Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Alih Teknologi Pola Makan yang Sehat Untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Penduduk di Bangkalan Madura Achmad, Anisyah
TRI DHARMA MANDIRI: Diseminasi dan Hilirisasi Riset kepada Masyarakat (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : JTRIDHARMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtridharma.2024.004.02.68

Abstract

Bangkalan terletak di pesisir pantai Pulau Madura dengan nelayan sebagai pekerjaan sebagian besar penduduknya. Hidup di pesisir pantai dengan udara cenderung panas dan hasil tangkapan ikan yang diasinkan dapat memengaruhi penurunan kualitas hidup karena faktor natrium. Hal ini dapat menurunkan kualitas tulang. Tujuan dilakukannya kegiatan ini untuk meningkatkan ilmu pengetahuan tentang pola makan yang sehat untuk meningkatkan kualitas hidup. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA). Pengumpulan data demografi, pola hidup, dan asupan natrium menggunakan kuesioner Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) dengan wawancara. Sementara itu, edukasi dilakukan menggunakan media power point, poster, dan leaflet. Relevansi nilai standar asupan natrium berdasarkan pada Permenkes tentang Angka Kecukupan Gizi tahun 2019. Berdasarkan hasil pengumpulan data diperoleh 13 orang laki-laki dan 29 orang perempuan sebagai partisipan. Persentase Indeks Massa Tubuh obesitas adalah 71,43%. Partisipan tidak merokok sebanyak 85,71% dan sudah menopause 75,86%. Persentase terbesar asupan natrium di bawah standar Permenkes adalah 9,52% (46–55 tahun) sedangkan persentase terbesar di atas nilai standar adalah 16,67% (56–65 tahun). Hasil asupan makanan dengan kandungan natrium adalah tergolong tinggi sedangkan kandungan kalsium dan vitamin D adalah tergolong rendah. Hasil kuesioner kualitas hidup EQ5D5L dengan dimensi nyeri (ketidaknyamanan) memberikan hasil bahwa 50% penduduk merasakan nyeri. Kesimpulan kegiatan adalah edukasi pola makan yang sehat untuk peningkatan kualitas hidup sangat dibutuhkan terutama untuk mengurangi asupan natrium serta meningkatkan asupan kalsium dan vitamin D dalam rangka mempertahankan kekuatan tulang.
Upaya Peningkatan Pengetahuan dan Sikap dalam Pemanfaatan Limbah Cangkang Kerang menjadi Produk Tepung Kaya Kalsium: Efforts to Improve Knowledge and Attitudes in Utilizing Shellfish Waste into Calcium-Rich Flour Products Achmad, Anisyah; Nurdiani, Rahmi; Danimayostu, Adeltrudis Adelsa; Harti, Leny Budhi; Dini, Martina; Irsani, Intaha; Asyiqin, Melfin Fakhrul; Maulana, Sulung Rival Isom; Putra, Juanda Riztama
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2025): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v10i1.8308

Abstract

Pejagan Village in Bangkalan Regency, East Java, has a population of around 6,500 people with the majority working in the agriculture and fisheries sectors, supported by the Mutiara Laut Cooperative which provides economic services. The village community has local natural potential such as korkor clams and scallops. So far, clam meat has been sold to restaurants outside Madura to improve the family economy, but the shells often become waste due to a lack of processing knowledge. Shell waste is scattered on the side of residents' houses or the side of village roads and gives an unpleasant aroma to the surrounding community. This community service activity was carried out to educate residents about the benefits of shell waste in calcium-rich flour using counseling methods, leaflets, questions and answers, and evaluation using questionnaires. Respondents who are residents around the Mutiara Laut Cooperative are women, most of whom are wives of local fishermen, invited to be given increased knowledge and changes in attitudes toward the use of shell waste.
Workshop dan Edukasi Pemanfaatan Herbal sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Keluarga pada Anggota PKK: Workshop and Education on Herbal Utilization to Enhance Family Health for PKK Members Ebtavanny, Tamara Gusti; Hariadini, Ayuk Lawuningtyas; Firdaus, Favian Rafif; Achmad, Anisyah; Amalia, Thia; Nabilah, Varna Amalia; Fauzan, Evan; Azis, Umar Abdul; Wibowo, Andriani Abigail
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v10i4.8709

