Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

KETAHANAN PANGAN DAN PENINGKATAN PENDAPATAN PETANI MELALUI TUMPANG SARI KANGKUNG DAN KELOR DI KELURAHAN BONTORAMBA KECAMATAN SOMBAOPU KABUPATEN GOWA Ardiansyah, Muh.; Halil, Abdul; Syarif, Asriyanti; Anwar, Andi Rahayu
AgriMu Vol. 3 No. 1 (2023): AgriMu Januari 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/agm.v3i1.9402

Abstract

AbstractThe water Spinach and morinaga intercropping system is an agricultural  product in the context of increasing farmer income and efforts to fulfill family food. The research was conducted in the Bontoramba sub-district, Sombaopu District, Gowa Regency by sampling in a saturated sample with a total of 36 farmers doing intercropping farming of moringa and kale. The sampled farmers were given questions using a questionnaire guide and conducted group discussion forums (FGD). Data were analyzed using income analysis, and farmers' perceptions of food security (income, available food sources, as well as the level of farmers' knowledge were analyzed in percentage form and strengthened by presentation in verbal form. Income from water spinach farming was Rp.1,896. 178.22/Ha in one growing season, while Moringa farming provides an income of IDR 669,954.91/Ha. Kale farming income is greater than Moringa because the amount of production is greater than Moringa.Meanwhile, farmers' perceptions of food security in terms of income with the system intercropping, they agree by 83.33% that income provides an alternative for farmers to fulfill food in order to support food security Farmers' perceptions of food security in terms of fulfilling food needs, they agree by 100% that intercropping can meet food needs (vegetables) for farmers and lutes price, and nutritional needs are met. Farmers' perceptions of food security in terms of knowledge agree by 77.78% that there are benefits from these two plants being intercropped as vegetables, although there is still a lack of knowledge about the other benefits of kale and moringa plants, as well as more detailed knowledge of the reasons for these two plants being intercroppedKeywords: food security, income, intercropping, kale, moringa
PERAN KOPERASI DALAM USAHATANI BAWANG MERAH DI KECAMATAN SAPE KABUPATEN BIMA Arwati, Sitti; Anwar, Andi Rahayu; Fatmasari, Reni; Putra, Ardian
AgriMu Vol. 4 No. 1 (2024): AgriMu Januari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/agm.v3i2.13714

Abstract

Koperasi memegang peran sentral dalam mendukung kelangsungan dan perkembangan usahatani bawang merah. Sebagai lembaga ekonomi berbasis keanggotaan, koperasi tidak hanya menjadi wadah bagi para petani bawang merah untuk berkolaborasi, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan dalam berbagai aspek kegiatan pertanian. Dengan mengakomodasi kebutuhan bersama, koperasi berperan dalam peningkatan akses petani terhadap sumber daya dan peningkatan kesejahteraan ekonomi. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengkaji peran koperasi dalam menunjang kegiatan usahatani bawang merah di Kecamatan Sape Kabupaten Bima. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriftif kualitatif dengan mengumpulkan data melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Informan penelitian melibatkan petani bawang merah dan pengurus Koperasi Bina Usaha (KBU). Hasil penelitian menunjukkan bahwa KBU memiliki peranan penting untuk menjembatani petani dalam mengakses, input produksi, penyediaan modal, penyuluhan dan lain-lainnya. Selain itu, KBU juga menyediakan akses ke fasilitas kredit atau pembiayaan yang membantu petani bawang merah memenuhi kebutuhan modal untuk penanaman, pemeliharaan, dan panen dalam usahatani bawang merah. Kata kunci: Peran koperasi, usahatani, bawang merah
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHATANI KOPRA DI DESA BARUGAIA KECAMATAN BONTOMANAI KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR Sari, Reski Amalia; Nailah, Nailah; Anwar, Andi Rahayu
AgriMu Vol. 4 No. 2 (2024): Agrimu Juni 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/agm.v4i2.14312

