Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Persepsi Masyarakat Ganjaran  Terhadap Minat Belajar Santri di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Putri Gondanglegi Sofa Laila, Anis; Abdulloh
Darajat: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 8 No. 1 (2025): Darajat: Jurnal PAI
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dam Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah (IAI TABAH) Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/darajat.v8i1.3437

Abstract

Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Putri Ganjaran Gondanglegi Malang mengalami perkembangan signifikan dalam aspek pendidikan dan sarana prasarana seiring dengan kemajuan zaman. Namun, perubahan ini juga menimbulkan tantangan baru dalam minat belajar santri, terutama dalam bidang pendidikan agama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi masyarakat, khususnya tenaga pengajar, terhadap minat belajar santri di pesantren ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tenaga pengajar, alumni, serta wali santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modernisasi pesantren membawa dampak positif dalam peningkatan sarana pendidikan, tetapi juga menghadirkan tantangan dalam mempertahankan nilai-nilai keislaman tradisional. Beberapa tenaga pengajar mengungkapkan bahwa minat santri terhadap pendidikan agama mengalami penurunan, yang dipengaruhi oleh modernisasi, perubahan pola belajar, serta kurangnya keteladanan dari pengurus dan senior. Faktor lain yang berkontribusi adalah dualisme pendidikan antara sistem formal dan diniyah, serta pengaruh lingkungan sosial yang mengurangi semangat santri dalam belajar agama. Kesimpulan dari Penelitian ini menjelaskan bahwa Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Putri tetap menjadi lembaga pendidikan Islam yang dipercaya masyarakat, namun menghadapi tantangan dalam menjaga minat belajar dan akhlak santri. Faktor-faktor yang memengaruhi kondisi ini meliputi penurunan minat belajar pendidikan agama, kemerosotan akhlak santri, serta dampak modernisasi dalam pesantren. Oleh karena itu, diperlukan strategi untuk menyeimbangkan pendidikan formal dan diniyah, memperkuat karakter santri, serta meningkatkan peran tenaga pengajar dan pengurus dalam memberikan keteladanan. Dengan upaya kolektif dari semua pihak, diharapkan pesantren dapat terus menjadi pusat pendidikan Islam yang unggul dalam membentuk santri berkarakter dan berakhlak mulia
Integrating Behaviorist and Cognitive Approaches in Qur’anic Learning: A Theoretical and Comparative Literature Study Abdulloh; Thobroni, Ahmad Yusam; Ahdan, Achmad Alhady; Hidayatullah, Alif Akbar
Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 8 No. 1 (2025): Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir
Publisher : Jawa Timur: Prodi. Ilmu Al Quran dan Tafsir Fakultas Ushuluddin IAI Tarbiyatut Tholabah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/alfurqon.v8i1.3462

Abstract

Qur’anic learning holds a central role in Islamic education, aiming not only to instill religious values but also to shape the spiritual character of students. However, to achieve these objectives effectively, educators must adopt appropriate teaching approaches. This study explores the integration of behaviorist and cognitive approaches in Qur’anic learning through a theoretical and comparative literature review. Using relevant academic sources such as books, peer-reviewed journals, and scholarly articles, this research analyzes the characteristics, strengths, and limitations of both approaches. The findings reveal that the behaviorist approach emphasizes repetition, reinforcement, and habit formation, making it effective for memorization and recitation. Meanwhile, the cognitive approach promotes comprehension, reflection, and contextual understanding, which are crucial for meaningful engagement with the Qur’an. Integrating both approaches offers a more holistic model that balances technical mastery and deep understanding. The study concludes that such integration enhances the effectiveness of Qur’anic pedagogy by combining structured reinforcement with active intellectual engagement. This research contributes to the development of more comprehensive and adaptive Qur’anic teaching methods, encouraging educators to design instructional strategies that nurture both the memorization and internalization of Qur’anic values in daily life.
Peran Zakat dalam mengentaskan Kemiskinan Abdulloh; Akhyati, Najikha
Al-Maqrizi: Jurnal Ekonomi Syariah dan Studi Islam Vol. 2 No. 1 (2024): AL MAQRIZI: Jurnal Ekonomi Syariah dan Studi Islam
Publisher : ekonomi syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/amq.v2i1.41735

