Claim Missing Document
Check
Articles

Condition Optimization for The Analysis of Risperidone and 9-0H-Risperidone by High-Performance Liquid Chromatography Luki Yogaswara Yusuf; Aliya Nur Hasanah; Melisa Intan Barliana
Medical Laboratory Technology Journal Vol. 8 No. 1 (2022): June
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Jurusan Analis Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.614 KB) | DOI: 10.31964/mltj.v0i0.424

Abstract

Risperidone (RIS) is one of the most widely used atypical antipsychotics for treating schizophrenia in hospitals. RIS is metabolized by the liver and produces the primary active metabolite  9-OH-Risperidone (9-OHR). In the process of RIS metabolism, it is suspected that there are gene polymorphisms that cause variations in patient responses. Analysis of RIS and 9-OHR levels in the patient's blood can help to explain the various responses. High-Performance Liquid Chromatography (HPLC) is the most popular method to analyze RIS and 9-OHR, but many deficiencies were found in the chromatograms in the previous study. This research aims to obtain optimal conditions of the analysis prior to method validation. Condition optimization by optimizing the wavelength, composition of the mobile phase, pH, flow rate, and particle size of the stationary phase. The results showed that the wavelength was 279 nm, the mobile phase was 0.05 M KH2PO4 pH 3.7: acetonitrile (94:6, v/v) plus 0.3% triethylamine, and the flow rate was 1.2 ml/min in the stationary phase (LiChroCART® RP 18; 250x4 mm; 10 µm) being the optimal condition. This method is suggested to continue method validation for analyzing RIS and 9-OHR in the serum or plasma.
Saffron (Crocus sativus L): Kandungan dan Aktivitas Farmakologinya Maryam Nur Afifah; Aliya Nur Hasanah
Majalah Farmasetika Vol 5, No 3 (2020): Vol. 5, No. 3, Tahun 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v5i3.26291

Abstract

Crocus sativus L. atau yang lebih dikenal Saffron saat ini sedang banyak diperbincangkan oleh masyarakat luas terutama di Indonesia. Saffron dengan aroma, warna dan rasa yang unik telah digunakan sebagai bahan makanan dan juga pengobatan tradisional di berbagai belahan dunia. Artikel ini bertujuan untuk memberikan review mengenai studi yang dilakukan pada kandungan dan efek farmakologis Crocus sativus L. Metode yang digunakan dalam review ini menggunakan sumber data jurnal Internasional dimana pencarian sumber data jurnal Internasional menggunakan instrumen pencari online yang bersumber dari Google, Googlescholar, Science direct, Pubmed dan lainnya. Kandungan utama yang terkandung dalam saffron yaitu crocin, crocetin, picrocrotin dan safranal. Aktivitas farmakologi yang dimiliki oleh saffron antara lain sebagai antikanker, antidepresi, antihipertensi, anticemas dan insomnia serta sebagai pengobatan Pre Menstrual Syndrome (PMS). Berdasarkan aktivitas farmakologi yang dimiliki ini maka Crocus sativus L memiliki potensi untuk pengobatan beberapa penyakit. Namun, perlu adanya uji klinik yang lebih besar dilakukan untuk memastikan efek farmakologi yang dimiliki oleh saffron.Kata Kunci: Crocus sativus, Saffron, aktivitas farmakologi
Semua Orang Bisa Jadi Detektif Bahan Kimia Obat dalam Jamu Dengan Strip Test Aliya Nur Hasanah
Majalah Farmasetika Vol 1, No 1 (2016): Vol. 1, No. 1, Tahun 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.798 KB) | DOI: 10.24198/farmasetika.v1i1.9699

Abstract

Bangsa Indonesia telah lama mengenal dan menggunakan tanaman-tanaman obat sebagai salah satu upaya dalam menanggulangi masalah kesehatan. Penggunaan obat tradisional khususnya jamu di Indonesia cukup tinggi, hampir 50% masyarakat Indonesia terbiasa mengkonsumsi jamu. Tetapi peningkatan produksi, peredaran dan penggunaan jamu tersebut di sisi lain dicemari oleh adanya penambahan bahan kimia obat ke dalamnya. Sulitnya menekan peredaran jamu yang mengandung Bahan Kimia Obat di Indonesia, mendorong berbagai peneliti untuk mengembangkan teknik identifikasi bahan kimia dalam jamu. Saat ini Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran tengah mengembangkan berbagai strip indikator untuk mendeteksi adanya bahan kimia obat dalam jamu. Hanya dengan mencelupkan strip ke dalam sediaan jamu yang telah dilarutkan dalam pelarut, keberadaan bahan kimia dapat sesegera mungkin diketahui hanya dalam hitungan menit.
Bahaya Obat Kiral Bisa Dihindari Dengan "Molecularly Imprinted Polymer" Aliya Nur Hasanah
Majalah Farmasetika Vol 1, No 5 (2016): Vol. 1, No. 5, Tahun 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.258 KB) | DOI: 10.24198/farmasetika.v1i5.10731

