Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Berbagai Konsentrasi Pestisida Nabati Daun Paitan (Tithonia diversifolia) terhadap Pengendalian Hama Ulat Grayak (Spodoptera litura F.) pada Tanaman Edamame (Glycine max (L.) Merril) Yati; Muhammad Sarjan; Hery Haryanto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i2.7160

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh penggunaan beberapa konsentrasi ekstrak daun paitan (Tithonia diversifolia) terhadap hama ulat grayak (Spodoptera litura F.). Percobaan ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juli 2024 di Desa Sembalun, Kabupaten Lombok Timur. Parameter yang diamati adalah populasi hama, intensitas serangan, jumlah polong dan berat polong. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), yang terdiri dari 6 perlakuan dengan 4 ulangan yang terdiri dari P0 (Kontrol), P1 (Ekstrak Paitan 30 ml/1000 ml air), P2 (Ekstrak paitan 40 ml/1000 ml air), P3 (Ekstrak Paitan 50 ml/1000 ml air), P4 (Ekstrak Paitan 60 ml/1000 ml air), dan P5 (Ekstrak Paitan 70 ml/1000 ml air). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pestisida nabati (paitan) mampu menekan populasi dan intensitas serangan hama ulat grayak. Penggunaan konsentrasi ekstrak 30 ml/1000 ml air (P1) sudah mampu memberikan pengaruh yang berbeda dengan perlakuan control (P0). Ada kecenderungan semakin tinggi konsentrasi yang diberikan maka kemampuan dalam menekan perkembangan populasi maupun intensitas serangan hama semakin tinggi begitu juga sebaliknya.
Tingkat Kerusakan Hama Penggerek Batang (Omphisa anastomasalis) pada Enam Kultivar Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) Retno Muninggar; Bambang Supeno; Hery Haryanto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i2.7638

Abstract

Ubi jalar (Ipomoea batatas L.) merupakan tanaman yang memiliki potensi besar sebagai pangan fungsional karena kandungan gizinya yang lengkap, termasuk karbohidrat, vitamin, mineral, protein, lemak, betakaroten, antosianin, senyawa fenolik, dan serat. Di Indonesia, ubi jalar dikenal sebagai salah satu sumber karbohidrat alternatif yang berperan penting dalam sektor pangan, industri pakan ternak, serta sebagai bahan baku untuk berbagai keperluan. Tanaman ini dianggap memiliki potensi untuk menggantikan beras sebagai makanan pokok karena lebih efisien dalam menghasilkan energi, serta kaya akan vitamin dan mineral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Tingkat kerusakan hama penggerek batang (Omphisa anastomasalis) pada enam kultivar ubi jalar (Ipomoea batatas L.) Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari enam perlakuan kultivar ubi jalar (A). Keenam kultivar tersebut adalah Lato-lato (A1), Cilembu (A2), Tailan(A3), Kentang (A4), Ase (A5), Ungu (A6). Perlakuan-perlakuan tersebut diulang 4 kali sehingga diperoleh 24 unit perlakuan. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, tingkat kerusakan hama penggerek batang (Omphisa anastomasalis) tidak berbeda nyata pada enam perlakuan ubi jalar (Ipomoea batatas L.) tingkat kerusakan tergolong rendah hingga sedang. Intensitas kerusakan pada batang yaitu kultivar tailan 25,10%, cilembu 22,92%, ase 22,54%, ungu 22,14%, kentang 21,95%, lato-lato20,44%. Sedangkan intensitas kerusakan diameter batang yaitu semakin besar kerusakan diameter batang maka cendrung lebih disukai oleh hama tersebut.
Tingkat Serangan Hama Ulat Pelipat Daun (Brachmia convolvuli Wals.) dan Hasil Enam Kultivar Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) Alifia Fidri Misbahul Ummah; Hery Haryanto; Bambang Supeno
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i2.7668

