Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Workshop Penyusunan Rencana Pembelajaran Matematika Berdiferensiasi untuk Guru Matematika SMP di Kabupaten Jeneponto Syahrullah Asyari; Muhammad Darwis M.; Agusalim Juhari; Sabri Sabri; Ikhbariaty Kautsar Qadry
Jurnal Hasil-Hasil Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): Volume 03 Nomor 02 (Oktober 2024)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jhp2m.v3i2.4651

Abstract

This community service activity aimed to enhance the skills of mathematics teachers in Jeneponto Regency in designing Differentiated Mathematics Lesson Plans. The workshop was conducted using the Direct Instruction Model and involved 22 teachers from various schools. Participants were provided with theoretical understanding and practical training on instructional strategies responsive to students' varying abilities. The evaluation results showed a significant improvement in the teachers' understanding and skills in designing differentiated lesson plans. However, challenges emerged due to the limited time available for in-depth material exploration. As a result, participants recommended extending the workshop duration and implementing follow-up support. The workshop successfully contributed to the professional development of the teachers, and it is expected that they will continue to apply these skills in their respective schools.
The Anxiety Levels and Mathematical Literacy of the Eighth Grade Indonesian Students on Quantity Content Asyari, Syahrullah; Nasrullah; Barakat Hussein, Hisham; Nuraeni
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 27 No 2 (2024): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2024v27n2i6

Abstract

Mathematical literacy is essential for students’ academic success and real-life problem-solving. However, math anxiety remains a significant barrier affecting students' performance, particularly in the “quantity” content of mathematical literacy. Despite extensive research, limited studies have explored how varying levels of math anxiety influence students’ mathematical literacy in specific content domains. This qualitative descriptive study investigates the impact of math anxiety on the mathematical literacy of the eighth-grade students in the “quantity” content. Using purposive sampling, six students from State Junior High School 26 Makassar were selected. The data collection involved a math anxiety questionnaire, a mathematical literacy test, and interview guidelines. The Miles, Huberman, and Saldana model was applied for data analysis. The findings indicate that math anxiety levels strongly influence students’ mathematical literacy. Students with low anxiety demonstrated strong conceptual understanding, effective problem-solving strategies, and accurate calculations. Those with moderate anxiety managed simpler tasks but struggled with complex problems, consistent with the Yerkes-Dodson law. The students experiencing high anxiety exhibited the poorest performance faced challenges in understanding instructions and applying appropriate strategies. The study highlights the necessity of addressing math anxiety through interactive teaching approaches and targeted support to enhance students’ mathematical literacy, suggesting practical interventions for educators. Abstrak: Literasi matematika sangat penting untuk keberhasilan akademik siswa dan pemecahan masalah dalam kehidupan nyata. Namun, kecemasan matematika tetap menjadi hambatan signifikan yang memengaruhi kinerja siswa, terutama dalam konten “kuantitas” literasi matematika. Meskipun penelitian yang luas telah dilakukan, hanya sedikit studi yang mengeksplorasi bagaimana tingkat kecemasan matematika yang berbeda memengaruhi literasi matematika siswa dalam domain konten tertentu. Studi deskriptif kualitatif ini menyelidiki dampak kecemasan matematika terhadap literasi matematika siswa kelas delapan dalam konten “kuantitas”. Melalui teknik purposive sampling, enam siswa dari SMP Negeri 26 Makassar dipilih sebagai responden. Pengumpulan data melibatkan kuesioner kecemasan matematika, tes literasi matematika, dan pedoman wawancara. Model Miles, Huberman, dan Saldana digunakan untuk analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecemasan matematika sangat memengaruhi literasi matematika siswa. Siswa dengan tingkat kecemasan rendah menunjukkan pemahaman konsep yang kuat, strategi pemecahan masalah yang efektif, dan perhitungan yang akurat. Siswa dengan tingkat kecemasan sedang mampu menangani tugas-tugas sederhana tetapi kesulitan dengan masalah yang lebih kompleks, sesuai dengan hukum Yerkes-Dodson. Siswa dengan tingkat kecemasan tinggi menunjukkan kinerja terburuk, menghadapi kesulitan dalam memahami instruksi dan menerapkan strategi yang sesuai. Studi ini menyoroti pentingnya mengatasi kecemasan matematika melalui pendekatan pengajaran interaktif dan dukungan yang ditargetkan untuk meningkatkan literasi matematika siswa, serta merekomendasikan intervensi praktis bagi para pendidik.
Praktik Mengecek Pemahaman Siswa dan Memberikan Umpan Balik kepada Mereka Saat Menentukan Volume Kubus dan Balok Asyari, Syahrullah; Darwis M., Muhammad; Qadry, Ikhbariaty Kautsar; Halim, St. Nur Humairah; Nursakiah, Nursakiah
Panrannuangku Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Teknologi dan Rekayasa, Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/panrannuangku2629

