Claim Missing Document
Check
Articles

APLIKASI KOLOM MONOLITIK DALAM ANALISIS FARMASI: REVIEW FIRDHA SENJA MAELANINGSIH; Akhmad Sobarudin; Aliya Nur Hasanah
Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Farmaka (Agustus)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.514 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.17041

Abstract

Kolom monolitik dapat menggantikan kolom partikel yang saat ini ada di pasaran. Kolom ini dibuat dengan cara polimerisasi in situ, memiliki beberapa keunggulan antara lain, permeabilitas yang lebih tinggi, tekanan balik rendah, ketahanan aliran yang lebih rendah, resolusi dan pemisahan yang lebih baik dengan waktu pemisahan yang relatif lebih singkat dibandingkan dengan kolom partikel biasa. Kelemahan kolom yang ada di pasaran yaitu membutuhkan fase gerak yang cukup banyak, oleh karena itu kolom monolit dengan diameter dalam yang lebih kecil dapat mengatasi masalah tersebut. Kolom monolit berpotensi digunakan sebagai fase diam untuk pemisahan dan analisis obat dalam campuran yang kompleks. Dalam review ini dibahas perkembangan terbaru aplikasi kolom monolitik untuk pemisahan dan analisis farmasi.
IBM PEMBUATAN MINUMAN KESEHATAN CUKA COKLAT DARI LIMBAH PULP BIJI COKLAT Aliya Nur Hasanah; Sri Agung Fitri Kusuma; Nyi Mekar Saptarini; Danni Ramdhani; Anisa Desy Ariyanti; Henry Ng Henry; Shelvy Elizabeth Suherman; Karen Low Ka Ling
Farmaka Vol 13, No 4 (2015): FARMAKA
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.284 KB) | DOI: 10.24198/jf.v13i4.13313

Abstract

Desa Hegarmanah yang masuk dalam wilayah Kecamatan Cidolog, Kabupaten Ciamis,Propinsi Jawa Barat yang memiliki lahan perkebunan coklat rakat yang cukup luas danberpotensi untuk terus dikembangkan. Para petani masih melakukan proses budidaya coklatdengan cara yang sederhana, begitu juga dengan proses pengolahan hasil panennya.Pengetahuan tentang pengolahan limbah hasil pengolahan biji coklat, terutama limbah pulpbelum diketahui oleh para kelompok tani coklat di sana. Oleh karena itu ProgramPengabdian Kepada Masyarakat ini dilakukan untuk memberikan pengetahuan kepadamasyarakat mengenai pengolahan limbah pulp biji coklat menjadi minuman kesehatan cuka.Pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan memberikan pelatihan teknik fermentasiuntuk pembuatan minuman cuka, membuat fermentor yang dapat menghasilkan minumancuka dalam kapasitas besar dan memberikan pelatihan pembuatan kemasan yang baik.Melalui kegiatan ini masyarakat memiliki pengetahuan mengenai pengolahan limbah pulpbiji coklat menjadi produk yang memiliki nilai jual yaitu minuman kesehatan cuka. Hasil daripembuatan minuman dilakukan pemberian kuesioner dan hasilnnya adalah semua respondenyang mencoba produk memiliki rasa yang enak dan mereka berkeinginan membeli bilaproduk beredar di pasaran. Minuman cuka yang dihasilkan telah diperiksa kandungan logamberat dan cemaran mikrobanya. Minuman cuka tidak mengandung logam berat Pb dan hasiluji cemaran mikrobanya memenuhi syarat.Kata kunci: pulp biji coklat, fermentasi, cuka coklat
Review Perbandingan Aktivitas Antivirus Ekstrak Tanaman Terhadap Penghambatan Virus Influenza A H5N1 Dengan Metode In Vitro Badriah Afriani; Aliya Nur Hasanah
Farmaka Vol 14, No 1 (2016): Supplement
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6220.522 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i1.10608