Abstract

Penelitian ini memberikan penjelasan tentang peran zakat dalam memerangi kemiskinan. Al-Quran membuat zakat sebagai kewajiban bagi umat Islam selain membuat mereka bertanggung jawab untuk membantu satu sama lain. Oleh karena itu, ada unsur moral, pendidikan, sosial, dan ekonomi dalam kewajiban zakat (Rozalindah, 2014: 248): metode penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menggunakan modal zakat menghasilkan hasil. Ada kemungkinan bahwa pendidikan kewajibanzakat berasal dari keinginan untuk memberi, berinfak, dan menyerahkan sebagian hartanya sebagai bukti kasih sayang terhadap sesama manusia. Zakat dapat bersifat sosial dalam bidang sosial. Para muzakki dan fakir miskin dapat memengaruhi hidup mereka dan memenuhi kewajiban mereka kepada Allah karena mereka telah membantu zakat dan sedekah yang diberikan oleh orang-orang yang mampu. Zakat juga memungkinkan orang-orang yang tidak mampu merasamenjadi bagian dari masyarakat, bukannya dipandang sebelah mata dan terbuang. Zakat dapat memiliki peran ekonomi dalam bidang ekonomi, seperti mewajibkan orang kaya untuk mendistribusikan kekayaan mereka kepada kelompok keluarga yang kurang mampu dan fakir miskin, dan mencegah penumpukan kekayaan di tangan beberapa orang. Zakat juga dapat berfungsi sebagai sumber dana yang potensial untuk mengakhiri kemiskinan. Zakat juga dapat berfungsi sebagai modal kerja bagi masyarakat miskin, memungkinkanmereka untuk membuka lapangan kerja.
Edukasi Bisnis Islami: Menanamkan Pemahaman Prinsip Halal dan Haram dalam Berwirausaha bagi Siswa SMK Al Hikmah Jakarta ahmad rifai; abdulloh
ABDIMAS Iqtishadia Vol. 3 No. 1 (2025): ABDIMAS Iqtishadia
Publisher : Prodi Ekonomi Syariah Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/iqtis.v3i1.51693

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai prinsip bisnis Islami, khususnya pemahaman konsep halal dan haram dalam berwirausaha, kepada siswa SMK Al Hikmah Jakarta. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, dan praktik simulasi bisnis syariah. Peserta diajak untuk memahami pentingnya menerapkan nilai-nilai syariah dalam praktik bisnis sehari-hari, termasuk aspek produk, transaksi, dan etika bisnis Islam. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta sebesar 85% mengenai prinsip halal dan haram dalam berwirausaha, serta antusiasme dalam mengembangkan usaha berbasis syariah. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi fondasi bagi siswa dalam membangun usaha yang sesuai dengan nilai-nilai Islam serta berkontribusi pada pengembangan ekonomi halal di Indonesia.
ANALISIS PERAN KEBIJAKAN PIMPINAN PERGURUAN TINGGI BERDASARKAN TEORI MANAJEMEN SESUAI STANDAR NASIONAL Wigiyantini, Meti; Asep Rahmat Kurnia; Nuryaningsih; Rohayanah; Winda Widiastuti; Abdulloh
Jurnal Development Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Development
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53978/jd.v13i1.575

