Claim Missing Document
Check
Articles

Nilai Pendidikan Karakter dalam Permainan Ngarot Setia Dewi, Luh Putu Juni Ari; Rai, Ida Bagus; Paramarta, I Ketut
LOKABASA Vol 15, No 1 (2024): April 2024
Publisher : UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jlb.v15i1.73883

Abstract

Penelitian ini bertujuan, untuk menjelaskan serta menunjukkan temuan nilai pendidikan karakter yang ada pada permainan tradisional yakni permainan Ngarot. Permainan ngarot merupakan permainan tradisional garapan baru asal Buleleng, Bali. Dalam bahasa daerah khususnya daerah Buleleng Timur, ngarot memiliki artian jaring. Permainan Ngarot tersebut terinspirasi dari kisah keseharian para nelayan di Buleleng dalam mencari ikan menggunakan jaring. Permainan Ngarot ini menjadi garapan permainan tradisional (dolanan) duta Kabupaten Buleleng, yang dipentaskan dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) tahun 2023. Penelitian ini juga ingin membuktikan bahwa pengajaran tentang pembentukan karakter anak tidak hanya bisa didapat dari pembelajaran formal saja, namun dapat diperoleh juga dari permainan tradisional. Pada penelitian ini, menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah permainan Ngarot. Objek pada penelitian ini berfokus pada nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam permainan Ngarot. Data-data yang diperoleh dalam penelitian ini, dikumpulkan dengan metode dokumentasi serta wawancara. Instrumen yang digunakan untuk dapat mengumpulkan data penelitian ada dua. Instrumen yang pertama berupa kartu data untuk menunjang proses reduksi data dokumentasi dan instrumen yang kedua yakni draft lembar pertanyaan untuk menunjang pelaksanaan metode wawancara. Proses analisis data dilakukan melalui tiga tahapan, dimulai dari (1) reduksi data, (2) klasifikasi data dan (3) deskripsi data. Ditemukan 9 nilai pendidikan karakter yang ada dalam permainan Ngarot. Kesembilan nilai pendidikan karakter dalam permainan Ngarot tersebut diantaranya, nilai kejujuran, nilai demokrasi, nilai rasa ingin tahu, nilai cinta tanah air, nilai menghargai prestasi, nilai persahabatan, nilai cinta damai, nilai kepedulian sosial, dan nilai tanggung jawab. Kesembilan nilai pendidikan karakter yang ditemukan tersebut, memberikan pengajaran serta memupu moral dan Susila dalam diri anak ketika bersikap di masyarakat. Oleh karena itu, nilai-nilai pendidikan karakter sangat amat berdampak bagi generasi muda untuk mendidik mereka menjadi generasi yang bermoral ketika bertingkah laku di masyarakat.
Analisis Paribasa Bali Pada Siaran Pan Balang Tamak Radio Nuansa Giri 91,2 Fm Agus Suyasa Gede; I Wayan Gede Wisnu; Ida Bagus Rai
Jurnal Pendidikan Bahasa Bali Undiksha Vol. 10 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbb.v10i2.62838

