abstract

Stereotipe atau pelabelan salah satu bias gender yang terdapat didalam aspek pekerjaan maupun Pendidikan. Sains dan teknologi merupakan bidang yang dikenal sebagai “dunia laki-laki”, terutama dalam bidang industri laki-laki sangat diutamakan. Sedangkan perempuan hanya bekerja diranah domestik, yang jurusannya hanya tata boga, tata busana, akutansi. Semakin berkembangnya zaman, akhirnya perempuanpun ikut serta dalam bidang sains dan teknologi. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk menjelaskan latarbelakang perempuan masuk jurusan otomotif, (2) untuk menjelaskan stereotip yang muncul di jurusan Otomotif SMK Negeri Bali Mandara, (3) Untuk mengetahui implikasi terhadap prestasi belajar jurusan Otomotif SMK Negeri Bali Mandara. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan langkah-langkah pengumpulan data seperti wawancara, observasi dan studi dokumen. Peneliti melakukan wawancara kepada 4 peserta didik dan 2 guru Jurusan Teknik Kendaraan Ringan dan Otomotif. Hasil penelitian yang ditemukan bahwa: (1) Pilihan perempuan masuk jurusan otomotif di SMK Negeri Bali Mandara karena faktor mendapat beasiswa penuh, keinginan sendiri serta dukungan orang tua dan juga karena hasil tes dan bakat, (2) Stereotip yang muncul di jurusan otomotif ini seperti gambar dibrosur lebih dominan laki-laki yang bekerja dibagian teknisi, sedangkan perempuan bagian komputer. Adanya pembatasan kuota bagi perempuan dan laki-laki dikelas maupun saat PKL atau magang. Dan stereotip lainnya adalah laki-laki dianggap lebih unggul bagian keterampilan, sedangkan perempuan pada teori, (3) implikasi terhadap prestasi belajar, untuk aspek keterampilan dan pengetahuan kelas X laki-laki memiliki selisih 0.5  dan perempuan selisih 1.4. Kelas XI laki-laki memiliki selisih 1.3 dan perempuan 13. Kelas XII laki-laki memiliki selisih 1.4 dan perempuan 18.7.Kata kunci: Sains dan teknolgi, Stereotipe gender,  Implikasi prestasi belajar.
“HABITUS” BARU DALAM PROSES PEMBELAJARAN SOSIOLOGI SMA AKIBAT PANDEMI COVID-19 (STUDI KASUS DI SMAN 2 SINGARAJA, BULELENG-BALI) Kadek Putri Meita Damayani; Luh Putu Sendratari; I Ketut Margi
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 3 No. 2 (2021): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v3i2.39076

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan strategi guru sosiologi dan siswa di SMAN 2 Singaraja dalam menghadapi perubahan proses pembelajaran akibat pandemi covid-19, (2) Mendeskripsikan bentuk-bentuk habitus baru dalam proses pembelajaran sosiologi yang dibentuk oleh guru sosiologi dan siswa di SMAN 2 Singaraja pada masa pandemi covid-19, (3) Mendeskripsikan implikasi yang ditimbulkan dari adanya pembentukan habitus baru dalam pembelajaran sosiologi di SMAN 2 Singaraja akibat pandemi covid-19. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan tahap-tahap pengumpulan data diantaranya purposive sampling dsn snowball sampling, observasi non-partisipatif, wawancara mendalam (in-depht-interviewing), dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan (1) Strategi guru sosiologi dan siswa di SMAN 2 Singaraja dalam menghadapi perubahan proses pembelajaran akibat pandemi covid-19 sangatlah beragam, mulai dari adaptasi metode pembelajaran, adaptasi model pembelajaran atau pendekatan pembelajaran, dan adaptasi evaluasi pembelajaran, (2) Bentuk-bentuk habitus baru dalam proses pembelajaran sosiologi yang dibentuk oleh guru sosiologi dan siswa di SMAN 2 Singaraja juga sangat beragam mulai dari habitus metode pembelajaran, habitus model pembelajaran atau pendekatan pembelajaran, habitus evaluasi pembelajaran, dan habitus protokol kesehatan, (3) Implikasi dari adanya pembentukan habitus baru dalam pembelajaran sosiologi di SMAN 2 Singaraja akibat pandemi covid-19 bagi guru sosiologi, siswa, dan orang tua siswa juga sangat beragam yaitu mulai dari implikasi habitus metode pembelajaran, implikasi habitus model pembelajaran atau pendekatan pembelajaran, implikasi habitus evaluasi pembelajaran, dan implikasi habitus protokol kesehatan
EKSISTENSI BUDAYA KAWIN TUNGKU DI KALANGAN PEMUDA MANGGARAI KECAMATAN CIBAL NUSA TENGGARA TIMUR SEBAGAI SUMBER BELAJAR SOSIOLOGI DI SMA Maria Muda Mai Meria Lapak; Luh Putu Sendratari; I Gusti Made Arya Suta Wirawan
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 3 No. 2 (2021): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v3i2.39079

