Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : LINK

PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PERAWATAN BAYI SEHARI-HARI PADA TENAGA PARAJI ( DUKUN BAYI ) Puji Hastuti
Jurnal LINK Vol 14, No 1 (2018): MEI 2018
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.844 KB) | DOI: 10.31983/link.v14i1.3214

Abstract

Tenaga paraji (dukun bayi) merupakan perpanjangan tangan dari petugas kesehatan khususnya bidan dalam perawatan ibu nifas dan bayinya. Mereka perlu dibekali dengan pengetahuan tentang perawatan bayi sehari-hari dengan benar.Pengabdian masyarakat bertujuan paraji atau dukun bayi di wilayah kerja Puskesmas Baturraden 1 Kecamatan Baturraden dapat memahami perawatan bayi sehari-hari dan  mengajarkan kepada ibu - ibu nifas yang dirawat agar mereka dapat merawat secara mandiri.Pelatihan dengan ceramah, tanya jawab serta demontrasi tentang cuci tangan, perawatan tali pusat, menjaga kehangatan bayi dan stimulasi pada bayi dilanjutkan pendampingan dan evaluasi kunjungan rumah dengan mengajarkan perawatan bayi sehari-hari kepada ibu nifas.Dukun bayi ( paraji ) tidak diperbolehkan menolong persalinan dengan menarik semua alat persalinan yang dimiliki. Mereka diharapkan berpartisipasi dalam program pemerintah terkait kesehatan ibu dan anak diantaranya : ikut memberikan pendidikan kepada ibu hamil, melaporkan jika menemui ibu hamil dengan resiko tinggi, mendeteksi adanya tanda bahaya pada bayi dan melaporkannya ke petugas kesehatan serta memberikan saran pada ibu agar bayinya dibawa ke petugas kesehatan.Diketahui bahwa ibu nifas merasa takut dalam perawatan bayinya khususnya sebelum tali pusat puput dan menyerahkan perawatan bayinya pada dukun. Pada kunjungan rumah pengabdi mendampingi dukun bayi mengajarkan kepada ibu nifas tentang perawatan bayi sehari-hari sehingga mereka bisa lebih mandiri.
CEGAH PERNIKAHAN DINI MELALUI PUSAT INFORMASI DAN KONSELING KESEHATAN REPRODUKSI Puji Hastuti; Fajaria Nur Aini; Qona Lutfi Sartika; Hesti Kurniasih
Jurnal LINK Vol 13, No 2 (2017): NOVEMBER 2017
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.221 KB) | DOI: 10.31983/link.v13i2.2903

Abstract

Tren pernikahan dini di Banyumas cenderung meningkat setiap tahunnya. Hal itu disebabkanbeberapa faktor seperti tingkat pendidikan yang rendah serta kondisi budaya setempat. Pasanganyang terpaksa menikah dini, biasanya disebabkan karena pihak perempuan telah hamil sebelummenjadi suami istri. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat adalah terbentuk Pusat Informasidan Konseling di Panti Asuhan Darmo Yuwono Purwokerto dan meningkatkan pengetahuantentang pernikahan dini sehingga penghuni panti terhindar dari melakukan pernikahan dini.Metode kegiatan meliputi sosialisasi, pembentukan, pelantikan pengurus, Pre tes dan Post tes.Pendampingan kegiatan dengan pemberian materi khususnya tentang Triad KesehatanReproduksi Remaja yaitu seksualitas, HIV dan AIDS serta Napza dan pernikahan dini denganceramah, diskusi dan tanya jawab terhadap materi yang diberikan. Respon yang bagus diberikanoleh pimpinan dan penghuni Panti Asuhan Darmo Yuwono Purwokerto dan pihak terkait.Mereka terlibat secara aktif dalam kegiatan dengan menjadi narasumber dan mendampingi dalamkegiatan. Kegiatan pendampingan hendaknya tidak terputus dan pengabdian masyarakat dapatterus dilanjutkan sehingga program kerja diharapkan dapat berjalan dengan lancar dan terpantau
EFEKTIFITAS PENYULUHAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU BALITA TENTANG TB PARU PADA ANAK DI KABUPATEN BANYUMAS Sumiyati Sumiyati; Puji Hastuti; Anita Widiastuti
Jurnal LINK Vol 14, No 1 (2018): MEI 2018
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.292 KB) | DOI: 10.31983/link.v14i1.2934

Abstract

Angka kematian balita memperlihatkan perbandingan terbalik antara tingkat  pendidikan ibu dengan kematian anak. Anak-anak dari ibu dengan tingkat pendidikan rendah pada umumnya mempunyai tingkat kematian lebih tinggi dibandingkan anak-anak dari ibu berpendidikan lebih tinggi.  Seorang anak yang menderita penyakit kronis akan mengalami hambatan dalam pertumbuhan. Salah satu penyakit kronis yang dapat menghambat pertumbuhan anak yaitu Tuberkulosis atau TB. Pedoman penanggulangan  TB  mempunyai tujuan utama pengobatan pasien TB adalah menurunkan angka kematian dan kesakitan serta mencegah penularan dengan cara menyembuhkan pasien.Tujuan penelitian ini mengetahui efektifitas penyuluhan kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap ibu balita terhadap TB paru pada anak. Jenis penelitian quasi eksperiment design dengan rancangan penelitian pre test - post test control group design. Sampel penelitian ini terdiri  30 responden ibu yang memiliki anak balita usia 1-5 tahun yang mengalami TB Paru, yaitu satu kelompok perlakuan 15 responden dan satu kelompok kontrol 15 responden.Hasil penelitian menunjukkan penyuluhan kesehatan dengan metode bimbingan dan konseling melalui media lembar balik dan leaflet secara signifikan  meningkatkan pengetahuan ibu balita tentang TB Paru pada anak (p-value=0,0001), juga secara signifikan dapat meningkatkan sikap ibu balita tentang TB Paru pada anak (p-value=0,0001).Disarankan penelitian ini sebagai sumber informasi manfaat penyuluhan kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap tentang TB Paru pada anak, diharapkan bagi peneliti selanjutnya untuk mengembangkan metode dan media lain yang digunakan dalam penyuluhan kesehatan bagi masyarakat.