Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENGARUH BAHAN ELEKTRODA TERHADAP KELISTRIKAN BELIMBING WULUH (AVERRHOA BILIMBI) SEBAGAI SOLUSI ENERGI ALTERNATIF RAMAH LINGKUNGAN Siregar, Shinta Marito
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN MIPA Vol 2 No 1 (2017): JP2MIPA
Publisher : JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.104 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan baterai aki basah yang ramah lingkungan denganmemanfaatkan belimbing wuluh (Averrhoa Bilimbi) sebagai elektrolit dan beberapa logamsebagai pasangan elektroda. Sehingga selain dapat memenuhi kebutuhan energi listrik yangsangat tinggi, penelitian ini juga dapat menjadi salah satu solusi dalam mengatasi masalahdalam produksi energi listrik yang selama ini memberikan kontribusi sangat besar terhadapemisi gas rumah kaca.Metode yang digunakan adalah metode eksperimen yang dilakukan diLaboratorium Fisika UMN Al Washliyah. Elektrolit belimbing wuluh (Averrhoa Bilimbi)terlebih dahulu di ekstrak dan disaring dengan filter nomor 40. Pasangan Elektroda (anoda dankatoda) yang digunakan pada penelitian ini yaitu: tembaga:seng; tembaga:aluminium;tembaga:besi; dan tembaga:timah. Masing–masing plat elektroda dipotong dengan ukuran 4,5 x10 cm. Dibuat bak untuk prototipe baterai, dan disusun rangkaian dengan variasi dari masingmasingpasanganelektroda.Untukmengetahuipengaruhdarivariasisetiappasanganelektroda dilakukan pengukuran tegangan dan arus dengan hambatan 5 ohm, sehingga dapat diketahuipasangan elektroda terbaik dalam pemanfaatan belimbing wuluh (Averrhoa Bilimbi) sebagaielektrolit dalam pembuatan baterai aki basah. Hasil pengukuran PH larutan belimbing wuluhsebesar 1,6. Hasil pengujian dengan beberapa pasangan elektroda pada biobaterai, semua lampuLED menyala dan terdapat gelembung gas pada larutan elektrolit, hal ini membuktikan bahwalarutan belimbing wuluh termasuk asam kuat, sehingga merupakan senyawa elektoril kuat. Padapasangan elektroda tembaga-seng nilai tegangannya lebih tinggi dari pasangan elektroda yanglain yaitu sebesar 3 volt dan ini berbanding lurus dengan nilai kuat arus yang dihasilkan sebesar0,6 amper, sedangkan besar tegangan yang paling kecil dihasilkan oleh pasangan elektrodatembaga-timah sebesar 1,5 volt dan kuat arus sebesar 0,3 amper. Hal ini terjadi karena reaksiantara unsur penyusun pasangan logam sebagai elektroda dengan larutan belimbing wuluhsebagai elektrolit. Besar tegangan dan kuat arus yang dihasilkan pada penelitian ini jugatergantung dengan jumlah volume larutan, jumlah pasangan elektroda dan rangkaian yangdigunakan, tetapi dengan perbandingan hasil yang sama.  
ANALYSIS STUDY THROUGH MATHEMATICA 5.1 SIMULATION PROGRAM IN DETERMINING THE DENSITY AND POROSITY OF CORDIERITE CERAMICS Juliandi Siregar; M Gade; Khairiah Khairiah; Shinta Marito Siregar
FISITEK: Jurnal Ilmu Fisika dan Teknologi Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/fisitek.v3i1.5510

Abstract

The research conducted was an experiment with a computational simulation design using the Wolfram Mathematica 5.1 program to view and analyze physical characteristics (density and porosity) of Cordierite Ceramics. The involvement of advanced computers in research will connect the theories and experiments that have been accepted as one of the methods of material research and development. The research variables in this simulation are sintering temperatures of 1200, 1250, 1300, and 1350 °C mixed with wood powder by 20% by weight. The parameters of this study are density and porosity. The simulation results show that with a composition of 20% wood powder and sintering temperature of 1300 °C the density values of 0.97 g/cm3 and porosity of 60.11% are the best conditions that are close to the literature. By comparing the results of simulations and experiments, it can be concluded that through simulation analysis of density and porosity, constant changes can be obtained due to a constant increase in sintering temperature and it can also be analyzed with a smaller temperature increase interval.Keywords: Cordierite Ceramics, Density, Porosity, and Wolfram Mathematica.
MECHANICAL PROPERTIES OF RUBBER YARN WITH THE ADDITION OF KAOLIN AS A REINFORCING FILLER Shinta Marito Siregar
FISITEK: Jurnal Ilmu Fisika dan Teknologi Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.431 KB) | DOI: 10.30821/fisitek.v2i1.1544

