Anizar Ahmad
Unknown Affiliation

Published : 24 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PENGGUNAAN BUKET BUNGA PADA PROSESI ADAT WALIMAH PENGANTIN WANITA ACEH . Rahmati; . Mukhirah; Anizar Ahmad
Jurnal Busana & Budaya Vol 1, No 2 (2021): Edisi Oktober
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih telah banyak membuat perubahan dalam hidup manusia, salah satu bidang yang juga ikut mengalami perubahan adalah budaya adat pernikahan. Pada masa sekarang telah banyak dijumpai pengantin wanita Aceh yang menggunakan buket bunga pada saat acara walimah yang sebenarnya bukan budaya Aceh. Namun, banyak masyarakat Aceh yang tidak paham dengan aksesoris yang sebenarnya dan cenderung menggunakan aksesoris yang sedang berkembang sekarang. Penggunaan buket bunga bukan merupakan bagian dari adat Aceh sendiri karena penggunaan buket tidak mencerminkan identitas sebagai suku Aceh. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab kaum wanita mengunakan buket bunga pada prosesi adat walimah pengantin wanita Aceh. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang membuat pengantin wanita Aceh menggunakan buket bunga pada acara walimatulnya yaitu, pertama supaya terkesan mewah, glamour dan anggun, kedua supaya bebas berekspresi, ketiga, dapa memberikan tampilan foto yang cantik dan keempat terpengaruh dengan lingkungan baik dari segi teknologi, sahabat sekitar maupun perias. Penambahan hal-hal baru ini akan menyebabkan pudarnya kebudayaan Aceh yang asli, dan lama kelamaan akan ditinggalkan bahkan dilupakan oleh generasi muda Aceh karena sudah tertarik dengan kebudayaan orang lain.Kata Kunci: Buket Bunga, Adat Walimah, Pengantin wanita Aceh ABSTRACKeywords: Flower Bouquet, Wedding tradition of Acehnese brideAs the technology development sophisticatedly increasing, major changes in human life occurring alongside, traditions in wedding culture has undergone changes as well. Nowadays a lot of Acehnese brides are found using flower bouquets in the wedding which actually is not an Acehnese culture. However, many Acehnese do not understand the actual accessories and tend to use accessories that are currently developing. The use of a flower bouquet is not part of Acehnese custom because the use of a bouquet does not reflect an Acehnese ethnic identity. The purpose of this study is to determine factors causing Acehnese bride to use flower bouquets in a traditional wedding procession. The method used in this study was descriptive qualitative method. The data collection techniques used were interviews, observation and documentation. The result shows that the factors affecting Acehnese brides to use flower bouquets at the wedding procession are; first is to make it look luxurious, glamorous and elegant, second is to freely express her thought, third is to give photos more beautiful looks ,and fourth is influenced by the environment, in terms of technology, friends, or make-up artist. The addition of these new things will cause the original Acehnese culture to fade, and over time it will be abandoned or even forgotten by the younger generation of Aceh because they are already interested in other cultures.
PENGARUH PENGGUNAAN GADGET TERHADAP PERILAKU REMAJA DALAM KELUARGA Fitriana, Fitriana; Ahmad, Anizar; Fitria, Fitria
Psikoislamedia: Jurnal Psikologi Vol. 5 No. 2 (2020): PSIKOISLAMEDIA : JURNAL PSIKOLOGI
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri (UIN) Ar Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/psikoislamedia.v5i2.7898

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pengaruh gadget terhadap perilaku remaja dalam keluarga di Desa Lamdom. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data melalui observasi dan wawancara mendalam. Subjek berjumlah 10 orang terdiri dari 5 remaja sebagai subjek utama dan 5 orang tua (ayah atau ibu) yang merupakan subjek  pendukung. Penentuan subjek dilakukan secara purposive samling dengan kriteria: keluarga yang berdomisili di Desa Lamdom, memiliki anak remaja usia 10-18 tahun, memiliki gadget yang digunakan terus menerus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja di Desa Lamdom telah menggunakan gadget selama 5-7 jam atau 300-420 menit dalam sehari, yang mengakibatkan remaja tersebut sudah mengalami kecanduan tergadap gadget. Penggunaan gadget yang berlebihan memberi dampak negatif bagi perilaku remaja dalam keluarga, seperti ketidakstabilan emosional yang mengakibatkan remaja mudah marah, emosi, gelisah, dan bahkan menggurung diri akibat dijauhkan dari gadget. Namun pengaruh tersebut tidak berakibat pada terjadinya kenakalan remaja yang dapat menyebabkan remaja melakukan perilaku menyimpang dan membutuhkan penanganan yang khusus. Oleh karena itu mengharuskan orang tua agar selalu mengawasi penggunaan gadget pada remaja, membatasi penggunaanya dan dapat mengatasi perubahan sikap dan perilaku yang terjadi pada remaja.