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor internal dan eksternal yang dihadapi pemilik usahatani kopra dalam proses pengembangan usahatani kopra di Desa Barugaia Kecamatan Bontomanai Kabupaten Kepulauan Selayar serta untuk mengetahui strategi pengembangan usahatani kopra di Desa Barugaia Kecamatan Bontomanai Kabupaten Kepulauan Selayar. penelitian ini dilakukan pada bulan desember hingga januari di Desa Barugaia Kecamatan Bontomanai Kabupaten Kepulauan Selayar. Dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, yaitu penelitian yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis. Serta teknik penetuan informannya dilakukan dengan cara mengamati kondisi dilokasi penelitian serta survei kepada pelaku usahatani kopra yang berlokasi di Desa Barugaia Kecamatan Bontomanai Kabupaten Kepulauan Selayar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan usahatani kopra di Desa Barugaia Kecamatan Bontomanai Kabupaten Kepulauan Selayar sudah terbilang cukup efisien dilihat dari faktor internal dan faktor eksternalnya yang mendukung proses pengembangan usahatani kopra serta menerapkan beberapa strategi, diantaranya strategi produk, strategi promosi, strategi kualitas dan strategi fasilitasKata Kunci; Strategi Pengembangan Usahatani Kopra, Faktor Internal, Faktor Eksternal, Kopra
ANALISIS PERBANDINGAN PENDAPATAN USAHATANI JAGUNG MANIS DAN JAGUNG PULUT DI DESA LASSANG BARAT KECAMATAN POLOMBANGKENG UTARA KABUPATEN TAKALAR Rahayu, Sri; Anwar, Andi Rahayu; Fattah, Muh Arifin
AgriMu Vol. 5 No. 1 (2025): Agrimu Januari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/agm.v5i1.17061

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan usahatani jagung manis dan jagung pulut dan  menganalisis perbandingan pendapatan usahatani jagung manis dan jagung pulut di Desa Lassang Barat Kecamatan Polombangkeng Utara Kabupaten Takalar.Metode pengambilan sampel ini dilakukan dengan menggunakan random sampling atau  secara acak dengan  memilih 15 orang petani jagung manis dan 15 orang petani jagung pulut . Analisis data selanjutnya dilakukan dengan menggunakan analisis pendapatan dan  uji t untuk membandingkan pendapatan usahatani jagung manis dan jagung pulut.Berdasarkan  hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Rata-rata pendapatan bersih usahatani jagung manis sebesar Rp26.982.217/ Ha dan rata-rata pendapatan bersih usahatani jagung pulut sebesar Rp26.639.160/ Ha .Hal ini disebabkan bahwa hasil produksi jagung manis lebih tinggi dari hasil produksi jagung pulut di Desa Lassang barat Kecamatan Polombangkeng Utara Kabupaten Takalar (2) Berdasarkan hasul uji t terdapat  perbedaan yang signifikan  taraf  0.001 antara pendapatan usahatani jagung manis dan jagung pulut di Desa Lassang Barat Kecamatan Polombangkeng Utara Kabupaten Takalar. Hal ini dilihat dari t hitung 3,234 lebih besar dari t tabel 1,701.Kata kunci: Pendapatan, Perbandingan, Jagung Manis, Jagung Pulut 
Analisis Pendapatan Usahatani Rumput Laut Desa Mallasoro Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto Ar, Muh. Alwi.; Anwar, Andi Rahayu; Asriadi, Andi Amran; Firmansyah, Firmansyah
Baselang Vol 4, No 1: APRIL 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v4i1.170

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rata-rata biaya produksi, penerimaan, dan pendapatan petani rumput laut di Desa Mallasoro, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto. Penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan, yaitu dari Januari 2024 hingga Maret 2024, di lokasi Desa Mallasoro. Pengambilan populasi dalam penelitian ini dilakukan dengan metode acak sederhana atau Sample Random Sampling, yang melibatkan petani rumput laut. Dari total 160 petani, sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 25 orang. Sumber data yang digunakan adalah data primer, yaitu informasi yang diperoleh langsung dari responden yang menjadi objek penelitian atau dari sumber data lain yang mendukung, baik melalui survei kuesioner dengan responden petani rumput laut. Sementara itu, data sekunder diperoleh secara tidak langsung dalam bentuk bukti tertulis, informasi dari internet, hasil penelitian sebelumnya, dan sumber lain yang relevan. Analisis data dilakukan melalui analisis biaya produksi, penerimaan, dan pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata produksi rumput laut adalah empat kilogram per meter kering, dengan harga saat ini sebesar Rp 16.000 per kilogram. Rata-rata total biaya yang ditanggung oleh petani mencapai Rp 12.360 per meter. Oleh karena itu, rata-rata pendapatan (keuntungan) petani rumput laut di Desa Mallasoro, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto adalah                   Rp 3.562 per meter. Hal ini mengindikasikan bahwa pendapatan dari usaha budidaya rumput laut sangat signifikan.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENCATATAN USAHA DAN PEMBUKUAN DASAR PADA KTH LAMPERANGAN DAN POKDARWIS KABBA: Training and Mentoring for Business Recording and Basic Bookkeeping at KTH Lamperangan and POKDARWIS KABBA Syamsia, Syamsia; Anwar, Andi Rahayu; Rahim, Iradhatullah; Rohana, Rohana
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 11 No. 1 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 1 OKTOBER 2025
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v11i1.47152

