Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Kuat Lekat Beton dengan Variasi Umur Beton, Kekasaran Permukaan, Kelembapan dan Mutu Beton Andhini, Vania Meutia; Noorhidana, Vera Agustriana; Alami, Fikri
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 8 No. 4 (2020): Edisi Desember 2020
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v8i4.1566

Abstract

AbstractStructure strengthening by adding fresh concrete mix to he existing concrete has a weakness in the bonding between the concrete joint. Research on the concrete-to-concrete bond strength has been carried out with various treatments. This study aims to determine the factors that influence bond strength between old concrete (substrate) and new concrete (overlay). The factors include are the substrate's ages, substrate surface's roughness, water content of the substrate and the compressive strength of the added concrete.The test method used in this study is slant shear test to quantify the bond strength. 150 × 150 × 300 mm2 prism with the interface line angle at 30°to the vertical was used as the specimen. The specimen cast in 2 phases, first substrate casting and second overlay casting. The overlay cast at different age of substrate depends on the variation needed. The treatments given are: 1) difference of overlay compressive strength which use 15 MPa, 25 MPa and 45 MPa concrete compressive strength; 2) difference of substrate’s ages at 7 days, 28 days and 42 days; 3) difference of substrate surface’s roughness with 3 sub-variations smooth, medium and coarse; 4) difference of water content of substrate specimen with dry, SSD and wet sub-variations.Keyword : concrete-to-concrete bond strength, slant shear test, interface roughness, substrate's ages.
Evaluasi Bangunan Gedung Rumah Sakit Terhadap Beban Gempa Dengan Menggunakan Metode Statik Ekuivalen Nurrohmat, Farhan; Widyawati, Ratna; Alami, Fikri
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 8 No. 3 (2020): Edisi September 2020
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v8i3.1590

Abstract

Rumah sakit merupakan bagian integral dari suatu organisasi sosial dan kesehatan dengan fungsi menyediakan pelayanan, penyembuhan penyakit dan pencegahan penyakit kepada masyarakat. Sehingga perlu diteliti untuk mengetahui kekuatan dan kinerja struktur gedung terhadap beban gempa pada gedung Rumah Sakit. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi kinerja struktur atas Gedung Rumah Sakit terhadap beban gempa statik ekivalen dalam memenuhi persyaratan keamanan struktur berdasarkan SNI:1726-2012. Perhitungan beban gempa menggunakan metode Statik Ekuivalen dengan bantuan program ETABS 2017. Analisis gempa statik ekivalen digunakan untuk mengevaluasi kinerja layan bangunan dan kinerja struktur bangunan. Dari hasil analisis, diperoleh Story drift yang tergolong aman karena tidak melebihi batas simpangan izin sebesar 209 mm dan level kinerja struktur pada peraturan ATC-40 gedung masih dalam keadaan elastis. Balok dan kolom tidak perlu dievaluasi ke tahap Pushover karena nilai DCR kurang dari 2. Balok B1 di Lantai 2-4 memiliki perbedaan antara tulangan lentur dan geser yang dibutuhkan pada analisis dengan tulangan pada eksisting. Kolom lantai 2 K1.5, K1.8, K1.11 memiliki perbedaan antara tulangan lentur yang dibutuhkan pada analisis dengan tulangan pada eksisting. dan untuk tulangan geser kolom dalam kondisi aman. Penulangan pelat lantai pelat Lantai 2 sampai dengan 5 pada daerah tumpuan dan lapangan pelat arah X dan Y aman karena sama dengan hasil eksisting.
Evaluasi Pengaruh Dilatasi pada Gedung Baja Empat Lantai Terhadap Beban Gempa menggunakan Metode Statik Pushover Prihandoyo, Rizky; ., Bayzoni; Husni, Hasti Riakara; Alami, Fikri
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 9 No. 4 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v9i4.2132

