Claim Missing Document
Check
Articles

Profil Pemahaman Mahasiswa Pendidikan Matematika FKIP UPP Tentang Konsep Dasar Persamaan Diferensial Biasa Lusi Eka Afri
Jurnal Absis: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal Absis
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1623.504 KB) | DOI: 10.30606/absis.v1i1.15

Abstract

Persamaan diferensial biasa adalah subjek utama bagi mahasiswa untuk berpikir dalam bentuk implementasi matematika melalui kontekstual untuk memecahkan fenomena dalam masalah kehidupan nyata. Dalam proses belajar persamaan diferensial biasa sulit bagi sebagian mahasiswa. Hal ini disebabkan oleh persamaan diferensial biasa yang melibatkan derivatif, fungsi, dan konsep integral. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Hal ini bertujuan untuk menggambarkan pemahaman siswa pada konsep dasar persamaan diferensial biasa. Subjek penelitian ini adalah 21 siswa semester V pendidikan matematika Universitas Pasir Pengaraian. Data dikumpulkan melalui tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan terhadap pemahaman konsep dasar persamaan diferensial biasa siswa adalah rendah sebesar 51,19%. Sebagian besar mahasiswa memiliki pemahaman yang rendah dalam hal konsep derivatif dan integral terutama pada fungsi logaritma alami, trigonometri, dan kelalaian faktor akurasi dalam menyelesaikan persamaan diferensial.
Pemodelan Regresi Hurdle Negative Binomial Tersensor Pada Kasus Penyakit Difteri Lusi Eka Afri; Arcat
Jurnal Absis: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Absis
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (988.206 KB) | DOI: 10.30606/absis.v2i1.220

Abstract

The censored Hurdle Negative Binomial regression model is a method which can be used for response variables of count data with excess zero values. This model is an alternative solution to overcome over dispersion in Poisson regression due to many zero-value observations. This model uses a two-part approach, the first part is modeling the response variable which a zero value and the second part is modeling the response variable with a non-negative integer value. The type of censored used in this research is the right censored. This research will applied on the theory and empirical studies on the censored Hurdle Negative Binomial regression model. the results of the theory estimation of the parameters of the censored Hurdle Negative Binomial regression model using the maximum likelihood method are obtained implicit nonlinear equations, so the estimation of the model parameters using Newton Rapshon method. Censored Hurdle Negative Binomial regression model of diphtheria cases in Riau Province with the variables of basic immunization coverage, coverage of toddler health services and coverage of health facilities affect the number of diphtheria cases.
Peningkatan Kemampuan Komunikasi Matematis Melalui Penerapan Model Pembelajaran Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) Pada Siswa Kelas VIII MTs Bahrul Ulum Nurin Rahmawati; Lusi Eka Afri; Marfi Ario
Jurnal Absis: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika Vol. 2 No. 2 (2020): Jurnal Absis
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/absis.v2i2.454

Abstract

This study aims to see whether or not there is an increase in mathematical communication skills by applying the Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) learning model in class VIII students of MTs Bahrul Ulum. This research is a Quasi-Experimental study with the design of the randomized pretest-posttest control group design. The population in this study were all students of class VIII MTs Bahrul Ulum. The sample was taken by simple random sampling so that two classes were selected as the sample, namely class VIII C as the experimental class and class VIII D as the control class. The research instrument was a test item mathematical communication description. The data from the communication test results that have been obtained are then analyzed to test the hypothesis. Because the data were not normally distributed, then the hypothesis was tested using the Mann Whitney test. The calculation results showed that Zcount > Ztable, namely 3.226 > 1.96 for a = 0.05, then H0 was rejected. So it can be concluded that there is an increase in mathematical communication skills through the application of the Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) learning model in class VIII students of MTs Bahrul Ulum in the 2019/ 2020 academic year.
Pengembangan Lembar Kerja Siswa Matematika Berbasis Penemuan Terbimbing Untuk Siswa Kelas VII Sekolah Menengah Pertama Pada Materi Segiempat Veta Fitriani; Lusi Eka Afri
Jurnal Absis: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika Vol. 3 No. 1 (2020): Jurnal Absis
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/absis.v3i1.494

