Claim Missing Document
Check
Articles

Tingkat Kerusakan Hama Penggerek Batang (Omphisa anastomasalis) pada Enam Kultivar Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) Retno Muninggar; Bambang Supeno; Hery Haryanto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i2.7638

Abstract

Ubi jalar (Ipomoea batatas L.) merupakan tanaman yang memiliki potensi besar sebagai pangan fungsional karena kandungan gizinya yang lengkap, termasuk karbohidrat, vitamin, mineral, protein, lemak, betakaroten, antosianin, senyawa fenolik, dan serat. Di Indonesia, ubi jalar dikenal sebagai salah satu sumber karbohidrat alternatif yang berperan penting dalam sektor pangan, industri pakan ternak, serta sebagai bahan baku untuk berbagai keperluan. Tanaman ini dianggap memiliki potensi untuk menggantikan beras sebagai makanan pokok karena lebih efisien dalam menghasilkan energi, serta kaya akan vitamin dan mineral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Tingkat kerusakan hama penggerek batang (Omphisa anastomasalis) pada enam kultivar ubi jalar (Ipomoea batatas L.) Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari enam perlakuan kultivar ubi jalar (A). Keenam kultivar tersebut adalah Lato-lato (A1), Cilembu (A2), Tailan(A3), Kentang (A4), Ase (A5), Ungu (A6). Perlakuan-perlakuan tersebut diulang 4 kali sehingga diperoleh 24 unit perlakuan. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, tingkat kerusakan hama penggerek batang (Omphisa anastomasalis) tidak berbeda nyata pada enam perlakuan ubi jalar (Ipomoea batatas L.) tingkat kerusakan tergolong rendah hingga sedang. Intensitas kerusakan pada batang yaitu kultivar tailan 25,10%, cilembu 22,92%, ase 22,54%, ungu 22,14%, kentang 21,95%, lato-lato20,44%. Sedangkan intensitas kerusakan diameter batang yaitu semakin besar kerusakan diameter batang maka cendrung lebih disukai oleh hama tersebut.
Tingkat Serangan Hama Ulat Pelipat Daun (Brachmia convolvuli Wals.) dan Hasil Enam Kultivar Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) Alifia Fidri Misbahul Ummah; Hery Haryanto; Bambang Supeno
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i2.7668

Abstract

Ubi jalar (Ipomoea batatas L.) merupakan salah satu komoditas pangan potensial sebagai alternatif pengganti beras. Namun, produktivitas tanaman ini seringkali menurun akibat serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), salah satunya adalah hama ulat pelipat daun (Brachmia convolvuli Wals.). Hama ini menyerang bagian daun dengan cara melipat dan memakan jaringannya, sehingga menghambat proses fotosintesis dan berdampak pada penurunan hasil panen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat serangan ulat pelipat daun (Brachmia convolvuli Wals.) dan hasil enam kultivar ubi jalar (Ipomoea batatas L.). Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode eksperimental. Penelitian dirancang dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 6 perlakuan kultivar ubi jalar (K). Perlakuan tersebut adalah Kultivar Lato-lato (KA), Cilembu (KB), Tailand (KC), Kentang (KD), Ase (KE) dan Ungu (KF). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehingga diperoleh sebanyak 24 unit percobaan. Analisis data yang digunakan adalah Analisis of varience (ANOVA), Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) 5% dan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat serangan hama ulat pelipat daun menunjukkan tidak adanya perbedaan nyata. Tingkat serangan hama ulat pelipat daun tertinggi pada umur 63 HST di semua kultivar ubi jalar. Hubungan tingkat serangan dan hasil ubi jalar sangat rendah yaitu sebesar 13,67%.
Pengaruh Perlakuan Khusus Biji dan Pemberian Ekstrak Bawang Merah terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao Ririn Dwi Putri; l Komang Damar Jaya; Hery Haryanto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i2.7670