Abstract

Laboratorium Teknik 3 ITERA menerapkan dilatasi pada pembangunannya dengan asumsi masing-masing bangunan dapat berdefleksi saat terjadi gempa. Analisis pushover merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mengetahui perilaku keruntuhan bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bangunan dilatasi (model A1 & A2) dengan bangunan tanpa dilatasi (model B1) sebagai pembanding terhadap level kinerja struktur, gaya geser dasar maksimum yang ditahan struktur dan pola keruntuhan akibat beban gempa. Berdasarkan hasil analisis, total simpangan gedung existing dengan dilatasi (model A1 & A2) sebesar 96,54 mm tidak melebihi jarak yang tersedia yaitu 250 mm. Nilai target displacement metode FEMA-440 dengan level kinerja paling baik pada gedung existing dengan dilatasi (model A1) pada arah-x yang berada pada tingkat Immediate Occupancy dan level kinerja paling rendah pada gedung modifikasi tanpa dilatasi (model B1) pada arah-x yang berada pada tingkat Structural Stability. Mekanisme keruntuhan struktur menunjukan mekanisme strong column weak beam.
Evaluasi Kinerja Struktur Gedung Bertingkat Dengan Analisis Time History (Studi Kasus : Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Metro) rifai, muhamad; Alami, Fikri; Isneini, Mohd; Helmi, Madar
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 10 No. 1 (2022): Edisi Maret 2022
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v10i1.2370

Abstract

AbstractIndonesia is an area prone to earthquakes viewed based on its geographical location and the meeting path of the 3 main world plates, one of the impacts of earthquakes is structural damage. Based on the number of earthquake events in Indonesia in the last period and the losses caused, it is necessary to design a building structure that has earthquake resistance. The purpose of this study is to evaluate the performance of high-rise building structures based on time history analysis according to SNI 1726-2019. In this study, the building being reviewed is the Muhammadiyah Metro General Hospital, where time history analysis will be carried out with 5 earthquake records (accelerograms) used, including: El Centro (US, 1940), Chichi (Taiwan, 1999), Mentawai Earthquake ( Sumatera, 2007), Friuli (Italy, 1976), and Superstition Hills (USA, 1987). Structural analysis was calculated using ETABS software in a 3-dimensional model. The results of the analysis are drift, displacement, and base shear. The results of this analysis are used to evaluate the performance of high-rise building structures. The results showed that according to SNI 1726-2019 it is known that the greater the maximum acceleration of the earthquake, the higher the drift value or deviation will also be in the building structure. Deviations that occur in the building structure meet the requirements for deviations between permit levels in accordance with SNI 1726-2019 for the Chi-Chi, Friuli, El Centro, Sumatra and Superstition Hills earthquakes.Keywords: Earthquake, time history analysis, structural performanceAbastrakIndonesia merupakan daerah rawan terhadap gempa bumi ditinjau berdasarkan letak geografis dan jalur pertemuan 3 lempeng utama dunia, dampak gempa bumi salah satunya yaitu kerusakan bangunan struktur. Berdasarkan banyaknya kejadian gempa di Indonesia dalam kurun waktu terakhir serta kerugian yang ditimbulkan, maka diperlukan perencanaan struktur bangunan yang memiliki ketahanan gempa. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi kinerja struktur bangunan bertingkat berdasarkan analisis time history menurut SNI 1726-2019. Pada penelitian ini gedung yang ditinjau adalah Rumah sakit umum muhammadiyah metro, yang akan dilakukan analisis riwayat waktu dengan 5 rekaman gempa (akselerogram) yang digunakan, antara lain : El Centro (US, 1940), Chichi (Taiwan, 1999), Gempa Mentawai (Sumatera, 2007), Friuli (Italia, 1976), dan Superstition Hills (USA, 1987). Analisis struktur dihitung menggunakan softwere ETABS dalam model 3 dimensi. Hasil dari analisis berupa drift, displacement, dan base shear. Hasil analisis ini digunakan untuk mengevaluasi kinerja struktur bangunan bertingkat. Hasil penelitian didapat bahwa menurut SNI 1726-2019 diketahui bahwa semakin besar percepatan maksimum gempa, maka nilai drift atau simpangan akan semakin besar juga pada struktur gedung. Simpangan yang terjadi pada struktur gedung memenuhi syarat simpangan antar tingkat izin sesuai dengan SNI 1726-2019 terhadap gempa Chi-Chi, Friuli, El Centro, Sumatera dan Superstition Hills .Kata kunci : Gempa bumi, analisis time history, kinerja struktur
Analisis Perbandingan Pengaruh Penambahan Serat Baja Karbon 3D Dramix dan Serat Kawat Bendrat Terhadap Kuat Tekan, Kuat Tarik Belah, dan Kuat Tarik Lentur Pada Beton Mutu Normal Riana, Netta; Noorhidana, Vera Agustriana; Irianti, Laksmi; Alami, Fikri
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 10 No. 2 (2022): Edisi Juni 2022
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v10i2.2629

