Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Studi Penerapan Arsitektur Regionalisme Pada Fasilitas Pertunjukan Kesenian Sandur Di Bojonegoro Barri, Alfan; Tohar, Ibrahim
Jurnal Etnik: Ekonomi-Teknik Vol 3 No 1 (2024): ETNIK : Jurnal Ekonomi dan Teknik
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/etnik.v3i1.300

Abstract

This paper discusses the implementation of regionalism architecture principles in the sandur art performance facility in Bojonegoro Regency, East Java. The research aims to apply the principles of regionalism architecture to sandur art performance facilities to accommodate and develop traditional Bojonegoro art. The research method employs a mixed approach with qualitative analysis and observation. Data is obtained through direct observation, literature studies, and analysis of regionalism architecture principles. The analysis of regionalism architecture principles includes responses to local context, the use of local materials, adaptation to climate, and traditional aesthetics. The implementation results in a response to the local context, referring to the sandur art story, which will be used as a zoning boundary on the site. Abundant local materials in Bojonegoro Regency such as red bricks, bamboo, and teak wood, are used. Utilization of sunlight as natural lighting, adequate drainage systems, and utilization of wind as natural ventilation are also applied. Moreover, ornamentation on the building uses teak wood carvings at the entrance and walls, and applies shape transformation from sandur during the kalongking scene, symbolizing the human life cycle. The implementation of regionalism architecture principles in adequate sandur art performance facilities in Bojonegoro is expected to increase public interest, especially among the younger generation, in preserving and learning traditional art of Bojonegoro, become a tourist attraction, and enrich local culture.
Konsep Extending Tradition pada Fasilitas Kesenian Wayang Thengul di Bojonegoro: Extending Tradition Concept of Wayang Thengul Art Facilities in Bojonegoro Rikza Anjani Lutfiyah; Darmansjah Tjahja Prakasa; Ibrahim Tohar
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 17 No. 2 (2023): July 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v17i2.804

Abstract

Wayang thengul merupakan salah satu kesenian tradisional dari Kabupaten Bojonegoro yang sudah diakui oleh Hak Kekayaan Intelektual dan diperkenalkan oleh pemerintah sebagai seni pertunjukan khas Bojonegoro. Akibat pengaruh modernisasi, kesenian ini sudah mulai luntur dan dilupakan karena berkurangnya minat dan motivasi generasi muda untuk melestarikannya. Apalagi di Bojonegoro sendiri sangat minim akan fasilitas yang mampu mewadahi seluruh aktivitas yang berkaitan dengan kesenian wayang thengul baik sebagai pelatihan hingga pertunjukan. Kebanyakan fasilitasnya hanya sebatas rumah sang dalang yang digunakan juga sebagai sanggar pelatihan. Untuk mempertahankan nilai-nilai dari kearifan lokal tersebut diperlukan upaya sebuah fasilitas yang berperan sebagai wadah wisata edukasi budaya kepada masyarakat dengan menerapkan tema Extending Tradition sebagai pendekatan arsitekturnya. Tema ini diterapkan agar masyarakat dapat mempelajari ilmu budaya yang ada sehingga tertanam suatu kebanggaan terhadap budaya di daerahnya. Metode pendekatan desain ini menggunakan tradisi lokal sebagai ide dasar desain dan memodifikasinya agar sesuai dengan masyarakat modern. Konsep desainnya meliputi pada bagian pertapakan, perangkaan, peratapan, persungkupan dan persolekan.
Konsep Pendekatan Arsitektur Islam Pada Perancangan Museum Walisongo Di Gresik Riyanto, Anton; Tohar, Ibrahim
Jurnal Latar Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal LATAR (Juni)
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69749/jl.v2i1.32