Abstract

Obat memiliki sifat kiral. Pemisahan enansiomer untuk molekul kiral merupakan hal penting, terutama untuk industri farmasi, karena enansiomer dapat memiliki aktivitas farmakologi dan toksisitas yang berbeda. Peneliti berupaya menemukan metode dan tehnik untuk memisahkan obat-obat kiral sehingga diperoleh kemurnian yang tinggi. Penemuan metode baru terus dilakukan, salah satunya adalah Molecular imprinting polymer (MIP). Penggunaan MIP yang berkembang untuk pemisahan kiral masih membuka banyak peluang untuk aplikasi material ini sebagai fase diam dalam kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT) maupun capillary electrochromatography (CEC).
Teknik Isolasi dan Penentuan Struktur Mangiferin: Senyawa Aktif dari Tanaman Mangga (Mangifera indica L.) Luluk Luqyana Zahrah Taqiudina Mahdiyah; Ahmad Muhtadi; Aliya Nur Hasanah
Majalah Farmasetika Vol 5, No 4 (2020): Vol. 5, No. 4, Tahun 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v5i4.27238

Abstract

Tanaman mangga (Mangifera indica L.) adalah tanaman berbuah musiman yang banyak terdapat di Indonesia. Secara umum, daun tanaman ini mengandung saponin, alkaloid, fenol, tannin, flavonoid, steroid, diterpene dan glikosida. Senyawa metabolit sekunder yang umum ditemukan dalam tanaman ini adalah mangiferin (2-C-β-D-glucopyranosyl-1,3,6,7-tetrahydroxyxanthone), yang termasuk dalam golongan polifenol. Mangiferin memiliki beberapa aktivitas seperti antikanker, antiinflamasi, antidiabetes, dan antihiperlipidemia. Artikel ini membahas teknik isolasi mangiferin dan elusidasi strukturnya yang dilakukan dengan kombinasi spektrofotometri infra merah, Kromatografi Cair-Spektroskopi Massa (Liquid Chromatography-Mass Spectrometry/LC-MS), dan spektroskopi Resonansi Magnetik Inti (Nuclear Magnetic Resonance/NMR) baik berupa 1H-NMR ataupun 13C-NMR. Metode yang digunakan adalah review pustaka dengan pustaka yang digunakan sebanyak 34 artikel yang berasal dari jurnal internasional. Hasil yang didapatkan yaitu isolasi mangiferin dari tanaman mangga dapat dilakukan dengan metode refluks, soxhletasi, partisi tiga fase atau dengan bantuan microwave. Dari hasil tersebut, ditemukan bahwa ekstraksi dengan bantuan microwave memberikan persentase mangiferin lebih tinggi dari metode lain. Tetapi, penggunaan skala besar masih jarang dilakukan karena kemampuan penetrasi microwave yang rendah sehingga ada kemungkinan pemanasan kurang merata.
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Anti Aging dari Ekstrak Tumbuhan Nadia Fauziah Rahmadiani; Aliya Nur Hasanah
Majalah Farmasetika Vol 4, No 4 (2019): Vol. 4, No. 4, Tahun 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1204.754 KB) | DOI: 10.24198/farmasetika.v4i4.23068

Abstract

Tumbuh-tumbuhan yang berasal dari Indonesia memiliki banyak potensi sebagai bahan dasar produk kosmetika seperti produk antiaging. Sediaan antiaging adalah produk yang bermanfaat untuk menghambat proses kerusakan akibat bertambahnya usia pada kulit. Pengembangan dari formula berbagai sediaan anti aging yang berasal dari ekstrak tumbuhan telah banyak dilakukan, setiap formula pada jenis sediaan yang berbeda dievaluasi untuk mendapat formula terbaik yang memiliki karakteristik yang paling stabil dalam waktu penyimpanan tertentu. Oleh karena itu, pada review artikel ini, berbagai formulasi dan evaluasi pada sediaan krim, gel dan masker peel off antiaging dari ekstrak tumbuhan dikaji lebih lanjut untuk mendapatkan formula paling stabil dengan menggunakan  9 jurnal untuk membandingkan hasil formulasi dan evaluasi  dan 27 pustaka sebagai kajian teori. Hasil review menunjukan formula terbaik adalah formula krim yang menggunakan tween 80 dan span 80 dengan konsentrasi 5,11gr dan 0,25gr, formula masker peel off yang mengandung PVA 12% dan HPMC 2% dan formula gel yang menggunakan Na CMC 2% . Kata Kunci : Antiaging, Masker peel-off, krim, gel
Molekular Imprinting Polimer Sebagai "Antibody Mimic" dalam Pengujian Klinik Aliya Nur Hasanah
Majalah Farmasetika Vol 1, No 2 (2016): Vol. 1, No. 2, Tahun 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.726 KB) | DOI: 10.24198/farmasetika.v1i2.9705

