Articles
Hubungan Kecerdasan Emosional Dengan Leadership Skill Ditinjau Dari Perbedaan Gender Siswa Kelas V
Aulia Deviana Purnamayani;
Ignatius I Wayan Suwatra;
I Made Citra Wibawa
Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru Vol. 3 No. 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jippg.v3i2.28412
Kecerdasan emosional yang masih rendah dimiliki oleh pemimpin laki-laki di SD maka, dilakukan penelitian yang menyangkut hubungan kecerdasan emosional dengan leadership skill. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan kecerdasan emosional dengan leadership skill ditinjau dari perbedaan gender pada siswa kelas V di SD. Jenis penelitian ini adalah penelitian ex post facto tipe korelasional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD sebanyak 138 orang. Sampel ditentukan menggunakan teknik proportional random sampling dan terpilih sebanyak 55 siswa laki-laki dan 55 siswa perempuan dengan total keseluruhan 110 siswa. Data yang dikumpulkan adalah kecerdasan emosional dan leadership skill siswa menggunakan instrument kuesioner. Data dianalisis dengan analisis regresi sederhana dan korelasi product moment. Hasil yang didapat menunjukkan: Terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosional dan leadership skill dengan koefisien determinasi sebesar 44.3% dan sisanya 55.7%. sebesar 85.959 > sebesar 3.079 yang berarti terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kecerdasan emosional dengan leadership skill ditinjau dari perbedaan gender pada siswa kelas V.
THE EFFECT OF CREATIVITY LEARNING MODEL TOWARD LEARNING MOTIVATION AND SCIENCE PROCESSING SKILL OF FOURTH GRADE STUDENTS IN SCIENCE COURSE
Kadek Suardani;
I Gusti Ayu Tri Agustiana;
Ignatius I Wayan Suwatra
JURNAL PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Vol 4, No 4 (2020)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33578/pjr.v4i4.8042
Growing learning motivation and science processing skill are very difficult because of limited learning time at school which result in the application of learning motivation and science processing skill less than optimal. Through application creativity learning model, it is expected to be able to achieve the objectives of this research which is to analyze creativity learning model toward learning motivation and science processing skill. This research classified into quasi-experimental and the design was non-equivalent post-test only control group. All fourth-grade students belonged to the population, contained 8 classes with 184 students. Technique for sample selection was random sampling and got experimental class with 31 students and control class with 30 students. Research instrument consist of questionnaire and essay test. Manova test was used to analyze the data and continue with LSD test. From the reseach, the result showed the significant effect toward learning motivation and science processing skill that proven by significance score 0.000 that means less than 0.05 then Ho is rejected and based on LSD test, ∆µ was less than LSD.. The findings portrayed learning motivation and science processing skill positively influenced by creativity learning model. Creativity learning model is suitable for dealing with low learning motivation and science processing skills and would be problem solving about learning especially in the use of learning model.
Pengembangan Video Pembelajaran Berbantuan Powtoon pada Mata Pelajaran IPA Siswa Kelas IV
Putra, Putu Arik Fernanda;
Tegeh, I Made;
Suwatra, Ignatius I Wayan
Mimbar Pendidikan Indonesia Vol. 2 No. 1 (2021): Januari
Publisher : Undiksha Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/mpi.v2i1.34113
Rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA karena belum adanya media video pembelajaran yang menunjang proses pembelajaran pada mata pelajaran IPA. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan rancang bangun video pembelajaran berbantuan powtoon dan mendeskripsikan kualitas hasil validasi pengembangan video pembelajaran berbantuan powtoon. Model yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini menggunakan model ADDIE. Metode dalam mengumpulkan data adalah, 1) metode observasi, 2) metode wawancara, 3) metode pencatatan dokumen, dan 4) metode kuesioner. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan rancang bangun video pembelajaran berbantuan powtoon dan mendeskripsikan kualitas hasil validasi pengembangan video pembelajaran berbantuan powtoon. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif dan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil validitas produk video pembelajaran powtoon dikatakan valid dengan masing-masing penilaian, a) hasil review ahli isi pembelajaran dengan persentase 93% dengan kategori sangat baik, b) hasil review ahli desain pembelajaran dengan persentase 90% dengan kategori sangat baik, c) hasil review ahli media pembelajaran dengan persentase 93% dengan kategori baik, d) hasil uji coba perorangan dengan persentase 94,81% dengan kategori sangat baik, e) hasil uji coba kelompok kecil dengan persentase 94,66% dengan kategori sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pengembangan video pembelajaran powtoon ini layak dan dapat digunakan dalam proses pembelajaran.