Abstract

Peneltian ini membahas penerapan konsep arsitektur Islam pada perancangan museum wali songo yang berda di kabupaten gresik dengan tujuan yaitu dapat menerapkan konsep pendekatan arsitektur Islam pada perancangan museum wali songo. Penelitian dan pembahasan menggunakan metode kualitatif dengan penelitian deskriptif. Pemilihan metode deskriptif bertujuan untuk memvalidasi tujuan Museum Wali Songo dan penerapan prinsip arsitektur Islam pada museum wali songo yang lokasinya di Kabupaten Gresik Jawa Timur. Hasil dari penerapan konsep arsitektur Islam pada konsep rancangan yaitu dari bentuk massa, jumlah massa, pola tatanan massa, arah orientasi, material bangunan secara umum mengutamakan aspek Islam pada gaya arsitektur Jawa. Penggunaan gaya arsitektur Jawa Timur diadopsi dari empat ajaran yang ada, menekankan pada prinsip dan kaidah arsitektur Islam, menerapkan 8 prinsip arsitektur islam serta memodifikasi dan menambahkan unsur keindahan dan pembaharuan. Pendekatan bentuk waktu dan ruang dengan ruang digunakan dalam arsitektur Islam dengan mengedepankan nilai dan prinsip arsitektur Islam.
PENERAPAN ARSITEKTUR POSTMODERN PADA PENGEMBANGAN KOMPLEKS OLAHRAGA MENAK SOPAL DI KABUPATEN TRENGGALEK JAWA TIMUR Soarees, Kristian Natalino; Hastijanti, Retno; Tohar, Ibrahim
Jurnal Arsitektur Kolaborasi Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Arsitektur Kolaborasi
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/kolaborasi.v4i2.69

Abstract

Stadion Menak Sopal merupakan satu-satunya stadion yang ada di Kabupaten Trenggalek Provinsi Jawa Timur. Stadion ini masih belum memenuhi standar kelayakan karena infrastruktur dan fasilitasnya, seperti kurangnya kursi penonton, kurangnya lampu di lapangan dan stadion, dan fasilitas interior yang kurang terawat. Rencana Kerja Pemerintah Kabupaten Trenggalek 2024 menyoroti perlunya pusat pelatihan untuk atlet berprestasi dan juga menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur. Survei lokasi, perencanaan, dan desain adalah tiga tahap dari pendekatan deskriptif kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil akhir dari penelitian ini yaitu pengolahan tapak, penataan ruang luar dan dalam, bentuk dan tampilan bangunan, sistem struktur, material bangunan, dan penerapan konsep arsitektur postmodern sebagai strategi perancangan.
APPLICATION OF NON-PHYSICAL ELEMENTS IN THE NEO-VERNACULAR CONCEPT IN THE MOJOKERTO REGENT'S OFFICE PENDOPO BUILDING, EAST JAVA PENERAPAN ELEMEN NON-FISIK DALAM KONSEP NEO-VERNAKULAR PADA BANGUNAN PENDOPO KANTOR BUPATI MOJOKERTO, JAWA TIMUR Shalsabila, Nisa Najla; Gesang, Wisnu; Murti, Farida; Tohar, Ibrahim
JURNAL ARSIP UNPAND Vol 5 No 2 (2025): JURNAL ARSIP UNPAND
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/arsip.v5i2.112

Abstract

Salah satu Kabupaten yang terdapat di Jawa Timur adalah Kabupaten Mojokerto, yang memiliki luas wilayah kurang lebih 969,360 km2. Pada masa Kerajaan Hindu-Budha, Mojokerto memiliki peranan penting yang terlihat dari banyaknya peninggalan berupa candi dan artefak dari masa Kerajaan Majapahit. Oleh karena itu, kawasan Mojokerto semakin memperkuat identitasnya dengan mempertahankan arsitektur dan budaya Majapahit. Hal ini diterapkan pada bangunan pusat pemerintahan, seperti Pendopo Kantor Bupati Mojokerto. Bertujuan untuk melestarikan arsitektur lokal agar sesuai dengan perkembangan zaman. Dalam penelitian ini, menggunakan metode deskriptif kualitatif, melalui observasi langsung, analisis data, identifikasi, serta mendeskripsikan terhadap ciri arsitektur Neo-Vernakular khususnya pada elemen non-fisik. Penelitian ini diharapkan dapat menunjukkan bahwa adanya keselarasan antara nilai-nilai budaya, sistem kepercayaan, filsafat, serta tata letak bangunan dalam penerapan elemen non-fisik pada Bangunan Pendopo Kantor Bupati Mojokerto. Dengan demikian, bangunan ini dapat menjadi acuan bagi pembangunan di masa depan agar tetap relevan dengan perkembangan zaman, namun tetap menjaga dan melestarikan tradisi serta budaya lokal.
LIFE SKILL HABITS IN THE DESIGN OF BOARDING SCHOOLS USING A BEHAVIORAL ARCHITECTURE APPROACH LIFE SKILL HABITS DALAM PERANCANGAN SEKOLAH RAKYAT BERASRAMA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR PERILAKU Abdul Rahman Abiaup; R.A. Retno Hastijanti; Ibrahim Tohar
JURNAL ARSIP UNPAND Vol 6 No 1 (2026): JURNAL ARSIP UNPAND
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/arsip.v6i1.200