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan bibit kakao (Theobroma cacao L.) terhadap perlakuan khusus biji dan pemberian ekstrak bawang merah (Allium cepa var. aggregatum). Satu percobaan dilaksanakan mulai bulan Maret hingga April 2025 di Desa Kawo, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah perlakuan khusus pada biji dengan dua aras; kulit biji dihilangkan (p1) dan kulit biji tidak dihilangkan (p2). Faktor kedua adalah pemberian ekstrak bawang merah dengan beberapa konsentrasi, yaitu: 0% (k0), 25% (k1), 50% (k2), 75% (k3), dan 100% (k4). Semua perlakuan memiliki lima ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara perlakuan khusus biji dan perlakuan pemberian ekstrak bawang merah pada parameter hari munculnya kotiledon dan luas daun, dengan hasil terbaik pada perlakuan p1k1 untuk hari munculnya kotiledon dan p2k1 untuk luas daun. Perlakuan khusus biji juga memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hari munculnya kotiedon, tinggi bibit, dan diameter batang, dengan hasil terbaik pada perlakuan p1. Sementara itu, perlakuan pemberian ekstrak bawang merah berpengaruh secara nyata pada parameter hari munculnya kotiledon, jumlah daun, luas daun, berat basah, dan berat kering, dengan hasil terbaik pada perlakuan k1. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa penghilangan kulit biji yang dibarengi dengan ekstrak bawang merah konsentrasi rendah dapat memperbaiki pertumbuhan bibit kakao.
Pengaruh Warna Pembungkus Buah Jambu Biji Kristal (Psidium guajava var. crystal) Terhadap Serangan Hama Lalat Buah (Diptera: Tephritidae) Ardian Cahyani, Baiq Lisa; Bambang Supeno; Hery Haryanto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v2i3.2650

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui warna pembungkus yang paling berpengaruh terhadap intensitas serangan hama lalat buah dan untuk mengetahui secara fisik warna pembungkus yang paling tepat sebagai pengendalian hama lalat buah. Penelitian ini menggunakan RAK (Rancangan Acak Kelompok) dengan 4 perlakuan, perlakuan tersebut adalah pembungkus warna merah, kuning, hitam, putih dan tanpa dibungkus sebagai kontrol. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan di lahan jambu kristal milik petani di Desa Lelede Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat. Berdasarkan hasil penelitian pembungkus plastik hitam mampu menekan persentase kerusakan buah jambu kristal akibat hama lalat buah hingga 0%, kemudian diikuti oleh pembungkus putih lebih baik dibandingkan dengan pembungkus warna kuning dan merah. Pembungkus warna hitam efektif untuk mencegah kerusakan akibat serangan hama lalat buah serta dari segi kualitas dan kuantitas buah akan lebih baik, tetapi menggunakan plastik hitam ini kurang efisien untuk petani. Lalat buah mulai menginfeksi buah disaat buah berumur 3 minggu setelah dibungkus atau 7 MSA (Minggu Setelah Anthesis) dengan diameter rata-rata 4,55 cm serta rata-rata kekerasan 3,31 mm/g/5s dan gejalanya mulai tampak pada saat buah berumur 4 minggu setelah dibungkus atau 8 MSA (Minggu Setelah Anthesis) dengan diameter rata-rata 5,63 cm serta rata-rata kekerasan 3.04mm/g/5s. Ditemukan 7 spesies lalat buah yang didapatkan berdasarkan hasil host rearing yaitu, Bactrocera pyrifoliae, Bactrocera opiliae, Bactrocera correcta, Bactrocera dorsalis, Bactrocera carambolae, Bactrocera kandiensis dan Bactrocera musae.
Jenis Lebah Trigona Yang Dibudidayakan Dan Hama Yang Menyerang Di Kabupaten Lombok Barat Sri Maryani; Hery Haryanto; M. Taufik Fauzi; Amrul Jihadi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v3i1.3559

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui spesies lebah trigona dan hama yang menyerang pada budidaya lebah trigona di Lombok Barat. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Juli sampai bulan September 2023 di Kabupaten Lombok Barat dan di Laboratorium Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian, Universitas Mataram. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif menggunakan teknik survey wawancara, pengamatan langsung dan koleksi spesimen. Data hasil pengamatan jenis hama dan karakter morfologi lebah trigona dideskripsikan dan ditampilkan dalam bentuk tabel dan gambar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 5 jenis spesies lebah trigona yang dibudidayakan di Kabupaten Lombok Barat yaitu Tetragonula laeviceps, Tetragonula biroi, Heterotrigona itama, Tetragonula clypearis, dan Tetragonula sapiens. Tetragonula biroi merupakan spesies yang mempunyai produktivitas tertinggi dalam menghasilkan madu. Sedangkan untuk hama, ditemukan 7 jenis hama yang menyerang koloni lebah trigona yaitu cicak (Gekkonidae), semut (Formicidae), ngengat (Sphingiidae), lalat (Musca domestica), laba-laba (Archnidae), tungau (Varca destructor), dan tawon (Vespidae).
Identifikasi Belalang Yang Berasosiasi Pada Beberapa Kultivar Tanaman Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) di Kabupaten Lombok Barat Gardena Aulia Rizkika Yasmin; Bambang Supeno; Hery Haryanto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v3i2.5282