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui, penyebab pemuda Manggarai Kecamatan Cibal khususnya di Dusun Wela, Gapong, Longko dan Golonggrong menolak adanya budaya kawin tungku, mengetahui perubahan dan eksistensi dari budaya kawin tungku, dan mengetahui aspek apa saja dari budaya kawin tungku yang bisa dijadikan seebagai sumber beajar Sosiologi. Penelitia ini mengguunakan metode deskrpptif Kualitatif. Kawin tungku adalah budaya lokal dari masyarakat Manggarai, dimana budaya ini adalah budaya perkawinan sedarah. Tujuan dari kawin tungku padda masyarakat Manggarai adalah melanggengkan hubungan keluarga agar tidak putus. Dari penelitian tersebut adapun hasil yang ditemukan adalah Gereja melarang adaya tungku dipicu beberapahal yaitu meninjau dari segi kesehatan dan ajaran Gereja.sebagian besar masyarakat juga mengatakan bahwa aturan Gereja sangat berpengaruh bagi eksistensi budaya tungku ini. Point yang kedua ditemukan bahwa budaya kawin tungku ini mengalami perubahan yaitu Perubaan Prosesi pada budaya tungku dan Perubahan Nilai selain itu dijelaskan pula faktor pemicu perubahan tersebut serta Eksistensi dari budaya ini sudah menurun dikalangan pemuda di Dusun Wela, Gapong, Longko dan Golonggrong. Dari hal tersebut peneliti mengeksplor hal apa saja yang bisa dijadikan dari penelitian budaya kawin tungku yang bisa dijadikan sebagai sumber belajar sosiologi SMA kelas XII yaitu terkait perubahan sosial pada sebuah kebudayaan. 
CERPEN PEREMPUAN TANPA NAMA: MARGINALISASI DAN INFERIORITAS PEREMPUAN (TANTANGAN MENUJU SASTRA YANG MEMBEBASKAN) Luh Putu Sendratari
Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Vol. 3 No. 1 (2017): Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jiis.v3i1.11466

Abstract

Literary works are often interpreted as a medium for the distribution of artistic desires alone. In fact, such a worldview is a mirror of superficiality in understanding literature. Kadek Sonia Priscayanti's short story is one of literary works critical of gender issues, especially in women's bodies, through what women's bodies are viewed and how the body is treated socially and culturally. Semiotic method used to dissect this work with interpretation supported by critical theory about Antonio Gramscie dominance / hegemony, Derrida decontruction and Bourdieu Interpretatif Kontrukstif hence can be found there is depiction of marginalization, inferioritas woman and way of woman do resistance to condition of injustice that happened. At least, this work adds to the list of articles that are sensitive to gender issues and can be an inspiration for the development of the Gender Mainstreaming program in the School World through the aspirations of literary works.Keywords: marginalization, inferiority, resistance, Gender Mainstreaming
Definisi Sexual Harassment Berdasarkan Jenis Kelamin di Kalangan Mahasiswa Lola Utama Sitompul; Luh Putu Sendratari; Santana Sembiring; I Gusti Made Arya Suta Wirawan
Sosioglobal Vol 7, No 2 (2023): Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Science, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsg.v7i2.45785