Abstract

The Family Welfare Empowerment (PKK) is a community group dedicated to fostering family and societal well-being, with health being one of its key focus areas. PKK members are pivotal in enhancing family immunity, particularly during heightened risk from bacterial, viral, and other infections. The community's preference for traditional medicine, which has been empirically proven to be safe and effective, such as *Andrographis paniculata* (sambiloto) and *Curcuma longa L.* (turmeric), serves as a viable solution for boosting family immunity. This program aimed to provide education and workshops to 50 PKK members in Kendalpayak Village through education sessions, pre-and post-tests, a herbal drink preparation workshop, and follow-up consultations. The education covered topics on the immune system, the definition and application of traditional medicine, and the rational use of herbal remedies. The program results revealed a significant improvement in participants' knowledge, with average pre-test scores of 81.71 rising to 93.90 in post-tests, reflecting a 12.19% increase. Furthermore, the proportion of participants with "Good" knowledge levels rose from 75.61% to 92.68%. The workshop successfully trained participants in practical herbal preparation by demonstrating the production of three types of immune-boosting herbal drinks, supported by educational materials that had obtained intellectual property rights. Participant satisfaction with the program was notably high, averaging 96.06%. These results demonstrate the program's tangible benefits in enhancing community knowledge and skills, potentially supporting family health and well-being in the future.
Edukasi Pencegahan dan Skrining Osteoporosis Melalui Strategi Peer Coaching Kader Kesehatan Posyandu Lansia Achmad, Anisyah; Winarsih, Sri; Huwae, Thomas Erwin C.J
TRI DHARMA MANDIRI: Dissemination and Downstreaming of Research to the Community (Journal of Community Engagement) Vol 3 No 2 (2023)
Publisher : SMONAGENES Research Center, Univeritas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtridharma.2023.003.02.93

Abstract

Osteoporosis adalah kerapuhan tulang yang disebabkan oleh penurunan kandungan matriks tulang karena rendahnya asupan kalsium dan vitamin D. Osteoporosis disebabkan oleh multifaktorial seperti jenis kelamin, umur, Indeks Massa Tubuh (IMT), menopause, nutrisi, dan olahraga. Kondisi osteoporosis dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan deteksi dini kejadian osteoporosis serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa binaan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya yaitu Desa Kendalpayak Kabupaten Malang. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan konseling secara tatap muka menggunakan kuesioner, leaflet, dan poster. Skrining osteoporosis diukur menggunakan Quantitative Ultrasound Bone Densitometry (QUS). Hasil yang didapatkan yaitu sebanyak 94 orang perempuan dan 19 orang laki-laki. Usia 40-45 tahun sebanyak 12 orang, 46-60 tahun sebanyak 43 orang, dan sebanyak 54 orang berusia > 60 tahun. Kategori IMT kurang, normal, berlebih, dan obesitas berturut-turut adalah 4,4%; 45,1%; 30,1%; 20,4%. Status menopause ≤ 10 tahun sebanyak 21 orang, 10-20 tahun sebanyak 28 orang, sedangkan sebanyak 45 orang belum menopause. Hasil pendataan pola olahraga dari ringan, sedang, dan berat secara berturut-turut adalah 68,1%; 27,4%; 4,4%. Berdasarkan pemeriksaan QUS untuk kekuatan tulang menunjukkan hasil normal sebanyak 32 orang, osteopenia sebanyak 47 orang, dan osteoporosis sebanyak 7 orang. Selisih pengukuran kualitas hidup sebelum dan setelah edukasi menggunakan kuesioner EQ-5D menunjukkan terdapat peningkatan pada dimensi mobility (11,5%), self-care (0,8%), dan anxiety/depression (9,9%). Namun, terjadi penurunan pada dimensi usual activities (1,1%) dan pain/discomfort (1,09%). Kesimpulan kegiatan ini adalah edukasi dengan strategi peer coaching kader kesehatan posyandu lansia dapat meningkatkan kualitas hidup dalam aktivitas sehari-hari masyarakat Desa Kendalpayak Kabupaten Malang.
Upaya Peningkatan Pelayanan Posyandu Lansia Melalui Edukasi dan Pelatihan Senam Osteoporosis Achmad, Anisyah; Huwae, Thomas Erwin C. J.; Yunita, Ema Pristi; Harti, Leny Budi
TRI DHARMA MANDIRI: Dissemination and Downstreaming of Research to the Community (Journal of Community Engagement) Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : SMONAGENES Research Center, Univeritas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtridharma.2022.002.01.52