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengurus Kelompok Tani Hutan (KTH) Lamperangan dan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) KABBAH dalam melakukan pencatatan usaha dan pembukuan dasar sebagai fondasi perencanaan dan pengembangan usaha yang lebih akuntabel dan berkelanjutan. Permasalahan utama yang dihadapi kedua mitra adalah belum adanya sistem pembukuan yang terstruktur serta rendahnya pemahaman terkait fungsi dan teknik pencatatan keuangan. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Kabba, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan dengan pendekatan pelatihan partisipatif, praktik langsung, serta pendampingan intensif pasca-pelatihan. Materi pelatihan mencakup pengenalan jenis-jenis pembukuan dasar, pencatatan pemasukan dan pengeluaran, serta penyusunan laporan sederhana. Format pembukuan disesuaikan dengan aktivitas mitra baik di bidang pertanian maupun pariwisata. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta berdasarkan hasil pre-test dan post-test, serta kemampuan peserta dalam mengisi format pembukuan secara mandiri. Pendampingan lanjutan juga mendorong perubahan perilaku dalam pengelolaan keuangan kelompok, dengan mulai diterapkannya sistem pencatatan rutin.Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap tata kelola organisasi mitra dan membuka peluang akses terhadap program pengembangan usaha dari pihak eksternal. Dengan demikian, pendampingan ini berkontribusi dalam memperkuat kelembagaan ekonomi komunitas berbasis pencatatan yang akuntabel dan transparan. Kata kunci: Buku KAS, pariwisata, usaha tani. ABSTRACT This community service activity aims to improve the knowledge and skills of the administrators of the Lamperangan Forest Farmers Group (KTH) and the KABBAH Tourism Awareness Group (POKDARWIS) in conducting business records and basic bookkeeping as a foundation for more accountable and sustainable business planning and development. The main problems faced by both partners are the lack of a structured bookkeeping system and a low understanding of the functions and techniques of financial recording. This activity was carried out in Kabba Village, Minasatene District, Pangkajene and Kepulauan Regency with a participatory training approach, direct practice, and intensive post-training mentoring. The training materials included an introduction to basic bookkeeping types, recording income and expenses, and preparing simple reports. The bookkeeping format was adapted to the partners' activities in both agriculture and tourism. The implementation results showed an increase in participants' understanding based on the pre-test and post-test results, as well as the participants' ability to fill out the bookkeeping format independently. Follow-up mentoring also encouraged behavioral changes in group financial management, with the introduction of a routine record-keeping system. This activity had a positive impact on the governance of partner organizations and opened up opportunities for access to external business development programs. Thus, this mentoring contributed to strengthening community economic institutions based on accountable and transparent record-keeping. Keywords: Cash book, tourism, farming.
Peningkatan Kesehatan Lingkungan Masyarakat Petani Tambak Garam melalui Edukasi Pemenuhan Gizi Keluarga di Desa Bulu Cindea Yani, Fitri Indah; Rahmi, Rahmi; Ibrahim, Juliani; Syarif, Asriyanti; Susanty, Nurbiah Eka; Salam, Nur Insana; Wahyu, Farhanah; Anwar, Andi Rahayu; Saleh, Syaiful
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20391