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mendeskripsikan 1) bentuk Paribasa Bali baru penyiar Pan Balang Tamak radio Nuansa Giri 91,2 FM, 2) hubungan paribasa Bali di penyiar Pan Balang Tamak dengan pembelajaran bagi pendengar radio Nuansa Giri 91,2 FM, 3) manfaat paribasa Bali penyiar Pan Balang Tamak bagi pendengar radio Nuansa Giri 91,2 FM. Penelitian ini menggunakan dataualitatif. Subjek dalam penelitian adalah penyiar Pan Balang Tamak radio Nuansa Giri 91,2 FM dan objek penelitian ini adalah paribasa Bali. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi: observasi dan wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1)  bentuk paribasa Bali pada penyiar Pan Balang Tamak radio Nuansa Giri 91,2 FM terdapat 5 bentuk paribasa Bali, yakni bebladbadan, wewangsalan, tetingkesan, cecangkitan dan sesawangan. Jumlah keseluruhan bentuk paribasa Bali yang didapatkan sebanyak 43 temuan paribasa Bali yang terbaru, (2) Paribasa Bali di penyiar Pan Balang Tamak memiliki hubungan dengan pembelajaran bagi pendengar radio Nuansa Giri 91,2 FM, yakni bagi siswa bahwa terdapat paribasa Bali yang baru selain dari buku, bagi guru bahwa terdapat contoh bentuk paribasa Bali yang lain daripada buku-buku ajar, bagi ahli bahasa Bali bahwa penyiar Pan Balang Tamak merupakan pemerhati bahasa dan ikut mengembangkan variasi paribasa Bali, bagi masyarakat Bali adanya paribasa Bali di siaran Radio Nuansa Giri ini memberikan pembelajaran dan menambahkan kosakata, serta memberikan contoh dalam melestarikan bahasa daerah, (3) paribasa Bali dalam penyiar Pan Balang Tamak memiliki manfaat dalam menambahkan sarana berkomunikasi berbahasa Bali, pembelajaran bahasa Bali dan perkembangan bahasa Bali.
Unsur Intrinsik dan Nilai Pendidikan Karakter pada Kumpulan Cerpen "Surat Uli Amsterdam" oleh Ketut Sugiartha Ni Luh Novita Sari; Ida Bagus Putra Manik Aryana; Ida Bagus Rai
Jurnal Pendidikan Bahasa Bali Undiksha Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbb.v11i1.64280

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan: (1) unsur intrinsik dan (2) nilai pendidikan karakter pada kumpulan cerpen Surat Uli Amsterdam oleh Ketut Sugiartha. Subjek penelitian ini adalah kumpulan cerpen Surat Uli Amsterdam oleh Ketut Sugiartha. Objek penelitian ini adalah adalah unsur intrinsik dan nilai Pendidikan karakter. Penelitian ini menggunakan metode dokumentasi dan observasi pada saat mengumpulkan data unsur intrinsik dan Pendidikan karakter. Data periksa yang digunakan: (1) identifikasi data, (2) reduksi data, (3) klasifikasi data, (4) interpretasi data dan (6) verifikasi data. Hasil penelitian kumpulan cerpen Surat Uli Amsterdam oleh Ketut Sugiartha seperti: (1) unsur intrinsik dalam cerpen ini lengkap ada (7), seperti: tema, alur, latar, tokoh dan perwatakan, sudut pandang, amanat dan gaya bahasa. (2) Nilai Pendidikan karakter hasil yang didapatkan 13 (tiga belas) seperti: nilai kejujuran, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab.
Bentuk-bentuk Istilah Pernikahan di Desa Adat Batur I Komang Doni Mahendra; I Ketut Paramarta; Ida Bagus Rai
Jurnal Pendidikan Bahasa Bali Undiksha Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbb.v11i1.65393

Abstract

Penelitian ini menjelaskan tentang keberadaan berbagai istilah pernikahan yang ada di desa Batur. Tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan bentuk-bentuk dari istilah pernikahan di desa adat Batur tersebut. Subjek penelitian ini adalah desa adat Batur tersebut, sedangkan objek penelitian ini adalah bentuk-bentuk istilah pernikahan di desa adat Batur. Metode peneliian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif kualitatif, sedangkan metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi dan metode wawancara. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah identifikasi data, reduksi data, klasifikasi data dan kesimpulan. Hasil penelitian ini diperoleh dari beberapa sumber diantaranya (1) buku Raja Purana Pura Ulun Danu Batur, (2) tokoh-tokoh desa adat Batur,dan (3) buku awig-awig desa adat Batur. Dari sumber tersebut diperoleh 20 istilah-istilah dalam pernikahan di desa adat Batur yang dikelompokan berdasarkan sumber perolehan data tersebut, yaitu 12 istilah buku Raja Purana Ulun Danu Batur yaitu: (1) Bangkung Panguwug, (2) Ketumiman, (3) Mangadol pianak, (4) Makedengan ngad, (5) Pada gelahang, (6)Masomahan amisan, (7)Mamaduang nyama, (8) Manekayang, (9) Kacolongan, (10)Tiing Ambis, (11)Anak mangiyuh dan (12)Palit genta. Kemudian 4 istilah tambahan dari tokoh desa adat Batur yaitu: (1)Nyeburin, (2) Ngejuk, (3) Morong, dan (4) Gowak ngukup taluh. Dan ada 4 istilah yang diperoleh dari awig-awig desa adat Batur, yaitu: (1) Mapragat, (2)Mamirak, (3) Memadik dan (4)Ngerorod. Berdasarkan hasil dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa istilah-istilah seperti peribahasa Bali bisa digunakan dalam stiap keadaan seperti dalam pernikahan. Banyak ditemukan istilah-istilah pernikahan, seperti pernikahan di Batur, istilah-istilah tersebut akan selalu mengalami perkembangan seiring perkembangan zaman.
The Effect of Strategic and Directive Leaderships on School Leader’s Performance I Made Sila; I Made Sutika; I Made Astra Winaya; I Nengah Sudiarta; I Gede Sujana; Ida Bagus Rai
Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jp2.v6i1.57599