Abstract

45 tahun lalu merupakan pertama kali imprinting diperkenalkan dalam dunia polimer organik oleh Gunter Wulff’s. Molekular imprinting polimer adalah  material yang disiapkan dengan keberadaan suatu molekul sebagai cetakan untuk pembentukan sisi ikatan komplementer dengan molekul cetakan. Molekular imprinting polimer dapat menjadi model buatan untuk sisi ikatan biologi yang umumnya ditemukan pada reseptor dan antibodi. Molekular imprinting polimer juga dapat digunakan untuk sistem deteksi yang mengikuti alur sisi ikatan biologi. Molekular imprinting polimer memiliki karakter yang lebih baik dibanding antibodi dalam hal stabilitas fisikokimia, mekanik dan ketahanan terhadap panas. Tetapi, dibalik banyaknya keuntungan yang ditawarkan oleh molekular imprinting polimer sebagai “plastic antibody” atau “antibody mimic”, masih banyak hal yang harus diperbaiki agar material ini dapat betul-betul menggantikan antibodi sehingga bisa digunakan secara luas dalam immunoassay. 
STUDI POTENSIOMETRI DALAM MEMBRAN CAIR BERPENDUKUNG PTFE DENGAN AMINA SEKUNDER SEBAGAI PENGEMBAN DALAM UPAYA PENENTUAN PENISILIN Aliya Nur Hasanah -; Buchari -
Bionatura Vol 12, No 2 (2010): Bionatura Juli 2010
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (831.892 KB)

Abstract

Penisilin G atau benzilpenisilin merupakan antibiotik yang dihasilkan oleh jamur Penicillium notatum. Antibiotik ini merupakan jenis obat yang sering digunakan untuk pengobatan infeksi yang disebabkan oleh bakteri aerob dan anaerob. Penentuan kadar dari penisilin dalam sediaan farmasi biasanya diwajibkan untukdilakukan dalam upaya menjaga kualitas sediaan farmasi yang dihasilkan. Elektroda selektif ion (ESI) merupakan sensor elektrokimia potensiometri yang berfungsi sebagai pengesan keberadaan dan kuantitas analit dan banyak digunakan karena selektif, peka, akurat dan batas deteksinya cukup rendah. Berdasarkan penelusuran metoda analisis untuk penisilin diketahui bahwa penentuan penisilin menggunakan elektroda selektif dalam membran cair berpendukung PTFE dengan amina sekunder sebagai pengemban belum pernahdilakukan. Agar respon potensiometri dari ESI yang dihasilkan dapat diprediksi dan ditingkatkan sensitivitas dan selektivitasnya, maka diperlukan studi potensiometrik dalam membran untuk memahami proses kinetika transfer muatan yang terjadi pada antarmuka larutan-membran. Tujuan penelitian ini adalah membuat ESI penisilin dalam membran cair berpendukung PTFE menggunakan amina sekunder sebagai pengemban yang memiliki karakteristik optimal untuk pengukuran analisis. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh hasil: terdapat hubungan linier antara potensial dengan konsentrasi analit melalui pengukuran potensial membran pada arus nol. Dari karakterisasi non transport diketahui terjadi proses swelling pada membran yang telahdiimpregnasi amina sekunder dengan volume efektif membran yang terisi pelarut sebesar 12,7%. Transport ion penisilin ke dan dari membran dipengaruhi oleh perbedaan konsentrasi dan pH. Dari hasil penelitian ini, terlihatadanya peluang bagi membran cair berpendukung PTFE dengan amina sekunder sebagai pengemban untuk digunakan sebagai sensor potensiometri pada penentuan penisilin. Kata kunci : Penisilin, Politetrafluoroetilen (PTFE), amin Sekunder, ESI (elektroda selektif Ion), membran cair berpendukung
Review: Profiling Senyawa Kuersetin dari Tanaman Cocor Bebek (Kalanchoe pinnata) dengan Menggunakan Berbagai Metode Analisis VANIA PUTRI; ALIYA NUR HASANAH
Farmaka Vol 15, No 1 (2017): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1490.32 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i1.13030

