Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Peran Produksi Daging Lokal dalam Mendukung Pertumbuhan Industri Rumah Makan di Kabupaten Pangandaran Wulansari, Asri; Febrianto, Firman; Mutaqin, Bambang Kholiq; Yuniarti, Endah; Ismiraj, Muhammad Rifqi
AGRINUS : Jurnal Agro Marin Nusantara Vol. 1 No. 2 (2024): AGRINUS: JURNAL AGRO MARIN NUSANTARA
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/9br36r19

Abstract

Penelitian ini mengkaji keterkaitan antara produksi daging lokal dan perkembangan rumah makan di Kabupaten Pangandaran, sebuah daerah dengan potensi tinggi di sektor pertanian dan peternakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika antara kedua sektor tersebut serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder selama lima tahun terakhir (2019–2023), mencakup produksi daging lokal (ruminansia dan unggas) dan jumlah rumah makan di sepuluh kecamatan di Pangandaran. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam produksi daging lokal, terutama daging ayam pedaging dan sapi, dengan puncaknya pada tahun 2022, meskipun terjadi penurunan pada tahun 2023 akibat faktor eksternal seperti wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Di sisi lain, jumlah rumah makan mengalami peningkatan yang signifikan, khususnya di Kecamatan Pangandaran dan Parigi, yang didorong oleh sektor pariwisata yang berkembang pesat. Namun, tantangan tetap ada, termasuk fluktuasi pasokan dan kualitas daging, serta persaingan dalam industri rumah makan. Studi ini menekankan pentingnya membangun hubungan yang harmonis antara kedua sektor ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. Rekomendasi bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan meliputi dukungan strategis dalam pengelolaan peternakan dan optimalisasi bisnis kuliner untuk memperkuat sinergi antara produksi daging lokal dan industri rumah makan. Kata Kunci: daging lokal, rumah makan, Pangandaran, pariwisata, keberlanjutan ekonomi
UKURAN TUBUH DAN STATUS FISIOLOGIS KAMBING PERAH SAANEN (KASUS DI PETERNAKAN INDO NATUTAL FARM SUKABUMI) Aziz, Balqis Aulia; Taripin, Didin Supriat; Mutaqin, Bambang Kholiq
Jurnal Produksi Ternak Terapan Vol 6, No 3 (2025): Volume 6 Nomor 3 November 2025
Publisher : Faculty of Animal Husbandry, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jptt.v6i3.65528

Abstract

Livestock productivity is affected by environmental and genetic factors. This study identifies body measurements and physiological status of Saanen dairy goats at Indo Natural Farm, Sukabumi, using a descriptive quantitative method with a census approach. The population included males and females in three age categories: <1 year, 1–2 years, and >2 years. Body measurements, body length (BL), heart girth (HG), and withers height (WH)—were recorded by sex and age. In general, most goats met the Indonesian National Standard (SNI 7352-4:2022). However, 4–5 month and 18-month-old bucklings, as well as 18-month-old does, showed body measurements below the minimum standard. At 24 months, only body length in does fell below standard. Physiological parameters, including rectal temperature (kids: 39.4 °C; adults: 39.0 °C), respiratory rate (kids: 37 breaths/min; adults: 37 breaths/min), and heart rate (kids: 95 bpm; adults: 88 bpm), remained within normal ranges, indicating no heat stress. These findings suggest that while most Saanen goats meet body measurement and physiological standards, targeted improvements may be needed for specific age groups to optimize growth and productivity.Keywords: body size, physiological status, diary goats, saanen goat, invirontmental factors 
Korelasi Temperature Humidity Index (THI) dengan Produksi Susu Kambing Perah di Peternakan Sekar Menda Sidomulyo Kabupaten Pangandaran Mahfudz, Budhi Ridhol; Mutaqin, Bambang Kholiq; Ismiraj, Muhammad Rifqi
Jurnal Sumber Daya Hewan Vol 7, No 1 (2026): Jurnal Sumber Daya Hewan
Publisher : Program Studi Peternakan K. Pangandaran, Universitas Padjadjaran PSDKU Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsdh.v7i1.67148