Abstract

Osteoporosis adalah ketidakmampuan tubuh dalam mengatur kandungan mineral tulang yang disebabkan oleh penurunan absorpsi kalsium dan vitamin D. Hal ini dapat menyebabkan tulang mudah patah sehingga menurunkan kualitas hidup. Tujuan diadakannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan membentuk pola hidup sehat melalui senam osteoporosis pada kader posyandu lansia dan masyarakat lansia Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang tentang osteoporosis. Metode kegiatan dilakukan secara penyuluhan dan pelatihan senam osteoporosis langsung oleh instruktur di Balai Desa Sumbersekar. Peserta diberikan kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan terkait osteoporosis (pre- dan post-test) serta kuesioner untuk menilai sikap senam osteoporosis. Hasil yang didapatkan yaitu peserta terbanyak adalah perempuan dengan umur 51-55 tahun sebanyak 9 orang (kelompok kader) dan 61-65 tahun sebanyak 10 orang (kelompok lansia). Hasil rata-rata nilai pre-post test tingkat pengetahuan kader dan lansia berturut-turut sebagai berikut 34,48; 59,31; 18,97; dan 25,19 sedangkan kuesioner sikap senam osteoporosis untuk kader dan lansia adalah baik sekali. Kesimpulannya adalah edukasi sangat dibutuhkan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat sasaran. Sementara itu, pelatihan senam osteoporosis dapat dijadikan sebagai wadah upaya preventif dan promotif osteoporosis.
Alih Teknologi Pola Makan yang Sehat Untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Penduduk di Bangkalan Madura Achmad, Anisyah
TRI DHARMA MANDIRI: Dissemination and Downstreaming of Research to the Community (Journal of Community Engagement) Vol 4 No 2 (2024)
Publisher : SMONAGENES Research Center, Univeritas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtridharma.2024.004.02.68