Abstract

This study aims to produce valid guided discovery-based math worksheets on rectangular material. This type of research is development research. This research consists of three stages of development, definition, design, and development. This study's subjects were class VII students of SMP Negeri 3 Rambah Hilir in the second semester of the 2019/ 2020 school year. The instrument used in this study was a validation questionnaire sheet. Discovery-based worksheets guide the results of this study. Based on the validity test of the guided discovery-based student worksheet carried out on three validators with several revisions and improvements, the average score of the guided discovery-based student worksheet validation was 3.73 with a very valid category. So it can be concluded that guided discovery-based worksheets are very valid.
IMPLEMENTASI PROGRAM ADIWIYATA SEBAGAI STIMULUS SEKOLAH BERBASIS LINGKUNGAN SMA NEGERI 2 RAMBAH HILIR Rindi Genesa Hatika; Lusi Eka Afri; Welven Aida; Pariang Sonang Siregar
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol. 3, No. 2: Desember 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.838 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v0i0.1123

Abstract

Abstrak: Program Adiwiyata memberikan dampak yang baik dalam mewujudkan masyarakat peduli lingkungan.SMA Negeri 2 Rambah Hilir merupakan sekolah yang telah mencoba menerapkan program Adiwiyata di tingkat kabupaten, namun masih belum dapat diakui di tingkat provinsi dan nasional. Oleh karena itu, SMA Negeri 2 Rambah Hilir dipilih sebagai mitra agar dapat dilakukan stimulus sekolah berbasis lingkungan. Solusi yang ditawarkan kepada mitra  yaitu SMA N 2 Rambah Hilir dalam mengatasi permasalahannya yaitu: (1) Melaksanakan program Adiwiyata sesuai dengan komponen-komponen Adiwiyata yaitu kebijakan berwawasan lingkungan, pelaksanaan kurikulum berbasis lingkungan, kegiatan lingkungan berbasis partisipatif dan pengelolaan sarana pendukung ramah lingkungan; (2) Memberikan pembinaan mengenai program Adiwiyata secara rutin kepada sekolah sehingga  dapat secara mandiri menjadi sekolah Adiwiyata; (3) Pendampingan mitra dan pembinaan menuju sekolah Adiwiyata. Tim juga mendatangkan ahli lingkungan dari badan lingkungan hidup guna melakukan pembinaan tambahan sehingga mitra yaitu SMA N 2 Rambah Hilir dapat menyelesaikan masalah yang mereka hadapi; (4) Perancangan program unggulan Adiwiyata tambahan seperti Pelestarian TOGA, dan pembangunan Green House. Kegiatan implementasi Sekolah Adiwiyata ini, dapat menstimulasi SMA N 2 Rambah Hilir dalam semangat mengembangkan sekolah berbasis lingkungan sebesar 80 %. keberhasilan program ini terlihat dari antusiasnya mitra dalam mengembangkan sekolah Adiwiyata, pembangungan green house, pelestarian TOGA, Slogan lingkungan serta pemberian bibit dan tong sampah.Kata Kunci: Adiwiyata; Sekolah Berbasis Lingkungan Abstract:  The Adiwiyata Program has a good impact in realizing the community to care for the environment. SMA N 2 Rambah Hilir is a school that has tried to implement the Adiwiyata program at the district level, but it still cannot be recognized at the provincial and national levels. Therefore, SMA Negeri 2 Rambah Hilir was chosen as a partner in order to stimulate an environment-based school. The solutions offered to PKMS partners are SMA N 2 Rambah Hilir in overcoming their problems, namely: (1) Implementing Adiwiyata programs in accordance with Adiwiyata components, namely environmentally sound policies, implementation of environment-based curriculum, environmentally-based participatory activities and management of environmentally friendly supporting facilities; (2) Providing guidance on the Adiwiyata program routinely to schools so that they can independently become an Adiwiyata school; (3) Partner assistance and guidance to Adiwiyata School. The PKMS team also brought in environmental experts from the environmental agency to carry out additional coaching so that partners namely SMA N 2 Rambah Hilir could solve the problems they faced; (4) Designing additional superior Adiwiyata programs such as TOGA preservation and Green House development. The implementation of this Adiwiyata activity can stimulate SMA N 2 Rambah Hilir in the spirit of developing an environment-based school by 80%. The success of this program can be seen from the enthusiasm of partners in developing Adiwiyata schools, the construction of greenhouses, preservation of TOGA, environmental slogans and the provision of seeds and trash cans. Keywords: Adiwiyata; School-Based on Environment
PENGEMBANGAN LEMBAR AKTIVITAS SISWA (LAS) MATEMATIKA BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI SEGIEMPAT DAN SEGITIGA UNTUK SISWA SMP/MTs KELAS VII Muslimatun Nikmah; Riska Novia Sari; Lusi Eka Afri; Arcat Arcat
Jurnal Edu Research Vol. 10 No. 1 (2021): Jurnal Edu Research
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.746 KB) | DOI: 10.30606/jer.v10i1.981

