Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri Buah Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC) Terhadap Bakteri Streptococcus mutans dan Propionibacterium acne Fitri, Widya; Tarigan, Yenni Gustiani; Silitonga, Evawani Martalena; Telambenua, Fiki julfitra
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 4 No. 1 (2022): JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Andaliman fruit is a cultivation plant that functions as an antibacterial. Streptococcus mutans is a bacterium that causes dental caries which causes damage to hard tissues. Acne propionibacterium Is a bacterium that causes skin diseases that cause inflammation of tissues associated with immune systems and supports inflammation of acne. Clindamicin is a broad spectrum broad-spectrum bacteriostatic antibiotic that is active against aerobic and anaerobic microorganisms, positive and negative bacteria. Isolation of andaliman fruit essential oil using the air distillation method using a stahl tool. Antibacterial activity test using disc diffusion on MHA media by determining the diameter of the inhibition zone. The concentration of andaliman fruit essential oil used was 2.5%, 5%, 10%, 20% and 40%, with n-hexane p.a solvent and clindamicin concentration 30 μg / ml which was used as a comparison with aquadest solvent. The results showed the diameter of the combined inhibitory zones in Streptococcus mutans bacteria. With a concentration of 2.5% inhibition zone 8.8 mm, inhibition zone 5% 9.0 mm, 10% inhibition zone 10.1 mm, 10% inhibition zone 11.1 mm, 40% 14.5. In acne bacteria Propionibacterium. 2.5% inhibition zone 9.1 mm, 5% inhibition zone 9.2 mm, 10% inhibition zone 10.3 mm, 20% inhibition zone 12.6 mm, 40% 14.1. And clindamicin as a comparison has a 30.6 mm inhibitory zone in acne Propionibacterium bacteria and in Streptococcus mutans. 29.2 mm. From the results of the antibacterial activity test of andaliman essential oil at a concentration of 2.5%, 5%, 10%, 20% and 40%, able to inhibit the growth of Streptococcus mutans and Propionibacterium acne. The results of isolation of Andaliman fruit essential oil by using the Stahl tool are available 4.76% essential oil
HUBUNGAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA TENAGA KESEHATAN DI PUSKESMAS NON RAWAT INAP MANDREHE UTARA Tarigan, Yenni Gustiani; Munthe, Seri Asnawati; Gulo, Titus Themavati; Hulu, Yufianis
Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jkmlh.v10i2.6851

Abstract

Latar belakang: Kinerja tenaga kesehatan merupakan indikator penting dalam menentukan mutu pelayanan di Puskesmas. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi kinerja adalah motivasi kerja, yang berperan dalam mendorong semangat, tanggung jawab, dan komitmen dalam melaksanakan tugas. Kinerja yang tidak optimal dapat berdampak pada rendahnya kepuasan pasien dan citra institusi pelayanan kesehatan. Tujuan: untuk menganalisis hubungan antara motivasi kerja dengan kinerja tenaga kesehatan di Puskesmas Non Rawat Inap Mandrehe Utara. Metode: pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Seluruh tenaga kesehatan sebanyak 59 orang dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi-square pada tingkat signifikansi 0,05 menggunakan SPSS. Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara kebutuhan fisiologis (p=0,000), kebutuhan penghargaan (p=0,008), kebutuhan sosial (p=0,004), dan kebutuhan aktualisasi diri (p=0,049) dengan kinerja tenaga kesehatan. Namun, kebutuhan keamanan tidak berhubungan secara signifikan dengan kinerja (p=0,704). Kesimpulan: Motivasi kerja berhubungan dengan kinerja tenaga kesehatan, khususnya pada aspek fisiologis, sosial, penghargaan, dan aktualisasi diri. Upaya peningkatan motivasi melalui pengembangan karier, pelatihan berkelanjutan, dan dukungan lingkungan kerja perlu dilakukan untuk meningkatkan kinerja dan mutu pelayanan kesehatan.
Pemantauan Jentik, Frekuensi Pengurasan dan Ketersediaan Tutup Pada Tempat Penampungan Air di Kelurahan Ilir Kecamatan Gunungsitoli Tarigan, Yenni Gustiani; Harianja, Ester Saripati; Hia, Fitri Ika Natalia; Girli Kristiani Br. Sembiring
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Indonesia Vol 1 No 2 (2026): Januari-Maret
Publisher : Samudra Ilmu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit berbasis lingkungan merupakan fenomena penyakit yang terjadi pada suatu populasi dan dalam kurun waktu tertentu berkaitan, berakar, atau memiliki hubungan yang erat dengan satu atau lebih komponen lingkungan dalam ruang hidup maupun aktivitas masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Ilir, Kecamatan Gunungsitoli, pada tanggal 24 Oktober 2025. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa daftar tilik (checklist) dan lembar observasi. Hasil survei menunjukkan bahwa sebanyak 18 responden tidak memiliki penutup pada tempat penampungan air, 21 responden tidak menguras tempat penampungan air secara rutin, dan 17 responden ditemukan jentik nyamuk pada tempat penampungan air di sekitar rumah. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kesadaran, kedisiplinan, serta keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan guna mengendalikan risiko penularan penyakit demam berdarah secara lebih efektif dan berkelanjutan di Desa Ilir.