Abstract

Cocor Bebek (K. pinnata) merupakan tanaman yang banyak ditemukan di Indonesia dengan berbagai aktivitas farmakologi karena adanya beberapa senyawa aktif yang terkandung dalam tanaman ini. Salah satu senyawa penting tersebut adalah kuersetin. Saat ini, banyak penelitian yang membahas tentang profiling kuersetin dalam tanaman ini dengan menggunakan berbagai metode analisis. Profiling terkait kuersetin dapat dilakukan dengan menggunakan metode analisis yaitu SDS PAGE, LC-MS-MS, TLC, HPLC-DAD, dan 1D-2D NMR. Kata kunci: Kalanchoe pinnata, kuersetin, metode analisis
Kajian Metode Isolasi Jantung Hewan dalam Pengujian Aktivitas Kardiotonik suatu Senyawa Nurike Susendi; Sri Adi Sumiwi; Aliya Nur Hasanah
Farmaka Vol 17, No 3 (2019): Farmaka (Desember)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2575.986 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i3.22093

Abstract

Agen kardiotonik yang digunakan dalam terapi utama ialah glikosida jantung dan katekolamin tetapi kedua obat tersebut memiliki efek samping yang bahaya. Maka perlu dilakukan pengembangan obat baru yang memiliki efektivitas obat yang baik dan efek samping yang kecil. Dalam metode pengujian kardiotonik seringkali menggunakan metode Isolated Heart Perfussion dengan hewan percobaan yang berbeda. Artikel review ini akan membahas terkait pengujian aktivitas kardiotonik dan hewan uji yang sering digunakan. Metode isolasi jantung yang saat ini digunakan adalah Langendroff method, dan modifikasinya dalam hal larutan serta kondisi pengujian. Dalam metode Langendroff berbagai kondisi harus dijaga diantaranya pemberian oksigen, nutrisi, suhu, serta tekanan perfusi Hewan uji yang efektif dalam pengujian aktivitas kardiotonik ialah katak karena model jantungnya dapat menjelaskan banyak prinsip penting fungsi kardiovaskular. Kata Kunci : Kardiotonik, Isolasi Perfusi Jantung, Langendroff method
Co-Authors Ade Zuhrotun Ahmad Muhtadi AKBAR ROZAAQ MUGNI Akhmad Sobarudin Amelia Soyata Andini, Alfita Nur Anis Khoerunisa Anis Khoerunisa, Anis Anisa Desy Ariyanti Antonius Herry Cahyana Ardiansah, Bayu Badriah Afriani Buchari - Chandra, Felix Christina Damayanti Danni Ramdhani Driyanti Rahayu Ellin Febrina Emil Budianto Emil Budianto Fenadya Rahayu Agustriono Fikri Nazaruddin Firdha Senja Maelaningsih GHALIB SYUKRILLAH SYAHPUTRA Gia A. Faradiba Hendra Wijaya Henny Purwaningsih Henry Ng Henry Ibrahim Dalli Ida Ayumiati Ida Musfiroh Ida Musfiroh Ida Musfiroh Ida Musfiroh, Ida Ike Susanti Ike Susanti Jayadi, Inneke Karen Low Ka Ling Kelvin F. Pratama Laffyanto, Dionisius Luki Yogaswara Yusuf Luluk Luqyana Zahrah Taqiudina Mahdiyah Maryam Nur Afifah Maryana, Rianti Mawaddah, Nadiya Widda Meilia Suherman Meilia Suherman, Meilia Melisa Intan Barliana Merly, Siti Michelle Ferdinand Muchtaridi Muchtaridi Muhammad Fauzi Muhammad Rizki Nugraha Mulyadi, Ananda Putri Aulia Mutakin Mutakin Mutakin Mutakin Mutakin Mutakin Nadia Fauziah Rahmadiani Nasrul Wathoni Noer Erin Meilina Nur hayati Nurike Susendi Nyi Mekar Saptarini Priska Primandini Priskila O Dwiestri Priskila O Dwiestri, Priskila O Putri Nur Azizah, Putri Nur Rahmah, Raisya Rahmana Emran Kartasasmita Rembulan Kusmawati Rembulan Kusmawati, Rembulan Rieda Nurwulan Septyani Rimadani Pratiwi Rr. Sulistiyaningsih Shelvy Elizabeth Suherman Slamet Ibrahim Soni, Dang Sri Adi Sumiwi Sri Agung Fitri Kusuma Sri Agung Fitri Kusuma, Sri Agung Sriwidodo B Sriwidodo B, Sriwidodo Sriwidodo Sriwidodo Sriwidodo Sriwidodo Sriwidodo Sriwidodo, Sriwidodo Sudirman Sudirman Sukri, Tony Taofik Rusdiana Utama, Aris Eka Utari, Triesye VANIA PUTRI Widajanti Wibowo Wisnu A. A Wiwiek Indriyati Wiwiek Indriyati, Wiwiek Yoga Windhu Wardhana Yoppi Iskandar