Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Media Edukasi Self-Monitoring Card untuk Monitoring Penatalaksanaan Diabetes Melitus Tipe 2 pada Pasien Rawat Jalan Nafian, Nastaina Awim; Yuniarti, Yuniarti; Prihatin, Setyo; Jaelani, Mohammad; Ambarwati, Ria
JURNAL RISET GIZI Vol 12, No 2 (2024): November 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v12i2.11669

Abstract

Background: The success of a management in patients cannot be separated from monitoring. Therefore, a warning system is needed to monitor the management of diabetes mellitus. One way is to monitor the management of diabetes mellitus patients. Media Self-Monitoring Card is the development of control card media that contains educational materials as well as monitoring to monitor diabetes mellitus management independently. Media Self-Monitoring Card has the advantage that it is practical to use, self-based so that monitoring can be carried out intensely.Objective:  Develop Self-Monitoring Card educational media for monitoring the management of type 2 diabetes mellitus in outpatients.Method: This research method is Research and Development (R ; D) with five stages of development, namely analysis, development, implementation, and evaluation (ADDIE). The media that has been created is then tested through validation tests by two material experts and two media experts. The cut-off point Content Validity Index (CVI) limit on material validation and media validation tests is at least 0.8. Media that have been declared viable by material experts and media experts will then be field-tested limited by ten random respondents selected according to predetermined criteria.Result: The Content Validity Index (CVI) value in the material validation test was 0.9. While the Content Validity Index (CVI) value in the media validation test is 0.87. Based on limited field trials, a percentage of 94.3% was obtainedConclusion: Self-Monitoring Card media is suitable to be used as a medium for education and monitoring of type 2 diabetes mellitus management in outpatients. For this reason, further research is needed to determine the effectiveness of education using the Self-Monitoring Card to monitor the management of type 2 diabetes mellitus.
Pengaruh Substitusi Tepung Biji Alpukat (Persea Americana Mill.) Terhadap Daya Terima Dan Kadar Serat Cookies Rekhajanani, Alfi; Jaelani, Mohammad; Ismawanti, Zuhria; Prihatin, Setyo; Ambarwati, Ria; Rahmawati, Enny
Nutriology : Jurnal Pangan,Gizi,Kesehatan Vol 5 No 2 (2024): Oktober
Publisher : Program Studi Gizi, Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/nutriology.v5i2.4259

Abstract

Asupan serat yang rendah di Indonesia merupakan salah satu penyebab terjadinya penyakit degeneratif. Perlu upaya meningkatkan asupan serat dengan menambahkan bahan pangan tinggi serat pada makanan, yaitu substitusi tepung biji alpukat dalam cookies. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung biji alpukat (Persea Americana Mill.) terhadap daya terima dan kadar serat cookies. Metode penelitian ini merupakan penelitian experimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Uji daya terima panelis menggunakan uji hedonik dengan 5 skala (sangat tidak suka, tidak suka, agak suka, suka, dan sangat suka), kemudian dianalisis menggunakan uji Friedman. Uji kadar serat menggunakan metode multienzim, dianalisis dengan uji beda One Way ANOVA, dan uji lanjut Tuckey. Hasil uji Friedman menunjukan adanya perbedaan signifikan pada uji hedonik pada warna, aroma dan rasa, sedangkan tekstur tidak menunjukan perbedaan signifikan. Ada perbedaan kadar serat (p=0,000) pada cookies substitusi tepung biji alpukat, dengan kadar serat tertinggi pada F5 (50%) dan terendah pada F0 (0%), semakin tinggi substitusi tepung biji alpukat, semakin tinggi kadar seratnya. Cookies dengan daya terima tertinggi adalah cookies substitusi 30% tepung biji alpukat, unggul dalam aspek warna dan tekstur. Reformulasi cookies diperlukan untuk meningkatkan kualitas dalam segi rasa.
Pendampingan Kader Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM) Efektif Meningkatan Pengetahuan dan Ketrampilan Kader Tursilowati, Susi; Mintarsih, Sri Noor; Ambarwati, Ria; Assidhiq, Mohamad Reza
Jurnal LINK Vol 20, No 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v20i2.12303