Abstract

Kebijakan pimpinan di perguruan tinggi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap mutu kelembagaan, efektivitas pengelolaan, dan pencapaian standar nasional. Dalam konteks pendidikan tinggi di Indonesia, keterpaduan antara kebijakan pimpinan, teori manajemen, dan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti) menjadi faktor krusial yang menentukan arah dan kualitas institusi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur untuk mengkaji bagaimana kebijakan pimpinan dapat dirumuskan secara strategis, sistematis, dan berbasis regulasi. Literatur yang dianalisis mencakup teori manajemen pendidikan, dokumen regulatif pemerintah, serta temuan penelitian sebelumnya yang relevan. Temuan menunjukkan bahwa pimpinan yang memiliki kompetensi manajerial dan pemahaman mendalam terhadap SN-Dikti cenderung mampu merumuskan kebijakan yang berdampak positif pada sistem penjaminan mutu internal, kepuasan mahasiswa, pencapaian indikator akreditasi, serta kinerja dosen secara keseluruhan. Selain itu, implementasi teori manajemen dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kebijakan memungkinkan terciptanya tata kelola yang lebih adaptif dan berorientasi pada keberlanjutan. Kebijakan yang dirancang berdasarkan data empiris, prinsip manajerial, dan regulasi nasional terbukti lebih tahan terhadap perubahan eksternal serta mampu meningkatkan daya saing institusi. Kajian ini menegaskan pentingnya integrasi antara pendekatan teoritis dan kerangka regulatif dalam praktik kepemimpinan di perguruan tinggi. Oleh karena itu, penguatan kapasitas kepemimpinan berbasis teori dan regulasi menjadi strategi penting dalam menjawab tantangan pendidikan tinggi di era transformasi digital dan globalisasi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengambilan kebijakan, pengembangan kapasitas pimpinan, serta peningkatan kualitas tata kelola institusi pendidikan tinggi di Indonesia secara menyeluruh.
ZAKAT PRODUKTIF SEBAGAI INSTRUMEN PEMBANGUNAN EKONOMI SYARIAH Baharianto, Afif Fauzan; Pangestika, Adinda Dwi; Abdulloh
ASH-SHIDQU: JURNAL EKONOMI SYARIAH Vol 1 No 2 (2025): Ash-Shidqu: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52496/ashshidqu.v1i2.795

Abstract

Zakat produktif merupakan salah satu instrumen penting dalam pembangunan ekonomi syariah yang memiliki potensi untuk memberdayakan masyarakat, terutama di kalangan mustahik (penerima zakat). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran zakat produktif dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan mengurangi kemiskinan di masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus pada lembaga pengelola zakat di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zakat produktif tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga mendorong kreativitas dan kewirausahaan di kalangan penerima zakat. Dengan memanfaatkan zakat sebagai modal untuk usaha, mustahik dapat meningkatkan pendapatan mereka dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal. Penelitian ini merekomendasikan perlunya sinergi antara lembaga zakat dan pemerintah serta penguatan program pelatihan untuk mendukung penerima zakat dalam mengelola usaha mereka.
Enhancing Students' Listening Skills: Leveraging Digital Media Through Lampung Barat's Cultural Heritage Abdulloh; Surastina; Sudarmaji; Wiratno, Purna; Damiri, Adenan
IJLHE: International Journal of Language, Humanities, and Education Vol. 7 No. 2 (2024): IJLHE: International Journal of Language, Humanities, and Education
Publisher : Master Program in Indonesian Language Education and The Institute for Research and Community Service STKIP PGRI Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52217/ijlhe.v7i2.1735

Abstract

This research explores the impact of integrating digital media with local cultural elements to improve listening skills among students. The study distinguishes listening as an active process that requires engagement and comprehension, contrasting it with mere hearing. Employing a Classroom Action Research (CAR) methodology, the study involved planning, implementation, and reflection phases with 35 second-semester students at STKIP PGRI Bandar Lampung. Data collection methods included tests, interviews, and observations, with triangulation ensuring the validity of the findings. The results indicate a significant improvement in students' listening skills, evidenced by an increase in average listening comprehension scores from 71.75 to 80.65 over two research cycles. This improvement is attributed to the effective integration of visual digital media with cultural content from Lampung Barat. Despite initial challenges related to student focus and engagement, the study demonstrates that cultural understanding is crucial for effective listening and that modern technology can enhance this process. Success was evaluated based on student participation, comprehension, and achievement of Minimum Completion Criteria (MCC), with a notable number of students meeting these metrics in Cycle II. The research concludes that combining local cultural elements with digital technology enriches the learning experience, leading to substantial improvements in listening proficiency and overall student outcomes. This approach offers promising opportunities for curriculum development and pedagogical innovation, suggesting that such integration could be beneficial across various academic disciplines to create more engaging and relevant educational environments
TARBIYAH AN-NABAWIYAH PERSPEKTIF PROF. DR. SAYYID MUHAMMAD BIN ALAWI AL-MALIKI DALAM KONTEKS MODERASI BERAGAMA Muhammad Helmi; Abdulloh
Journal Multicultural of Islamic Education Vol 8 No 2 (2025)
Publisher : Pascasarjana PAI Multikultural Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/ims.v8i2.6424