Abstract

Ubi jalar (Ipomoea batatas L.) merupakan salah satu bahan pangan alternatif untuk diversifikasi pangan dalam rangka memperkuat ketahanan pangan Nasional. Namun, produksi ubi jalar cenderung menurun dari tahun ke tahun. Salah satu penyebabnya adalah serangan Organisme Pengganggu Tanaman, yaitu belalang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis belalang, keragaman, kelimpahan serta dominasi belalang yang berasosiasi ada beberapa kultivar tanaman ubi jalar di Kabupaten Lombok Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan teknik survei lapangan. Hasil identifikasi ditemukan belalang dengan dua Subordo, tiga Famili dan enam genus. Subordo terdiri dari Caelifera dan Ensifera. Subordo Caelifera ditemukan dua Famili yaitu Pyrgomorphidae dan Acrididae, sedangkan Subordo Ensifera ditemukan satu Famili yaitu Tettigonidae. Famili Pyrgomorphidae ditemukan satu genus yaitu Atrachtomorpha, Famili Acrididae ditemukan empat genus yaitu Aiolopus, Valanga, Phalaeoba, dan Genus Oxya, dan Famili Tettigonidae ditemukan satu genus yaitu Scudderia.Keragaman hama belalang pada semua kultivar ubi jalar menunjukkan indeks keragaman sedang. Kelimpahan hama belalang tertinggi pada semua kultivar ubi jalar berasal dari genus Atractomorpha, selanjutnya diikuti oleh genus Valanga, kemudian diikuti oleh genus Oxya. Genus Atractomorpha merupakan hama belalang yang mendominasi pada semua kultivar ubi jalar yang ada di Kabupaten Lombok Barat.
Uji Efektivitas Beberapa Sumber Amelioran terhadap Peningkatan Serapan NP dan Produktivitas Jagung Manis (Zea mays var. saccharata) di Tanah Pasiran Nur Atiqah Hamdi; Hery Haryanto; Wahyu Astiko
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i1.6228

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektivitas beberapa sumber amelioran terhadap peningkatan serapan NP tanaman dan produktivitas jagung manis (Zea mays var. saccharata) di tanah pasiran. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yang dilakukan di Moncok Karya, Kelurahan Pejeruk Karya, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, dan Laboratorium Mikrobiologi, Laboratorium Fisika dan Kimia Tanah Fakultas Pertanian Universitas Mataram dari bulan Februari sampai Juni 2024. Metode penelitian menggunakan metode eksperimental dengan rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 3 ulangan yang terdiri dari yaitu A0 (tanpa amelioran) AA (amelioran arang sekam padi), AK (amelioran kompos), AS (amelioran pupuk kandang sapi) dan AP (amelioran pupuk subur). Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas beberapa sumber amelioran dengan perlakuan pupuk kandang sapi memberikan nilai tertinggi pada masing-masing parameter pengamatan.
Evaluasi Penerapan Pengendalian Hama Terpadu Petani Padi (Oryza sativa) dalam Program P4 di Kabupaten Lombok Barat Dewi Pitriana; Hery Haryanto; Kisman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i1.6587