Abstract

AbstractIn general, the structural characteristics of concrete are that it has a high compressive strength but is weak in tensile strength. The aim of this study was to coMPare the effects of adding Dramix 3D carbon steel fiber and bendrat wire fiber on the compressive strength, split tensile strength, and flexural tensile strength in normal quality concrete. In this study, the addition of Dramix 3D carbon steel fiber and bendrat wire fiber with volume fractions of 0%, 1%, 1.5%, and 2% of the volume of the concrete mix was evaluated. The samples for this study were a cylinder with a diameter of 15 cm and a height of 30 cm for the compressive strength and split tensile strength tests, and a beam measuring 10 x 10 x 40 cm for the flexural tensile strength test. From the results of the study, it was found: (1) The compressive strength maximum occur of the addition of bendrat wire fiber at Vf 1% increased by 19.33% from the compressive strength of concrete at Vf 0%., (2) The split tensile strength maximum occur of the addition of 3D Dramix carbon steel fibers at Vf 2% increased by 88.38% from the split tensile strength of Vf 0% concrete., and (3) The flexural tensile strength maximum occur of the addition of Dramix 3D carbon steel fibers at Vf 2% increased by 465.63% from the flexural tensile strength of concrete at Vf 0%. Key words : Dramix 3D carbon stell fiber, bendrat wire fiber, compressive strength, split tensile strength, flexural tensile strength. AbstrakBeton mempunyai kuat tekan yang besar tetapi lemah terhadap kuat tarik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan pengaruh penambahan serat baja karbon 3D Dramix dan serat kawat bendrat terhadap kuat tekan, kuat tarik belah, dan kuat tarik lentur pada beton mutu normal. Pada penelitian ini, dilakukan penambahan serat baja karbon 3D Dramix dan serat kawat bendrat dengan volume fraksi sebesar 0%, 1%, 1,5% dan  2% dari volume adukan beton. Sampel pada penelitian ini berupa silinder dengan (diameter 15 cm dan tinggi 30 cm) untuk uji kuat tekan dan kuat tarik belah, dan balok berukuran (10 x 10 x 40 cm) untuk uji kuat tarik lentur. Dari hasil penelitian didapatkan: (1) Kuat tekan maksimum terjadi pada penambahan serat kawat bendrat pada Vf 1% mengalami peningkatan sebesar 19,33% dari kuat tekan beton Vf0%., (2) Kuat tarik belah maksimum terjadi pada penambahan serat baja karbon 3D Dramix pada Vf 2% mengalami peningkatan sebesar 88,38% dari kuat tarik belah beton Vf0%., dan (3) Kuat tarik lentur maksimumterjadi pada penambahan serat baja karbon 3D Dramix pada Vf 2% mengalami peningkatan sebesar 465,63% dari kuat tarik lentur beton Vf0%.Kata kunci : serat baja karbon 3D Dramix, serat kawat bendrat, kuat tekan, kuat tarik belah, kuat tarik lentur.
STUDI PERBANDINGAN PEMBEBANAN DINAMIS PADA JEMBATAN BETON TERHADAP PEMODELAN FEA Firdaus, Afridho; Alami, Fikri; Isnaeni, Mohd; Helmi, Masdar
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 11 No. 2 (2023): Edisi Juni 2023
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v11i2.3190

Abstract

The natural frequency of the bridge is the frequency to determine the theoretical and experimental feasibility requirements of the bridge. The natural frequency value is used to determine the theoretical and experimental feasibility requirements of the bridge. Analysis of bridge behavior in resisting dynamic loads and comparing theoretical natural frequencies with field tests on prestressed concrete bridges with a span of 40 m using the line model and the shell model in the sap2000 application. Based on the results of bridge modeling using SAP 2000, the natural frequency on the model line is f○ 3.9876 hz and T 0.2507 seconds, while in shell modeling it is obtained f○ 16.045 hz and T 0.6232 seconds. When given a running load the frequency of the bridge in the shell model is f 15.577 hz and T 0.0642 seconds. The natural frequency value obtained from the model line is 3.9876 hz and the natural frequency from the shell model is 16.045 hz which in the shell model the frequency results are closer to the field test results of 16.67 hz with a ratio of 3.75%. The shell model is used as a comparison to the field model.
Pengaruh Air Laut Pada Proses Curing dan Treatment Terhadap Kekuatan Beton Sari, Rendityas Mayang; Helmi, Masdar; Alami, Fikri
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 11 No. 3 (2023): Edisi September 2023
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v11i3.3620