Abstract

Perancangan Sekolah Rakyat Berasrama dilatarbelakangi oleh kebutuhan fasilitas pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pembelajaran akademik, tetapi juga mendukung pembentukan kemandirian dan keterampilan hidup siswa. Pada banyak sekolah menengah, proses belajar masih terpusat pada ruang kelas sehingga pengalaman praktik yang membentuk kebiasaan hidup belum sepenuhnya terfasilitasi. Penelitian ini bertujuan merumuskan konsep perancangan sekolah berasrama yang mendukung pembentukan life skill habits melalui pendekatan arsitektur perilaku. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif–analitis dalam proses perancangan arsitektur yang meliputi analisis tapak, identifikasi pelaku dan aktivitas, penyusunan kebutuhan ruang, serta perumusan konsep zonifikasi dan sirkulasi kawasan. Hasil perancangan menunjukkan bahwa pengaturan zonasi antara area edukasi, asrama, dan zona produktif serta sistem sirkulasi yang terstruktur mampu membentuk pola aktivitas harian siswa secara lebih terarah. Penyediaan bengkel kreatif dan pasar siswa juga mendukung pembelajaran berbasis praktik sehingga arsitektur berperan sebagai media pembentuk kemandirian dan keterampilan sosial siswa.
Formulation of The Concept of Designing Swimming Sports Facilities in Mojokerto Regency with A Contextual Approach Sigmayuriza Devinnandy Trisnanda; Febby Rahmatullah Masruchin; Ibrahim Tohar
Journal of Scientific Research, Education, and Technology (JSRET) Vol. 5 No. 2 (2026): Vol. 5 No. 2 2026
Publisher : Kirana Publisher (KNPub)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/jsret.v5i2.1147

Abstract

The design of swimming sports facilities requires a strong understanding of local conditions so that the resulting buildings not only meet technical standards, but also align with the needs and identity of the community. Mojokerto Regency, with population growth, increasing interest in sports, and the availability of diverse land between urban and rural areas, presents challenges as well as opportunities in providing adequate swimming facilities. This study seeks to formulate the basic concept of swimming sports facility design through a contextual approach that places geographical, climatic, socio-cultural, regional spatial planning, and swimming pool planning standards in a central position. The research methods include literature review, national–international regulatory analysis, field observation, and identification of community needs and physical environmental characteristics. The results of the research resulted in a basic concept that emphasizes the integration of local contexts, spatial efficiency, environmental sustainability, user comfort, and conformity with FINA standards and national regulations. This concept is expected to be the basis for the process of designing swimming sports facilities that are functional, safe, inclusive, and relevant to the dynamics of the people of Mojokerto Regency, as well as opening up space for the development of more adaptive and sustainable sports facilities.
Identifikasi Permasalahan Arsitektur Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Sidoarjo Putri Astri Rahmadani; Ibrahim Tohar; Rahman Hakim
Konstruksi: Publikasi Ilmu Teknik, Perencanaan Tata Ruang dan Teknik Sipil Vol. 4 No. 2 (2026): April : Konstruksi: Publikasi Ilmu Teknik, Perencanaan Tata Ruang dan Teknik Si
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/konstruksi.v4i2.1349