Abstract

Kegiatan ini didasari oleh adanya keinginan untuk berbagi ilmu dan pengalaman dengan guru di SDN No.111 Inpres Lassang 1 Takalar. Melalui praktik memberikan latihan terbimbing kepada siswa dalam menentukan volume kubus dan balok, penulis mendapatkan informasi tentang perkembangan dunia persekolahan. Guru pun mendapatkan informasi praktis memberikan latihan terbimbing kepada siswa. Hasil pelaksanaan kegiatan ini menunjukkan kepada kita bahwa praktik fase ketiga dalam model pengajaran langsung menuntut kesiapan pendidik, terutama pengetahuan konten dan pedagogis. Hal itu karena pendidik perlu, di antaranya, menguasai materi secara mendalam, mampu menyampaikannya dengan berbagai cara yang mudah dipahami oleh siswa, mampu mengelola kelas dengan baik, dan memastikan bahwa kebutuhan belajar setiap siswa terpenuhi. Dengan kata lain, kesiapan pendidik tidak hanya mencakup aspek akademis, tetapi juga keterampilan mengajar dan kemampuan berkomunikasi yang efektif. Hasil pelaksanaan juga menunjukkan bahwa siswa antusias dalam belajar menentukan volume kubus dan balok. Mereka lebih aktif terlibat dalam proses pembelajaran dan meningkatkan motivasi belajar mereka. Guru mitra memandang bahwa pengecekan pemahaman dan pemberian umpan balik yang terstruktur dan sistematis membantu siswa dalam memahami materi pelajaran dengan lebih baik dan memperbaiki kesalahan mereka secara langsung. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode pengecekan pemahaman siswa dan pemberian umpan balik selama latihan terbimbing oleh guru adalah strategi yang efektif dalam meningkatkan keterlibatan, motivasi, dan pencapaian akademik siswa. Hasil positif ini menjadi bukti bahwa praktik pengajaran yang baik dan dukungan yang tepat dapat membawa perubahan signifikan dalam proses pembelajaran.
PRAKTIK MODEL PENGAJARAN LANGSUNG PADA MATERI KUBUS DAN BALOK DI KELAS V SDN NO.111 INPRES LASSANG 1 TAKALAR Ikhbariaty Kautsar Qadry; Syahrullah Asyari; Muhammad Darwis M
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 3 No. 1 (2023): Januari-Maret 2023
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan ini didasari oleh adanya keinginan untuk berbagi ilmu dan pengalaman dengan guru di SDN No.111 Inpres Lassang 1 Takalar. Melalui kegiatan ini, penulis mendapatkan informasi tentang perkembangan dunia persekolahan. Sementara itu, guru-guru di sekolah ini mendapatkan ilmu dan pengalaman dari penulis, terutama tentang penerapan model pengajaran langsung pada materi kubus dan balok sesuai dengan teori. Praktik pembelajaran ini dilakukan di kelas V sekolah tersebut. Dalam hal ini, penulis berperan sebagai guru yang mengajarkan materi kubus dan balok sesuai dengan teori tentang model pengajaran langsung. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa guru-guru yang hadir di sekolah pada hari pelaksanaan kegiatan memberikan respons positif. Tak kalah pentingnya respons positif dari seluruh siswa kelas V sekolah ini. Mereka sangat antusias mengikuti pembelajaran. Mereka mengaku senang belajar matematika dengan cara seperti yang telah dilakukan di kelas, yaitu model pengajaran langsung.
PRAKTIK MENARIK PERHATIAN, MENGKLARIFIKASI TUJUAN PEMBELAJARAN, DAN MEMPERSIAPKAN SISWA UNTUK BELAJAR KUBUS DAN BALOK Ikhbariaty Kautsar Qadry; Syahrullah Asyari; Muhammad Darwis M.; Ahmad Syamsuadi; Randy Saputra Mahmud
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 3 No. 3 (2023): Juli-September 2023
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v3i3.532