Abstract

Pasca masa pandemi Covid-19, kegiatan Pos Binaan Terpadu (Posbindu) tidak berjalan dikarenakan kondisi yang belum memungkinkan. Sehingga kondisi kesehatan masyarakat tidak terpantau oleh kader. Salah satu alternatif yang mungkin dapat dikembangkan dengan menghidupkan kembali Posbindu yang sudah pernah berjalan sebelum pandemi.  Kader perlu mendapat pendampingan untuk memulai  melaksanakan kegiatan Posbindu secara rutin. Kegiatan pendampingan kepada  kader Posbindu yaitu dengan memberikan Pelatihan Kader. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader dalam melaksanakan kegiatan khususnya pada meja III yaitu pengukuran antropometri (tinggi badan dan berat badan) dan meja IV adalah teknik edukasi dan penyuluhan gizi pada masyarakat. Manfaat pendampingan kader Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM) adalah sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader dalam melakukan pengukuran antropometri  dan teknik memberikan edukasi dan penyuluhan gizi kepada masyarakat pada kegiatan Posbindu khususnya dalam penanggulangan Penyakit Tidak Menular (PTM). Peserta kegiatan pendampingan ini adalah perwakilan dari setiap kader di Wilayah Puskesmas Tlogosari Wetan. Kegiatan Monitoring Evaluasi dilakukan dengan memantau pelaksanaan Posbindu PTM dimasing-masing lokasi. Skor pengetahuan kader Posbindu terkait penyakit tidak menular (PTM) meningkat sebesar 6%. Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan bahwa ketrampilan kader dalam melakukan pengukuran berat badan meningkat 17% dan ketrampilan mengukur berat badan meningkat sebesar 31%. Selain mendapatkan edukasi dan pelatihan ketrampilan, peserta juga diberikan contoh memberikan konseling gizi yang baik dan benar. Diharapkan telah mengikuti kegiatan pendampingan ini peserta dapat mengaplikasikan proses konseling gizi di Posbindu PTM.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemanfaatan Pangan Lokal Sebagai Makanan Selingan bagi Keluarga Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Ismawanti, Zuhria; Ambarwati, Ria; Permatasari, Arvina Dian Wahyu; Firnanda, Tiara; Nafi'ah, Ulin; Zhurifa, Zahwa Mahda; Muhlishoh, Arwin; Permatasari, Oktavina
Abdi Geomedisains Vol. 5, No. 2, December 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/abdigeomedisains.v5i2.6706

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a collection of symptoms that arise in a person due to the body experiencing problems in controlling blood sugar levels. The lower the knowledge, the higher the blood sugar levels. The low knowledge of respondents about DM disease makes respondents unable to control blood sugar levels. This community service aimed to enhance public knowledge about DM prevention through education on local food consumption and healthy behaviors. The activity was carried out in Kedungmundu, Semarang City, in August 2024, with the participation of 39 people. The education was delivered through lectures, discussions, and a booklet, containing information about DM, recommended diets, and the use of local food. The results of the activity showed a significant improvement in community knowledge about DM prevention, with post-test scores higher than pre-test scores. This increase indicates that education through lectures and booklets was effective in disseminating health information. With better knowledge, the community is expected to adopt healthier behaviors that can reduce the prevalence of DM, particularly through the use of lokal food. This activity made an important contribution to promotive and preventive efforts to control DM within the community. Future research is recommended to explore the impact of increased knowledge on changes in community attitudes and behaviors in DM prevention.
Pemberdayaan Kader Kesehatan Dalam Deteksi Dini Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular di Kelurahan Pedalangan Semarang Mintarsih, Sri Noor; Susiloretni, Kun Aristiati; Ismawanti, Zuhria; Ambarwati, Ria; Wijayanti, Anggi Ariana
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v6i1.5151

