Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : POROS TEKNIK

Karakteristik Rangkaian RL Dan RC Menggunakan Bahasa Komputasi Matlab Khairunnisa, Khairunnisa; Qamariah, Qamariah; Wijayanto, Jarot
POROS TEKNIK Vol. 13 No. 2 (2021)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/porosteknik.v13i2.1142

Abstract

Arus, tegangan, dan daya adalah parameter utama yang biasanya menjadi acuan bagi teknisi untuk diukur ketika mengoperasikan perangkat-perangkat listrik dan elektronika. Pengukuran menggunakan alat ukur konvensional berupa multimeter dan osiloskop, analog, maupun digital. Secara keseluruhan, hasil pengukuran seharusnya bisa menjadi acuan apakah respon rangkaian sudah sesuai dengan teori, apakah rangkaian layak atau tidak untuk diimplementasikan. Biasanya hasil pengukuran disajikan berupa tabel data. Beberapa tabel data dibuat dengan menggunakan variabel yang berbeda, kemudian disimulasikan dalam bentuk grafik. Grafik inilah yang biasanya dianggap sebagai karakteristik rangkaian. Untuk menghindari analisis berulang, diperlukan suatu modul komputasi praktis sehingga pembelajaran praktek rangkaian listrik dapat disajikan secara efektif dan efisien. Penelitian merancang suatu modul pembelajaran yang dapat menampilkan grafik karakteristik rangkaian meliputi arus, tegangan, dan daya berdasarkan persamaan sifat-sifat rangkaian sehingga dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada mahasiswa sekaligus membuktikan teori yang sudah ada.
Analisis Dampak Beban Lebih pada Transformator terhadap Kualitas Daya di Gardu TLS-0172 ULP Kandangan Burhan, Puhrani; Qamariah, Qamariah; Alfiana, Hasna
POROS TEKNIK Vol 14 No 1 (2022)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/porosteknik.v14i2.2581

Abstract

Pada gardu distribusi TLS-0172 PT. PLN (Persero) ULP Kandangan, mengalami keadaan overload dengan persentase pembebanan sebesar 98,4%, dimana hal tersebut melebihi standar yang sudah ditetapkan SPLN yaitu sebesar 80%. Tujuan dari penulisan ini dibuat untuk mengetahui cara menanggulangi masalah transformator yang mengalami overload serta menganalisis hasil persentase pembebanan transformator dan melihat nilai efisiensi transformator sebelum dan sesudah uprating transformator. Penelitian dengan cara mengumpulkan data-data yang ada di ULP Kandangan, serta melakukan sesi tanya jawab dengan pembimbing lapangan kemudian melakukan studi literatur yang mendukung penyelesaian masalah pada transformator yang overload. Metode yang dilakukan untuk mengatasi masalah transformator overload pada gardu TLS-0172 yaitu perbaikan dengan metode uprating transformator dari kapasitas 25 kVA menjadi 50 kVA. Dari hasil dilakukannya uprating diperoleh nilai persentase pembebanan trafo sebesar 47,3% yang dimana sebelum dilakukan uprating trafo yaitu 98,4%, sehingga mengalami penurunan sebanyak 51,1%. Kemudian dilihat dari nilai efisiensi pemakaian transformator dengan kapasitas 50 kVA pemakaian beban semakin berkurang. Hal ini membuktikan bahwa uprating transformator merupakan salah satu metode yang bisa digunakan untuk mengatasi masalah overload pada gardu distribusi.
Analisa Rekonfigurasi Jaringan untuk Mengurangi Rugi–Rugi Daya pada Penyulang CPK 16 PT PLN (Persero) ULP Banjarbaru Watoni, M. Ali; Qamariah, Qamariah; Putra, Rafi Dwi
POROS TEKNIK Vol 14 No 2 (2022)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/porosteknik.v14i2.2594