Abstract

School leaders have a number of roles that should be played together, including educators, managers, administrators, supervisors, motivators, entrepreneurs, and leaders. The role of school leaders as leaders and as instructional leaders specifically.This study aims to analyses the correlation between strategic and directive leadership on school leaders performance. The analysis used is a qualitative approach with a correlation design. This research was conducted using a survey method. The population in this study was the leader staffs (head and deputy head) of schools from kindergarten to high school/vocational school. The samples were taken from all existing leaders. The method used was regression and correlation as well as a significance test with the F test and the coefficient of determination (R2). The population in this study were the leadership staff (heads and deputy heads) of schools starting from kindergarten to high school/vocational school. The sample/population was taken from all the existing leaders, as many as 18 people.  This study also used interview and questionnaire techniques, namely holding questions and answers with representative sources to answer problems in the field (school). The analysis used is a qualitative approach with a correlation design. The results of the study showed that Strategic and directive leaderships have a significant effect on the school leader’s performance. Strategic leadership has a stronger influence on leadership performance, while directive leadership has a weaker influence.
Korespondensi Grafem-Fonem pada Tataran Grafem Vokal Terikat Tes Membaca Aksara Bali Siswa SMP Saputra, Putu Dani Arya; Paramarta, I K; Purnami, Ida Ayu Putu; Aryana, Ida Bagus Putra Manik; Rai, Ida Bagus
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v9i2.2168

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan siswa SMP Negeri 6 Singaraja memetakan unit bahasa grafem-fonem dengan tepat. Subjek penelitian ini adalah sisiwa SMP Negeri 6 Singaraja yang diambil sampelnya dari kelas kelas VII,VIII,dan IX. Objek penelitian ini adalah korespondensi grafem-fonem pada tataran grafem vokal terikat. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif pada rumpun ilmu grafolinguistik. Teknik pengumpulan data dari penelitian ini adalah melakukan tes membaca aksara Bali berbasis kosakata dasar. Pengolahan data dilakukan dengan memetakan hasil membaca siswa kemudian menentukan korespondensi grafem-fonem pada kumpulan kosakata yang digunakan untuk tes membaca aksara Bali. Data yang diperoleh akan dianalisis kesalahannyan serta dikelompokkan sesuai dengan kategori kesalahannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kesalahan siswa dalam membaca aksara Bali pada tataran grafem vokal terikat. Kesalahan tersebut dipengaruhi dari ebrbagai faktor yaitu seperti foktor psikologi (motivasi), bahan bacaan, pengetahuan siswa tentang aksara Bali, serta pengaruh kebiasaan membaca huruf alfabet. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kemampuan siswa membaca aksara Bali tergolong sangat baik namun masih perlu untuk ditingkatkan. Penelitian ini mengimplikasikan perlunya metode pembelajaran yang lebih inovatif, seperti penggunaan media digital dan pendekatan kontekstual, untuk meningkatkan kemampuan siswa membaca aksara Bali. Temuan ini juga dapat mendorong penguatan integrasi pembelajaran aksara Bali dalam kurikulum guna mendukung pelestarian budaya dan literasi bahasa daerah. Diharapkan penelitian ini mampu memberikan pengaruh bagi pembelajaran aksara Bali di sekolah agar kemampuan berbahasa khususnya membaca lebih baik lagi.
Pemetaan Grafem Fonem : Kasus Membaca Blok Aksara Bali Konsonan Vokal di Sekolah Dasar Negeri 1 Bantiran Anti, Nkomang Juni; Paramarta, I K.; Rai, Ida Bagus
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v10i1.2435