Abstract

Pembangunan infrastruktur di wilayah pesisir memerlukan penggunaan bahan konstruksi yang dapat bertahan dalam kondisi terpapar air laut. Namun, air laut memiliki pengaruh yang cukup besar pada kekuatan beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak air laut dan lingkungan pesisir terhadap kekuatan beton serta tingkat karbonasinya. Sampel beton berbentuk kubus dengan dimensi 15x15x15 cm disubjekkan pada perawatan dengan air tawar dan air laut selama periode 7, 14, 28, dan 56 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beton yang diperlakukan dengan air laut memiliki kekuatan tekan yang lebih rendah dibandingkan dengan beton yang diperlakukan dengan air tawar, dengan nilai kekuatan tekan berturut-turut adalah 273,53 kg/cm2 , 302,23 kg/cm2 , 331,21 kg/cm2 , dan 316,01 kg/cm2 . Selain itu, beton yang terpapar lingkungan pesisir juga mengalami penurunan nilai kekuatan tekan pada usia 28 dan 56 hari untuk setiap sampel. Nilai kekuatan tekan pada sampel BAZ adalah 426,63 kg/cm2 ; pada sampel BTZ adalah 384,09 kg/cm2 pada usia 28 hari dan 361,05 kg/cm2 pada usia 56 hari; sementara pada sampel BSZ adalah 351,6 kg/cm2 pada usia 28 hari dan 342,2 kg/cm2 pada usia 56 hari. Hasil uji karbonasi pada usia 28 dan 56 hari menunjukkan bahwa sampel BUR dan BAZ tidak mengalami karbonasi dengan kedalaman 0 mm, sementara sampel BTZ mengalami karbonasi dengan kedalaman 4,4 mm pada usia 28 hari dan 6,4 mm pada usia 56 hari. Sampel BSZ memiliki tingkat karbonasi yang lebih dalam, yaitu 7,4 mm pada usia 28 hari dan 11 mm pada usia 56 hari. Hasil ini mengindikasikan bahwa semakin dalam tingkat karbonasi, semakin menurun kekuatan beton.
Pengaruh Pasir Laut Sebagai Campuran dan Air Laut Untuk Curing Terhadap Kuat Tekan Beton Zikrillah, Daffa; Helmi, Masdar; Isneini, Mohd; Alami, Fikri
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 11 No. 3 (2023): Edisi September 2023
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v11i3.3696

Abstract

AbstrakIndonesia merupakan negara maritim Namun dikarenakan belum meratanya akses masyarakat terhadap air bersih dan langkanya pasir yang sesuai standar, membuat banyak pembangunan yang dilakukan di pesisir pantai dilakukan dengan material yang tidak sesuai dengan standar dan mengakibatkan berubahnya kekuatan beton. Dalam penelitian ini dibahas kuat tekan beton yang menggunakan material pasir laut dan curing menggunakan air laut dimana didapatkan hasil bahwa pasir laut dan curing dengan air laut memiliki dampak negatif terhadap kuat tekan beton dibandingkan menggunakan pasir sungai dan curing dengan air tawar menggunakan sample beton kubus 15x15x15 cm sejumlah 48 sample dengan 2 variasi campuran dan 2 metode curing diuji di umur 7, 14, 28, dan 56 hari. Hasil kuat tekan beton yang menggunakan material pasir laut dan curing menggunakan air laut dimana didapat hasil BPLCT memiliki kuat tekan yang lebih rendah dibanding BNCT senilai 336,1 kg/cm2 dan BNCT senilai 355,9 kg/cm2 pada umur 28 hari dan curing dengan air laut memiliki dampak negatif terhadap kuat tekan beton dibandingkan menggunakan pasir sungai dan curing dengan air tawar dengan nilai BNCL 331,2 kg/cm2 dibanding BNCT senilai 355,9 kg/cm2 pada umur 28 hari. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan pasir laut sebagai pencampur beton dan air laut sebagai curing beton menghasilkan pengaruh buruk terhadap kuat tekan beton.Kata kunci : pasir laut, air laut, dan kuat tekan
Studi Model Cerucuk Ferosemen Berlubang Terhadap Kapasitas Beban di Atas Tanah Lunak Helmi, Masdar; brina, ardi elsa; Alami, Fikri; Iswan, Iswan
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 12 No. 2 (2022): Volume 12 Nomor 2, September 2022
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v12i2.715