Abstract

Produksi susu kambing dipengaruhi kondisi lingkungan seperti suhu, kelembapan dan THI. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi korelasi Temperature Humidity Index (THI) dengan produksi susu kambing di peternakan Sekar Menda Sidomulyo Kabupaten Pangandaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Sampel yang digunakan adalah 18 ekor kambing perah laktasi jenis Peranakan Etawa dan Sapera dengan masa laktasi 1-4. Hasil yang didapatkan adalah nilai THI harian berada di rentang 72,74-86,40 (stres ringan sampai berat) dengan rata-rata 80,42 (stres berat). Rata-rata produksi susu sebesar 0,42+0,20 kg pada pemerahan pagi dan 0,22+0,10 kg pada pemerahan sore. Kandungan lemak, protein, laktosa susu rata-rata 4,37±0,93%; 4.01±0,17%; 3,79±0,17% pada pemerahan pagi dan 5,06+0,99%; 3,87+0,21%; 3,65+0,18% pada pemerahan sore. Hasil tersebut sudah sesuai dengan standar literatur kandungan susu kambing normal. Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa nilai THI berkorelasi positif sangat rendah dengan kuantitas produksi susu (r = 0,167 ; p < 0,05), dan tidak signifikan berkorelasi dengan lemak, protein, dan laktosa (p > 0,05). Kesimpulannya Temperature Humidity Index (THI) berkorelasi signifikan terhadap produksi susu kambing.
Kurva Pertambahan Bobot Badan Domba Garut Jantan Umur 6 Bulan Melalui Penambahan Tepung Minyak Kacang Tanah Terenkapsulasi Kumala, Kania Nahla; Mutaqin, Bambang Kholiq; Arifin, Johar
Jurnal Sumber Daya Hewan Vol 7, No 1 (2026): Jurnal Sumber Daya Hewan
Publisher : Program Studi Peternakan K. Pangandaran, Universitas Padjadjaran PSDKU Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsdh.v7i1.67152

Abstract

Asam lemak tak jenuh merupakan substrat kimiawi yang salah satunya terdapat pada minyak kacang tanah yang berpotensi meningkatkan bobot badan secara signifikan, sehingga penggunaan bahan pakan tersebut dapat membantu proses pertumbuhan Domba Garut jantan pada usia pertumbuhan, yaitu 6-8 bulan. Suplemen pakan yang digunakan yaitu berupa tepung minyak kacang tanah yang dienkapsulasi menggunakan dua arah dengan bahan pelapis yaitu WPI dan maltodekstrin, dan WPI dengan Microcrystaline Celulose. Perlakuan diberikan suplemen pakan sebanyak 5% dari kebutuhan BK dan tanpa penambahan suplemen pakan sebagai pembanding. Tujuan dari  penelitian ini yaitu untuk mengetahui bentuk kurva dan membandingkan kurva pertumbuhan bobot badan domba dengan perlakuan penambahan dan yang tanpa penambahan suplemen. Metode penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, data dianalisis menggunakan Curve Expert untuk mencari kurva terbaik berdasarkan perhitungan PBB, konversi ransum, dan rata-rata. Hasil menunjukkan penggunaan rumus Polinomial Regression derajat 7 untuk P0 dengan rumus y=\ 2,01\ +\ (-1,05x)\ +\ 2,21x^2\ +\ (-1,61x^3)+{5,60x}^4+{(-1,00x}^5)+{8,91x}^6+({-3,12x}^7) dan derajat 6 untuk P1 dengan rumus y=\ -3,94+\ (-9,27x)\ +\ 1,91x^2\ +\ (-1,37x^3)+{4,69x}^4+{(-8,26x}^5)+{7,27x}^6+(-2,52x^7). Temuan ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan antara kurva pertumbuhan bobot badan yang diberi perlakuan penambahan suplemen pakan dan yang tanpa diberi suplemen pakan. Efisiensi pemanfaatan nutrisi dari TMKT yang tinggi kandungan lemaknya kemungkinan belum optimal atau memerlukan formulasi ransum yang lebih seimbang agar hasilnya lebih maksimal.
Evaluasi Kualitas Fisik Silase Rumput Odot (Pennisetum purpureum cv. Mott) yang Ditambahkan Molases dan Probiotik Putra, Diega Yanuar; Mutaqin, Bambang Kholiq; Tasripin, Didin Supriat
Jurnal Sumber Daya Hewan Vol 6, No 1 (2025): Jurnal Sumber Daya Hewan
Publisher : Program Studi Peternakan K. Pangandaran, Universitas Padjadjaran PSDKU Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsdh.v6i1.69595