Abstract

Rubber yarns have been made using kaolin and titanium dioxide (TiO2) as fillers on concentrated latex compounds, with kaolin variations of 0, 6, 12, and 15 phr. This research was conducted to find out the result of kaolin concentration analysis on rubber vulcanization. The observed mechanical properties include a modulus of 300%, a modulus of 500%, a breaking tension, and a breaking extension. Kaolin mixed with titanium dioxide (TiO2) has an effect on the mechanical properties of rubber yarn. The higher the kaolin concentration, the mechanical properties of the rubber yarn are getting worse, as it is increasingly away from the standard value set for the rubber yarn.Keywords: Kaolin, rubber yarn, and vulcanization.
EFFECTS OF KAOLIN CONCENTRATION AS FILLER ON VULCANIZATION OF RUBBER YARNS Shinta Marito Siregar
FISITEK: Jurnal Ilmu Fisika dan Teknologi Vol 1, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.923 KB) | DOI: 10.30821/fisitek.v1i2.1414

Abstract

Abstract. A study has been conducted by mixing kaolin and titanium dioxide (TiO2) used as a filler on latex compounds which have been concentrated in the manufacture of rubber yarns with kaolin variations of 0; 6; 12; 15. This research was conducted to find out the result of kaolin concentration effects on rubber yarns vulcanization. The results showed that the concentration of kaolin mixed with titanium dioxide (TiO2) affect on rubber yarns vulcanization. The higher the concentration kaolin the smaller the swelling, so the time of vulcanization will take longer.Keywords: Kaolin, Rubber Yarns, and Vulcanization
PENGARUH BAHAN ELEKTRODA TERHADAP KELISTRIKAN BELIMBING WULUH (AVERRHOA BILIMBI) SEBAGAI SOLUSI ENERGI ALTERNATIF RAMAH LINGKUNGAN Shinta Marito Siregar
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN MIPA Vol. 2 No. 1 (2017): Jurnal Penelitian Pendidikan MIPA
Publisher : LPPM UMN Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan baterai aki basah yang ramah lingkungan denganmemanfaatkan belimbing wuluh (Averrhoa Bilimbi) sebagai elektrolit dan beberapa logamsebagai pasangan elektroda. Sehingga selain dapat memenuhi kebutuhan energi listrik yangsangat tinggi, penelitian ini juga dapat menjadi salah satu solusi dalam mengatasi masalahdalam produksi energi listrik yang selama ini memberikan kontribusi sangat besar terhadapemisi gas rumah kaca.Metode yang digunakan adalah metode eksperimen yang dilakukan diLaboratorium Fisika UMN Al Washliyah. Elektrolit belimbing wuluh (Averrhoa Bilimbi)terlebih dahulu di ekstrak dan disaring dengan filter nomor 40. Pasangan Elektroda (anoda dankatoda) yang digunakan pada penelitian ini yaitu: tembaga:seng; tembaga:aluminium;tembaga:besi; dan tembaga:timah. Masing–masing plat elektroda dipotong dengan ukuran 4,5 x10 cm. Dibuat bak untuk prototipe baterai, dan disusun rangkaian dengan variasi dari masingmasingpasanganelektroda.Untukmengetahuipengaruhdarivariasisetiappasanganelektroda dilakukan pengukuran tegangan dan arus dengan hambatan 5 ohm, sehingga dapat diketahuipasangan elektroda terbaik dalam pemanfaatan belimbing wuluh (Averrhoa Bilimbi) sebagaielektrolit dalam pembuatan baterai aki basah. Hasil pengukuran PH larutan belimbing wuluhsebesar 1,6. Hasil pengujian dengan beberapa pasangan elektroda pada biobaterai, semua lampuLED menyala dan terdapat gelembung gas pada larutan elektrolit, hal ini membuktikan bahwalarutan belimbing wuluh termasuk asam kuat, sehingga merupakan senyawa elektoril kuat. Padapasangan elektroda tembaga-seng nilai tegangannya lebih tinggi dari pasangan elektroda yanglain yaitu sebesar 3 volt dan ini berbanding lurus dengan nilai kuat arus yang dihasilkan sebesar0,6 amper, sedangkan besar tegangan yang paling kecil dihasilkan oleh pasangan elektrodatembaga-timah sebesar 1,5 volt dan kuat arus sebesar 0,3 amper. Hal ini terjadi karena reaksiantara unsur penyusun pasangan logam sebagai elektroda dengan larutan belimbing wuluhsebagai elektrolit. Besar tegangan dan kuat arus yang dihasilkan pada penelitian ini jugatergantung dengan jumlah volume larutan, jumlah pasangan elektroda dan rangkaian yangdigunakan, tetapi dengan perbandingan hasil yang sama.
Mengurangi Miskonsepsi Siswa Pada Materi Gerak Lurus Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Konstruktivisme Siregar , Shinta Marito; Hidayat, Hidayat; Khairiah, Khairiah; Destini, Rita
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN MIPA Vol. 9 No. 1 (2024): JP2MIPA
Publisher : LPPM UMN Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jp2mipa.v9i1.3368