Media Video Pembelajaran Pada Mata Pelajaran IPA Kelas V
Pratia Sucita, Ni Putu Ayu Jusita;
Suwatra, Ignatius I Wayan;
Tegeh, I Made
Mimbar Pendidikan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2022): January
Publisher : Undiksha Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/mpi.v2i1.35437
Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan video pembelajaran pada mata pelajaran IPA. Jenis penelitian merupakan pengembangan dengan model ADDIE (Analysis-Design-Develop-Implement-Evaluate). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V yang berjumlah 45 orang siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, pencatatan dokumen, dan koesioner/angket. Instrument yang digunakan adalah laporan pencatatan dokumen dan angket tanggapan serta angket validasi kelayakan media yang diberikan kepada 5 validator yang terdiri dari 1 guru mata pelajaran, 2 validator ahli dan 9 orang siswa. Teknik analisis dengan teknik kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian media video pembelajaran pada mata pelajaran IPA dikatakan valid dengan. Hasil review ahli isi mata pelajaran menunjukkan media video pembelajaran sangat baik dengan persentase 100%. Hasil review ahli media pembelajaran menunjukkan media video pembelajaran baik dengan persentase 85,71%. Hasil review ahli desain pembelajaran menunjukkan media video pembelajaran sangat baik dengan persentase 92,72%. Hasil uji coba perorangan menunjukkan media video pembelajaran sangat baik dengan persentase 95,41%. Hasil uji coba kelompok kecil menunjukkan media video pembelajaran sangat baik dengan persentase 95,83%. Hal ini menunjukkan bahwa media video pembelajaran Usaha Pelestarian Lingkungan layak untuk digunakan bagi guru dan peserta didik SD.
Pengaruh Metode SAS Terhadap Hasil Belajar Membaca Permulaan Mata Pelajara Bahasa Indonesia
., Kadek Linda Purnama Sari;
., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd;
., I Kadek Suartama, S.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1945
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan antara hasil belajar Bahasa Indonesia pada kelompok siswa yang dibelajarkan dengan Metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan Metode Pembelajaran Konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas I SD di Gugus VII Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng pada tahun ajaran 2013/2014 yang berjumlah 128 orang. Sampel penelitian adalah siswa kelas I SD Negeri 2 Sinabun dengan jumlah 21 siswa dan SD Negeri 3 Sinabun dengan jumlah 20 siswa. Data yang dikumpulkan adalah hasil belajar Bahasa Indonesia. Tehnik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik random sampling. Bentuk tes hasil belajar Bahasa Indonesia yang digunakan adalah tes lisan. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial menggunakann uji-t. Hasil penelitian ini menemukan bahwa: hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelompok eksperimen tergolong sangat tinggi dengan rata-rata (M) 13,26. Hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelompok kontrol tergolong sedang dengan rata-rata (M) 7,6. Terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar antara siswa yang dibelajarakan dengan metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) dengan siswa yang dibelajarkan dengan metode pembelajaran konvensional. (thitung > ttabel, thitung = 3,254 dan ttabel = 2,042). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) berpengaruh positif terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia.Kata Kunci : metode sas, hasil belajar The purpose of this study was to determine the difference between the results of studying Indonesian at the group of students who learned with method Structural Analytical Synthetic (SAS) with a group of students who learned with Conventional Learning Method. This study was a quasi experimental study designed as post - test only control group design . The population of this study was all students in first grade elementary school in Cluster VII Sawan district, Buleleng regency in the academic year 2013/2014, amounting to 128 people. The samples of this study were first grade students of SD Negeri 2 Sinabun with 21 students and the number of SD Negeri 3 Sinabun by the number of 20 students The data collected is the result of learning Indonesian. Sampling technique of this study by using a random sampling technique. Form Indonesian achievement test used was oral. The data of students’ learning achievement of social science subject were obtained using test. The results of this study found that : Indonesian student students achievement experimental group classified as very high with an average (M) 13.26. Indonesian student students achievementwere moderate with the control group mean (M) 7.6. There are significant differences between the students achievementof students who dibelajarakan with method Structural Analytical Synthetic (SAS) with students who learned with conventional teaching methods . ( tcalculate > ttabel , tcalculate = 3.254 and ttabel = 2.042 ) . Thus , it can be concluded that the method of Structural Analytical Synthetic (SAS) positive effect on learning outcomes Indonesia.keyword : method sas, the outcomes learning