Abstract

Di zaman yang serba modern, listrik sudah menjadi kebutuhan pokok manusia. Hal ini berkaitan dengan tingkat perekonomian dan kependudukan, sehingga penyaluran energi listrik harus terjamin sesuai dengan PP No 5 Tahun 2006. Kualitas tegangan dan efesiensi energi listrik sangat dipengaruhi oleh jatuh tegangan dan rugi–rugi daya. Rekonfigurasi merupakan salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Pada PT PLN (Persero) ULP Banjarbaru terdapat 22 penyulang yang di suplay dari 5 Gardu Induk yang berbeda-beda. Dari 22 penyulang ULP Banjarbaru mempunyai penyulang CPK16 yang diketahui sebagai penyulang terbesar dengan jumlah pelangan terbanyak dan Panjang jaringan terluas. Untuk menjaga nilai efesiensi penyulang CPK16, diperlukan menganalisa keandalan system penyulang tersebut dengan cara merekonfigurasi jaringan atau pelimpahan sebagian beban dari penyulang yang mempunyai beban dan jarak terbanyak ke penyulang beban dan jarak nya hanya sedikit. Dengan melihat nilai pembebanan, jatuh tegangan, serta rugi–rugi daya pada penyulang CPK16 dengan jelas diidentifikasi bahwa penyulang tersebut dalam keadaan kritis dan harus direkonfigurasi. Rekonfigurasi pada penyulang CPK16 dapat meningkatkan nilai keandalan pada penyulang tersebut didapatkan hasil penurunan beban sebesar 1 MW, nilai jatuh tegangan sebesar 310 Volt, dan nilai rugi–rugi daya sebesar 3000 Watt dengan ini dapat disimpulkan proses rekonfigurasi tersebut dapat meningkatkan nilai keandalan.
Analisis Losses Jaringan pada Gardu Distribusi TMK-0242 untuk Perbaikan Jaringan Tegangan Rendah Di PT PLN (Persero) ULP Ahmad Yani Nurkamilia, Nurkamilia; Qamariah, Qamariah; Syahrani, Gestarin Nur
POROS TEKNIK Vol 14 No 2 (2022)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/porosteknik.v14i2.2595

Abstract

Mengingat tingginya konsumsi tenaga listrik yang didistribusikan ke pelanggan, maka mutu tegangan dan kontinuitas pendistribusian tenaga listrik harus terjaga dengan baik. Namun dalam pendistribusian tenaga listrik itu pada umumnya menimbulkan losses pada sebuah jaringan yang dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya ketidakseimbangan beban dan overload pada transformator. Salah satu tindakan untuk mengatasi masalah tersebut yaitu dengan melakukan perbaikan pada jaringan tegangan rendah (JTR) dengan cara menyeimbangkan beban dan memindahkan beban ke gardu terdekat yang bebannya ringan. Dengan melakukan perencanaan perbaikan jaringan tegangan rendah mengurangi persentase ketidakseimbangan beban, overload, dan losses pada PT PLN (Persero) ULP Ahmad Yani didapatkan hasil perhitungan losses energi pada transformator Gardu TMK-0242 sebelum dan sesudah dilakukan rencana perbaikan JTR mengalami penurunan dari 1.030 kWh menjadi 785 kWh. Sedangkan berdasarkan hasil simulasi ETAP 12.6 terhadap losses energi pada transformator Gardu TMK-0242 sebelum dan sesudah dilakukan rencana perbaikan JTR mengalami penurunan dari 1.080 kWh menjadi 576 kWh. Begitu juga dengan hasil perhitungan persentase ketidakseimbangan beban dan pembebanan transformator distribusi pada Gardu TMK-0242 sebelum dan sesudah dilakukan rencana perbaikan JTR mengalami penurunan. Untuk persentase ketidakseimbangan beban dari 32,6% menjadi 3,7%, sedangkan persentase pembebanan transformator dari 89,6% menjadi 65,15 %.