Abstract

Belajar menurut konstruktivisme merupakan suatu perubahan konseptual berupa pengkonstrukstian ide-ide baru atau merekontruksi ide-ide yang sudah ada, agar siswa sadar mengenai konsepsi yang dimilikinya dan dikembangkan ke arah konsep yang sebenarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pembelajaran siswa dengan menggunakan model pembelajaran konstruktivisme untuk mengetahuai apakah model pembelajaran konstruktivisme dapat mengurangi miskonsepsi siswa pada materi pokok gerak lurus. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah bentuk eksperimen. Sebagai sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIIB dengan jumlah siswa 30 orang. Instrumen dalam penelitian ini terdiri dari 16 soal yang sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan. Sebelum pembelajaran dilakukan, penguasaan siswa mengenai materi gerak lurus masih tergolong rendah. Pada pretes diperoleh nilai rata-rata pada nilai PPN konsep 53,02% , PPN rumus 35%, dan pada PPN aplikasi 62,5% berada di bawah 65% dan diperkirakan sebagai letak kelemahan/kesulitan siswa. Dari hasil penelitian, maka dapat diperoleh nilai yang diberikan perlakuan dengan menggunakan model konstruktivisme diperoleh persentase jumlah siswa yang mengalami miskonsepsi sebesar nilai PPN konsep 83,8% , PPN rumus 66,6%, dan pada PPN aplikasi 75% berada di atas 65% siswa yang dapat menjawab soal dengan baik.
Palm Oil Fuel Ash and Fly Ash for a Partial Replacement of Cement in High-Quality, Environmentally Friendly Mortar as a Solution to Industrial Waste Siregar, Shinta Marito; Humaidi, Syahrul; Bukit, Nurdin; Frida, Erna
Science and Technology Indonesia Vol. 9 No. 1 (2024): January
Publisher : Research Center of Inorganic Materials and Coordination Complexes, FMIPA Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26554/sti.2024.9.1.59-68

Abstract

This study explores the effects of incorporating palm oil fuel ash (POFA) and fly ash (FA) as partial cement substitutes on the mechanical properties and characteristics of high-quality mortar, specifically Engineered Cementitious Composites (ECC). ECC mortar was fabricated by milling POFA waste and FA through a top-down method utilizing a ball mill. The resulting material was subjected to tests for slump flow, water absorption, compressive strength, and characterized through XRF, FTIR, SEM/EDX, and XRD analyses. FTIR analysis verified the existence of Si-O and Al-O groups within the composite made of POFA-FA ECC. XRF analysis of FA and POFA showed cementitious properties, with SiO2+Al2O3+Fe2O3 exceeding 50% and CaO surpassing 10%. SEM and XRD results indicated minimal cavity formation, suggesting a high compressive strength in the mortar. Particle size distribution analysis revealed prevalent particles in the 1.5×10−1 to 2.0×10−1 μm range. The compressive strength test after 28 days, incorporating 15% FA and 10% POFA, yielded the highest strength at 59.30 MPa. The water absorption values ranged from 1.25% to 2.67%, indicating that POFA-FA assists in the cement hydration process and also serves as a filler. As a result, the material’s density is very high, leading to fewer voids formed, thus reducing the trapped water, which significantly affects the mortar’s strength.
Pendekatan Inkuiri Terbimbing sebagai Pengembangan Perangkat Pembelajaran Fisika untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa Marito Siregar, Shinta; Khairiah, Khairiah; Destini, Rita
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol 4, No 1: Maret 2024
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v4i1.784