Abstract

Ubi jalar (Ipomoea batatas L.) merupakan salah satu komoditas pangan potensial sebagai alternatif pengganti beras. Namun, produktivitas tanaman ini seringkali menurun akibat serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), salah satunya adalah hama ulat pelipat daun (Brachmia convolvuli Wals.). Hama ini menyerang bagian daun dengan cara melipat dan memakan jaringannya, sehingga menghambat proses fotosintesis dan berdampak pada penurunan hasil panen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat serangan ulat pelipat daun (Brachmia convolvuli Wals.) dan hasil enam kultivar ubi jalar (Ipomoea batatas L.). Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode eksperimental. Penelitian dirancang dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 6 perlakuan kultivar ubi jalar (K). Perlakuan tersebut adalah Kultivar Lato-lato (KA), Cilembu (KB), Tailand (KC), Kentang (KD), Ase (KE) dan Ungu (KF). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehingga diperoleh sebanyak 24 unit percobaan. Analisis data yang digunakan adalah Analisis of varience (ANOVA), Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) 5% dan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat serangan hama ulat pelipat daun menunjukkan tidak adanya perbedaan nyata. Tingkat serangan hama ulat pelipat daun tertinggi pada umur 63 HST di semua kultivar ubi jalar. Hubungan tingkat serangan dan hasil ubi jalar sangat rendah yaitu sebesar 13,67%.
Pengaruh Perlakuan Khusus Biji dan Pemberian Ekstrak Bawang Merah terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao Ririn Dwi Putri; l Komang Damar Jaya; Hery Haryanto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i2.7670

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan bibit kakao (Theobroma cacao L.) terhadap perlakuan khusus biji dan pemberian ekstrak bawang merah (Allium cepa var. aggregatum). Satu percobaan dilaksanakan mulai bulan Maret hingga April 2025 di Desa Kawo, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah perlakuan khusus pada biji dengan dua aras; kulit biji dihilangkan (p1) dan kulit biji tidak dihilangkan (p2). Faktor kedua adalah pemberian ekstrak bawang merah dengan beberapa konsentrasi, yaitu: 0% (k0), 25% (k1), 50% (k2), 75% (k3), dan 100% (k4). Semua perlakuan memiliki lima ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara perlakuan khusus biji dan perlakuan pemberian ekstrak bawang merah pada parameter hari munculnya kotiledon dan luas daun, dengan hasil terbaik pada perlakuan p1k1 untuk hari munculnya kotiledon dan p2k1 untuk luas daun. Perlakuan khusus biji juga memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hari munculnya kotiedon, tinggi bibit, dan diameter batang, dengan hasil terbaik pada perlakuan p1. Sementara itu, perlakuan pemberian ekstrak bawang merah berpengaruh secara nyata pada parameter hari munculnya kotiledon, jumlah daun, luas daun, berat basah, dan berat kering, dengan hasil terbaik pada perlakuan k1. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa penghilangan kulit biji yang dibarengi dengan ekstrak bawang merah konsentrasi rendah dapat memperbaiki pertumbuhan bibit kakao.
Pelatihan dan Pendampingan pemanfaatan lahan pekarangan dengan penanaman tanaman Hortikultura di Dusun Ngolang, Desa Kuta, Kabupaten Lombok Tengah Suprayanti Martia Dewi; Aluh Nikmatullah; Muhammad Sarjan; Hery Haryanto; Kisman; Amrul Jihadi
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v5i1.141

Abstract

Pelatihan dan dukungan budidaya sayuran bagi masyarakat desa penyangga KEK perlu dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Kegiatan pemanfatan lahan pekarangan dilaksanakan di Dusun Ngolang. Tanaman hortikultura ini diharapkan tidak hanya menjamin ketahanan pangan keluarga di masa depan, namun juga memberikan penghasilan tambahan bagi masyarakat setempat jika dirawat dan dikelola dengan baik. Kegiatan diawali dengan melakukan survey lokasi untuk menentukan potensi wilayah dan diskusi dengan penduduk dan local champion setempat. Selanjutnya dilakukan pelatihan dan pendampingan pemanfaatan pekarangan dalam pengembangan budidaya hortikultura melibatkan warga sasaran di Dusun Ngolang. Setelah semua kegiatan dilaksanakan maka dilakukan monitoring dan publikasi melalui jurnal. Universitas Mataram dan ITDC melakukan pelatihan dan pendampingan pengelolaan pekarangan dengan menanam sayuran. Pelatihan telah dilakukan pada tanggal 26 Oktober 2023. Progres budidaya pekarangan di Dusun Ngolang sudah mulai terlihat pada saat pendampingan yang dilakukan pada Bulan November dan Desember 2023. Warga memanfaatkan banyak sekali tidak hanya lahan pekarangan, namun juga lahan-lahan yang tidak termanfaatkan di sekitar rumah mereka.
Penyuluhan Budidaya Lebah Madu Trigona di Dusun Ngolang, Desa Kuta, Kabupaten Lombok Tengah Suprayanti Martia Dewi; Aluh Nikmatullah; Muhammad Sarjan; Hery Haryanto; Kisman; Amrul Jihadi
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v5i1.144