Abstract

Influenza merupakan penyakit epidemik dan penyakit pandemik yang menjangkit masyarakat. Beberapa obat antivirus banyak digunakan seperti golongan adamantane dan inhibitor neuraminidase. Namun, sekarang banyak digunakan penggunaan obat herbal untuk penggunaan virus influenza.  Percobaan pada ekstrak seperti  (Andrographis paniculata Nees), Temu Ireng (Curcuma aeruginosa L.), Beluntas (Pluchea indica L.) Sirih Merah (Piper crocatum) dan Adas (Foeniculum vulgare) untuk mengetahui potensi uji hambat infeksi virus ke sel secara in vitro dengan menggunakan sel Vero yang efektif. sel Vero tumbuh dengan konfluen, sel diperlakukan dengan ekstrak tanaman obat steril. kemudian sel diinfeksi dengan virus Influenza A H5N1, dan diinkubasi pada suhu 37 oC dan diperiksa cytopathic effect menggunakan mikroskop. Dengan penggunaan laju dosis radiasi (KGy) dapat dilihat pengaruh dari aktivitas ekstrak tanaman terhadap virus influenza A H5N1. Hasil menunjukan bahwa sambiloto dan temu ireng memiliki aktivitas cukup kuat dalam menghambat perlekatan virus dan infeksi pada sel dibandingkan dengan tanaman obat lainnya. ekstrak sambiloto dengan temu ireng menunjukkan sel Vero masih  hidup sampai hari ke-3 post-infeksi dan virus H5N1. Dengan demikian, penggunaan ekstrak sambiloto dan temu ireng menjadi alternatif yang berpotensi sebagai obat anti virus untuk menghambat virus influenza.
REVIEW ARTIKEL : Aktivitas Antibakteri Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garnicia mangostana L.) terhadap Bakteri Penyebab Jerawat Noer Erin Meilina; Aliya Nur Hasanah
Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.787 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.17550

Abstract

Jerawat merupakan penyakit radang yang dapat terjadi di kulit wajah, leher, dada dan punggung. Penyakit ini disebabkan oleh aktivitas kelenjar minyak yang berlebihan dan diperburuk oleh infeksi bakteri. Infeksi bakteri pada penyakit jerawat dapat diobati dengan antibakteri. Kulit buah manggis mengandung senyawa a-mangostin yang merupakan turunan xanton, dimana senyawa tersebut memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Tujuan literature review ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak kulit buah manggis (Garnicia mangostana L.) terhadap bakteri penyebab jerawat. Ekstrak kulit buah manggis memiliki aktivitas antibakteri terhadap beberapa bakteri penyebab jerawat, yaitu Propionibacterium acnes, Staphylococcus aureus, dan Staphylococcus epidermidis sehingga ekstrak kulit buah manggis berpotensi untuk dijadikan terapi alternatif dari tumbuhan sebagai antibakteri pada penyakit jerawat.Kata kunci : Jerawat, Antibakteri, Ekstrak Kulit Buah Manggis.
Paper-Based Analytical Device For Detection of Metal, Non-Metal, and Organic Pollutants: Review Rieda Nurwulan Septyani; Aliya Nur Hasanah
Farmaka Vol 16, No 3 (2018): Suplemen (September)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.807 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.17584

Abstract

AbstractThe environment is the unity of space with all things, energy, circumstances, and living things, including human and his behavior, which affects nature itself, continuity of life, and human welfare and other living beings. Today, the environment has been polluted by the impact of intentional and unintentional human activities. To detect that an environment is contaminated the method it still expensive and difficult, that's why the method to analysis environmental pollution is still rarely done. Paper-based Analytical Device is an analytical method that is now often used to detect many things, from chemical compounds, bacteria, pollutants, and use for diagnostics. In this method, only samples with small volumes are required. Nor does it need external support equipment because the sample fluids are controlled largely by capillarity and evaporation. Many researchers now use PAD as an alternative method to test the contaminants present in an environment such as metal contaminants, non-metals, and organic compounds.Keywords: Environmental pollution, Paper-based Analytical Device, metal, non-metal, organic compound.
FITOSOM SEBAGAI SISTEM PENGHANTAR OBAT TRANSDERMAL : Formulasi Baru Obat Herbal untuk Perkembangan Farmasetika di Indonesia AKBAR ROZAAQ MUGNI; Aliya Nur Hasanah
Farmaka Vol 16, No 1 (2018): Farmaka (Juni)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.16 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i1.16854

Abstract

Indonesia memiliki tiga perempat spesies tanaman di bumi sehingga menjadi mega-center keanekaragaman hayati dunia. Keragaman budaya, suku dan etnis yang  memiliki warisan pengetahuan masing-masing dibidang pengobatan membuat Indonesia berpotensi menguasai pengembangan obat herbal. Namun, hal tersebut dibatasi oleh kurangnya pemanfaatan sumber daya alam serta penerimaan praktisi kesehatan terhadap pengobatan herbal. Disisi lain, perkembangan industri kefarmasian Indonesia mengalami masalah terkait bahan baku obat. Terobosan terkait pemanfaatan sumber daya alam sebagai bahan baku obat herbal dengan formulasi yang lebih mutakhir diperlukan untuk mengatasi dilemma tersebut. Peluang tersebut didapat melalui aplikasi fitosom sebagai sistem penghantar obat transdermal yang baru dikembangkan dunia kefarmasian. Dalam review artikel ini akan dibahas berbagai aspek dan aplikasi dari fitosom pada formulasi sediaan obat herbal transdermal serta peluang Indonesia dalam mengembangkan teknologi tersebut sebagai inovasi pengembangan farmasetika di Indonesia.
Review Pemanfaatan Limbah sebagai Bahan Baku Sintesis Karboksimetil Selulosa Fenadya Rahayu Agustriono; Aliya Nur Hasanah
Farmaka Vol 14, No 3 (2016): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.115 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i3.10788

