Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan Axial Flux Generator Single Rotor Untuk Kebutuhan Turbin Angin Skala Kecil Alfita, Riza; Sativa, Oryza; Saputro, Adi Kurniawan
SinarFe7 Vol. 7 No. 1 (2025): SinarFe7-7 2025
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PLTB (Pembangkit Listrik Tenaga Bayu) merupakan salah satu energi terbarukan yang memiliki potensi besar di Indonesia. Dengan memanfaatkan angin sebagai sumber energi, pembangkit listrik tenaga bayu mampu menghasilkan listrik tanpa emisi gas rumah kaca. Beberapa masalah yang terjadi adalah tenaga angin yang digunakan untuk memutar turbin sangat rendah, sehingga listrik tidak bisa dihasilkan. Dengan adanya generator tipe axial flux masalah tersebut bisa teratasi. Karena model generator ini memiliki anti coging sehingga dapat berputar dalam keaadaan kecepatan angin rendah. Generator ini menggunakan konfigurasi 3 phasa dimana terdapat 9 kumparan dan 6 pasang kutub magnet jenis NdFeB. Axial flux generator dapat diintegrasikan dengan menggunakan jenis turbin angin vertikal. Tujuan Penelitian ini dimulai dari tahap perhitungan, perancangan, dan pengujian generator. Pengujian yang dilakukan ada 3 tahapan yaitu pengujian tanpa beban, pengujian dengan beban resistor, dan pengujian dengan berbagai varian lampu led dan bohlam. Pada pengujian tanpa beban, generator dapat menghasilkan output 21,62 V pada kecepatan 1506 RPM. Kemudian pada pengujian dengan beban resistor 12 ohm / 20 watt, generator menghasilkan daya 9,79 Watt pada kecepatan 1509 RPM. Kemudian pada pengujian yang ketiga dilakukan dengan varian lampu led 1,5 Watt, 3 Watt, 5 Watt, 10 Watt, dan bohlam yang dirakit secara paralel.
Rancang Bangun ETS Scanning RFID Ring Merpati Pos Indonesia Pada Aplikasi Pomsi Live Yasin, Mohammad Yasin harianto; Fiqhi Ibadillah, Ahmad; Kurniawan Saputro, Adi; Alfita, Riza; Faswia Fahmi, Monika; Zain Nur, Achmad
SinarFe7 Vol. 7 No. 1 (2025): SinarFe7-7 2025
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kompetisi merpati pos di Indonesia masih banyak menggunakan metode pencatatan waktu manual yang rentan terhadap kesalahan dan manipulasi data. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem Electronic Timing System (ETS) berbasis Radio Frequency Identification (RFID) yang terintegrasi dengan aplikasi Pomsi Live, guna mencatat waktu kedatangan merpati secara otomatis dan real-time. Sistem ini menggunakan mikrokontroler Wemos Lolin S2 Mini sebagai pusat kendali, dengan dukungan RFID reader RDM6300, modul GPS GY-NEO6MV2, dan RTC DS3231 untuk memperoleh data identitas, lokasi, dan waktu secara akurat. Hasil pengujian menunjukkan bahwa RFID reader dapat membaca ring chip pada jarak efektif hingga 2,5 cm dengan waktu respon rata-rata 130–140 milidetik. Modul GPS menunjukkan akurasi lokasi dengan deviasi ±1–2 meter, sementara RTC menjaga kestabilan waktu dengan presisi tinggi. Data yang diperoleh berhasil dikirim ke server Pomsi Live secara otomatis melalui koneksi Wi-Fi. Sistem juga mendukung mode semi-offline dan memberikan umpan balik visual serta audio melalui LED dan buzzer. Implementasi sistem ETS ini terbukti meningkatkan efisiensi, akurasi, dan transparansi dalam pencatatan waktu kompetisi merpati pos. Sistem ini dapat menjadi solusi teknologi yang tepat dalam mendukung digitalisasi komunitas merpati pos di Indonesia.
ANALISA POWER OUTAGE SOFTWARE UNTUK SALURAN UDARA TEGANGAN EKSTRA TINGGI (SUTET) 500 KV TERHADAP SAMBARAN PETIR Alfita, Riza; Choirudin, Muhamat; Nahari, Rosida Vivin; Kartika, Kartika
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 1 No. 1 (2017): PROSIDING SEMNAS INOTEK Ke-I Tahun 2017
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v1i1.353