Abstract

Upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya di sekitar lingkungan terdampak alih fungsi lahan untuk pembangunan KEK Mandalika, dengan cara peningkatan keterampilan ibu-ibu melalui pelatihan mengenai pemanfaatan lahan dengan memanfaatkan lahan tersebut untuk peternakan lebah Trigona sp. Kegiatan produktif ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan ibu-ibu setempat dalam memisahkan dan memelihara koloni lebah Trigona sp. Sehingga diharapkan kedepannya, tidak hanya meningkatkan gizi keluarga dan melestarikan lingkungan tetapi juga mendatangkan penghasilan tambahan jika dipelihara dan dikelola dengan baik. Kegiatan diawali dengan melakukan peninjauan lokasi untuk menentukan potensi wilayah dan diskusi dengan penduduk dan tokoh masyarakat setempat. Selanjutnya dilakukan koordinasi terkait pelaksanaan pelatihan dan pendampingan. Di akhir kegiatan dilaksanakan monitoring dan evaluasi. Ibu-ibu sangat semangat belajar bagaimana memecah koloni lebah trigona dan memindahkannya ke rumah atau tempat baru. Progres budidaya lebah madu di Dusun Ngolang sudah mulai terlihat pada saat pendampingan yang dilakukan pada Bulan Desember 2023. Dari 3 buah setup madu dihasilkan sekitar 300 ml madu trigona.
Usaha Peningkatan Produktivitas Perkebunan Kakao Rakyat di Desa Salut Kecamatan Bayan Lombok Utara NTB I Ketut Ngawit; Ni Wayan Srisuliartini; Hery Haryanto; Andi Tri Lestari
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v6i2.213

Abstract

Solusi untuk mengatasi rendahnya produktivitas tanaman kakao di Desa Salut, Bayan, Lombok Utara, adalah perawatan kebun secara intensif, saninasi kebun, rutin melakukan pemangkasan tanaman, pengendalian organisme pengganggu tanaman secara terpadu, aplikasi pupuk organik dan peremajaan tanaman yang sudah tua. Namun ada masalah yang harus diatasi, yaitu kurangnya pengetahuan dan keterampilan petani mengelola perkebunan kakao secara intensif. Selain itu kemampuan kewirausahaan dan wawasan agribisnis petani juga masih kurang. Karena masalah tersebut, maka dilaksanakan program penyuluhan dan pendampingan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani mengelola tanaman kakao secara intensif. Pelaksanaan kegiatan penyuluhan berlangsung dengan tertib, aman dan lancar. Pengetahuan dan keterampilan petani untuk mengelola tanaman kakao secara intensif meningkat, terbukti dari tingkat partisipasi dan antusiasme petani yang semula rendah setelah mengikuti penyuluhan dapat ditingkatkan menjadi tinggi. Pengelolaan perkebunan kakao dengan aplikasi tindak agronomi secara intensif seperti sanitasi kebun, pemangkasan, pengendalian organisme pengganggu tanaman secara terpadu, aplikasi seresah in-situ tanaman dan pupuk organik 25 ton ha-1 memberikan total jumlah gelondong 25,27 buah pohon-1 bulan-1 dan total bobot biji kering coklat 2,77 kg pohon-1 bulan-1, signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan perkebunan kakao yang dirawat seadanya dan yang tidak dirawat sama sekali, dengan hasil bobot biji kering coklat 0,44 - 0,70 kg pohon-1 bulan-1.
Seed Bank Gulma dalam Tanah pada Lahan Pertanian yang Berbeda-beda di Lahan Kering Lalu Nara Andana; I Ketut Ngawit; Hery Haryanto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/647g0855