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Lembar Aktivitas Siswa (LAS) berbasis problem based learning pada materi segiempat dan segitiga untuk SMP/MTs kelas VII. Selain itu, penelitian ini juga dilakukan untuk mengetahui kualitas kelayakan LAS yang dihasilkan berdasarkan aspek kevalidan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Produk yang dikembangkan berupa 6 LAS matematika pada materi segiempat dan segitiga untuk SMP/MTs kelas VII dengan pendekatan pembelajaran problem based learning. Penelitian pengembangan ini dirancang dengan mengikuti tahap-tahap model pengembangan 4D, yaitu tahap define, design, develop, dan disseminate. Akan tetapi uji coba pengembangan dan tahap disseminate tidak dilakukan karena terkendala waktu. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar penilaian LAS untuk dosen ahli dan guru matematika pada aspek kevalidan. Hasil penelitian menunjukkan kualitas produk yang dihasilkan berdasarkan aspek kevalidan LAS memenuhi kriteria sangat valid dengan rata-rata total penilaian oleh validator adalah 4,43. Sehingga produk yang dihasilkan layak untuk diuji cobakan dan digunakan.
Pengaruh Penggunaan Lembar Aktivitas Siswa Berbasis Metode Penemuan Terbimbing terhadap Peningkatan Kemampuan Representasi Matematis Siswa Annajmi Annajmi; Lusi Eka Afri
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1764.343 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v8i1.410

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh penggunaan Lembar Aktivitas Siswa (LAS) berbasis metode penemuan terbimbing terhadap kemampuan representasi matematis siswa SMP. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan Pretest Posttest Control Group Design. Penelitian ini dilakukan di SMPN 3 Rambah pada siswa kelas VII. Data yang dikumpulkan adalah data peningkatan kemampuan representasi matematis siswa. Instrumen yang digunakan adalah soal essay yang disusun berdasarkan indikator kemampuan representasi matematis. Hasil analisis data menggunakan uji Mann Whitney diperoleh nilai Zhitung yaitu 2,13 dan nilai Ztabel yaitu 1,96. Hal ini berarti Zhitung > Ztabel dengan demikian sesuai kriteria penguhian hipotesis, Ho ditolak. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan penggunaan LAS berbasis metode penemuan terbimbing terhadap peningkatan kemampuan representasi matematis siswa SMP. The Effect of Use of Student Activity Sheets Based on Guided Discovery Method on Increasing Students Mathematical Representation Ability AbstractThis study aims to determine whether or not the influence of the use of Student Activity Sheet (SAS) based on guided discovery methods on the mathematical representation ability of junior high school students. This research was a quasi-experimental study with Pretest Posttest Control Group Design. This research was conducted at SMPN 3 Rambah in class VII students. The data collected was data on improving students mathematical representation abilities. The instrument used was an essay test which was arranged based on indicators of mathematical representation ability. The results of data analysis using the Mann Whitney test obtained a calculated value of 2.13 and a Ztable value of 1.96. This means that Zhitung> Ztable is thus according to the criteria of hypothesis testing, Ho was rejected. Therefore, it can be concluded that there is a significant effect of the use of SAS based guided discovery method on improving the mathematical representation ability of junior high school students.
KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS PESERTA DIDIK KELAS VIII SMP MUHAMMADIYAH RAMBAH Annajmi .; Lusi Eka Afri
Jurnal Education and Development Vol 9 No 1 (2021): Vol.9.No.1.2021
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.855 KB) | DOI: 10.37081/ed.v9i1.2251