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan perangkat pembelajaran fisika yang  layak, praktis, dan efektif dengan model inkuiri terbimbing untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa pada materi kalor dengan replikasi tiga kelas yaitu kelas X-MIA 1, X-MIA 2 dan X-MIA 3 di SMA Negeri 5 Medan. Pengembangan perangkat pembelajaran dalam penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan Model Kemp. Hasil penelitian menunjukkan: (1) kelayakan validitas isi RPP, BAS, LKS, dan instrumen tes pemahaman konsep berkategori baik dan layak digunakan dengan skor masing-masing adalah 3,69; 3,68; 3,6 dan 3,81; tingkat keterbacaan BAS dan LKS tinggi dan mudah dipahami dengan skor masing-masing ≥70%, (2) kepraktisan dengan keterlaksanaan RPP baik dengan skor 3,6; aktivitas siswa dalam pembelajaran baik dengan reliabilitas 87%, dan (3) keefektivan perangkat pembelajaran baik, yang diindikasikan oleh ketuntasan hasil belajar pemahaman konsep pada materi kalor terlampaui dengan nilai ≥70, dengan rata-rata peningkatan tinggi sebesar 0,77, dan respon siswa terhadap perangkat pembelajaran yang dikembangkan dan pembelajaran yang dilakukan baik dengan persentase rata-rata sebesar 90%. Berdasarkan temuan penelitian, disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran fisika dengan model inkuiri terbimbing pada materi kalor memiliki kelayakan, kepraktisan dan efektivitas yang baik  dengan peningkatan pemahaman konsep siswa yang tinggi sehingga dapat diterapkan untuk kegiatan pembelajaran.
SOSIALISASI PROGRAM PENGOLAHAN PRODUK OLAHAN DARI KULIT BUAH SALAK (Salacca Zalacca) DI DESA RUMAH RIH Lubis, Faiha Nasywa; Lubis, Asira; Zahira, Dahwa; Maliza, Nurfia; Dharmadiah, Dharmadiah; Putra, Rizky Aditya; Khayrani, Nabila; Rangkuti, Putri Maharani; Syafitri, Lia; Setiawan, Budi; Siregar, Shinta Marito; Haryadi, Jafri
Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia SEAN (ABDIMAS SEAN) Vol. 2 No. 02 (2024): Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia SEAN (ABDIMAS SEAN), Agustus 2024
Publisher : SEAN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58471/abdimassean.v2i02.621

Abstract

Teh adalah minuman populer karena mengandung flavonoid, antioksidan. Kulit salak Kulit salak merupakan salah satu bahan lain yang bisa dimanfaatkan untuk membuat teh. Kulit buah salak kaya akan tannin, flavonoid, dan turunan asam cinnamic yang membantu menurunkan kadar glukosa darah. Melalui program MBKM KKN UMN Al-Washliyah Medan menghasilkan teh dari limbah kulit salak. Observasi, produksi, dan sosialisasi merupakan sebuah metode pengabdian yang diterapkan dalam kegiatan ini. Kulit salak dikeringkan, dibuang, dan digiling selama proses produksi, yang memproduksi teh yang berkemas dalam botol plastik dan kantung teh. Informasi tentang kegunaan dan produksi teh kulit salak mendapat respon yang baik dari masyarakat, menunjukkan bahwa ada banyak ruang untuk kemajuan. Pengolahan Pembuatan teh dari kulit salak mengatasi permasalahan sampah, dan Menciptakan peluang ekonomi baru untuk masyarakat Desa Rumah Rih, mendukung usaha kecil, menengah, dan mikro di daerah tersebut, serta memperkuat perekonomian desa.
Peningkatan Kemampuan Berkomunikasi Ilmiah Dalam Pelajaran IPA Siregar, Shinta Marito; Putri, Elia; Silalahi, Beta Rapita; Handayani, Aminda Tri
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 1 (2025): Juli 2025
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v4i1.487

Abstract

Sekolah SD Negeri 101874 Tumapatan Nibung sebagai mitra dalam pengabdian ini belum menerapkan dengan maksimal komunikasi ilmiah baik lisan maupun tulisan dalam proses pembelajaran IPA, disebabkan kurangnya pemahaman guru terkait proses pembelajaran aktif yang menekankan pada identifikasi, memecahkan masalah melalui analisis data dan berfikir kritis. Oleh sebab itu perlu dilakukan peningkatan kemampuan melalui PKM agar pembelajaran IPA dilaksanakan secara inquiri ilmiah untuk menumbuhkan kemampuan berfikir, bekerja dan bersikap ilmiah serta mengkomunikasikannya sebagai aspek penting kecakapan hidup. Metode yang digunakan berupa sosialisasi dan pelatihan terhadap 26 guru dalam bentuk project based learning, tim pengabdian sebagai pengajar sedangkan guru-guru sebagai peserta didik, dengan tahapan; (1) Start with the essential question; (2) Design a plan for the project; (3) Create a schedule; (4) Monitor the students and the progress of the project; (5) Asses the outcome; (6) Evaluate the experience. Hasil refleksi pada kegiatan yang dilakukan dengan penerapan langsung metode project based learning, 90% guru-guru semakin mudah memahami dan akan menerapkannya di kelas.