Abstract

Banyaknya aturan dalam menulis aksara Bali membuat siswa bingung dalam belajar aksara Bali. Permasalahan membaca aksara Bali tidak hanya pada tataran kata saja akan tetapi juga pada tataran sub leksikal dalam sruktur blok aksara Konsonan vokal (CV). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pemetaan siswa dalam memetakan grafem fonem kosakata dasar pada simbol blok Konsonan Vokal (CV). Penelitian ini menggunakan metode deskriftif kualitatif dengan menggunakan teori dasar sistem tulisan abugida yakni blok aksara Bali, dimana tata cara pembagian ruang segmental dalam tulisan aksara Bali tidak sama dengan tata cara pembagian ruang segmental tulisan latin dimana segmentasi tulisan aksara Bali tidak dibagi berdasarkan ruang linier saja akan tetapi setiap ruang segmental harus disubsegmentasi secara tersendiri. Subjek yang diteliti adalah siswa kelas 4,5 dan 6 yang berjumlah 20 orang sedangkan objek yang diteliti adalah pemetaan grafem fonem dalam simbol blok konsonan vokal (CV). Hasil dari penelitian ini yaitu pemetaan grafem fonem dalam simbol blok konsonan vokal (CV) dan faktor yang menjadi penyebab perbedaan pemetaan siswa dalam memetakan grafem fonem simbol blok konsonan vokal (CV). Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan memperoleh hasil pemetaaan siswa dalam blok aksara Bali yang seharusnya < ᬘᬸ>/cu/, <ᬲᬶ>/si/, < ᬍ > /le/, dan < ᬓᬸ >/ku/ namun dipetakan oleh siswa menjadi <ᬲᬸ>/su/, <ᬘᬶ>/ci/, <ᬗᬸ>/ngu/ dan <ᬦᬸ>/nu. Faktor yang menjadi penyebab ketidak sesuaian pemetaan grafem fonem oleh siswa dikarenakan bentuk grafem yang mirip. Penelitian ini membawa dampak bagi siswa dan guru terkait tatacara belajar pemetaan aksara Bali menggunakan simbol blok aksara Bali yang sebelumnya belum pernah diterapkan pada pembelajaran dikelas.
Tingkat Kesukaran Dan Daya Beda Butir Soal Sumatif Bahasa Bali Kelas X Sma Negeri 1 Mengwi Tahun Pelajaran 2022/2023 Nita, Ni Ketut Ayu Nita Trisnayanti; Ida Ayu Sukma Wirani; Ida Bagus Rai
Jurnal Pendidikan Bahasa Bali Undiksha Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbb.v11i2.75697

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang butir soal sumatif akhir tahun pelajaran bahasa Bali kelas X tahun 2022/2023 di SMA Negeri 1 Mengwi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan soal sumatif akhir tahun pelajaran bahasa Bali kelas X tahun 2022/2023 di SMA Negeri 1 Mengwi berdasarkan tingkat kesukaran soal dan daya beda soal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskiptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas X di SMA Negeri 1 Mengwi dan sampel yang digunakan yaitu siswa kelas XA dan XD yang dipilih dengan teknik random sampling menggunakan spiner online. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode dokumentasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik pengumpulan kunci jawaban, soal sumatif akhir tahun pelajaran bahasa Bali kelas X, dan lembar jawaban siswa kelas XA dan XD. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu 1) soal sumatif akhir tahun pelajaran bahasa Bali kelas X tahun 2022/2023 di SMA Negeri 1 Mengwi memiliki kategori tingkat kesukaran soal yang sedang dan mudah. Soal paket A termasuk kategori sedang karena 50% soal memiliki kategori sedang. Soal paket B termasuk kategori mudah karena 56% soal memiliki kategori mudah. 2) soal sumatif akhir tahun pelajaran bahasa Bali kelas X tahun 2022/2023 di SMA negeri 1 Mengwi memiliki kategori daya beda soal yang cukup dan baik. Soal paket A memiliki persentase 46% dengan kategori cukup dan soal paket B memiliki persentase 46% dengan kategori baik. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka perlu diperhatikan proporsi ideal tingkat kesukaran soal.
CAMPUH KODE RING LELAMPAHAN “SIDAKARYA” TOPENG BONDRES INOVATIF SANGGAR SENI NONG-NONG KLING Gede Edy Putra Udayana; Ida Bagus Rai; I.B.Putra Manik Aryana
Jurnal Pendidikan Bahasa Bali Undiksha Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbb.v6i1.20037