PENGARUH STRATEGI PROBLEM SOLVING BERBANTUAN KARTU KERJA TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD DI DESA TEJAKULA
., Komang Eny Kusuma Wardani;
., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd;
., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1957
Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan hasil belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan strategi problem solving berbantuan kartu kerja, (2) mendeskripsikan hasil belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan strategi ekspositori, (3) mengetahui perbedaan hasil belajar matematika yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan strategi problem solving berbantuan kartu kerja dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan strategi ekspositori pada siswa kelas V SD di desa Tejakula tahun pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dengan desain post test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD di desa Tejakula yang berjumlah 163 orang. Sedangkan sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 58 orang. Teknik pengambilan sampel adalah teknik Probability Sampling, tetapi yang dirandom adalah kelas. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) hasil belajar matematika kelompok eksperimen dengan menggunakan strategi problem solving berbantuan kartu kerja menunjukkan skor rata-rata 42,10 berada pada kategori sangat tinggi (2) hasil belajar matematika kelompok kontrol dengan menggunakan strategi ekspositori rata-rata skor siswa adalah 32,64 berada pada kategori sedang. (3) terdapat perbedaan hasil belajar matematika yang signifikan antara kelompok dengan strategi problem solving berbantuan kartu kerja dan kelompok dengan strategi ekspositori pada siswa kelas V sekolah dasar di desa Tejakula. Perbedaan tersebut dilihat dari thit > ttab (thit = 4,623. > ttab = 2,003). Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa strategi problem solving berbantuan kartu kerja berpengaruh positif terhadap hasil belajar matematika dibandingkan dengan strategi ekspositori.Kata Kunci : problem solving, hasil belajar matematika. The purpose of this study was (1) to describe mathematics learning outcomes of students who were taught with card-assisted problem solving strategy, (2) describe mathematics learning outcomes of students were taught with expository strategy, (3) determine significant differences of mathematics learning outcomes between group of students who taught with card-assisted problem solving strategy and group of students who were taught with expository strategy of fifth grade elementary school students in Tejakula Village in academic year 2013/2014. This study was a [quasi-experimental] with a post-test only control on group design. Population of study was 163 students and sample of this study were 58 students who were determined by using Probability Sampling technique. The obtained data was analyzed in two stages, namely descriptive statistical analysis and inferential statistical analysis (t-test independent sample). The results of this study showed that: (1) mathematics learning outcomes of experimental group students who were taught with card-assisted problem solving strategy revealed an average score 42.10 that was in very high category (2) mathematics learning outcomes of controlled group by using expository strategies had average score 32.64 that was in medium category (3) there were significant differences in mathematics learning outcomes between group that was taught by using card-assisted problem solving strategy and group that was taught by using expository strategy in fifth grade elementary school students in the Tejakula Village. The differences were seen from tcount> ttab ( tcount = 4.623 . > Ttab = 2.003). Based on the findings, it was concluded that the card-assisted problem solving strategy had more positive effect on mathematics learning outcomes than expository strategy.keyword : problem solving , result of mathematic study.