Abstract

Sistem transmisi merupakan proses pendistribusian sistem tenaga listrik, salah satunya yaitu Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kV. Saluran transmisi sangat rawan terhadap gangguan petir karena tingginya saluran tersebut sehingga menyebabkan pemutusan sesaat. Sistem tenaga listrik dikatakan handal apabila dapat mendistribusikan beban secara berkelanjutan, karena panjangnya saluran dan melewati berbagai daerah yang mempunyai typical berbeda-beda sehingga mempengaruhi keandalan saluran. Keandalan pada sistem erat kaitannya dengan masalah pemutusan akibat gangguan. Keandalan merupakan tingkat keberhasilan kinerja sistem untuk dapat berfungsi pada periode waktu tertentu. Untuk mendapatkan kontinuitas penyaluran daya listrik yang baik tentunya diperlukan saluran transmisi dengan tingkat keandalan yang cukup tinggi. Keandalan dari saluran transmisi ditentukan oleh jumlah angka keluaran selama operasi berlangsung. Yang dimaksud angka keluar adalah jumlah gangguan tidak berfungsinya saluran transmisi per 100km/tahun yang disebabkan oleh sambaran petir. Untuk membantu agar daya listrik dapat tersalurkan secara berkelanjutan, maka dibutuhkan perangkat lunak untuk menganalisa tingkat keandalan Saluran Udara Tengangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kV dengan metode acak, berdasarkan perhitungan manual dan aplikasi software didapatkan perlindungan kawat tanah sebesar 85,940 m2, dari angka tersebut dapat diakatakan bahwa saluran tersebut mempunyai tingkat kehandalan hampir 100% perangkat lunak yang dibuat diharapkan dapat dengan mudah memprediksi adanya gangguan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) terhadap sambaran petir.
CLOUD REMOVAL PADA CITRA SATELIT AQUA MODIS Vivin Nahari, Rosida; Ulum, Miftachul; Alfita, Riza
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 1 No. 1 (2017): PROSIDING SEMNAS INOTEK Ke-I Tahun 2017
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v1i1.397

Abstract

Citra satelit yang ideal adalah citra satelit yang mempunyai tingkat tutupan awan (awan tebal maupun haze) yang sangat rendah atau bahkan bebas awan sama sekali, yang disertai dengan tingkat sudut perekaman dari citra satelit tersebut yang juga rendah. Dengan tingkat tutupan awan yang rendah atau tidak ada awan sama sekali, kita dapat melihat keseluruhan obyek-obyek yang terdapat pada citra satelit sehingga kita mendapatkan informasi seutuhnya yang kita inginkan dari data citra satelit tersebut. Tingkat tutupan awan yang terlalu besar menjadi penghambat pada saat menganalisa citra satelit Aqua MODIS sehingga sebagian besar obyek-obyek tidak dapat diidentifikasi. Untuk mengurangi dampak merugikan tersebut, dapat dilakukan proses cloud remove pada data citra satelit Aqua MODIS. Sehingga citra satelit bebas awan dapat dimanfaatkan untuk analisa kandungan klorofil-a fitoplankton di perairan Madura. Pada penelitian ini cloud removal berbasis kloning informasi digunakan untuk menghilangkan bagian dari citra satelit yang terkontaminasi oleh awan. Metode ini membuang bagian dari citra satelit yang terkontaminasi oleh awan. Selanjutnya bagian informasi yang hilang ditutup kembali dengan melakukan klon informasi dari citra satelit lainnya yang bebas awan dengan asumsi bagian citra yang dihilangkan koordinat lokasi dan tutupan lahannya tidak berubah.Tahap deteksi awan dengan thresholding dilakukan untuk memastikan letak lokasi / region yang terkontaminasi awan dan merekonstruksi kembali data yang hilang setelah proses cloud removing. Citra satelit Aqua MODIS yang diujicobakan berhasil mengurangi region yang tertutup oleh awan
IMPLEMENTASI BOUNDARY BASED SEGMENTATION UNTUK MENGEKSTRASI KONTUR SAPI MADURA Nahari, Rosida Vivin; Jauhari, Achmad; Alfita, Riza
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 1 No. 1 (2017): PROSIDING SEMNAS INOTEK Ke-I Tahun 2017
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v1i1.424