Abstract

Karboksimetil selulosa (CMC) merupakan senyawa turunan selulosa yang memiliki kegunaan luas, baik dalam bidang farmasi, pangan, maupun industri. Berdasarkan kegunaannya ini, CMC menjadi senyawa yang diminati dan banyak diteliti. Pencarian bahan baku pembuatan CMC dengan memanfaatkan limbah-limbah pun terus dikembangkan. Terdapat banyak sekali limbah yang melimpah ruah jumlahnya dan memiliki kandungan selulosa yang tinggi, namun pemanfaatannya belum maksimal dan terbuang percuma sehingga sangat potensial untuk dijadikan bahan baku dalam sintesis CMC. Artikel ini berisi ulasan dari 20 jurnal tentang pemanfaatan limbah sebagai bahan baku dalam sintesis CMC yang didapatkan melalui mesin pencari online “Google Scholar”. Terdapat 25 jenis limbah yang telah berhasil dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam sintesis CMC. Namun masih banyak yang harus diteliti terkait hal – hal yang mempengaruhi kualitas CMC yang dihasilkan seperti proses pengekstrasian selulosa dari limbah, kadar NaOH serta monokloroasetat yang digunakan, dan waktu serta suhu pada saat sintesis sehingga proses pemanfaatan limbah sebagai bahan baku dalam sintesis CMC dapat menghasilkan produk sesuai yang diharapkan.Kata Kunci: Karboksimetil selulosa, CMC, limbah, sintesis.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DARI EKSTRAK BUAH CANTIGI UNGU (Vaccinium varingiaefolium (Bl.) Miq.) GHALIB SYUKRILLAH SYAHPUTRA; Yoppi Iskandar; Aliya Nur Hasanah
Farmaka Vol 14, No 4 (2016): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.144 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i4.10511

Abstract

Saat ini Bilberry telah dikenal dikalangan optamologis sebagai tumbuhan obat yang dapat berperan dalam kesehatan mata. Di sekitar kawah pegunungan Patuha (Bandung selatan) dapat dijumpai tumbuhan yang cukup mendominasi vegetasi di daerah tersebut yaitu tumbuhan cantigi ungu (Vaccinium varingiaefolium (Bl.) Miq.). Melalui pendekatan kemotaksonomi maka cantigi ungu dapat berpotensi sebagai obat untuk memelihara kesehatan mata. Diet antioksidan merupakan tindakan preventif dalam menanggulangi gangguan kesehatan, salah satunya seperti yang telah dilaporkan bahwa diet antioksidan dapat membantu memelihara kesehatan penglihatan khususnya dapat berpotensi mengobati katarak (Carey et al., 2011; Varma et al., 2012). Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui khasiat antioksidan yang dimiliki tumbuhan cantigi ungu. Tahapan metode yang dilakukan yaitu pengumpulan bahan, ekstraksi, pengukuran kadar flavonoid total dan pengujian aktivitas antioksidan ekstrak buah cantigi ungu menggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil). Dari hasil penelitian kadar flavonoid total ekstrak cantigi ungu yaitu 37.6 ppm ekuivalen kuersetin. Untuk pengujian kemampuan antioksidan cantigi ungu lebih rendah dibanding vitamin C dan tablet ekstrak bilberry dari data IC50 yang didapat yaitu IC50 vitamin C 5.710 ppm; IC50 Ekstrak cantigi ungu 242.924 ppm; IC50 Tablet Ekstrak bilberry 44.994 ppm.Kata kunci : Vaccinium, Cantigi ungu, Bilberry, Antioksidan
Review Artikel: Pengujian Aktivitas Antidiabetes Muhammad Rizki Nugraha; Aliya Nur Hasanah
Farmaka Vol 16, No 3 (2018): Suplemen (September)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.779 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i3.17298

Abstract

Antidiabetes merupakan suatu aktivitas yang diberikan oleh senyawa tertentu yang dapat mengobati penyakit diabetes. Pengujian aktivitas antidiabetes ini biasa dilakukan pada tanaman herbal. Pengujian aktivitas antidiabetes diuji dengan tiga cara yaitu secara in vitro, in vivo, dan in silico. Dalam pengujian secara in vivo, in vitro, dan in silico terdapat uji Streptozotocin, uji Aloksan, uji toleransi glukosa, uji resistensi insulin, aktivitas hipoglikemik, α-glucosidase inhibitory assay, α-amylase inhibition assay, RIN-5F cell lines method, dan molecular docking.
PENGARUH SUHU KALSINASI TERHADAP KEMAMPUAN ADSORPSI TOKSIN PADA KAOLIN UNTUK PENYAKIT DIAR Priska Primandini; Aliya Nur Hasanah; Wisnu A. A; Emil Budianto; Sudirman Sudirman
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 13, No 3: JUNI 2012
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.558 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2012.13.3.4678