PENGARUH MODEL SELF-DIRECTED LEARNING BERBANTUAN PETA KONSEP TERHADAP HASIL BELAJARIPA SISWA KELAS V
., I Komang Budi Hendrawan;
., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd;
., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2007
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA siswa kelas V SD di Gugus IX Kecamatan Kintamani Tahun Pelajaran 2013/2014 antara yang belajar dengan model self-directed learning berbantuan peta konsep dan model konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan desain post test only with non equivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas V SD di Gugus IX Kecamatan Kintamani. Subjek penelitian ini diambil dengan teknik random sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah tes hasil belajar berbentuk pilihan ganda. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial. Berdasarkan hasil analisis data, rata-rata (M) hasil belajar IPA siswa kelompok eksperimen adalah 23,13 tergolong kriteria sangat tinggi, rata-rata (M) hasil belajar IPA siswa kelompok kontrol adalah 17,38 tergolong kriteria sedang. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA siswa kelas V SD di gugus IX Kecamatan Kintamani tahun pelajaran 2013/2014 antara yang belajar dengan model self-directed learning berbantuan peta konsep dan model konvensional. Kata Kunci : self-directed learning, hasil belajar, IPA This researc purpose ror to know the different learning result of natural science in V grade studens in elementary school IX gugus Kintamani subdistrict academic year 2013/2014 between learning by the model of self-directed learning helped cencept maps and konventional model. The kind of this research quasi eksperimental reaserch by design of post test only with non equivalent control group design. This research population is all the V grade studens in IX gugus Kintamani subdistrict. The subject of this research taken by random sampling technique. In data method collecting is using test method. Instrument data collecting using the result of learning test in form choise test. The collecting of data afterward analyzed by using descriptif statistics analysis and imnferential statistics. Based on data analysis result average score natural science studens learning eksperimental group are 23,13 clasified very high criteria, average score natural science studens learning group control is 17,38 clasified medium criteria. Thus can concluded that consist a highly sigificance differencenatural science result learning studen grade V elementary school in IX gugus Kintamani subdistrict academic year 2013/2014. Between whose learning by self-directed learning model helped concept maps and konventional model.keyword : self-directed learning, study result, natural science
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS IV SEMESTER GANJIL GUGUS VI KECAMATAN BANJAR
., Kadek Hendi Sutanto;
., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd;
., Drs. Gede Raga, M.Si
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2272
Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan prestasi belajar Matematika antara kelompok siswa yang belajar menggunakan model Pembelajaran Matematika Realistik dan model Pembelajaran Konvensional. Penelitian ini tergolong jenis penelitian quasi experiment dengan rancangan penelitian the post-test only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD di Gugus VI Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng tahun ajaran 2013/2014 yang berjumlah 124 orang. Sampel penelitian diambil melalui teknik simple random sampling. Sampel penelitian yang diperoleh adalah siswa kelas IV SD Negeri 2 Kayuputih dan SD Negeri 3 Kayuputih yang berjumlah 19 dan 37. Instrumen penelitian adalah tes prestasi belajar. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji T. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan prestasi belajar Matematika yang signifikan antara kelompok siswa yang belajar menggunakan model Pembelajaran Matematika Realistik dengan kelompok siswa yang belajar menggunakan model Pembelajaran Konvensional {sig.2,31)}. Kata Kunci : Pembelajaran Matematika Realistik, Pembelajaran Konvensional, Prestasi Belajar Matematika. This study aimed at analyzing the difference between of mathematics learning achievement student who learned with Realistic Mathematics Learning Model and Conventional Learning Model. The research was quasi experiment by the the post-test only control group design. Research population was the students at grade IV of VI group Elementary School in Banjar district, Buleleng regency on academic year 2013/2014 that consists of 124 people. The sample of this study was SD Negeri 2 Kayuputih and SD Negeri 3 Kayuputih that consists of 19 and 37. Research instrument is achievement learning test. The data were analyzed by descriptive statistics and T-test. The results showed that there was significant effect of Realistic Mathematics Learning Model toward mathematics learning achievement student grede 4 semesters 1 in Banjar districts of Buleleng regency on 2013/2014 studied years. {sig.2,31)}.keyword : Realistic Mathematics Learning Model, Conventional Learning Model, Mathematics Learning Achievement.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP MOTIVASI BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD DI GUGUS I KECAMATAN BULELENG
., Ni Luh Heppy Yesiana Devi;
., Dr. I Dewa Putu Raka Rasana,M.Ed;
., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2292