Abstract

Penelitian ini bertujuan menjelaskan (1) jenis campur kode dalam pementasan “sidakarya” topeng bondres inovatif sanggar seni nong-nong kling, (2) jenis campur kode berdasarkan asal bahasa dalam pementasan “sidakarya” topeng bondres inovatif, (3) faktor yang menyebabkan campur kode dalam pementasan “sidakarya” topeng bondres inovatif. Subjek penelitian adalah pementasan “sidakarya” topeng bondres inovatif sanggar seni nong-nong kling. Objek penelitian adalah campur kode. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskritif kualitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode dokumentasi dan wawancara. Analisis data yang digunakan seperti identifikasi data, reduksi  data, klasifikasi data, dan kesimpulan. Hasil penelitian yaitu, (1) jenis campur kode berdasarkan asal bahasanya, seperti campur kode ke dalam, campur kode  ke luar, campur kode campuran. (2) jenis campur kode berdasarkan bentuk bahasanya seperti bentuk kata, frase, dan klausa. (3) faktor yang menyebabkan campur kode, seperti  pendidikan, pergaulan, teknologi. Kata Kunci: campur kode, topeng bondres, sanggar seni nong-nong kling.
CAMPUH WARNA BASA RING SESOLAHAN WAYANG WONG SAKING SEKEHA WAYANG WONG GUNA MURTI DESA TEJAKULA SANE MAMURDA KATUNDUNG ANGGADA Komang Hendri Purwanata; Ida Ayu Sukma Wirani; Ida Bagus Rai
Jurnal Pendidikan Bahasa Bali Undiksha Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbb.v6i1.20043