Abstract

PENGARUH SUHU KALSINASI TERHADAP KEMAMPUAN ADSORPSI TOKSIN PADA KAOLIN UNTUK PENYAKIT DIARE. Telah dilakukan sintesis dan karakterisasi kaolin sebagai bahan adsorpsi toksin untuk penyakit diare. Kemampuan adsorpsi merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan efektivitas adsorben. Setiap adsorben memiliki kekuatan yang berbeda tergantung kemampuan adsorpsinya. Kaolin dikalsinasi pada suhu 400 °C, 600 °C, dan 800 °C. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari perubahan karakter kaolin setelah kalsinasi terhadap kemampuan adsorpsinya. Karakterisasi sampel meliputi analisis fasa, uji densitas, uji porositas, dan uji adsorpsi terhadap logamtimbal sebagaimedia toksin.Disimpulkan bahwa kaolin yang memiliki tingkat kemampuan adsorpsi tertinggi adalah kaolin yang dikalsinasi pada suhu 400 °C dengan karakteristikmengandung fasa kaolinite, derajat kristalinitas sebesar 76,59%, memiliki densitas sebesar 2,6275 g/mL, porositas optimum sebesar 75 %, dan kemampuan adsorpsi terhadap logam timbal sebesar 99,7325%. Kemampuan adsorpsi kaolin yang dikalsinasi pada suhu 400 °C jauh lebih baik dibandingkan dengan bahan kaolin tanpa kalsinasi. Sehingga diharapkan dapat lebih efektif digunakan untuk menyebuhkan diare.
Co-Authors Ade Zuhrotun Ahmad Muhtadi AKBAR ROZAAQ MUGNI Akhmad Sobarudin Amelia Soyata Andini, Alfita Nur Anis Khoerunisa Anis Khoerunisa, Anis Anisa Desy Ariyanti Antonius Herry Cahyana Ardiansah, Bayu Badriah Afriani Buchari - Chandra, Felix Christina Damayanti Danni Ramdhani Driyanti Rahayu Ellin Febrina Emil Budianto Emil Budianto Fenadya Rahayu Agustriono Fikri Nazaruddin Firdha Senja Maelaningsih GHALIB SYUKRILLAH SYAHPUTRA Gia A. Faradiba Hendra Wijaya Henny Purwaningsih Henry Ng Henry Ibrahim Dalli Ida Ayumiati Ida Musfiroh Ida Musfiroh Ida Musfiroh Ida Musfiroh, Ida Ike Susanti Ike Susanti Jayadi, Inneke Karen Low Ka Ling Kelvin F. Pratama Laffyanto, Dionisius Luki Yogaswara Yusuf Luluk Luqyana Zahrah Taqiudina Mahdiyah Maryam Nur Afifah Maryana, Rianti Mawaddah, Nadiya Widda Meilia Suherman Meilia Suherman, Meilia Melisa Intan Barliana Merly, Siti Michelle Ferdinand Muchtaridi Muchtaridi Muhammad Fauzi Muhammad Rizki Nugraha Mulyadi, Ananda Putri Aulia Mutakin Mutakin Mutakin Mutakin Mutakin Mutakin Nadia Fauziah Rahmadiani Nasrul Wathoni Noer Erin Meilina Nur hayati Nurike Susendi Nyi Mekar Saptarini Priska Primandini Priskila O Dwiestri Priskila O Dwiestri, Priskila O Putri Nur Azizah, Putri Nur Rahmah, Raisya Rahmana Emran Kartasasmita Rembulan Kusmawati Rembulan Kusmawati, Rembulan Rieda Nurwulan Septyani Rimadani Pratiwi Rr. Sulistiyaningsih Shelvy Elizabeth Suherman Slamet Ibrahim Soni, Dang Sri Adi Sumiwi Sri Agung Fitri Kusuma Sri Agung Fitri Kusuma, Sri Agung Sriwidodo B Sriwidodo B, Sriwidodo Sriwidodo Sriwidodo Sriwidodo Sriwidodo Sriwidodo Sriwidodo, Sriwidodo Sudirman Sudirman Sukri, Tony Taofik Rusdiana Utama, Aris Eka Utari, Triesye VANIA PUTRI Widajanti Wibowo Wisnu A. A Wiwiek Indriyati Wiwiek Indriyati, Wiwiek Yoga Windhu Wardhana Yoppi Iskandar