Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pengembangan Media Pembelajaran Bermuatan Kearifan Lokal Berbasis Google Sites Materi Warisan Budaya Kelas V Athiyyah Maharani; Sukriadi; Makmun; Tri Wahyuningsih
JANACITTA Vol. 8 No. 2 (2025): Janacitta
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/janacitta.v8i2.4299

Abstract

Abstract Determining the development process, viability, and student response to the developed medium is the aim of this research and development. Learning materials based on google sites that integrate local knowledge are created using ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) research methodologies. The study's subjects are grade V students at SD Negeri 009 Sungai Kunjang. Users and experts have assessed this media's viability. For their feasibility study, two media experts scored an average of 87.33% in the extremely practicable category, while two material experts scored an average of 91.33% in the same area. When students' responses were evaluated in small-scale trials, the very feasible group received a score of 96.86%, whereas in large-scale trials, the very feasible category received a score of 92.36%. Both small-scale and large-scale trials clearly show these results. This learning resource, which integrates local knowledge from google sites, can be used as a teaching tool in the cultural heritage curriculum of class V of elementary school, according to the results of the user response feasibility test. Abstrak Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah untuk memahami proses pengembangan, menilai kelayakan, serta mengumpulkan tanggapan siswa terhadap media yang telah dibuat. Proses pengembangan media pembelajaran yang mengintegrasikan kearifan lokal ini menggunakan metode penelitian Research & Development (R&D) dengan model ADDIE, yang terdiri dari lima tahap: Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V di SD Negeri 009 Sungai Kunjang. Media pembelajaran ini telah dievaluasi oleh para ahli dan mendapatkan umpan balik dari pengguna. Penilaian kelayakan dari dua ahli media menunjukkan rata-rata nilai sebesar 87,33%, yang termasuk dalam kategori sangat layak. Di sisi lain, penilaian dari dua ahli materi memperoleh rata-rata nilai 91,33%, juga dalam kategori sangat layak. Tanggapan siswa terhadap media ini terlihat dari hasil uji coba yang dilakukan dalam dua skala. Pada uji coba skala kecil, media ini mendapatkan nilai 96,86% dengan kategori sangat layak, sedangkan pada uji coba skala besar, nilai yang diperoleh adalah 92,36%, juga dalam kategori sangat layak. Berdasarkan hasil evaluasi kelayakan dan tanggapan pengguna, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran berbasis google sites bermuatan kearifan lokal ini sangat layak digunakan untuk mengajarkan materi warisan budaya pada siswa kelas V Sekolah Dasar.
Pengembangan Media Pop-Up Book Digital Bermuatan Lokal Kalimantan Timur pada Materi IPAS Kelas V Siti Mutmainah Iis Yuliani; Sukriadi; Taufik Hidayat; Iksam
JANACITTA Vol. 8 No. 2 (2025): Janacitta
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/janacitta.v8i2.4303

Abstract

Abstract The background of this research is the lack of modern and interactive learning resources that integrate technology into the learning process. As a solution, a digital Pop-Up Book about natural wealth was created for fifth-grade elementary school students in the IPAS subject. This media is based on the local wisdom of East Kalimantan. The main objective of this development is to enhance students' appreciation of local culture and make the material easier to understand. Analysis, design, development, implementation, and evaluation are the five steps in the research and development (R&D) method using the ADDIE model. The subjects of the research are fifth-grade students of SD Negeri 008 Samarinda Ilir. Data collection was conducted through observation, interviews, and questionnaires. The trial participants, including teachers, students, media experts, language experts, and content experts, were involved in the data collection process. The validation results indicate that this learning media falls into the "Very Valid" category, with scores of 88.33% from Subject Matter Expert 1, 93.33% from Subject Matter Expert 2, 86.15% from Media Expert 1, 92.30% from Media Expert 2, and 96% from Language Expert. Additionally, the practicality test results were excellent, with a 94% response rate from teachers, 91.27% from the large group trial, and 89.25% from the small group trial. The results show that the digital Pop-Up Book, based on the local wisdom of East Kalimantan, is valid and suitable for use as a learning tool for fifth-grade elementary school IPAS. Abstrak  Latar belakang penelitian ini adalah kurangnya sumber belajar modern dan interaktif yang mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran. Sebagai solusi, sebuah Pop-Up Book digital tentang kekayaan alam dibuat untuk peserta didik kelas V SD dalam mata pelajaran IPAS. Media ini didasarkan pada kearifan lokal Kalimantan Timur. Tujuan utama pengembangan ini adalah untuk meningkatkan apresiasi peserta didik terhadap budaya lokal dan membuat materi lebih mudah dipahami. Analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi adalah lima langkah dalam metode penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model ADDIE. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas V SD Negeri 008 Samarinda Ilir. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan angket. Para peserta uji coba, termasuk guru, peserta didik, ahli media, ahli bahasa, dan ahli materi, terlibat dalam proses pengumpulan data. Hasil validasi menunjukkan bahwa media pembelajaran ini termasuk dalam kategori "Sangat Valid,” dengan skor ahli materi 1 sebesar 88,33%, ahli materi 2 sebesar 93,33%, ahli media 1 sebesar 86,15%, ahli media 2 sebesar 92,30%, dan ahli bahasa sebesar 96%. Selain itu, uji coba kepraktisan menunjukkan hasil yang sangat baik, dengan respons guru sebesar 94%, uji coba kelompok besar sebesar 91,27%, dan uji coba kelompok kecil sebesar 89,25%. Hasilnya menunjukkan bahwa Pop-Up Book digital, yang didasarkan pada kearifan lokal Kalimantan Timur, valid dan cocok untuk digunakan sebagai alat pembelajaran untuk IPAS kelas V SD.
Pengembangan LKPD Berbasis PBL pada Materi IPAS Keragaman Flora dan Fauna Indonesia Kelas V : Indonesia Nadia Nanda Nusnida; Sukriadi; Taufik Hidayat; Iksam
JANACITTA Vol. 8 No. 2 (2025): Janacitta
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/janacitta.v8i2.4304