Abstract

Pada tahap preprocessing penelitian yang bertujuan untuk menganalisa citra digital sapi Madura, sangat bergantung pada keberhasilan dalam mengekstrasi kontur dari objek citra sapi Madura itu sendiri. Boundary based segmentation menjadi bagian penting dalam mengekstrasi kontur karena proses ini merupakan langkah awal pemisahan foreground objek sapi dengan background, sehingga selanjutnya dapat dilakukan analisis dan penentuan berat badan sapi. Pada studi ini dilakukan pemrosesan Boundary based Segmentation dilakukan dengan memanfaatkan algoritma Canny untuk mempermudah tahap ekstraksi kontur yang menggunakan active contour model. Studi kasus yang digunakan adalah pada citra sapi Madura. Algoritma Canny merupakan salah satu algoritma deteksi tepi modern yang memiliki kelebihan mendeteksi dan melokalisasi dengan baik, serta respon yang jelas. Pemilihan parameter deteksi tepi Canny sangat mempengaruhi hasil dari tepian yang dihasilkan. Parameter-parameter tersebut diantaranya nilai standar deviasi gaussian dan nilai ambang. Algoritma Canny berjalan dengan 5 proses, yaitu, smoothing, finding gradient, non-maksimum-suppresion, double thresholding, dan Edge Tracking by hysteresis. Hasil Algoritma ini menunjukkan tepi yang terdeteksi gambar yang disoroti di mana ada perubahan signifikan pada nilai intensitasnya. Hanya ada satu respon untuk tiap tepi, sehingga mudah dideteksi dan tidak menimbulkan kerancuan pada tahap active contour model selanjutnya, sehingga dihasilkan satu perbedaan boundary yang signifikan
ANALISA PENGGUNAAN CHARCOAL UNTUK SALURAN TRANSMISI 150KV DI TRANSMISSION LINE SUTT JALUR BANGKALAN - SAMPANG Alfita, Riza; Rinaldi, Muhammad; Ibadillah, Achmad Fiqhi
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 3 No. 1 (2019): PROSIDING SEMNAS INOTEK Ke-III Tahun 2019
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v3i1.523

Abstract

Jaringan transmisi Bangkalan - Sampang tercatat sering terjadi gangguan yang diakibatkan oleh sambaran petir terutama pada T70 - T77 yang berada pada Bukit Gigir yang kondisi struktur tanah nya berupa batuan. Sehingga nilai pentanahannya tercatat melebihi standart, yaitu 10 Ω untuk tegangan 150kV. Salah satu cara yang dicoba untuk memperbaiki nilai pentanahan pada daerah bertanah batuan adalah dengan mengebor tanah hingga mencapai kedalaman tertentu dan menanamkan ground rod dengan dicampurkan semen konduktif, semen konduktif sebagai penguat sifat konduktif sehinga nilai pentanahan dapat semakin kecil dan gangguan sambaran petir dapat di ketanahkan dengan baik. Metode RCPS (Root Cause Problem Solving) mencari pemecahan masalah dengan penyelesaian terhadap akar masalahnya. Tahanan jenis tanah merupakan kunci utama yang menentukan tahanan tanah dan pada kedalaman berapa batang elektroda harus ditanam agar diperoleh nilai resistansi yang rendah. Setelah penambahan semen konduktif, hasil nilai pentanahan T70 - T77 turun sekitar 60% dari 3 tahun sebelumnya.
Rancang Bangun Mesin Telur Asin Berbasis Proportional Integral Derivative Diana Rahmawati; Moch Fadlian Rasyid; Riza Alfita; Achmad Fiqhi Ibadillah
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer TRIAC Vol 9, No 2 (2022): Special Edition
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/triac.v9i2.12667

Abstract

Proses pembuatan telur asin biasanya memerlukan waktu cukup lama, yaitu antara 15-21 hari sesuai dengan tingkat keasinan. Salah satu cara untuk mempercepat prosesnya dengan memanipulasi tekanan osmotik. Cara memanipulasi tekanan osmotik dengan cara merendamkan telur bebek dalam larutan asam cuka agar cangkang telur bagian luar terkelupas serta proses pengasinannya dengan cara memanaskan telur bebek tersebut dengan suhu tertentu yang dikontrol dengan kontrol Proportional Integral Derivative Zeigler-Nichols. Rancangan bangun mesin ini terdiri dari tiga proses diantaranya proses pertama telur bebek direndam larutan asam cuka dengan pH sebesar 2,4 selama 15 menit, proses kedua dimana telur dalam proses pengasinan dengan perbandingan batubata : abu gosok : garam sebesar 1:1:2 selama 24 jam dengan kondisi suhu 65℃, dan proses ketiga dimana telur dalam proses pemasakan dengan suhu 80℃ selama 5 jam. Lama proses keseluruhan rancang bangun ini selama 1 hari 5 jam 21 menit dengan menghabiskan daya sebesar 5,21 KWh dengan biaya Rp 5731. Hasil keberhasilan telur asin sebesar 83,33% dengan rincian 20 telur asin dengan keadaan baik dan 4 telur dalam keadaan retak. Serta dari hasil uji laboratorium didapatkan nilai kadar garam rata-rata 0,82 %, kandungan mikroba salmonella bernilai negatif serta kandungan staphyloccus aureus nilai rata-rata 6 koloni/25g atau 0,24 koloni/g.
Identifikasi Nilai Nominal Uang Kertas Berdasarkan Warna Berbasis Image Processing Menggunakan Metode Template Matching Riza Alfita; Achmad Fiqhi Ibadillah; Aries Prianto
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer TRIAC Vol 9, No 1 (2022): Mei 2022
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/triac.v9i1.12487

