Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Pendidikan Bahasa

Wujud Kesantunan Imperatif dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas XI PSIA.1 SMAN 1 Kubu Karangasem. Adi Susrawan, I Nyoman
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Adi Susrawan, I Nyoman. 2012. Wujud Kesantunan Imperatif dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas XI PSIA.1 SMAN 1 Kubu Karangasem.   Pembimbing I                          : Prof. Dr. I Nengah Suandi, M.Hum. Pembimbing II                        : Prof. Dr. I Made Sutama, M.Pd.   Kata Kunci: kesantunan, imperatif, pragmatik.   Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan (1) wujud pragmatik imperatif, (2) wujud kesantunan linguistik, dan (3) wujud kesantunan pragmatik imperatif yang dinyatakan guru dan siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Data dalam penelitian ini adalah tuturan guru dan siswa sejauh di dalamnya terkandung maksud atau makna pragmatik imperatif. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian ini adalah metode observasi, wawancara, dan rekaman. Metode observasi digunakan untuk mengumpulkan data-data tentang (1) wujud pragmatik imperatif, (2) wujud kesantunan linguistik, dan (3) wujud kesantunan pragmatik imperatif yang dinyatakan guru dan siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia, sedangkan metode wawancara dan metode rekam digunakan sebagai penunjang dalam pengumpulan data. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis dengan menggunakan analisis kontekstual. Berdasarkan analisis tersebut,  diperoleh hasil penelitian sebagai berikut. (1) Ditemukan sembilan wujud pragmatik imperatif yang dinyatakan guru dan siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Kesembilan wujud pragmatik imperatif yang dinyatakan guru dan siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia adalah sebagai berikut. (a) tuturan yang mengandung makna pragmatik imperatif perintah, (b) permintaan, (c) desakan, (d)  bujukan, (e) persilaan, (f) larangan, (g) ngelulu, (h) harapan, dan (i) mengomando/aba-aba (2) Wujud kesantunan linguistik dapat diidentifikasi melalui tiga hal, yaitu (a) panjang pendek tuturan, (b) urutan tuturan, dan (c) ungkapan-ungkapan penanda kesantunan sebagai penentu kesantunan linguistik. Ungkapan yang dipandang sebagai pemerkah kesantunan imperatif yang dinyatakan guru dan siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia di antaranya adalah tolong, coba, ayo, harap, silakan, dan biar. (3) Wujud kesantunan pragmatik imperatif dalam pembelajaran bahasa Indonesia diwujudkan dengan dua macam wujud tuturan, yakni (a) tuturan deklaratif dan (b) tuturan interogatif. Pemanfaatan kedua tuturan tersebut selain berfungsi sebagai bentuk kesantunan dalam bertutur juga berfungsi sebagai modifikasi tuturan untuk menjalin hubungan yang harmonis, menciptakan suasana pembelajaran yang dinamis, variatif, dan demokratis. Sesuai dengan hasil penelitian tersebut, disarankan hal-hal sebagai berikut. Bagi dunia pendidikan, hasil penelitian ini dapat memberi masukan untuk merencanakan dan menciptakan suasana pendidikan dan pengajaran yang kondusif di sekolah. Bagi masyarakat, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai penopang lancarnya komunikasi dan interaksi lintas budaya. Bagi peneliti berikutnya, dalam rangka replikasi, jangkauan penelitian ini dapat diperluas.  
Wujud Kesantunan Imperatif dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas XI PSIA.1 SMAN 1 Kubu Karangasem. Adi Susrawan, I Nyoman
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.457 KB)