Abstract

Bangkalan terletak di pesisir pantai Pulau Madura dengan nelayan sebagai pekerjaan sebagian besar penduduknya. Hidup di pesisir pantai dengan udara cenderung panas dan hasil tangkapan ikan yang diasinkan dapat memengaruhi penurunan kualitas hidup karena faktor natrium. Hal ini dapat menurunkan kualitas tulang. Tujuan dilakukannya kegiatan ini untuk meningkatkan ilmu pengetahuan tentang pola makan yang sehat untuk meningkatkan kualitas hidup. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA). Pengumpulan data demografi, pola hidup, dan asupan natrium menggunakan kuesioner Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) dengan wawancara. Sementara itu, edukasi dilakukan menggunakan media power point, poster, dan leaflet. Relevansi nilai standar asupan natrium berdasarkan pada Permenkes tentang Angka Kecukupan Gizi tahun 2019. Berdasarkan hasil pengumpulan data diperoleh 13 orang laki-laki dan 29 orang perempuan sebagai partisipan. Persentase Indeks Massa Tubuh obesitas adalah 71,43%. Partisipan tidak merokok sebanyak 85,71% dan sudah menopause 75,86%. Persentase terbesar asupan natrium di bawah standar Permenkes adalah 9,52% (46-55 tahun) sedangkan persentase terbesar di atas nilai standar adalah 16,67% (56-65 tahun). Hasil asupan makanan dengan kandungan natrium adalah tergolong tinggi sedangkan kandungan kalsium dan vitamin D adalah tergolong rendah. Hasil kuesioner kualitas hidup EQ5D5L dengan dimensi nyeri (ketidaknyamanan) memberikan hasil bahwa 50% penduduk merasakan nyeri. Kesimpulan kegiatan adalah edukasi pola makan yang sehat untuk peningkatan kualitas hidup sangat dibutuhkan terutama untuk mengurangi asupan natrium serta meningkatkan asupan kalsium dan vitamin D dalam rangka mempertahankan kekuatan tulang.
Perancangan User Experience Aplikasi Self Education Program Osteoarthritis and Osteoporosis menggunakan Metode Design Thinking Sambuaga, Rinaldy Stivan; Tolle, Herman; Al Huda, Fais; Achmad, Anisyah
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 9 No 11 (2025): November 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurangnya informasi dan edukasi mengenai perawatan kesehatan tulang dan sendi menjadi permasalahan serius, terutama bagi masyarakat dewasa dan lansia. Banyak pengguna yang masih bergantung pada metode tradisional seperti pijat atau obat tanpa resep, serta cenderung malas menjalani program perawatan jangka panjang maupun pemeriksaan rutin ke fasilitas kesehatan. Untuk mengatasi hal ini, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya mengembangkan aplikasi mobile bernama Self Education Program Osteoarthritis and Osteoporosis (SEPO2). Aplikasi ini dirancang menggunakan metode Design Thinking dan dilengkapi fitur demografi serta edukasi kesehatan untuk meningkatkan pemahaman pengguna dalam merawat sendi dan tulang. Evaluasi hasil perancangan menunjukkan tingkat efektivitas 88%, dengan efisiensi waktu sebesar 96% berdasarkan total waktu tugas 1574 detik dari 1624 detik keseluruhan. Uji kuesioner System Usability Scale (SUS) terhadap lima responden menghasilkan skor total 487,5, setara dengan nilai rata-rata 97,5%, yang menunjukkan tingkat kegunaan sangat baik. Dengan demikian, SEPO2 berpotensi besar sebagai solusi digital yang efektif dan mudah diakses untuk meningkatkan kesadaran, edukasi, dan kepatuhan masyarakat dalam menjaga kesehatan tulang dan persendian secara mandiri dan berkelanjutan.
Telaah Faktor Risiko dan Pemeriksaan Osteoartritis terhadap Kualitas Hidup Masyarakat Desa Kendalpayak Malang: Study of Risk Factors and Examination of Osteoarthritis on the Quality of Life of Kendalpayak Village Malang Winarsih, Sri; Achmad, Anisyah; Huwae, Thomas Erwin Christian Junus; Hariyanti, Tita; Septiana, Celsy Citra; Palastri, Aisha Rifda; Purwati, Ajeng Budi; Frista, Ardaleni; Rahmani, Nuraida Fara
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 6 (2024): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v9i6.6676

Abstract

Osteoarthritis is a degenerative disease characterized by loss of synovial fluid and articular cartilage in the joints, causing pain and difficulty moving which harms people's quality of life. This community service activity aims to examine the risk factors and results of osteoarthritis examinations on the quality of life of the community. The activity was carried out by collecting data on risk factors and quality of life of the community from 10 elderly integrated health service centers in Kendalpayak. Osteoarthritis examination is carried out based on a clinical examination by a Bone Specialist at Saiful Anwar Hospital. The results obtained were 94 women and 19 men, aged 40-45 years 12 people, 46-60 years 43 people, and 54 people aged >60 years. The Body Mass Index categories of underweight, normal, overweight, and obesity were 4.4%; 45.1%; 30.1%; and 20.4%, respectively. Menopause status ≤10 and >10 years were 22.3% and 29.9%. The data collection on light, moderate, and heavy exercise patterns were 68.2%; 27.4%; 4.4%. The physical activity data collected from light, moderate, and heavy respectively were as follows: 39%; 52.2%; 8.8%. There were 5.3% who had a history of bone trauma. Based on clinical examination, 7.2% were positive for osteoarthritis. Measuring quality of life using the EQ-5D questionnaire in osteoarthritis sufferers shows the severity of the dimensions Mobility (56.1%), Self-Care (24.2%), Usual Activities (41.5%), Pain/Discomfort (92.7%), and Anxiety/Depression (61%). In conclusion, risk factors that influence the quality of life of osteoarthritis sufferers in Kendalpayak Village, Malang include being elderly, female, and menopausal.