Abstract

The Regional Public Library of Sidoarjo Regency plays an important role as a public facility in supporting the development of community literacy. Along with population growth and the advancement of the education sector, the library is required to provide spaces that are comfortable, safe, and inclusive for all users. However, existing conditions indicate various architectural problems that potentially hinder the optimal function of the library. This study aims to identify architectural issues at the Regional Public Library of Sidoarjo Regency, including building conditions, spatial layout, user comfort, and the availability of thematic literacy facilities and inclusive spaces. The research method employed observation and literature review. Field observation was conducted to document the actual conditions of the building and library facilities, while the literature review focused on library standards, building regulations, and relevant architectural theories. The results show that although the library building is structurally adequate, the quality of space has not fully met the required standards of comfort, safety, and functionality. The spatial arrangement remains conventional and lacks flexibility, limiting its ability to support diverse literacy activities. In addition, thematic literacy facilities and the application of inclusive design principles are still limited. This study concludes that architectural development efforts are needed, focusing on improving spatial quality, implementing adaptive spatial planning, and providing more diverse and inclusive literacy facilities. The findings are expected to serve as a reference for future development planning of the Regional Public Library of Sidoarjo Regency in order to enhance its role as an educational public space and a community literacy center.
LIFE SKILL HABITS IN THE DESIGN OF BOARDING SCHOOLS USING A BEHAVIORAL ARCHITECTURE APPROACH LIFE SKILL HABITS DALAM PERANCANGAN SEKOLAH RAKYAT BERASRAMA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR PERILAKU Abdul Rahman Abiaup; R.A. Retno Hastijanti; Ibrahim Tohar
JURNAL ARSIP UNPAND Vol 6 No 1 (2026): JURNAL ARSIP UNPAND
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/arsip.v6i1.200

Abstract

Perancangan Sekolah Rakyat Berasrama dilatarbelakangi oleh kebutuhan fasilitas pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pembelajaran akademik, tetapi juga mendukung pembentukan kemandirian dan keterampilan hidup siswa. Pada banyak sekolah menengah, proses belajar masih terpusat pada ruang kelas sehingga pengalaman praktik yang membentuk kebiasaan hidup belum sepenuhnya terfasilitasi. Penelitian ini bertujuan merumuskan konsep perancangan sekolah berasrama yang mendukung pembentukan life skill habits melalui pendekatan arsitektur perilaku. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif–analitis dalam proses perancangan arsitektur yang meliputi analisis tapak, identifikasi pelaku dan aktivitas, penyusunan kebutuhan ruang, serta perumusan konsep zonifikasi dan sirkulasi kawasan. Hasil perancangan menunjukkan bahwa pengaturan zonasi antara area edukasi, asrama, dan zona produktif serta sistem sirkulasi yang terstruktur mampu membentuk pola aktivitas harian siswa secara lebih terarah. Penyediaan bengkel kreatif dan pasar siswa juga mendukung pembelajaran berbasis praktik sehingga arsitektur berperan sebagai media pembentuk kemandirian dan keterampilan sosial siswa.
Kajian Kebutuhan Fasilitas Pelatihan Instalatur Tenaga Listrik Berdasarkan Analisis Kesenjangan Kompetensi Lulusan SMK TITL di Kabupaten Sidoarjo Farhan Arif Hidayatullah; Ibrahim Tohar
Riset : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu Volume 1, Nomor 4 Juni 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Sidoarjo merupakan kawasan industri yang berkembang pesat dengan jumlah perusahaan industri besar-sedang mencapai 1.200 unit pada tahun 2023. Pertumbuhan industri ini meningkatkan kebutuhan tenaga kerja instalasi tenaga listrik yang kompeten dan bersertifikat. Namun demikian, tingkat kemiskinan terbuka (TPT) lulusan SMK di Sidoarjo masih mencapai 6,81% (BPS, 2025), dengan ketidaksesuaian kompetensi di bidang Teknologi dan Rekayasa sebesar 17,7% (Kemnaker, 2025). Penelitian ini bertujuan menganalisis kesenjangan antara kompetensi lulusan SMK jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL) di Kabupaten Sidoarjo dengan kebutuhan industri, serta mewujudkannya terhadap kebutuhan fasilitas pelatihan terintegrasi. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan studi literatur, analisis data sekunder BPS dan Kemnaker, serta studi lapangan di PLN UPDL Pandaan dan SMKN 2 Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kesenjangan yang signifikan dalam aspek kompetensi praktik industri, sertifikasi BNSP, dan fasilitas Teaching Factory yang memadai. Terdapat 7 SMK jurusan TITL di Sidoarjo yang menghasilkan sekitar 357 lulusan per tahun, namun belum didukung fasilitas pelatihan dan pengujian kompetensi yang terstandar sesuai SKKNI dan BNSP. Penelitian ini merekomendasikan perancang fasilitas pelatihan dan pengujian instalasi tenaga listrik terintegrasi sebagai solusi strategi untuk menutup kesenjangan kompetensi tersebut.