Abstract

Pelecehan seksual memiliki cakupan definisi yang luas. Tindakan pelecehan seksual sangat beragam bentuknya namun secara umum dikategorikan ke dalam bentuk verbal maupun non-verbal (fisik). Seberapa jauh suatu tindakan dianggap sebagai sexual harassment tergantung pada bagaimana seorang individu mendefinisikannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan mix methods (campuran) eksplanatori sekuensial. Pengumpulan data dilakukan dalam dua tahap yaitu mengumpulkan data kuantitatif pada tahap pertama, menganalisis hasilnya, dan kemudian menggunakan hasilnya untuk merencanakan (atau membuat) fase kedua yakni data kualitatif. Responden dan informan dalam penelitian ini adalah mahasiswa Prodi Pendidikan Sosiologi Universitas Pendidikan Ganesha.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam mendefinisikan pelecehan seksual oleh mahasiswa/i dipengaruhi oleh tingkat kenyamanan relasi yang dimiliki. Faktor penyebab terjadinya pelecehan seksual yang paling utama adalah adanya keinginan seseorang untuk melakukan tindakan pelecehan seksual yang didasari oleh hawa nafsu yang menyimpang. Bentuk pelecehan yang paling banyak dialami oleh responden dan informan adalah siulan dan dibagikan hal-hal yang berbau pornografi oleh orang lain yang lebih banyak direspon dengan diam oleh para korban. The definition of sexual harassment is broad. Sexual harassment can take many forms, but it is generally classified as verbal or nonverbal (physical). The extent to which an act is perceived as sexual harassment is determined by the individual. A sequential explanatory mix methods approach is used in this study. Data collection is conducted in two stages: collecting quantitative data in the first stage, analyzing the results, and then using the results to plan (or create) the qualitative data in the second stage. The respondents and informants in this study were Sociology Education students of Universitas Pendidikan Ganesha. The findings demonstrated that the students' definitions of sexual harassment are influenced by the level of comfort in their relationship. The desire to commit acts of sexual harassment based on deviant passions is the most important factor causing sexual harassment. The most common form of harassment experienced by respondents and informants is whistling and sharing pornographic things by others, to which more victims respond silently. 
PERUBAHAN SOSIAL AKIBAT ALIH FUNGSI LAHAN SUBAK UMA PANJI DI DESA BAKTISERAGA, BULELENG, BALI DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SOSIOLOGI DI SMA Arti, Luh Puji; Sendratari, Luh Putu; Yasa, I Wayan Putra
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti penyebab dan dampak alih fungsi lahan Subak Uma Panji di Desa Baktiseraga, serta mengidentifikasi aspek sosial yang relevan sebagai sumber belajar di SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatifdeskriptif. Data dikumpulkan melalui metode observasi lapangan di Desa Baktiseraga, wawancara dengan kelian dan anggota Subak Uma Panji, serta studi dokumen menggunakan data profil desa. Untuk menjamin kualitas data, dilakukan teknik triangulasi data meliputi triangulasi teknik dan triangulasi metode. Proses analisis data mencakup tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori perubahan sosial perspektif materialis dan idealis. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penyebab terjadi alih fungsi lahan disebabkan oleh faktor internal sepertibiaya produksi padi yang tinggi, rendahnya pendapatan petani, peralihan orientasi pekerjaan, dan pola gaya hidup modern. Serta faktor eksternal seperti Land Consolidation (LC), pertumbuhan penduduk, dan ekonomi. Dampak positif dari alih fungsi lahan meliputi bertambahnya lapangan pekerjaan baru, akses infrastruktur jalan yang memadai, meningkatnya fasilitas umum, dan kesadaran akan pendidikan semakin meningkat. Namun, ada pula dampak negatif, seperti pencemaran lingkungan, penyempitan irigasi subak, konflik sosial, kriminalitas, dan terancamnya eksistensi subak. Adapun potensi dari fenomena alih fungsi lahan Subak Uma Panjidi Desa Baktiseraga, Buleleng, Bali dapat dijadikan sebagai Sumber Belajar Sosiologi di SMA kelas XII. Berdasarkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor, siswa dapat memahami, menganalisis, dan mengeksplorasi dampak sosial dan lingkungan dari fenomena alih fungsi lahan Subak Uma Panji. Selain itu, melalui penelitian ini memberikan wawasan terkait realita kehidupan manusia dalam kelompok sosial.
TINDAKAN SOSIAL PEREMPUAN DALAM MEMILIH OLAHRAGA RUGBY: STUDI PADA ATLET PUTRI PON BALI DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SOSIOLOGI DI SMA Ni Kadek Shantikarini Himawan; Luh Putu Sendratari; Tuty Maryati
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, (1) Faktor-Faktor yang mempengaruhi tindakan perempuan dalam memilih olahraga rugby (2) Bentuk-bentuk tindakan sosial yang dilakukan perempuan dalam memilih olahraga rugby. (3) Aspek-aspek yang terdapat dalam olahraga rugby yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar sosiologi di SMA. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskritif dengan metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan studi dokumen. Adapun hasil dari penelitian ini adalah (1) Terdapat tiga faktor yang mempengaruhi tindakan perempuan dalam memilih olahraga rugby. (2) Bentuk tindakan sosial perempuan dalam memilih olahraga rugby yaitu tindakan rasionalitas instrumental, tindakan rasionalitas yang berorientasi pada nilai, tindakan afektif, dan tindakan tradisional. (3) Aspek-aspek yang terkandung dalam olahraga rugby yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar adalah aspek kognitif, afektif, dan psikomotor.
Strategi dan Implementasi Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran Sosiologi di SMAS Muhammadiyah 2 Singaraja Harefa, Lisaman; Sendratari, Luh Putu; Syahrin, Alif Alfi
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v6i1.643