Abstract

This article discusses the thoughts of Prof. Dr. Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki regarding Tarbiyah An-Nabawiyah in the context of religious moderation. This study adopts a library research approach, with data collection sourced from various relevant literature such as Mafahim Yajibu an-Tusohhah and collecting important information from previously collected sources. The next stage is data analysis. The results of the study show that religious moderation is an important contribution to grounding peaceful, just, and inclusive Islam. Through a cool da'wah approach, balanced education, and harmonious social relations. he showed that Islam can be a force that unites, not divides. In the midst of increasing extremism and intolerance, his teachings are very relevant to be used as a reference in building a moderate and harmonious religious life.
KHILAFAHISME, GLOBALISASI, DAN KRISIS KEBERAGAMAN: PENDIDIKAN ISLAM MULTIKULTURAL SEBAGAI SOLUSI KONTEKSTUAL Abdulloh; Mudhofar
Journal Multicultural of Islamic Education Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : Pascasarjana PAI Multikultural Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/ims.v7i2.6503

Abstract

Globalization not only expands cultural and intellectual connectivity but also brings the threat of value homogenization, which erodes local identities and religious pluralism. In Indonesia, one of the serious implications is the growing influence of khilafahism a transnational ideology that rejects democracy and cultural diversity. This ideology has gained traction through digital platforms and informal education and is increasingly accepted among the younger generation. This phenomenon indicates a crisis of diversity and a disorientation of social and religious identity. This article employs a descriptive qualitative approach through library research to analyze the relationship between globalization, the spread of khilafahism, and the crisis of diversity, while also exploring the potential of multicultural Islamic education as a contextual solution. Grounded in Islamic values and the framework of maqāṣid al-sharī‘ah, multicultural Islamic education is seen as capable of instilling tolerance, inclusivity, and respect for differences. Findings indicate that the implementation of this educational model in several Islamic institutions has proven effective in shaping students' character to be moderate and open to diversity.
Formulation And Activity Tests of Anti-Acne Toner 70% Ethanol Extract Black Garlic (Allium sativum L.) Setiawan, Abdul Aziz; Megawati, Sefi; Yuniarto, Ari; Abdulloh
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 1 (2025): January
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i1.10093

Abstract

Black Garlic (BG) is a fermented product of garlic heated at 60-70ᵒC for 14 days. Black garlic has a black color and has an aroma and taste that is not too pungent like garlic. In Black Garlic S-allylcysteine helps the absorption of allicin making metabolism against bacterial infections easier. The purpose of this study was to determine the physical evaluation and antibacterial activity of 70% ethanol extract Black Garlic (EEBG) as well as the optimum concentration of Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, and Propionibacterium acnes. The study used Single Black Garlic (Allium sativum L.) from Lumajang, East Java, fermented for 30 days at a temperature of 70°C and humidity of 90%. Single black garlic extract is formulated in 3 formulas, including formula 1 (0,5% extract), formula 2 (1% extract), formula 3 (1,5% extract), negatif control (base) and Wardah Acnederm Pure Refining Toner as a comparison. Toner were evaluated by organoleptic testing, pH, homogeneity, and antibacterial activity. The physical results of the toner preparation meet the physical quality requirements which include (organoleptic testing, pH, and homogeneity). The results of the antibacterial activity of toner preparations in formula 1 (0,5% extract), formula 2 (1% extract), formula 3 (1,5% extract), and Commercial toner for antibacterial. The conclusion of this study shows that EEBG has promising antibacterial effects and the evaluation of all instant granules has met the specified requirements.