Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

EFFECT OF IMPLEMENTATION OF CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY PARTNERSHIP PT. ANTAM Tbk UBPN POMALAA ON HEALTHY HYDROPONIC VEGETABLE BUSINESS Akhsan, Akhsan; Arsy Mulyani; Didi Rukmana; Kanazawa Yuna; Nurlaela
Jurnal AGRISEP JURNAL AGRISEP VOL 22 NO 01 2023 (MARCH)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.127 KB) | DOI: 10.31186/jagrisep.22.01.15-28

Abstract

Hydroponics is an agricultural cultivation technique that uses water as a planting medium and with a special installation system that minimizes the use of chemicals in the cultivation process. Hydroponic healthy vegetable business is a hydroponic business located in Pomalaa, Southeast Sulawesi. Previously, this business operated alone in terms of marketing and cultivation which resulted in not optimal income obtained with existing resources. Existence of PT Antam operating in the Pomalaa area is expected to help hydroponic businesses with the concept of Corporate Social Responsibility (CSR). PT Antam has as a form of their responsibility towards the surrounding environment where the company is located. This research was conducted to determine the effect of the implementation of CSR partnership PT. Antam Tbk for the Hydroponic Healthy Vegetable business using a quantitative descriptive analysis research method, namely by observing the research location and processing data using the R/C formula. The results of this study indicate that R/C > 1, which means that the demand is greater than the costs incurred, or in other words, every IDR 1 cost incurred can generate revenue of IDR 3.85, so it can be concluded that the Hydroponic Healthy Vegetable business is feasible for developed and generate profits for farmers.
Strategi Pengembangan Usaha Jahe Instan Kelompok Wanita Tani (Studi Kasus Pada Kelompok Wanita Tani Gunung Nona Desa Rossoan, Kabupaten Enrekang) Nurhikmah, Nurhikmah; Bulkis, Sitti; Akhsan, Akhsan; Busthanul, Nurbaya; Rahmadanih, Rahmadanih
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2024.008.01.13

Abstract

Jahe instan merupakan salah satu usaha yang dikembangkan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Gunung Nona yang berlokasi di Desa Rossoan Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang. Dalam pengembangannya, terdapat beberapa kendala yang dihadapi yaitu pemasaran yang dilakukan masih sederhana, kualitas sumberdaya manusia masih rendah serta peratalaan yang digunakan belum bisa sepenuhnya menunjang usaha. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahuai bagaimana kinerja anggota kelompok terhadap usaha serta untuk mengetahuai strategi pengembanagn usaha jahe instan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis SWOT dan matriks IE. Hasil analisis menunjukkan kinerja anggota KWT Gunung Nona cukup baik. Strategi yang perlu dilakukan dalan mengembangkan usaha adalah meningkatkan citra produk dengan memberikan informasi keunggulan produk pada kemasan dan juga media sosial.
DAMPAK BUDAYA ORGANISASI DAN PERILAKU CYBERLOAFING TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA DPUPR KOTA PAREPARE Nurul Khatimah; Akhsan, Akhsan
DECISION : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 6 No. 2 (2025): DECISION : Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/decision.v6i2.4104

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya organisasi dan perilaku cyberloafing terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Parepare. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 71 pegawai yang seluruhnya dijadikan responden melalui metode sensus. Teknik analisis data menggunakan Partial Least Square (PLS) dengan bantuan program SmartPLS 3.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin kuat budaya organisasi yang diterapkan, maka semakin tinggi pula tingkat kinerja pegawai. Sementara itu, perilaku cyberloafing memiliki arah hubungan yang positif namun tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Artinya, aktivitas penggunaan internet di luar konteks pekerjaan yang dilakukan oleh pegawai tidak secara langsung menurunkan kinerja mereka, karena perilaku tersebut cenderung dilakukan sebagai bentuk relaksasi ketika beban kerja meningkat. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan budaya organisasi tetap menjadi faktor utama dalam meningkatkan kinerja pegawai pada instansi pemerintah.
PEMANFAATAN TRANSAKSI DIGITAL MENINGKATKAN KINERJA KEUANGAN UMKM BINAAN RUMAH BUMN PT. TELKOM WITEL SULSELBAR PAREPARE Muhammad Afif Farhan; Akhsan, Akhsan; Andi Ar
DECISION : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 7 No. 1 (2026): DECISION : Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/decision.v7i1.4306

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk transaksi berbasis digital yang telah mampu diterapkan dan dampaknya terhadap peningkatan kinerja keuangan UMKM Binaan Rumah BUMN PT. Telkom Witel SULSELBAR. Penelitian dilakukan dengan pendekatan metode kualitatif, dimana hasil yang diperoleh yakni pelaku UMKM Binaan Rumah BUMN PT. Telkom Witel SULSELBAR dapat dikatakan telah melakukan dan mengenal transaksi berbasis digital melalui penggunaan beberapa media pembayaran seperti GoPay, LinkAja, OVO, DANA, Sakuku, dan ShopeePay. Namun batasan pengetahuan mereka hanya memahami sebagai alat pembayaran pada marketplace. Akan tetapi setelah mendapatkan pelatihan dan pendampingan, mereka telah memahami media pembayaran tersebut sebagai dompet digital dan sebagai alat transaksi berbasis digital. Dampak dari pemberlakuan sistem transaksi digital melalui media QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) sebagai alat pembayaran yang telah diintegrasikan dengan Aplikasi LAMIKRO mampu mendorong peningkatan kinerja keuangan pelaku UMKM dari segi pendapatan dan pelaporan keuangan, dibuktikan dengan meningkatnya pendapatan mereka setelah mendapatkan pelatihan dan pendampingan serta secara perlahan juga memahami tentang mekanisme penyusunan Laporan Keuangan berbasis Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang menjadi bagian dari Aplikasi LAMIKRO.
Ordinal regression of rice technology adoption in Pinrang, Indonesia HASNAL, HASNAL; BDR, MUH. FARID; AKHSAN, AKHSAN; JAMIL, MUHAMMAD HATTA; BABA, SYAHDAR
Asian Journal of Agriculture Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Smujo International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/asianjagric/g100146

Abstract

Abstract. Hasnal, BDR MF, Akhsan, Jamil MH, Baba S. 2026. Ordinal regression of rice technology adoption in Pinrang, Indonesia. Asian J Agric 10 (1): g100146. https://doi.org/10.13057/asianjagric/g100146. The agricultural sector continues to play a vital role in sustaining livelihoods in Indonesia, contributing significantly to national food security and rural economic development, with rice as the staple food. However, the decline in rice cultivation area and productivity in Pinrang District highlights the need to enhance the adoption of agricultural technology. Optimizing rice production requires intensive management, including the use of modern equipment, high-yielding varieties, and the implementation of sustainable agricultural practices. This study examines the socioeconomic factors influencing the adoption of rice farming technology amid increasing agricultural digitalisation. The results indicate that most farmers are at a moderate level of technology adoption, suggesting uneven diffusion across farmer groups. Formal education, distance from home to farmland, extension intensity, and household income emerged as key positive predictors of adoption. In contrast, participation in non-formal education had a negative effect, particularly among farmers who had never attended non-formal training. These findings provide important insights for policymakers and stakeholders in designing targeted interventions, strengthening extension services, and improving access to education and resources to promote wider adoption of agricultural technologies and ultimately enhance rice productivity and farmers’ welfare.