Abstract

Abstrak Cerucuk ferosemen merupakan salah satu ide yang bisa dijadikan alternatif mengatasi permasalahan tanah lunak akibat rendahnya daya dukung terhadap beban di atasnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapasitas model cerucuk ferosemen terhadap beban aksial di atas tanah lunak ditinjau dari batas penurunan maksimum 2,54 cm. Terdapat 3 macam kondisi pengujianyaitu cerucuk tunggal berlubang, cerucuk tunggal tertutup dan cerucuk kelompok tertutup pada ujungnya (4 buah silinder). Variasi pengujian cerucuk tunggal berupa lama waktu di dalam tanah lunak, yaitu 1, 3, 7, dan 14 hari. Hasil pengujian dibandingkan dengan perhitungan teoritis.  Deformasi dan tegangan tanah lunak dianalisis menggunakan metode elemen hingga. Hasil pengujian menunjukan bahwa kapasitas terhadap beban meningkat seiring dengan bertambah lamanya perendaman. Pada variabel 14 hari, kapasitas maksimum cerucuk tunggal berlubang sebesar 0,80 kN dan meningkat drastis pada cerucuk tunggal tertutup sebesar 3,53 kN terjadi peningkatan signifikan sebesar 77,33%. Sedangkan kapasitas cerucuk kelompok tertutup memiliki kapasitas sebesar 9,91 kN. Kata kunci: Cerucuk ferosemen, tanah lunak, kapasitas dukung (q ultimit), faktor aman, FEM (Finite Element Method).  Abstract Ferrocement pile is an idea to overcome the problem of soft soil which has a low bearing capacity to the load.. This study aims to analyze the bearing capacity of the ferrocement pile model against axial loads on soft soil in terms of the maximum settlement limit of 2.54 cm. There were three conditions of testing: single pile with a hollow at the bottom, single pile closed at the bottom, and group pile closed at the bottom. The variations of the test were the length of immersed in soft soil, namely 1, 3, 7, and 14 days. The deformation and stress were analyzed using a software of FEM (Finite Element Method). The test results show that the capacity of ferrocement pile to the load increases with the increase in the duration of immersion. In the 14-day variable, the maximum capacity in a single hollow ferrocement pile was 0.80 kN and increased significantly in a single closed ferrocement pile of 3.53 kN, or 77.33%. Meanwhile, the group closed ferrocement pile had a capacity of 9.91 kN. Keywords: Ferrocement pile, soft soil, bearing capacity (Q ultimate), safety factor, FEM (Finite Element Method).
Life-Cycle Cost Analysist Alternatif Perbaikan Struktur Atap Baja untuk Extended Life Bangunan (Studi Kasus: Gudang Multipurpose PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Panjang) Usman, Kristianto; Sukmaningrum, Febriana Melati; Alami, Fikri; Kustiani, Ika
Jurnal Profesi Insinyur Universitas Lampung Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpi.v6n1.154

Abstract

Gedung Biru saat ini diindikasikan terjadi kerusakan pada struktur atap baja akibat penurunan tanah (setlement) pada saat usia bangunan 25 tahun dengan sisa umur layan 25 tahun. Tujuan penelitian ini merekomendasikan perbaikan yang tepat dan ekonomi. Berdasarkan hasil pengamatan visula bangunan dan pengujian Non-Destruktive Test (NDT) dengan hardness test dan ultrasonic thicknes gauge test diketahui kerusakan yang terjadi berupa korosi, kerusakan penutup baja dan baseplate yang hal ini dapat mendegrasi kekuatan struktur gedung.Analisi perkuatan struktur baja dengan SAP2000 pada profil yang mengalami overstress dilakukan perkuatan dengan dua metode. Perkuatan pertama dengan metode penebalan pelat baja dengan ketebalan 2 mm. Dua metode perkuatan, dilakukan analisis biaya siklus hidupnya terdapat enam skenario dengan berbagai asumsi. Kondisi terbaik terjadi pada skenario 5 yaitu dengan perkuatan pelapisan CFRP dan keuntungan 10% pertahun dari harga sewa dengan nilai BCR 1,41 dan NPV sebesar Rp13.394.820.285,38. Asumsi usia bangunan 50 tahun, discount rate 10%, dan nilai sisa. Keseluruhan skenario menunjukan hasil akhir memenuhi persyaratan analisis layak ekonomi dan finansial yaitu NPV>0, dan BCR>1 sehingga dinyatakan bahwa proyek renovasi Gudang dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya karena memberikan keuntungan bagi perusahaan.