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan tindakan petani dalam mengendalikan organisme tanaman, serta mengetahui tingkat penerapan pengendalian hama terpadu tanaman padi di Kabupaten Lombok Barat. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif menggunakan wawancara dengan pengumpulan data dengan teknik wawancara dan kuesioner. Penelitian ini melibatkan 30 responden yang berasal dari 2 kelompok tani yang tersebar di Kecamatan Narmada dan Kediri. Data hasil wawancara menggunakan kuesioner diolah dengan menghitung persentase berdasarkan perbandingan antara frekuensi jawaban responden dan jumlah petani/responden, kemudian disusun dalam bentuk tabel.Untuk penilain interpetasi responden terhadap tingkat penerapan PHT digunakan teknik skoring yang diukur menggunakan skala likert (1-4). petani padi di kabupaten Lombok Barat meliputi budidaya tanaman sehat pada kategori sangat tinggi dengan nilai persentase 80%, pemanfaatan musuh alami pada kategori sedang dengan nilai persentase 35%, pengamatan berkala pada kategori sangat tinggi dengan nilai persentase 82%, dan petani ahli PHT dalam kategori sangat tinggi dengan nilai persentase 86% sesuai dengan kuesioner yang telah ditujukan kepada para koresponden.
Penerapan Penggunaan Agen Hayati Trichoderma dalam Program Pemberdayaan Petani Pemasyarakatan PHT pada Tanaman Padi di Kecamatan Pringgasela dan Pringgabaya Lombok Timur Baiq Nona Erdianti; Hery Haryanto; Kisman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i1.6617

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan program pemberdayaan petani dalam pemasyarakatan PHT (P4) dari pemerintah dapat berdampak positif terhadap pemahaman penggunaan agen hayati Trichoderma pada tanaman padi di Kecamatan Pringgasela dan Pringgabaya Lombok Timur dan untuk mendeskripsikan penggunaan agen hayati Trichoderma dapat mengendalikan hama penyakit pada tanaman padi di Kecamatan Pringgasela dan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif yang merupakan metode untuk menjelaskan suatu variabel, fenomena, gejala, atau keadaan secara sistematis, faktual, dan akurat (Hamdi et al., 2015). Penerapan agen hayati Trichoderma dalam program P4 memberikan dampak positif terhadap pemahaman penggunan agen hayati Trichoderma pada tanaman padi di Kecamatan Pringgasela dan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur, bahwa program P4 dari pemerintah tujuanya sangat baik dan berdampak positif terhadap peningkatan pengetahuan petani dalam menggunakan agen hayati Trichoderma dengan mendapatkan indeks skor 50,8% dalam kategori tinggi namun masih kurang terampil dalam pembuatan dan penerapan Trichoderma. Penggunaan agen hayati Trichoderma dalam mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman padi di kecamatan Pringgasela dan Pringgabaya Lombok Timur mendapatkan indeks skor 49,75% dalam kategori sedang dengan memberikan gambaran bahwa penggunaan agen hayati Trichoderma hanya mampu menekan perkembangan patogen dan memberikan kesehatan yang baik pada tanaman padi.
Pengaruh Konsentrasi Pestisida Nabati Daun Paitan (Tithonia diversifolia) terhadap Populasi dan Intensitas Serangan Hama Kumbang (Epilachna sp.) pada Tanaman Kentang (Solanum tuberosum L.) di Sembalun Selpia Paolina; M. Sarjan; Hery Haryanto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i2.7159

Abstract

Kentang (Solanum tuberosum L.) merupakan tanaman musiman termasuk salah satu komuditas hortikultura, Salah satu faktor kegagalan panen dalam budidaya kentang adalah keberadaan hama utama seperti hama kumbang (Epilachna sp.) petani umumnya mengandalkan pestisida kimia untuk pengendalian hama ini, tetapi penggunaan pestisida kimia yang berlebihan dalam budidaya kentang dapat memicu resistensi hama, pencemaran lingkungan, dan dampak negatif pada kesehatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pestisida nabati daun paitan (Tithonia diversifolia) terhadap serangan hama kumbang (Epilachna sp.) pada tanaman kentang (Solanum tuberosum L.) serta hasil produksinya di Sembalun. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 konsentrasi perlakuan P0 (0% : Tanpa perkuan), P1 (3% : 30 ml/1000 ml air ), P2 (4% : 40 ml/1000 ml air), P3 (5% : 50 ml/1000 ml air), P4 (6% : 60 ml/1000 ml air), dan P5 (7% : 70 ml/1000 ml air) dan empat ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ekstrak daun paitan terbukti efektif menekan populasi dan intensitas serangan hama kumbang Epilachna sp., Pestisida nabati ini bekerja melalui mekanisme racun kontak dan pernapasan. Penggunaan pestisida ini juga cendrung dapat meningkatkan hasil jumlah dan berat umbi. Dengan demikian, pestisida nabati daun paitan potensial sebagai alternatif ramah lingkungan dalam pengendalian hama kentang.