Penelitian ini mengkaji kewajiban belajar dan mengajar dalam Islam melalui perspektif Tafsir Tarbawi. Menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), penelitian ini menganalisis ayat-ayat pendidikan dalam Al-Qur'an, seperti QS. Al-'Alaq: 1-5, QS. Taha: 114, QS. At-Taubah: 122, QS. Ali Imran: 18, QS. Fatir: 28, dan QS. Al-Mujadalah: 11. Hasil studi menunjukkan bahwa kewajiban belajar dan mengajar bukan sekadar formalitas, melainkan perintah langsung dari Allah SWT kepada manusia sebagai Khalifah fil 'ard. Selain itu, Al-Qur'an memberikan kedudukan istimewa bagi ahli ilmu, di mana ilmu tidak hanya berfungsi untuk pengembangan intelektual, tetapi juga sebagai sarana pembentukan moral, spiritual, dan rasa takut kepada Allah SWT. Penelitian ini diharapkan dapat memotivasi semangat (ghirah) keilmuan serta menjadi referensi dalam pengembangan pendidikan berbasis nilai-nilai Islam.