Abstract

Puskesmas Padangsari Kota Semarang telah mengembangkan Posbindu di kelurahan Pedalangan, namun belum berjalan sesuai harapan, khususnya keterampilan kader dalam melakukan kegiatan atropometri dan konseling gizi. Salah satu upaya untuk meningkatkan kapasitas kader Posbindu yaitu memberdayakan kader melalui kegiatan penyegaran. Peran serta institusi pendidikan dalam hal ini Poltekkes Kemenkes Semarang diharapkan dapat memfasilitasi melalui kegiatan penyegaran tentang teknik antropometri gizi, edukasi dan konseling gizi faktor resiko PTM (penyakit tidak menular) bagi kader Posbindu. Metode pengabdian dalam bentuk penyegaran bagi kader kesehatan. Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader  dalam melaksanakan kegiatan Posbindu agar  berjalan secara rutin dan terpantaunya kesehatan masyarakat dalam upaya pencegahan serta pengendalian PTM. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 16 dan 20 Juli 2024, diikuti oleh 10 kader kesehatan dari kelurahan Pedalangan di wilayah kerja Puskesmas Padangsari. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader sebesar 12%, keterampilan dalam antropometri gizi (penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan dan lingkar perut)  meningkat 21%  dan keterampilan dalam melakukan konseling gizi meningkat 20%. Dengan demikian diharapkan kegiatan Posbindu dapat berjalan rutin dan terpantaunya kesehatan masyarakat dalam upaya pencegahan serta pengendalian PTM
DEVELOPMENT OF A BOOKLET AS A NUTRITION EDUCATIONAL MEDIA IN HYPERTENSION PATIENTS Isnaini, Futwi; Larasati, Meirina Dwi; Ambarwati, Ria; Jaelani, Mohammad; Prihatin, Setyo
JURNAL KESMAS DAN GIZI (JKG) Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Kesmas dan Gizi (JKG)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jkg.v6i1.1852

Abstract

Background: Leaflet media is limited to only writing, so it is necessary to develop booklet media that present short messages accompanied by pictures so that they are easily accepted and understood as an alternative media that supports efforts to increase knowledge and understanding regarding the management of a hypertension diet. Objective: To develop and determine the feasibility of a booklet as a nutritional education medium for people with hypertension based on assessments from media experts and material experts. Method: Research and Development with the ADDIE model includes 5 stages, namely needs analysis, planning, development, testing and evaluation. Booklet evaluation was carried out by material experts and media experts using the CVI (Content Validity Index) which was then tested on 10 respondents with hypertension using a questionnaire. The media eligibility criteria are based on scores with very appropriate categories (81% -100%), appropriate (61% -80%), sufficiently feasible (41% -60%), less feasible (21% -40%), and not feasible (0-20%). Descriptive data analysis. Results: The CVI assessment according to material experts and booklet media experts obtained a score (> 0.8) worthy of being used as a media for nutrition education and the results of the respondent's trial obtained a score (87.25%) in the very feasible category. Conclusion: The media booklet on the management of hypertension is appropriate to be used as a media for nutrition education.
Pengembangan Media Edukasi Self-Monitoring Card untuk Monitoring Penatalaksanaan Diabetes Melitus Tipe 2 pada Pasien Rawat Jalan Nafian, Nastaina Awim; Yuniarti, Yuniarti; Prihatin, Setyo; Jaelani, Mohammad; Ambarwati, Ria
JURNAL RISET GIZI Vol 12, No 2 (2024): November 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v12i2.11669

Abstract

Background: The success of a management in patients cannot be separated from monitoring. Therefore, a warning system is needed to monitor the management of diabetes mellitus. One way is to monitor the management of diabetes mellitus patients. Media Self-Monitoring Card is the development of control card media that contains educational materials as well as monitoring to monitor diabetes mellitus management independently. Media Self-Monitoring Card has the advantage that it is practical to use, self-based so that monitoring can be carried out intensely.Objective:  Develop Self-Monitoring Card educational media for monitoring the management of type 2 diabetes mellitus in outpatients.Method: This research method is Research and Development (R ; D) with five stages of development, namely analysis, development, implementation, and evaluation (ADDIE). The media that has been created is then tested through validation tests by two material experts and two media experts. The cut-off point Content Validity Index (CVI) limit on material validation and media validation tests is at least 0.8. Media that have been declared viable by material experts and media experts will then be field-tested limited by ten random respondents selected according to predetermined criteria.Result: The Content Validity Index (CVI) value in the material validation test was 0.9. While the Content Validity Index (CVI) value in the media validation test is 0.87. Based on limited field trials, a percentage of 94.3% was obtainedConclusion: Self-Monitoring Card media is suitable to be used as a medium for education and monitoring of type 2 diabetes mellitus management in outpatients. For this reason, further research is needed to determine the effectiveness of education using the Self-Monitoring Card to monitor the management of type 2 diabetes mellitus.
EFEKTIFITAS EDUKASI DENGAN MEDIA AUDIOVISUAL TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG GIZI SEIMBANG Mahmud, Mifta Rahayu; Ambarwati, Ria; Mintarsih, Sri Noor; Prihatin, Setyo
JURNAL RISET GIZI Vol 5, No 1 (2017): Mei (2017)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v5i1.4323