Abstract

Pembelajaran matematika memiliki objek bersifat abstrak, untuk memahami ide-ide matematika tersebut, maka peserta didik memerlukan kemampuan untuk merepresentasi ide tersebut agar lebih konkret dan mudah dipahami. Peserta didik memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam merepresentasikan suatu masalah matematis. Perbedaan kemampuan tersebut berdampak pada perbedaan kemampuan peserta didik dalam merepresentasikan suatu masalah matematis untuk memahami suatu konsep matematika. Kemampuan representasi matematis merupakan kemampuan yang menjadi dasar bagi peserta didik dalam menyelesaikan permasalahan matematis. Berkenaan dengan hal itu, penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, bertujuan untuk mendeskripsikan profil kemampuan representasi matematis peserta didik dalam menyelesaikan permasalahan matematis. Populasi penelitian ini adalah peserta didik Kelas VIII SMP Muhammadiyah Rambah tahun pelajaran 2019/2020. Pengumpulan data dilakukan melalui pemberian tes kemampuan representasi matematis berupa soal uraian yang sesuai dengan indikator kemampuan representasi matematis. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa rata-rata skor kemampuan representasi matematis siswa adalah 10,31 dari skor maksimal ideal adalah 28. Hal ini menunjukkan kemampuan representasi siswa masih tergolong rendah atau daya serap siswa hanya 36,82%. Rata-rata skor untuk masing-masing indikator representasi matematis yang diukur yaitu kemampuan siswa membuat gambar untuk memperjelas masalah dan memfasilitasi penyelesaiannya adalah 1,86, Kemampuan siswa menyelesaikan masalah dengan melibatkan ekspresi matematik adalah 1,50 dan kemampuan siswa menuliskan interpretasi dari suatu representasi adalah 1,04.
Pembelajaran Matematika di Masa Pandemi COVID-19 Nurrahmawati Nurrahmawati; Lusi Eka Afri; Marfi Ario; Ratri Isharyadi; Arcat Arcat; Annajmi Annajmi; Riska Novia Sari; Hera Deswita
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6 No 1 (2022): Volume 6 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v6i1.1292