Abstract

Abstract— Mata uang rupiah adalah mata uang negara Republik Indonesia yang digunakan oleh masyarakat Republik indonesia untuk melakukan transaksi jual beli. Dalam perkembangan jaman proses teknologi pada komputer digunakan untuk mengetahui atau mengidentifikasi nilai dari mata uang, akan tetapi komputer juga memiliki kekurangan atau keterbatasan dalam membaca citra nilai pada mata uang dalam percobaanya. Dalam beberapa kasus pembacaan dengan menggunakan teknologi komputer juga melakukan  kesalahan dalam membaca nilai nominal pada mata uang, semua ini dikarenakan permasalahan penglihatan yang menjadi kekurangan teknologi komputer. Penulis sendiri memberikan solusi pendukung yaitu alat bantu mengetahui nilai mata uang yang menggunakan metode template matching. Template matching merupakan sebuat metode pencocokan gambar input dengan gambar uji. Penelitian menggunakan aplikasi matlab untuk alat bantu identifikasi, dalam serangkaian percobaan yang dilakukan dengan metode template matching menggunakan 6 nilai mata uang yang berbeda yaitu mata uang Rp.2000, Rp.5000, Rp.10000, Rp.20000, Rp.50000 dan Rp.100000 dari percobaan tersebut dapat mengdidentifikasi nilai mata uang dengan tingkat akurasi yang sangat baik mencapai 100%. Dalam percobaan yang lain, gambar mata uang tersebut di coba dengan rotasi yang berbeda. Hal ini bertujuan untuk menguji tingkat akurasi yang di miliki oleh metode template maching dan meskipun input gambar dirotasi metode ini masih dapat mengidentifikasi nilai mata uang dengan baik.Kata Kunci— Template Matching, Uang, Matlab
Poultry Disease Classification Using EfficientNetV2-L and MobileNetV2 Based on Fecal Images Rosida Vivin Nahari; Anisyafaah; Riza Alfita
Kinetik: Game Technology, Information System, Computer Network, Computing, Electronics, and Control Vol. 11, No. 3, August 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kinetik.v11i3.2648

Abstract

The timely identification of poultry diseases is essential for maintaining high livestock yields and curbing the transmission of infections, which directly supports global food security. The integration of multi-layered neural architectures has advanced this diagnostic process, offering an innovative approach to automated health monitoring through enhanced classification accuracy. By employing Convolutional Neural Networks (CNNs), the extraction of discriminative features from fecal images is automated, providing a scalable and robust approach to sustainable agriculture. This study proposes poultry disease classification using two CNN architectures, EfficientNetV2-L and MobileNetV2, trained under three scenarios: baseline, class weights, and Focal Loss. Using a dataset of 6,812 chicken fecal images, the experimental results demonstrate that applying Focal Loss significantly improves performance across all metrics. The EfficientNetV2-L model with Focal Loss achieved superior results, with 99.51% accuracy, 99.57% precision, 99.51% recall, and 99.52% F1-score. Meanwhile, MobileNetV2 performed reasonably well with a faster training time, making it suitable for resource-constrained environments. These findings indicate that combining Focal Loss with efficient CNN architectures enhances the classification of imbalanced datasets and provides a promising technological solution for real-time poultry disease detection systems.
Design of Axial Flux Generator for Vertical Wind Turbine Power Plant Adi kurniawan saputro; Riza Alfita; Oryza Sativa Nugroho; Achmad Fiqhi Ibadillah; Kunto Aji Wibisono
Jambura Journal of Electrical and Electronics Engineering Vol 8, No 2 (2026): Juli - Desember 2026
Publisher : Electrical Engineering Department Faculty of Engineering State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjeee.v8i2.34141