Abstract

Kegiatan ini didasari oleh adanya keinginan untuk berbagi ilmu dan pengalaman dengan guru di SDN No.111 Inpres Lassang 1 Takalar. Melalui praktik menarik perhatian, mengklarifikasi tujuan pembelajaran, dan mempersiapkan siswa untuk belajar matematika, penulis mendapatkan informasi tentang perkembangan dunia persekolahan. Hasil pelaksanaan kegiatan ini menunjukkan kepada kita bahwa praktik fase pertama dalam model pengajaran langsung, maupun model lain dengan aktivitas serupa pada fase pertamanya, tidaklah sesimpel yang dibayangkan. Fase pertama ini tidak boleh asal-asalan. Semua aktivitas pada fase ini dan begitupun fase-fase berikutnya jelas menuntut guru agar menjalankannya by design atau terencana dengan desain aktivitas tertentu, bukan by chance atau kebetulan, apalagi asal-asalan. Hal itu karena semua aktivitas pada fase pertama tersebut memiliki maksud dan tujuan tertentu yang berperan penting sebagai penentu kesuksesan belajar siswa pada fase-fase berikutnya dalam suatu model pengajaran atau model pembelajaran.
Efektivitas Pendekatan Open-Ended dalam Pembelajaran Matematika di SMP: Studi Kasus di SMP Negeri 1 Galesong Utara Asyari, Syahrullah; Rahman, Abdul; Sabri, Sabri; Qadry, Ikhbariaty Kautsar; Hasrawani, Hasrawani
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 2 (2024): Menjembatani Matematika dan Pendidikan Matematika menuju Pemanfaatan Berkelanju
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/proximal.v7i2.4180

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pendekatan open-ended dalam pembelajaran matematika pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Galesong Utara dilihat dari hasil belajar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Galesong Utara, dengan satu kelas yang terdiri dari 31 siswa dipilih secara acak sebagai sampel. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar (pretest dan posttest). Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis deskriptif dan inferensial. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa: (1) rata-rata hasil belajar matematika siswa sebelum penerapan pendekatan open-ended adalah 34,81 dengan standar deviasi 6,32 (kategori sangat rendah); (2) rata-rata hasil belajar setelah penerapan adalah 76,32 dengan standar deviasi 14,74 (kategori sedang); (3) ketuntasan klasikal setelah penerapan mencapai 70,96%; dan (4) rata-rata gain ternormalisasi adalah 0,63 (kategori sedang). Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa: (1) rata-rata hasil belajar siswa setelah penerapan pendekatan open-ended lebih dari 68 (KKM); (2) rata-rata gain ternormalisasi lebih dari 0,3 (kategori sedang); dan (3) ketuntasan belajar secara klasikal setelah penerapan pendekatan open-ended kurang dari 80%. Berdasarkan hasil analisis deskriptif dan inferensial, dapat disimpulkan bahwa pendekatan open-ended efektif dalam meningkatkan hasil belajar matematika berdasarkan KKM dan gain ternormalisasi, namun tidak efektif jika dilihat dari ketuntasan klasikal.
GURU MATEMATIKA MEMAHAMI TRIPEL PYTHAGORAS: Suatu Tinjauan Sejarah Matematika dari Zaman Pythagoras, Plato, dan Euclid Kautsar Qadry, Ikhbariaty; Asyari, Syahrullah; Darwis M, Muhammad; Sidjara, Sahlan
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Patikala Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal PkM PATIKALA
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/patikala.v1i2.107

Abstract

Tripel Pythagoras adalah bagian dari konsep Teorema Pythagoras yang tak terpisahkan dari fondasi untuk menyelesaikan masalah praktis geometri. Pengetahuan dan pemahaman yang memadai yang dimiliki oleh seorang guru matematika tentang suatu konsep, seperti Tripel Pythagoras, juga berkontribusi bagi pengetahuan dan pemahaman siswa. Pengetahuan dan pemahaman yang memadai tersebut dapat dibentuk melalui pemahaman terhadap suatu konsep tertentu secara historis. Studi di beberapa negara maju maupun berkembang menunjukkan rendahnya pengetahuan guru matematika tentang sejarah matematika. Workshop Tripel Pythagoras adalah suatu langkah alternatif membekali guru matematika dengan pengetahuan dan pemahaman yang memadai tentang Tripel Pythagoras secara historis. Tiga aktivitas utama workshop ini adalah demonstrasi pengetahuan atau skill, pemberian praktik terbimbing, dan pemberian umpan balik. Hasil penilaian formatif dan evaluasi diri peserta menunjukkan bahwa peserta workshop secara individu telah memiliki pengetahuan dan pemahaman yang memadai tentang Tripel Pythagoras secara historis
Pengintegrasian Nilai Islam ke dalam Materi Pelajaran Matematika Asyari, Syahrullah; Ja'faruddin, Ja'faruddin; Mas'ud, Syamsuddin
SMART: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/smart.v2i2.38483

