Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Abdimas: Implementasi Wara' Tasawuf dalam Mediasi Konflik Antarwarga di Perdesaan Aina Noor Habibah; Moch. Bashori Alwi; Bayu Fermadi; Akhmad Ali Said; Yuni Pangestutiani; Misbachul Munir; Moh. Hasan Fauzi; M. Sirojudin Alfin Abas
Journal of Golden Generation Abdimas Vol. 1 No. 2 (2022): Maret 2022 : Journal of Golden Generation Abdimas
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgga.v1i2.431

Abstract

Konflik antarwarga di wilayah perdesaan seringkali dipicu oleh persoalan sepele seperti perebutan aset bersama (tanah, jalan, air), gosip, atau persaingan ekonomi, namun dapat berkepanjangan dan merusak kerukunan sosial. Pendekatan mediasi formal atau hukum sering dianggap kaku dan tidak menyentuh akar budaya dan nilai-nilai masyarakat. Pengabdian masyarakat (abdimas) ini bertujuan untuk mengimplementasikan nilai wara’ dalam tasawuf yang menekankan kehati-hatian, menghindari syubhat (hal meragukan), dan meninggalkan hal yang tidak bermanfaat sebagai paradigma dan etika baru dalam mediasi konflik perdesaan. Kegiatan dilaksanakan di Desa Sukamaju, Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang sedang mengalami konflik batas lahan antarrukun tetangga. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan tahapan: (1) Pemetaan konflik dan identifikasi aktor, (2) Pelatihan nilai wara’ bagi tokoh adat dan pemuda sebagai calon mediator, (3) Fasilitasi mediasi berbasis prinsip wara’ (menghindari prasangka, ghibah, dan adu domba), dan (4) Pendampingan pascamediasi. Hasil menunjukkan bahwa paradigma wara’ berhasil menciptakan ruang dialog yang lebih tenang dan objektif. Para pihak yang berkonflik menunjukkan kesediaan untuk wara’ dari klaim absolut dan memilih jalan keluar yang sederhana dan adil. Kesepakatan damai berhasil dicapai dan diformalkan dalam berita acara desa. Diskusi menggarisbawahi bahwa nilai wara’ efektif meredam ego, mengurangi eskalasi emosi, dan mengembalikan fokus pada kemaslahatan bersama. Disimpulkan bahwa internalisasi etika wara’ dapat menjadi soft skill kritis bagi mediator lokal dan model resolusi konflik yang berkelanjutan berbasis kearifan spiritual Nusantara.
Aplikasi Nilai Tafakkur Tasawuf dalam Program Deradikalisasi Pemuda Pedesaan Jawa Timur Akhmad Ali Said; Bayu Fermadi; Moch. Bashori Alwi; Misbachul Munir; Moh. Hasan Fauzi; Yuni Pangestutiani; Aina Noor Habibah; Siti Isti'anah
Journal of Golden Generation Abdimas Vol. 1 No. 3 (2023): Maret 2023 : Journal of Golden Generation Abdimas
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgga.v1i3.432

Abstract

Gerakan radikalisme yang menyasar generasi muda, termasuk di pedesaan Jawa Timur, membutuhkan pendekatan alternatif yang efektif dan sesuai dengan konteks sosio-kultural masyarakat. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan nilai-nilai tafakkur (kontemplasi mendalam) dalam tasawuf sebagai metode preventif dan kuratif dalam program deradikalisasi. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, workshop interaktif, pendampingan kelompok, dan pendirian komunitas “Remaja Tafakkur”. Lokasi kegiatan di Desa X, Kabupaten Y, Jawa Timur, dengan melibatkan 30 pemuda. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta tentang moderasi beragama, kemampuan introspeksi diri (muhasabah), serta penurunan ketertarikan terhadap narasi keagamaan yang eksklusif dan konfrontatif. Diskusi menggarisbawahi bahwa pendekatan spiritual-psikologis berbasis kearifan lokal (local wisdom) Islam Nusantara, seperti tasawuf, terbukti efektif membangun ketahanan mental dan spiritual pemuda terhadap paham radikal. Disimpulkan bahwa internalisasi nilai tafakkur tasawuf dapat menjadi model soft approach dalam deradikalisasi yang berkelanjutan di tingkat akar rumput.
Fun Learning Tasawuf: Model Pembelajaran Nilai-Nilai Akhlak Tasawuf untuk Anak Usia Dini melalui Pendekatan Multisensori Yuni Pangestutiani; Misbachul Munir; Akhmad Ali Said; Moch. Bashori Alwi; Bayu Fermadi; Moh. Hasan Fauzi; Aina Noor Habibah; Chafidz Kusnindar
Journal of Golden Generation Abdimas Vol. 1 No. 4 (2024): Maret 2024 : Journal of Golden Generation Abdimas
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgga.v1i4.433

Abstract

Penanaman nilai-nilai akhlak sejak dini merupakan fondasi utama pembentukan karakter anak. Nilai-nilai tasawuf seperti syukur, sabar, jujur, dan cinta kasih memiliki potensi besar untuk dikenalkan pada anak, namun sering dianggap abstrak dan sulit dipahami. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan model “Fun Learning Tasawuf” yang menggunakan pendekatan multisensori (visual, auditori, kinestetik, taktil) untuk menyampaikan nilai-nilai akhlak tasawuf kepada anak usia dini. Kegiatan dilaksanakan di PAUD Mawar, Kota Malang, dengan melibatkan 25 anak usia 4-6 tahun, 5 guru, dan 15 orang tua. Metode pelaksanaan berupa pelatihan guru, pembuatan media pembelajaran multisensori (seperti sensory box “Syukur”, puzzle “Sabar”, lagu “Ikhlas”), serta pembelajaran langsung berbasis bermain. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan antusiasme dan pemahaman anak terhadap konsep nilai-nilai tasawuf yang diajarkan. Anak-anak mampu mengidentifikasi dan mempraktikkan nilai-nilai tersebut dalam aktivitas sederhana. Diskusi menggarisbawahi bahwa pendekatan multisensori yang menyenangkan efektif menjembatani konsep spiritual yang abstrak menjadi pengalaman konkret bagi anak. Model ini juga meningkatkan kemampuan pedagogis guru dalam mengajarkan nilai-nilai moral. Disimpulkan bahwa “Fun Learning Tasawuf” merupakan model inovatif yang layak dikembangkan untuk pendidikan karakter anak usia dini berbasis kearifan spiritual Islam.