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan (1) jenis campur kode menurut unsur-unsur bahasa dalam dialog pementasan wayang wong Guna Murti Desa Tejakula yang berjudul Katundung Anggada, (2) jenis-jenis campur kode menurut asal bahasa dalam dialog pementasan wayang wong Guna Murti Desa Tejakula yang berjudul Katundung Anggada, (3) faktor-faktor penyebab terjadinya campur kode dalam dialog pementasan wayang wong Guna Murti Desa Tejakula yang berjudul Katundung Anggada, (4) manfaat campur kode dalam dialog pementasan wayang wong Guna Murti Desa Tejakula yang berjudul Katundung Anggada. Subjek dari penelitian adalah pementasan wayang wong yang berjudul Katundung Anggada. Objek penelitian adalah campur kode. Metode penelitian yang digunakan yaitu tarnskrip video, dokumentasi, dan wawancara. Analisis data yang digunakan seperti identifikasi data,   reduksi data, klasifikasi data, dan kesimpulan. Hasil penelitian yaitu, (1) jenis campur kode menurut unsur bahasa yaitu morfem, frasa, klausa, (2) jenis campur kode menurut asal bahasa, ada campur kode ke tengah, ada campur kode ke luar, dan ada campur kode campuran, (3) faktor yang menyebabkan terjadinya campur kode yaitu, untuk menampilkan kelucuan, keceplosan, menyesuaikan tempat, pendengar mengerti yang diucapkan, mengikuti zaman, sesuai pengalaman, (4) manfaat campur kode yaitu dialog agar terarah dan nyambung, agar ada variasi bahasa, agar yang mendengarkan bisa mengerti.Kata kunci : campur kode, katundung anggada, wayang wong
Co-Authors ., A.A. Istri Agung Prabawati ., I Gusti Agung Indriyani ., I Putu Ady Setya Mahardika ., Luh Km Sri Pramawati ., Luh Putu Novyta Handayani ., Ni Kadek Erni Yuni Andani ., Ni Luh Krisna ., Ni Luh Maherni ., Ni Wayan Ari Suryanti Adilia, Kadek Dwik Agus Darmayasa, Kadek Agus Suyasa Gede Agustini, Kadek Indah ANAK AGUNG GEDE INDRAYANA . Angga Mahendra, Putu Ronny Anggreningsih, Komang Sinta Anti, Nkomang Juni Arimbawa Arya, Kadek Aryana, I.B.Putra Manik Astari, Ni luh Umi Ayu Sukma Wirani, Ida Danuarta, Made Diantari, Ni Putu Fendy Darmawan I Putu ., Fendy Darmawan I Putu Gede Edy Putra Udayana Gede Gunatama Gusti Ayu Era Aryanti ., Gusti Ayu Era Aryanti I Gede Nurjaya I Gede Sujana I Gede Suputra ., I Gede Suputra I K. Paramarta I Kadek Eka Muliana I Ketut Paramarta I Komang Doni Mahendra I Made Astika I Made Astra Winaya I Made Restu Adi Putra I Made Sila I Made Sutika I Made Suwendi I Nengah Sudiarta I Putu Adi Darmadi ., I Putu Adi Darmadi I Putu Andika Adi Priana ., I Putu Andika Adi Priana I Putu Rudi Astrawan I Wayan Gede Wisnu I WAYAN SUBAWAYASA . I Wayan Wendra I.B.Putra Manik Aryana Ida Ayu Putu Purnami Ida Ayu Putu Widiantari Ida Bagus Brata Ida Bagus Made Ludy Paryatna Ida Bagus Nyoman Mantra Ida Bagus Nyoman Wartha Ida Bagus Putra Manik A. Ida Bagus Putra Manik Aryana Ida Bagus Putra Manik Aryana Ida Bagus Putra, Manik Aryana Ida Bagus Wisnu Dwi Nugraha Kadek Agus Darmayasa Kadek Arimbawa Arya Kadek Dina Rusmita Kadek Dwik Adilia Ketut Paramarta Komang Hendri Purwanata Komang Sinta Anggreningsih Luh Eka Wahyuni Luh Putu Juni Ari Setia Dewi M.Pd Prof. Dr. I Nyoman Sudiana . Made Adi Permana Teja Made Dwi Adipraya . Ni Kadek Ayu Dewi Ratni Ni Kadek Desi Marini ., Ni Kadek Desi Marini Ni Kadek Desy Bintang Maharani Ni Kadek Mita Apriyanti . Ni Komang Sridadi Ni Luh Degeng Ratna Dewi ., Ni Luh Degeng Ratna Dewi Ni Luh Novita Sari Ni luh Umi Astari NI MADE SUARNINGSIH NI NENGAH RAMIANI . Ni Nyoman Adi Tria Wirantini Nita, Ni Ketut Ayu Nita Trisnayanti Paramarta, I K Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd . Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum . Purwanata, Komang Hendri Putra Manik A., Ida Bagus Putu Agus Eka Pradnyana ., Putu Agus Eka Pradnyana Putu Dewi Merlyna Yuda Pramesti PUTU LENNA AGUSTINI . Putu Putri Maharani PUTU SUARSANA . S.S. M.Pd Ida Ayu Sukma Wirani . Sagung Laksmi Widi Sang Ayu Putu Sriasih Saputra, Putu Dani Arya Setia Dewi, Luh Putu Juni Ari Sila, I Made Sridadi, Ni Komang Suarningsih, Ni Made Teja, Made Adi Permana Udayana, Gede Edy Putra Wahyuni, Luh Eka Widi, Sagung Laksmi Widiantari, Ida Ayu Putu Wisnu, I Wayan Gede Yastini, Ni Kadek Dewi