Abstract

ABSTRAK Adi Susrawan, I Nyoman. 2012. Wujud Kesantunan Imperatif dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas XI PSIA.1 SMAN 1 Kubu Karangasem.   Pembimbing I                          : Prof. Dr. I Nengah Suandi, M.Hum. Pembimbing II                        : Prof. Dr. I Made Sutama, M.Pd.   Kata Kunci: kesantunan, imperatif, pragmatik.   Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan (1) wujud pragmatik imperatif, (2) wujud kesantunan linguistik, dan (3) wujud kesantunan pragmatik imperatif yang dinyatakan guru dan siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Data dalam penelitian ini adalah tuturan guru dan siswa sejauh di dalamnya terkandung maksud atau makna pragmatik imperatif. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian ini adalah metode observasi, wawancara, dan rekaman. Metode observasi digunakan untuk mengumpulkan data-data tentang (1) wujud pragmatik imperatif, (2) wujud kesantunan linguistik, dan (3) wujud kesantunan pragmatik imperatif yang dinyatakan guru dan siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia, sedangkan metode wawancara dan metode rekam digunakan sebagai penunjang dalam pengumpulan data. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis dengan menggunakan analisis kontekstual. Berdasarkan analisis tersebut,  diperoleh hasil penelitian sebagai berikut. (1) Ditemukan sembilan wujud pragmatik imperatif yang dinyatakan guru dan siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Kesembilan wujud pragmatik imperatif yang dinyatakan guru dan siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia adalah sebagai berikut. (a) tuturan yang mengandung makna pragmatik imperatif perintah, (b) permintaan, (c) desakan, (d)  bujukan, (e) persilaan, (f) larangan, (g) ngelulu, (h) harapan, dan (i) mengomando/aba-aba (2) Wujud kesantunan linguistik dapat diidentifikasi melalui tiga hal, yaitu (a) panjang pendek tuturan, (b) urutan tuturan, dan (c) ungkapan-ungkapan penanda kesantunan sebagai penentu kesantunan linguistik. Ungkapan yang dipandang sebagai pemerkah kesantunan imperatif yang dinyatakan guru dan siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia di antaranya adalah tolong, coba, ayo, harap, silakan, dan biar. (3) Wujud kesantunan pragmatik imperatif dalam pembelajaran bahasa Indonesia diwujudkan dengan dua macam wujud tuturan, yakni (a) tuturan deklaratif dan (b) tuturan interogatif. Pemanfaatan kedua tuturan tersebut selain berfungsi sebagai bentuk kesantunan dalam bertutur juga berfungsi sebagai modifikasi tuturan untuk menjalin hubungan yang harmonis, menciptakan suasana pembelajaran yang dinamis, variatif, dan demokratis. Sesuai dengan hasil penelitian tersebut, disarankan hal-hal sebagai berikut. Bagi dunia pendidikan, hasil penelitian ini dapat memberi masukan untuk merencanakan dan menciptakan suasana pendidikan dan pengajaran yang kondusif di sekolah. Bagi masyarakat, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai penopang lancarnya komunikasi dan interaksi lintas budaya. Bagi peneliti berikutnya, dalam rangka replikasi, jangkauan penelitian ini dapat diperluas.  
Co-Authors AA. Rai Laksmi Adhiguna, I Made Pradipta Adnyana, Pande Putu Bawa Albertus Yoram Diri Ana Rohaidatul Aisi Ananda Aura Sifa Ari, Luh Putu Gita Sahalia Bagus Nyoman Mantra, Ida Budiningsih, Desak Nyoman Dewa Ayu Wulan Widyantari Dewa Gede Bambang Erawan Dewa Gede Bambang Erawan Dewa Gede Bambang Erawan Dewa Gede Bambang Erawan Dewa Gede Bambang Erawan Dewa Gede Bambang Erawan Dewi Shintiyah Dwi Handayani, Nengah Fitri Ayu Ambarawati Huriah Raidah S I Gusti Agung Made Agung Dwipayana I Gusti Ayu Putu Tuti Indrawati I Gusti Ayu Putu Tuti Indrawati I Ketut Suada I Ketut Wardana I Komang Widana Putra I Komang Widana Putra I Komang Widana Putra I Made Pradipta Adhiguna I Made Sutajaya I Nengah Astawa I Nengah Astawa I Nengah Astawa I Nengah Resmana Putra I Nyoman Suparsa I Nyoman Suwandi I Putu Mas Dewantara I Wayan Artika I Wayan Eka Artajaya I Wayan Suja I.G.A. Lokita Purnamika Utami Ida Ayu Made Sri Widiastuti Ida Ayu Made Wedasuwari Ida Ayu Nyoman Yuliastuti Ida Bagus Ari Arjaya Ida Bagus Nyoman Mantra Ida Bagus Nyoman Mantra IGA. Putu Tuti Indrawati IGAP Tuti Indrawati Indrawati, IGAP Tuti Kadek Rahayu Puspadewi Karinda, Yuliana Olgadesti Kurniawati, Ni Kadek Laksmi, Ni Nyoman Ayu Tri M.Pd Prof. Dr. I Nyoman Sudiana . Malini, Ni Wayan Diah Mariana Helga Eka Septiana Muhammad Zahid Adana Ni Luh Anita Purnama Yanti Ni Luh Eka Purnami Pinatih Ni Luh Sukanadi Ni Luh Sukanadi Ni Luh Sukanadi Ni Luh Sukanadi Ni Luh Sukanadi Ni Made Dwi Sintia Wulandari Ni Made Dwi Sintia Wulandari Ni Made Wersi Murtini Ni Made Widaswari Ni Nyoman Ayu Tri Laksmi Ni Putu Mega Arta Widiantari Ni Wayan Eminda Sari Ni Wayan Putu Dewi Dyantari Paulina Juita Doni Pinatih, Ni Luh Eka Purnami Raidah S, Huriah Ratna Dwi Anjani Putri Rita Widiya Sari Rodearthani Br Girsang Santhi Duwi Juni Sukmawati Sari, Rita Widiya Semuel, Hilda Suandi, Nengah Suciari, Ni Komang Dina Suwandi, I Nyoman Tri Laksmi, Ni Nyoman Ayu Utama, I Komang Asmara Virgantika, I Gusti Ayu Putri Wiliyarse, Widi Yundari, Yundari