Abstract

Salah satu sektor yang terdampak pandemi Covid-19 adalah pendidikan. Pembelajaran yang biasa dilakukan dengan tatap muka, tidak dapat dilakukan lagi untuk menghambat penyebaran virus covid-19. Selama kurang lebih satu tahun, guru melaksanakan pembelajaran secara daring, sehingga guru memiliki tantangan maupun hambatan serta strategi tersendiri terhadap pelaksanaan pembelajaran daring itu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran matematika yang dilaksanakan guru selama masa pandemi covid-19. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan instrument penelitian kuisioner online dengan bantuan google form. Kuisioner terdiri atas pertanyaan terbuka dan tertutup yang memuat aspek strategi pembelajaran yang dilakukan guru, tantangan atau hambatan, serta keuntungan yang diperoleh dari implementasi pembelajaran daring. Hasilnya menunjukkan bahwa strategi pembelajaran yang dilakukan guru selama pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19 yaitu guru langsung mengajar siswa dengan menggunakan Google Meet ataupun Zoom, guru mengirimkan video pembelajaran kepada siswa baik yang direkam sendiri maupun video pembelajaran dari platform yang sudah ada, kemudian guru memberikan penugasan melalui platform online. Platform yang paling banyak digunakan guru dalam pembelajaran daring adalah whatshapp (90,5%), google clasroom (66,7%), youtube (28,6%), Zoom (23,8%), Google Meet (23,8%), telegram (14,3%), facebook (4,8%) dan instagram (4,8%). Tantangan atau hambatan yang dihadapi guru selama pembelajaran online, yaitu guru sulit beradaptasi dalam pelaksanaan pembelajaran online. Selanjutnya hambatan yang paling banyak dialami siswa adalah signal yang kurang baik, kurangnya motivasi dan kemandirian siswa dalam belajar. Sedangkan keuntungan yang diperoleh guru dalam pelaksanaan daring yaitu bertambahnya pengetahuan guru tentang teknologi dan efisiensi tempat dan waktu.
Perbandingan Regresi Binomial Negatif dan Regresi Conway-Maxwell-Poisson dalam Mengatasi Overdispersi pada Regresi Poisson Lusi Eka Afri
Jurnal Gantang Vol 2 No 1 (2017): Matematika dalam Perspektif Kehidupan dan Pemanfaatannya dalam Pembelajaran yang
Publisher : Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.326 KB) | DOI: 10.31629/jg.v2i1.66

Abstract

Regresi Binomial Negatif dan regresi Conway-Maxwell-Poisson merupakan solusi untuk mengatasi overdispersi pada regresi Poisson. Kedua model tersebut merupakan perluasan dari model regresi Poisson. Menurut Hinde dan Demetrio (2007), terdapat beberapa kemungkinan terjadi overdispersi pada regresi Poisson yaitu keragaman hasil pengamatan keragaman individu sebagai komponen yang tidak dijelaskan oleh model, korelasi antar respon individu, terjadinya pengelompokan dalam populasi dan peubah teramati yang dihilangkan. Akibatnya dapat menyebabkan pendugaan galat baku yang terlalu rendah dan akan menghasilkan pendugaan parameter yang bias ke bawah (underestimate). Penelitian ini bertujuan untuk membandingan model Regresi Binomial Negatif dan model regresi Conway-Maxwell-Poisson (COM-Poisson) dalam mengatasi overdispersi pada data distribusi Poisson berdasarkan statistik uji devians. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari dua sumber data yaitu data simulasi dan data kasus terapan. Data simulasi yang digunakan diperoleh dengan membangkitkan data berdistribusi Poisson yang mengandung overdispersi dengan menggunakan bahasa pemrograman R berdasarkan karakteristik data berupa µ, peluang munculnya nilai nol (p) serta ukuran sampel (n). Data dibangkitkan berguna untuk mendapatkan estimasi koefisien parameter pada regresi binomial negatif dan COM-Poisson. Kata Kunci: overdispersi, regresi binomial negatif, regresi Conway-Maxwell-Poisson Negative binomial regression and Conway-Maxwell-Poisson regression could be used to overcome over dispersion on Poisson regression. Both models are the extension of Poisson regression model. According to Hinde and Demetrio (2007), there will be some over dispersion on Poisson regression: observed variance in individual variance cannot be described by a model, correlation among individual response, and the population group and the observed variables are eliminated. Consequently, this can lead to low standard error estimation and to downward bias parameter estimation (underestimate). This study aims to compare the Negative Binomial Regression model and Conway-Maxwell-Poisson (COM- Poisson) regression model to overcome over dispersion of Poisson distribution data based on deviance test statistics. The data used in this study are simulation data and applied case data. The simulation data were obtained by generating the Poisson distribution data containing over dispersion using the R programming language based on data characteristic such as ?, the probability (p) of zero value and the sample size (n). The generated data is used to get the estimated parameter coefficient of the negative binomial regression and COM-Poisson. Keywords: overdispersion, negative binomial regression and Conway-Maxwell-Poisson regression