Abstract

This research discusses the design and testing of an axial flux generator using neodymium iron boron (NdFeB) permanent magnets for use in vertical wind turbines at low wind speeds. The main objective of the research is to create a generator design that is compact, efficient, and can work well in low wind speed conditions. The development method begins with calculating the number of poles, coils, windings, and the maximum magnetic field. Next, 2D and 3D designs of the rotor and stator are made with a configuration of 6 pairs of poles or 12 magnets and 9 three-phase coils with a design capacity of 100 watts. After the design is completed, tests are carried out using resistor loads and various lamps to measure the generator's performance. The test results show that the generator is able to produce different efficiencies depending on the load and rotational speed. In the test using a resistor, the highest efficiency was achieved at 89.5% at a speed of 402.8 RPM, while in the test with a lamp load, the electrical efficiency reached 98.46% at a load of 1.5 watts at a speed of 1501 RPM. However, efficiency tends to decrease at higher loads due to increased copper losses in the windings. In conclusion, the designed axial flux generator is effective for use in vertical wind turbines at low speeds, although it still requires design improvements to maintain stable performance at high loads.
Co-Authors - Haryanto Abdul Rozaq Achmad Fiqhi Ibadillah Achmad Jauhari, Achmad Achmad Ubaidillah Achmad Ubaidillah MS Achmad Zain Nur Adi Kurniawan Saputro Adi Kurniawan Saputro Adi Kurniawan Saputro Aery Rachmad, Aery Aji Wibisono, Kunto Aji, Kunto Andi Pratama, Febrian Anisyafaah Arda Surya Editya Ardiansyah, Yul Aries Prianto Aris Jujur Prasetyo Choirudin, Muhamat Dedy Prasetyo Deni Tri Laksono Deni Tri Laksono Dian Neipa Purnamasari Diana Rahmawati Diana Rahmawati Diana Rahmawati Diana RahmawatiT, Dikhyak Falakhul Akmal, M. Dina Zurayda Erari, Yosua Evita, Clarisna Farid Amir Marzelly Faswia Fahmi, Monika Felix Konstantin Niel Basori Fiqhi Ibadillah , Achmad Fiqhi Ibadillah, Ahmad Firly Abdillah, Fauzan Firman Mardiansyah Giri, Joseph Robert Hafid Wihangga Hairul Anam Hardiwansyah, Muttaqin Harianto Harnyoto, Harnyoto HARYANTO Haryanto Haryanto - Haryanto Haryanto Haryanto, Haryanto Heri setiawan Hidayah, Muhammad Nurul Hidayatulloh, Mohammad Hujjatur Rofiq Husniyah, Faridatul Ibadillah, Achmad Fiqi Indra Dwi Setiawan Ivan Dwi Cahyo Jaka Tryangga K Kartika Kartika Khabibiy, Odiy Syahnurrokhim Khotibul Umam Koko Joni Kunto Aji Kunto Aji Wibisono Kunto Aji Wibisono Kunto Aji Wibisono Kunto Aji Wibisono Kunto Aji Wibowo KURIAWAN, ADI Kurniawan S., Adi Kurniawan Saputro, Adi KUSUMA, M.KURNIAWAN HADI Lutqin, Jamal Mahmudi, Muhammad Imam Marzelly, Farid Amir MASLIKAH, SITI MIFTACHUL ULUM Miftachul Ulum, Miftachul Minggu, Desiderius Mirza Pramudia Moch Fadlian Rasyid MOHAMAD AHSAN ZUHUDI Muhammad , Dian Purnomo Muhammad A’inul Yaqin Muhammad Bahriyan Firdaus Muhammad Nurul Hidayah Muhammad Rinaldi Muttaqin Hardiwansyah Neipa P., Dian Ningtias, Trisni Wahyu Nur Rohman, Mohammad Izhandi Ifan Oryza Sativa Oryza Sativa Nugroho Prasetyo, Galih Adhi Prianto, Aries R. Gerry Franata Rachmat Setiawibawa Rasyid, Moch Fadlian Retno Diyah Pramana Sari ROSIDA VIVIN NAHARI Saputra, Ahmad Reza Sukri, Hanifudin Tri Laksono, Deni Tri Lindah Utari Ubaidillah, Achmad Ulum, Miftachul ulum, miftahul Vivin Nahari, Rosida Yasin, Mohammad Yasin harianto Yundari, Yundari