SIKAP SISWA DALAM PENGGUNAAN SERAGAM SEKOLAH DI SMP NEGERI 13 BANDA ACEH Ulva, Nadya; Ahmad, Anizar; Fitriana, F
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 5, No 3 (2020): AGUSTUS
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemakaian seragam sekolah sebagai salah satu alat kedisiplinan, kerapian dan keteraturan siswa dalam melaksanakan pendidikan. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa menerima tata tertib dan mengidentifikasi kepatuhan siswa dalam menjalankan tata tertib berbusana muslim di SMP Negeri 13 Banda Aceh. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif dengan jumlah sampel 55 siswa dengan pengambilan sampel dengan menggunakan random sampling untuk mengetahui sikap di ukur melalui skala likert. Teknik pengumpulan data dengan cara membagikan angket (kueisioner) kepada siswa. Selanjutnya dianalisis data secara Kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pemahaman siswa di SMP Negeri 13 Banda Aceh dalam menerima tata tertib sekolah termasuk katagori kurang sebesar (46%). Hal ini dapat dari banyaknya siswa memodifikasi seragam sekolah. Siswa tidak menggunakan pakaian dengan rapi yang dampaknya siswa tersebut akan mendapatkan sanksi dan hukuman dari sekolah. Dan terkait dengan kepatuhan siswa dalam menggunakan busana muslim sebagian besar termasuk katagori cukup sebesar (60%) yaitu siswa dengan sengaja memodifikasi seragam sekolah di luar ketentuan yang diperbolehkan, bagi siswa perempuan memendekkan baju, menggunakan model kerudung yang tidak menutupi dada, serta kebiasaan menggunakan seragam sekolah yang modis agar tampil menarik. Bagi siswa laki-laki memodifikasi celana hingga menjadi kuncup agar tampil keren. Disarankan kepada orang tua dapat bekerjasama dengan pihak sekolah dalam upaya melatih kedisplinan sekolah dalam pemakaian seragam sekolah.Kata Kunci : Siswa, Seragam sekolah, Disiplin.
POLA PENGASUHAN ORANG TUA BAGI ANAK YANG BERPRESTASI DI SMP NEGERI 6 BANDA ACEH Maulina, Iza; Ahmad, Anizar; ., Fitriana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 1, No 2 (2016): NOVEMBER
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pola pengasuhan merupakan interaksi antara orang tua dan anak. Interaksi yang dimaksud adalah cara orang tua mendidik, membimbing, melindungi anak untuk mencapai kedewasaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pengasuhan yang diterapkan orang tua bagi anak yang berprestasi di SMP Negeri 6 Banda Aceh, dan upaya orang tua dalam menunjang prestasi anak di SMP Negeri 6 Banda Aceh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Responden terdiri atas 10 orang. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan pola pengasuhan yang diterapkan bersifat otoritatif dimana orang tua memberikan kebebasan kepada anak untuk berkreasi dan memberi pendapat mengenai berbagai hal sesuai dengan kemampuan anak dengan batasan, pengawasan dan kendali pada tindakan anak. Namun ada juga yang bersifat otoritarian dimana orang tua bersikap tegas kepada anak. Upaya orang tua dalam menunjang prestasi anak dengan cara selalu menyempatkan waktu untuk mendampingi anak belajar, memotivasi anak untuk perkembagan belajar, menyedikan fasilitas belajar, membuat jadwal belajar, menjaga pola makan yang sehat dan bergizi. Simpulan pola pengasuhan keluarga tidaklah sama satu dengan yang lain hal ini dipengaruhi oleh latar belakang keluarga yang berbeda-beda. Orang tua menerapkan kedisiplinan, menjadi teladan bagi anak-anaknya, menjaga komunikasi, memberi kasih sayang, serta memberikan penghargaan, dan pengawasan terhadap anak.. Disarankan, dalam menerapakan pola pengasuhan hendaknya orang tua dapat menerapkan pola pengasuhan yang humanis dan cenderung kearah otoritatif. Bagi sekolah dapat berkerja sama dengan orang tua agar prestasi anak di sekolah lebih optimal.Kata Kunci: Pola Pengasuhan Orang Tua, Anak Berprertasi