Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBELAJARAN SDGS SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN SOFT SKILL DAN HARD SKILL GENERASI MUDA DI INDONESIA DAN FILIPINA Malik, Ihyani; Prianto, Andi Luhur; Cortez, Estefanie G.
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.32961

Abstract

Abstrak: Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) menuntut keterlibatan aktif generasi muda sebagai agen perubahan strategis, khususnya di Indonesia dan Filipina. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menganalisis dan mengembangkan peran strategis generasi muda dalam mendukung pencapaian SDGs di kedua negara tersebut. Metode kegiatan yang digunakan adalah sosialisasi partisipatif, yang memadukan ceramah interaktif dan Forum Group Discussion (FGD) guna mendorong keterlibatan aktif peserta. Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta aktif, terdiri dari mahasiswa dan pemuda komunitas di Indonesia dan Filipina. Instrumen evaluasi yang digunakan adalah observasi langsung, yang dilakukan secara kontinu oleh tim pelaksana selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung, serta wawancara semi-terstruktur setelah sesi FGD untuk menggali pemahaman dan sikap peserta. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa generasi muda berperan sebagai agen perubahan melalui partisipasi aktif dalam kegiatan sosial dan komunitas (15%), advokasi serta keterlibatan dalam pengambilan keputusan (25%), peningkatan kesadaran dan pendidikan SDGs (20%), pemanfaatan teknologi dan inovasi digital (18%), serta penerapan gaya hidup berkelanjutan (22%). Persentase ini menegaskan bahwa advokasi dan keterlibatan dalam pengambilan keputusan menjadi kontribusi terbesar, diikuti oleh penerapan gaya hidup berkelanjutan dan peningkatan literasi SDGs. Temuan ini mengindikasikan adanya kesadaran kritis yang berkembang serta kemampuan implementasi nilai-nilai SDGs dalam kehidupan sehari-hari.Abstract: The achievement of Sustainable Development Goals (SDGs) requires the active involvement of the younger generation as strategic agents of change, especially in Indonesia and the Philippines. This community service aims to analyze and develop the younger generation's strategic role in supporting SDG achievement in both countries. The activity method used is participatory socialization, which combines interactive lectures and Forum Group Discussion (FGD) to encourage active involvement of participants. This activity was attended by 50 active participants, consisting of students and community youth in Indonesia and the Philippines. The evaluation instruments used were direct observation, which was carried out continuously by the implementation team during the entire series of activities, and semi-structured interviews after the FGD session to explore participants' understanding and attitudes. The evaluation results show that young people play a role as agents of change through active participation in social and community activities (15%), advocacy and involvement in decision-making (25%), increasing SDGs awareness and education (20%), utilizing technology and digital innovation (18%), and implementing sustainable lifestyles (22%). These percentages confirm that advocacy and involvement in decision-making are the biggest contributions, followed by applying sustainable lifestyles and increasing SDG literacy. This finding indicates a growing critical awareness and ability to implement SDGs values in daily life.
Pengembangan Transportasi Publik Berbasis Smart Mobility Di Kota Makassar Rachmat, Amaliah Widyastuti; Prianto, Andi Luhur; Hamrun, Hamrun; Nurmaeta, St.
FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik Vol. 4 No. 1 (2019): May
Publisher : Social and Political Sciences Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/fpb.v4i1.739

Abstract

Artikel ini membahas tentang pengembangan trasportasi publik berbasis smart mobility di kota Makassar dan untuk mengetahui hambatan dalam pengembangan trasportasi publik berbasis smart mobility di Kota Makassar. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Data diproses dari hasil wawancara, dan observasi kemudian dianalisa dengan melihat ditinjau dari sejumlah aspek manajemen transportasi perkotaan yang dikemukakan yaitu Sistem Transportasi, Alternatif Akses, Acceptability, dan Berbasis Data (Aplikasi). Kemudian penelitian ini juga melihat hambatan yang ditemukan dalam penelitian ini. Adapun aktifitas dalam analisis data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem transportasi di Kota Makassar terintegrasi dengan sistem transportasi yang dirancang oleh pemerintah provinsi selain itu sistem didukung dengan adanya kolaborasi dengan berbagai pihak dalam implementasi BRT (Bus Rapid Transit). Proses pengintegrasian sistem transportasi melalui proyek BRT telah menyiapkan sejumlah sarana prasana seperti pembukaan koridor halte yang telah memiliki jalur Bus Line namun belum optimal karena tidak memiliki jalur Busway sendiri masih melewati jalur umum bersama dengan kendaraan lainnya padahal BRT ini dapat maksimal dan efektif bila menggunakan jalur Busway tersendiri. Kemudahan masyarakat dalam memanfaatkan BRT belum terwujud secara optimal ini terlihat dari waktu menunggu dan jadwal kedatangan BRT yang sulit diprediksi, oleh karena itu akses BRT ini masih belum dapat dikategorikan sebagai alternatif akses. Aplikasi yang diakses masyarakat melalui smart phone berbasis android masih membutuhkan pengembangan dan penyesuaian fitur-fitur dalam aplikasinya. Selain itu, penggunaan aplikasi transportasi seperti Grab dan Gojek yang diaplikasikan secara online lebih diminati masyarakat karena lebih cepat dan sangat fleksibel sementara BRT mesti menunggu pada halte yang disediakan dengan perkiraan waktu yang tidak menentu.