Abstract

Background  : Knowledge and balanced nutrition attitude in elementary school students is still low, one of them is influenced by the method of nutrition education wich isused lecture method and it does not use media that helps on the acceptance of information and understanding of information provided.Objectives  : To find out the effectiveness of education with audiovisual media toward knowledge and attitude about balanced nutrition at 11 years old students at SDN Bugangan 03 and SDN Rejosari 01.Method  : the research method using Quasi Experiment with desian pretest-posttest gruop one. The number of samples as much as 44 samples, divided into two groups, 22 sample treatment group and the control group sample 22. Statistical analysis using Independent T Test and Mann Whitney. Used to find out the significance of the influence of knowledge and attitudes about nutrition balanced before and after the treatment is done on a confidence level of 95% with the use of statistical software.Result  : Score average of knowledge before treatmet is 67,8and increasebecame 80,4. The score average of attitudebefore treatment is 75.2 increase become 78.9.Conclusion  : Audiovisual media is effective increase knowledge about balanced nutrition. Audiovisual media is not effective in changing attitudes about balanced nutrition.
Pengaruh Konseling Gizi terhadap Pengetahuan dan Kepatuhan Diet DM pada Pasien DM Tipe-2 di Puskesmas Kapuan Kecamatan Cepu Kabupaten Blora Handayani, Suci; Ambarwati, Ria; Tursilowati, Susi
JURNAL RISET GIZI Vol 4, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v4i2.3264

Abstract

Latar belakang : Angka kejadian Diabetes Melitus  meningkat dari tahun ke tahun, edukasi gizi adalah salah satu pilar utama pengelolaan  Diabetes Melitus. Konseling gizi bertujuan membuat perubahan pengetahuan, sikap dan perilaku makan sesuai dengan kebutuhan pasien.Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh konseling gizi terhadap pengetahuan dan kepatuhan diet DM pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di puskesmas Kapuan Kecamatan Cepu Kabupaten Blora.Metoda: Jenis penelitian quasi experimentdengan non-equivalent control group. Pengambilan sampel dengan metode non probability samplingsebanyak 30 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan pengambilan data sekunder dan data primer. Analisa data menggunakan uji statistik independent t-testuntuk mengetahui perbedaan pengetahuan dan kepatuhan diet DM sebelum dan sesudah konseling gizi antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol.Hasil:Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh konseling gizi terhadap pengetahuan dan kepatuhan diet DM pada pasien DM tipe-2.Kesimpulan: Disimpulkan konseling gizi dapat mempengaruhi pengetahuan dan kepatuhan diet DM.
EFEKTIFITAS PEMBERIAN JUS TOMAT DITAMBAH JERUK NIPIS TERHADAP TEKANAN DARAH PADA WANITA DEWASA Hidayah, Nur; Ambarwati, Ria
JURNAL RISET GIZI Vol 5, No 1 (2017): Mei (2017)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v5i1.4904

Abstract

Background : Treatment of hypertension in the long term can affect adherence and cause toxic effects, therefore it takes alternative treatment by utilizing nutrients in food, one of which is the antioxidant like as lycopene and flavonoid in tomato-lime juice.Objective : The aim of this study was to analyze the effect of tomato juicewith extra lime on blood pressure in women adults.Methods : This study was clinical nutrition research with True Experiment randomized repeated measure control group design. The subject were 39 women adult 40-60 years, 19 control groups and 20 in treatment. Intervention was performed for 21 days with the measurement of systolic and diastolic blood pressure every 1 week 1 time. The statistical analysis was done by Anova Repeated Measure test with 95% confidence degree.Results : Anova Repeated Measure show that tomato juice with extra limecan lowered systolic and diastolic blood pressure (α = 0.005, p = 0.002 and p = 0.038), while the level of energy, protein, fat, carbohydrate, fiber, sodium, and potassium did not affect in systolic and diastolic blood pressure.Conclusion : tomato-lime juice effectively lowered systolic and diastolic blood pressure.