Abstract

Degradasi karakter yang dialami peserta didik menjadi permasalahan saat ini. Berbagai macam faktor seperti dampak dari broken home yang mengakibatkan pendidikan karakter menjadi tidak maksimal didapatkan di lingkungan keluarga. Sehingga, sekolah memiliki peran dalam menerapkan strategi dan implementasi pendidikan karakter bagi peserta didik. Tujuan penelitian yaitu mengeksplorasi strategi pendidikan karakter yang dilakukan oleh SMAS Muhammadiyah 2 Singaraja serta implementasi pendidikan karakter dalam pembelajaran sosiologi. Penelitian ini metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pendidikan karater yang diterapkan di sekolah seperti penerapan kurikulum ISMUBA, program pembiasan, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dan kegiatan ekstrakulikuler serta home visit. Selanjutnya implementasi pendidikan karakter dalam pembelajaran sosiologi dengan menerapkan pendekatan humanis, keteladanan dan meintegrasikan pada materi ajar. Kesimpulannya strategi pendidikan karakter di sekolah dapat ditunjang dengan implementasi pendidikan karakter melalui berbagai macam pembelajaran salah satunya pembelajaran sosiologi.
Penguatan Identitas Komunitas Waria Dan Gay (Wargas) Melalui Kegiatan Sosial Di Masyarakat Kota Singaraja Kadek Nanda Weda Darmayanti; Luh Putu Sendratari; Muhammad Idris
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 6 No. 4 (2025): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v6i4.1681