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi tanah sebagai bank biji gulma pada berbagai ragam lahan pertanian di wilayah lahan kering, serta mengevaluasi keanekaragaman, dominansi, kemerataan, dan kelimpahan spesies gulma. Penelitian dilakukan di rumah kaca Fakultas Pertanian Universitas Mataram menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan lima jenis tanah dari lahan perkebunan: jambu mete, perkebunan kelapa, tanah pekarangan, tanah tegalan, dan sawah tadah hujan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis lahan berpengaruh nyata terhadap jumlah spesies, populasi, serta waktu tumbuh awal gulma. Lahan sawah tadah hujan memiliki keanekaragaman spesies tertinggi dengan dominansi yang rendah dan kemerataan yang tinggi. Sebaliknya, lahan tegalan menunjukkan dominansi spesies yang tinggi dengan keanekaragaman dan kemerataan rendah. Informasi ini penting untuk menentukan strategi pengendalian gulma yang tepat sesuai karakteristik ekosistem gulma pada masing-masing lahan pertanian.
Pengembangan Model Repacking dan Digitalisasi Distribusi Produk Sembako untuk Produk Singapura Hery Haryanto; Octavianus
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 6 (2025): DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/mkdt0e10

Abstract

PKM ini bertemakan “Pengembangan Model Repacking dan Digitalisasi Distribusi Produk Sembako untuk Produk Singapura”. Proses perancangan luaran pada kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini di UMKM Toko Bagan dilakukan secara sistematis berdasarkan hasil pengumpulan data melalui wawancara dan observasi langsung di lokasi usaha. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di UMKM Toko Bagan, dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini berhasil mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Program PKM ini mampu memberikan solusi terhadap permasalahan pengemasan produk sembako melalui pengembangan model repacking yang lebih aman, rapi, dan praktis bagi pelanggan Singapura. Selain itu, penerapan digitalisasi distribusi produk melalui QR Code memberikan nilai tambah dalam penyampaian informasi produk serta meningkatkan kepercayaan pelanggan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahapan yang sistematis, mulai dari persiapan, perancangan, implementasi, hingga evaluasi. Mitra menunjukkan respons positif dan mampu memahami serta menerapkan luaran yang dihasilkan. Dengan demikian, kegiatan PKM ini memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan daya saing UMKM..
Respon Beberapa Genotipe Kacang Tanah yang Terinfeksi Sclerotium roflsii Sacc. pada Fase Vegetatif dan Generatif Sulfaida Pratami; A. Farid Hemon; Hery Haryanto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/vg2wh023

Abstract

Permintaan kacang tanah yang terus meningkat, perlu didukung oleh peningkatan produksi. Namun penyakit busuk pangkal batang akibat infeksi Sclerotium rolfsii menjadi faktor pembatas utama yang dapat menurunkan hasil secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau respon pertumbuhan dan hasil beberapa genotipe kacang tanah yang terinfeksi S. rolfsii pada fase vegetatif dan generatif. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei hingga September 2024 di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Pertanian Universitas Mataram dan Plastic House Desa Sigerongan, Lombok Barat. Pecobaan menggunakan rancangan split plot dalam Rancangan Acak Lengkap (RAK) dengan 10 genotipe kacang tanah (G1, G2, G3, G4, G5, G6, G7, G8, G9, dan G10) sebagai petak utama dan waktu inokulasi (vegetatif dan generatif) sebagai anak petak. Analisis data dilakukan menggunakan ANOVA dan dilanjutkan DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inokulasi pada fase vegetatif menghasilkan masa inkubasi yang lebih singkat (3,6 hari) dibandingkan fase generatif (5,6 hari), serta tingkat keparahan penyakit yang lebih tinggi (67-90% dibandingkan 50-73%). Berdasarkan kategori ketahanan, genotipe G3, G9, dan G10 tergolong agak rentan pada fase vegetatif dengan tingkat keparahan <70%, sedangkan Poncosari dan G10 menunjukkan kategori agak tahan dengan tingkat keparahan <60%. Produktivitas tertinggi, yaitu jumlah polong (5,1 polong) dan bobot polong (10,8 g), diperoleh pada inokulasi fase generatif. Biomassa tertinggi pada fase vegetatif ditunjukkan oleh G9, G10, G4, G1, dan G3, sedangkan pada fase generatif oleh G7, G8, G10, G4, G5, dan G1. Temuan ini menegaskan adanya perbedaan ketahanan antar genotipe serta pengaruh waktu inokulasi terhadap perkembangan penyakit, sehingga dapat menjadi dasar seleksi genotipe kacang tanah tahan S. rolfsii.