Abstract

Abstract This study aims to develop a Student Worksheet (LKPD) based on Problem-Based Learning (PBL) to develop and test the feasibility of IPAS (Science and Social Science) instruction. The research was motivated by the lack of diverse teaching materials used in SD Negeri 008 Samarinda Ilir, which results in students becoming passive and less engaged during lessons. To address this, innovative and contextual learning resources are needed. The PBL model, which focuses on student-centered learning and solving real-life problems, offers a promising solution. The development process followed the Research and Development (R&D) approach, employing the ADDIE model which consists of five stages: Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. Data were gathered through questionnaires, interviews, and classroom observations. Instruments included validation sheets assessed by subject matter experts, media experts, language experts, and student feedback forms. The participants were fifth-grade students at SD Negeri 008 Samarinda Ilir. The results indicated that the developed PBL-based LKPD met validity standards, with expert validation scores ranging from 82% to 94.66%, all categorized as “very valid.” Feasibility was confirmed through student response questionnaires, showing 83.23% in small group trials and 89.95% in large group trials. Overall, the PBL-based LKPD is a highly appropriate learning tool for teaching Indonesia’s flora and fauna diversity in IPAS. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Problem Based Learning (PBL) pada pembelajaran IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial). Latar belakang penelitian ini adalah kurangnya variasi bahan ajar yang digunakan di SD Negeri 008 Samarinda Ilir, yang menyebabkan peserta didik menjadi pasif dan kurang terlibat dalam proses pembelajaran. Untuk mengatasi hal ini, dibutuhkan sumber belajar yang inovatif dan kontekstual. Model PBL yang berpusat pada peserta didik dan menekankan pemecahan masalah nyata dinilai sebagai solusi yang tepat. Pengembangan LKPD ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang terdiri dari lima tahap: Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Pengumpulan data dilakukan melalui angket, wawancara, dan observasi kelas. Instrumen yang digunakan mencakup lembar validasi dari ahli materi, ahli media, ahli bahasa, serta angket tanggapan peserta didik. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas V SD Negeri 008 Samarinda Ilir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD berbasis PBL yang dikembangkan memenuhi standar validitas, dengan skor validasi dari para ahli berkisar antara 82% hingga 94,66%, yang semuanya termasuk kategori "sangat valid." Aspek kelayakan juga dibuktikan melalui respons peserta didik, yaitu 83,23% pada uji kelompok kecil dan 89,95% pada uji kelompok besar. Secara keseluruhan, LKPD ini dinilai sangat layak digunakan dalam pembelajaran IPAS tentang keanekaragaman flora dan fauna Indonesia.
Pengembangan Media Pembelajaran C-Hotika (Construct Berbasis Hots Matematika) Pada Materi KPK Dan FPB Kelas V Di SDN 016 Samarinda Ulu Ririt Riyanti; Andi Asrafiani Arafah; Sukriadi; Fara Virgianita Pangadongan
Mandalika Mathematics and Educations Journal Vol 7 No 4 (2025): Desember
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jm.v7i4.10681

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan besar dalam sektor pendidikan, salah satunya dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar. Namun, tidak sedikit siswa masih kesulitan memahami konsep seperti Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB). Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran digital C-HOTIKA (Construct berbasis HOTS Matematika) sebagai sarana interaktif yang mendukung keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa. Metode yang diterapkan adalah Penelitian dan Pengembangan (R&D) dengan model ADDIE yang terdiri dari tahapan analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah guru dan 29 siswa kelas V SDN 016 Samarinda Ulu. Hasil validasi menunjukkan tingkat validitas sebesar 94,03% (sangat valid), sedangkan uji praktikalitas memperoleh respon guru sebesar 94,5% dan siswa sebesar 93,8% (sangat praktis). Media C-HOTIKA dinilai menarik, mudah digunakan, membantu pemahaman konsep, dan cocok diterapkan dalam pembelajaran berbasis HOTS pada Kurikulum Mandiri.