Abstract

This study aims to find out the factors behind the Wargas community strengthening their identity; forms of social activities carried out by the Wargas community; and to find out the aspects of strengthening the identity of the Wargas community that can be used as a learning resource. This study uses a type of descriptive research with a qualitative method. The data collection methods applied are interviews, observations, and document studies. Primary and secondary data are used as data sources. Triangulation of sources and methods is used to check the validity of the data. The interactive analysis technique of Miles and Huberman is used as a data analysis technique. The findings of this study are in the form of factors that are behind the community of Wargas to strengthen identity, namely the context between groups, in-group attractiveness, personal beliefs, and depersonalization. The social activities carried out by the Wargas community are HIV/AIDS prevention activities, caring activities for others, special English learning places, and environmental care activities. The source of teaching materials used is PowerPoint, a problem-based learning method related to gender deviation material. This research helps increase social understanding and increase inclusivity and tolerance.
Co-Authors ., Ali Rausan Fikri ., I Nengah Dodong ., I Wyn Krisnayana R d ., Kadek Dwi Mahayoni ., Mukti Ali Asyadzili ., Ni Km Dina Indrayani ., Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A. Aflachatun Nia Aizil Mamnun Alfrida Nola Ali Rausan Fikri . Alif Alfi Syahrin Aprilia Rofika Ardanareswari, Ni Putu Galuh Ariasa, Gede Wiga Anggara Aris Wibowo Aris Wibowo Arti, Luh Puji Arvitria, Devi Wina Barus, Ira Pratiwi Alberta Bawazir, Ema Maulidya Damayani, Kadek Putri Meita Darmayanti, Kadek Nanda Weda Dela Safitri Desak Made Oka Purnawati Desak Putu Wirastini . Dewi, Mevilia Taryo A Dr. Tuty Maryati,M.Pd . Drs. I Wayan Mudana,M.Si. . Drs. Wayan Sugiartha, M.Si. . Eky Pratiwi Ema Maulidya Bawazir Fani Haryadi Fantiya, Hetwin Fitri Noviani Fitri Noviani G.B. Surya Utama . Gede Aris Adi Sanjaya . Gede Senjaya . Gede Wiga Anggara Ariasa Gita Juliana Harefa, Lisaman Haryadi, Fani Hetwin Fantiya I Gede Oka Parwata . I Gede Putra . I Gede Yogi Sastrawan . I Gusti Ayu Virgin Septiarini I Gusti Made Arya Sutha Wirawan I Gusti Made Aryana I Kadek Dharma Tanaya . I Made Agus Eri Antara . I Made Pageh I Nengah Dodong . I Nengah Narendra Permana I Nyoman Candra Wiguna . I Nyoman Mantaka I Putu Sandiasa Adiawan . I Putu Widiarta . I Putu Widiarta ., I Putu Widiarta I Putu Wisnu Saputra I Wayan Kertih I Wayan Mudana I Wayan Pardi I Wayan Putra Yasa I Wayan Rai I Wayan Rai I Wayan Suwartika . I Wyn Krisnayana R d . Ida Ayu Komang Dina Lestariani Ida Ayu Komang Natika Wuni . Ida Ayu Komang Sintia Dewi . Juliana, Gita Kadek Aprianti . Kadek Aprianti ., Kadek Aprianti Kadek Dwi Mahayoni . Kadek Nanda Weda Darmayanti Kadek Putri Meita Damayani Kadek Ranti Ketut Jasiani . Ketut Jasiani ., Ketut Jasiani Ketut Sedana Arta Komang Sri Wahyuni Lapak, Maria Muda Mai Meria Lestariani, Ida Ayu Komang Dina Lola Utama Sitompul Luh Dessy Rismayani M Al Qautsar Pratama . M Al Qautsar Pratama ., M Al Qautsar Pratama M.Si Drs. I Ketut Margi . M.Si. Drs. Wayan Sugiartha . Mabruza, Qisti Sofi Made Wahyu Ari Wiarsana Mamnun, Aizil Maria Muda Mai Meria Lapak Mariyastini, Sang Ayu Putu Mevilia Taryo A Dewi Mudinillah, Adam Muhammad Idris Muhammad Idris Muhammad Syafri Muhammad Syafri, Muhammad Mukti Ali Asyadzili . Nela Agustin Permata Sari Nengah Bawa Atmadja Nengah Bawa Atmadja Nengah Bawa Atmadja Ni Kadek Ari Indrayani . Ni Kadek Ari Indrayani ., Ni Kadek Ari Indrayani Ni Kadek Shantikarini Himawan Ni Ketut Eka Kresna Dewipayanti . Ni Km Dina Indrayani . Ni Komang Rusna Dewi . Ni Komang Sukariasih . Ni Komang Trisna Suparwati . Ni Luh Anik Arisa Dewi . Ni Luh Suarmini Ni Made Dwipayani . Ni Nengah Suartini Ni Nengah Suartini, Ni Nengah Ni Nyoman Yelik Ni Putu Ratna Ayu Lestari NI Putu Swandewi Ni Wayan Astini . Ni Wayan Nonoriati . Ni Wayan Windiasih Ni Wayan Wiwik Astuti . Nia, Aflachatun Nola, Alfrida Permana, I Nengah Narendra Pratiwi, Eky Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A. . Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA . Putu Adi Sutama . Putu Adi Sutama ., Putu Adi Sutama Putu Ari Antara . Qisti Sofi Mabruza Ranti, Kadek Safitri, Dela Sang Ayu Putu Mariyastini Santana Sembiring Sari, Nela Agustin Permata Septiarini, I Gusti Ayu Virgin Suarmini, Ni Luh Sulistio, Aprillia Devi Susanti . Swandewi, Ni Putu Tarigan, Evlyn Lestari Br UNDIKSHA . Wiarsana, Made Wahyu Ari Windiasih, Ni Wayan Wirawan, I Gusti Made Arya Suta Wirawan, I Gusti Made Arya Sutha Wongkar, Daniel Jeremy Yelik, Ni Nyoman Zainal Abidin Zainal Abidin