Abstract

Latar Belakang: Wilayah pesisir rentan terhadap masalah kesehatan lingkungan dan gizi keluarga akibat keterbatasan akses sanitasi dan kurangnya pemanfaatan pangan lokal. Desa Bulu Cindea menghadapi prevalensi stunting 28% dan 40% rumah tangga tanpa sanitasi layak. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran petani garam melalui edukasi partisipatif tentang sanitasi dan gizi keluarga berbasis potensi lokal. Metode: Kegiatan berlangsung selama enam minggu (Mei–Juni 2025) dengan frekuensi pertemuan mingguan. Metode yang digunakan adalah pendidikan masyarakat, pelatihan, dan difusi ipteks. Partisipan terdiri dari 32 orang (12 ibu rumah tangga, 10 petani tambak garam, 5 kader kesehatan, 5 tokoh masyarakat). Mahasiswa berperan sebagai enumerator kuesioner, fasilitator diskusi, dan dokumentator kegiatan. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test, observasi partisipatif, serta wawancara semi-terstruktur dengan 10 responden (direkam audio). Hasil: Skor pengetahuan meningkat dari rata-rata 45,6 menjadi 83,2. Sebanyak 75% responden mulai memilah limbah domestik, 60% tidak lagi membuang limbah ke laut, dan 68% keluarga mulai mengonsumsi ikan, rumput laut, serta sayuran lokal minimal tiga kali seminggu. Kesimpulan: Edukasi berbasis praktik partisipatif efektif dalam meningkatkan literasi sanitasi dan gizi masyarakat pesisir. Model ini fleksibel untuk direplikasi di desa pesisir lain dengan penyesuaian konteks lokal.
Perempuan Pesisir, Peran Lembaga Keuangan Mikro, Keberlanjutan Pembudidayaan Rumput Laut: Analisis Sosial-Ekonomi Syarif, Asriyanti; anwar, andi rahayu; Mudatsir, Rasdiana; sitti Arwati; Reni Fatmasari
Journal TABARO Agriculture Science Vol. 9 No. 2: Desember 2025
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/wvyfy649

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan menganalisis persepsi dan partisipasi perempuan pesisir terhadap pemanfataan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) dalam mendukung pembudidayaan rumput laut berkelanjutan di Desa Laikang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. studi kasus kualitatif merupakan pendekatan yang digunakan, melibatkan informan 20 petani rumput laut perempuan yang dipilih secara purposif. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi tema-tema kunci terkait persepsi, penggunaan dana, dan tantangan dalam mengakses pembiayaan dengan visualisasi Nvivo. Penelitian menggambarkan bahwa persepsi perempuan positif terhadap lembaga keuangan mikro sebagai penyedia modal untuk bibit, peralatan, dan pembiayaan tenaga kerja pembibitan. Namun, timbul hambatan mengenai tanggung jawab bersama dalam kelompok, dan kecenderungan menggunakan dana untuk kebutuhan sosial dan rumah tangga akibat ketidakstabilan pendapatan. Temuan ini mempertegas bahwa lembaga keuangan mikro (LKM) berperan dalam pembudidayaan rumput laut berkelanjutan sehingga perlu meningkatkan batas kredit dan mengembangkan skema pembiayaan sesuai dengan kebutuhan perempuan pesisir. Studi ini berkontribusi bagi penyusunan kebijakan pemberdayaan perempuan di sektor perikanan dan kelautan berbasis lokal. 
PELATIHAN OLAHAN SAWI HIJAU UNTUK MENUMBUHKAN JIWA WIRAUSAHA PADA KELOMPOK WANITA TANI MT AL MUHAJIRIN DI KELURAHAN TAMALANREA JAYA Darwis, Khaeriyah; Anwar, Andi Rahayu
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2018): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v1i2.67-71

Abstract

Training of the processed green mustard aims to build the entrepreneurship spirit of MT Al Muhajirin mothers with the utilization of processed green mustard food which, if developed to long-term, will foster a productive economy that can increase family income. Also, it is expected later KWT MT Al Muhajirin able to form a Trade Business that produces green mustard chips and ice cream. The activity of dedication to the community of KWT MT Al Muhajirin is done by the method of training in practice and theory. For two days, community members are invited to understand the purpose, benefits,and application of processed green mustard as nutritious food ingredients and economic value. Presentation of learning materials related to the importance of community empowerment through the independent learning process, this group is conducted by the material, objectives and practical benefits of each theme. In the last session, community service activities are presented demonstrations of cooking food, process the green mustardinto chips and ice cream is healthy, practical and favored by all walks of life. The process of processing the green mustard greens as raw materials for obtaining these types of food is done by the method of demonstration while providing explanations that must be mastered when will process the green mustard into healthy food for the family, and economic value. Keywords:Entrepreneurship, Green Mustard Processed, Green Mustard ice cream.