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Mitra kegiatan ini adalah sebanyak 14 orang anggota MGMP Matematika SMA di Kabupaten Pangkep. Tujuan kegiatan ini adalah menyelesaikan masalah mitra tentang cara mengintegrasikan nilai Islam ke dalam materi pelajaran matematika. Untuk itu, dalam pelaksanaan kegiatan ini, langkah-langkah dalam memberikan solusi masalah mitra mengadaptasi model pembelajaran langsung, di mana salah satu sintaksnya adalah mendemonstrasikan pengetahuan tentang model-model integrasi nilai Islam ke dalam materi pelajaran matematika secara benar, serta menyajikan proses integrasi nilai Islam dalam materi pelajaran matematika langkah demi langkah (step-by-step) secara benar. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa secara umum peserta puas terhadap semua elemen dalam pelaksanaan kegiatan, baik dipandang dari elemen materi yang disampaikan oleh kedua pemateri, maupun dari elemen kemampuan pemateri menyampaikan materinya. Namun demikian, ada kekurangpuasan oleh sebagian kecil peserta terhadap elemen sarana dan penyelenggaraan kegiatan ini, terutama mengenai durasi waktu pelaksanaan kegiatan yang relatif singkat.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Round Robin dengan Pendekatan Matematika Realistik Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Ayu Aqilah, Putri; Ihsan, Hisyam; Asyari, Syahrullah
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 4 (2025): Volume 8 Nomor 4 Tahun 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/proximal.v8i4.7092

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe round robin dengan pendekatan matematika realistik terhadap hasil belajar matematika siswa. Urgensi penelitian ini didasarkan pada rendahnya hasil belajar matematika siswa Indonesia yang ditunjukkan oleh studi internasional seperti PISA dan TIMSS, serta masih dominannya pembelajaran yang berpusat pada guru sehingga siswa kurang aktif dan kesulitan memahami konsep matematika secara mendalam. Penelitian ini merupakan penelitian pra-eksperimen dengan desain one group pretest-posttest design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas X SMAN 2 Bulukumba. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cluster random sampling menggunakan aplikasi spinner untuk mengundi kelas dari sembilan kelas yang ada, dan hasil undian menetapkan Kelas X-6 sebagai kelas eksperimen. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa dengan rata-rata posttest sebesar 84,81 (kategori tinggi) dan gain ternormalisasi sebesar 0,7 (kategori tinggi). Sementara itu, ketuntasan klasikal mencapai 96,29%, melebihi target kriteria ketuntasan minimal sebesar 75%. Uji hipotesis menggunakan one sample t-test dan proportion test mengonfirmasi bahwa hasil belajar mengalami peningkatan signifikan (Sig. < 0,05). Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif tipe round robin dengan pendekatan matematika realistik terbukti berpengaruh positif terhadap hasil belajar matematika siswa. Oleh karena itu, disarankan agar guru menerapkan model ini sebagai alternatif strategi pembelajaran matematika yang kontekstual, dan penelitian lanjutan dapat mengembangkan media atau modul berbasis model tersebut untuk materi lain.
Pelatihan Desain Pembelajaran Berbasis Penelitian Tindakan Kelas Minggi, Ilham; M, Muhammad Darwis; Asyari, Syahrullah; Qadry, Ikhbariaty Kautsar
SMART: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2022): April
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/smart.v2i1.33148

Abstract

Artikel ini bermaksud mengemukakan solusi atas masalah guru SD di Kec. Tinggi Moncong, Kab. Gowa terkait desain pembelajaran dan penelitian tindakan kelas (PTK). Realisasi metode yang ditawarkan atas masalah tersebut adalah pelatihan dengan mengadaptasi direct instruction model oleh Richard I. Arends. Aktivitas inti dalam pelatihan ini adalah penyajian konsep desain pembelajaran dan PTK, PTK sebagai basis desain pembelajaran, dan implementasi desain pembelajaran berbasis PTK, serta mendampingi peserta secara intensif untuk melakukan praktik desain pembelajaran berbasis PTK dan membuka ruang diskusi bagi peserta yang mengalami kesulitan. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman konseptual guru tentang desain pembelajaran berbasis PTK, serta meningkatkan kemampuan praksis guru dalam desain pembelajaran berbasis PTK. Oleh karena itu, direkomendasikan perlunya kegiatan serupa dengan cakupan peserta yang lebih luas yang berasal dari komponen guru-guru yang berasal dari Kabupaten/Kota lainnya. Dengan demikian, peserta akan mengalami recharging solusi alternatif terhadap masalah pembelajaran yang mereka hadapi di kelas.