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan motivasi belajar IPA yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V Semester Ganjil tahun pelajaran 2013-2014 di Gugus I Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi experiment), dengan rancangan penelitian menggunakan non equivalent post-test only control group Design. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD di Gugus I Kecamatan Buleleng sebanyak 205 orang siswa dengan sampel sebanyak 48 orang siswa, yaitu 27 orang siswa kelas V dari SD No. 5 Banyuniang sebagai kelompok eksperimen dan 21 orang siswa kelas V dari SD No. 4 Banyuning sebagai kelompok kontrol. Metode pengumpulan data dan instrumen yang digunakan adalah metode nontes (kuesioner). Kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data mengenai motivasi belajar siswa. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh nilai rata-rata siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Problem Based Learning lebih tinggi dibandingkan dengan nilai rata-rata siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional ( = 124> 89,29). Selain itu hasil analisis uji-t diperoleh thitung lebih besar dibandingkan dengan ttabel (thitung =21,04 >ttabel = 2,07) ini berarti bahwa terdapat perbedaan motivasi belajar yang signifikan antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran Problem Based Learning dengan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional. Dengan demikian, model pembelajaran Problem Based Learning berpengaruh terhadap motivasi belajar IPA pada siswa kelas V semester ganjil tahun pelajaran 2013-2014 di Gugus I Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng.Kata Kunci : Model Pembelajaran Problem Based Learning, motivasi belajar This study aimed at finding out the differences in motivation in science subjects among students who learned the subject by using the Problem Based Learning Model and the students who were given Conventional Learning Model in the fifth grade in cluster 1 in Buleleng district academic year 2013/2014. This was a quasi experiment research by the use of Non Equivalent Posttest-Only Control Group Design. The population was the fifth graders in cluster 1 Buleleng district academic year 2013/2014, amounting to 205 students and the sample consisted of 48 ones, 27 students in fifth grade from Elementary School No. 5 Banyuning as the experimental group and 21 ones in fifth grade from Elementary school No. 4 Banyuning as the control group. Data collection in this study was conducted using a non-test (questionnaire). The questionnaire was used to collect data in students’ motivation. The data analysis method used here was descriptive statistical analysis and inferential statistical analysis t-test. The result showed that average value of students who learned th subject by using the Problem Based Learning Model was higher than the average value of students who were given Conventional Learning Model ( = 124> 89,29). The result of t-test analysis was greater than that of t-table (tcount =21,04 >ttable = 2,07), this meant that there were significant differences in motivation between the motivation of students who learned by using the Problem Based Learning Model and motivation of students who were given Conventional Learning Model. Thus, the Problem Based Learning Model effect on students’ motivation in science subjects in the fifth grade 1st semester in cluster 1 in Buleleng district academic year 2013/2014.keyword : Problem Based Learning, motivation
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN VALUE CLARIFICATION TEENIQUE (VCT) TERHADAP HASIL BELAJAR PKn SISWA KELAS V
., I Dewa Made Arta Putra;
., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd;
., Dra. Desak Putu Parmiti,MS
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2301
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar PKn antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran Value Clarification Teenique dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dan menggunakan desain non-equivalent post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V semester ganjil tahun pelajaran 2013/2014 di SD Gugus XV Kecamatan Buleleng yang berjumlah 231 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 1 Anturan yang berjumlah 39 orang sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas V SD Negeri 3 Kalibukbuk yang berjumlah 34 orang sebagai kelas kontrol. Data hasil belajar PKn siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji–t polled varians). Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh rata–rata hasil belajar PKn kelompok eksperimen adalah 23,95, sedangkan dari rata–rata hasil belajar PKn kelompok kontrol yaitu 14,26. Dari hasil analisis data, diperoleh thitung = 9,06 lebih besar daripada ttabel (pada taraf signifikansi 5%) = 2,000, sehingga hasil penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar PKn antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Value Clarification Teenique dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Value Clarification Teenique, hasil belajar This research aimed at knowing the differences of result in studying Pkn (civic) between students who were taught by using conventional technique and students who were taught by using value clarification technique. This was a quasi- experimental research. The design of this research was non-equivalent posy-test only control group design. The population of this research were all of students at the fifth grade in first semester of SD Cluster XV in Buleleng subdistrict in academic year 2013/2014 and were amounted 231 students. The sample of this research were 39 students of the fifth grade of SDN 1 Anturan as experimental group and 34 students of the fifth grade of SDN 3 Kalibukbuk as control group. Data of the result in studying civic were collected by using test instrument in form of subjective test. The collected data were analyzed by using descriptive statistic analysis and inferential statistic (t-test polled varians). Based on the result, it was gotten the mean of the result in studying civic for experimental group was 23.95, whereas the mean of control group was 14.26. from the result, it was gotten result of th = 9.06. it was bigger than tt (in significant level 5%) = 2.00, in conclusion, this result showed that there was significant difference on the result of studying civic between students who were taught by using value clarification technique and students who were taught by using conventional technique.keyword : Result of Study, Value Clarification Technique