Abstract

Ketersediaan hijauan pakan yang berkelanjutan menjadi salah satu tantangan dalam sistem produksi ternak ruminansia, sehingga diperlukan teknologi pengawetan pakan yang mampu mempertahankan kualitas nutrien dan karakteristik fisiknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas fisik silase rumput odot yang dibuat dengan penambahan molases dan probiotik dengan penambahan pengenceran yang berbeda. Silase dibuat dalam empat unit silo dengan formulasi yang sama dan disimpan pada suhu ruang selama 21 hari. Parameter yang diamati meliputi warna, aroma, tekstur, dan rasa yang dinilai secara organoleptik menggunakan nilai dengan rentang tertentu. Data hasil pengamatan disajikan secara deskriptif dalam bentuk nilai rata-rata dan simpangan baku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa silase rumput odot yang dihasilkan memiliki kualitas fisik yang baik pada seluruh parameter pengamatan. Warna dan aroma silase menunjukkan karakter fermentatif yang stabil dan relatif seragam antar silo, sementara tekstur dan rasa fermentatif berada pada kisaran yang dapat diterima meskipun terdapat variasi nilai antar silo. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan molases dan probiotik mampu mendukung proses fermentasi silase rumput odot yang berlangsung secara terkendali dan menghasilkan kualitas fisik silase yang konsisten
Korelasi Status Fisiologi Kambing Perah pada Kondisi Lingkungan di Peternakan Sekar Menda Sidomulyo Pangandaran Komalasari, Ratna; Mutaqin, Bambang Kholiq; Ismiraj, Muhammad Rifqi
Jurnal Sumber Daya Hewan Vol 7, No 1 (2026): Jurnal Sumber Daya Hewan
Publisher : Program Studi Peternakan K. Pangandaran, Universitas Padjadjaran PSDKU Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsdh.v7i1.67149

Abstract

Peningkatan suhu dan kelembapan di daerah tropis dapat memicu stres panas pada kambing perah, yang ditandai dengan perubahan respons fisiologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi antara Temperature Humidity Index (THI) dengan status fisiologi kambing perah di Peternakan Sekar Menda, Sidomulyo, Pangandaran. Penelitian dilakukan selama 7 hari menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional. Terdapat 30 ekor kambing perah Peranakan Etawah (PE) yang diamati pada tiga waktu berbeda (04.00–06.00, 12.00–14.00, dan 18.00–20.00 WIB). Data suhu dan kelembapan digunakan untuk menghitung nilai THI, sedangkan parameter fisiologis meliputi frekuensi respirasi, denyut jantung, dan temperatur rektal. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata THI sebesar 79,77 (cekaman ringan-sedang), dengan nilai tertinggi 82,55 terjadi pada siang hari. Peningkatan THI diikuti kenaikan parameter fisiologis secara signifikan. Analisis korelasi Pearson menunjukkan THI memiliki hubungan positif yang signifikan (p < 0,001) terhadap frekuensi respirasi (r = 0,679), denyut jantung (r = 0,453), dan temperatur rektal (r = 0,730). Korelasi terkuat terdapat pada temperatur rektal, diikuti frekuensi respirasi dan denyut jantung.
Diseminasi dan Pendampingan Pembangunan Peternakan Terintegrasi untuk Peningkatan Kesejahteraan Peternak dalam Upaya Pencegahan Stunting di Desa Cijulang, Kabupaten Pangandaran Ismiraj, Muhammad Rifqi; Mutaqin, Bambang Kholiq; Yuniarti, Endah; Wulansari, Asri
Farmers : Journal of Community Services Vol 7, No 1 (2026): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v7i1.68052

Abstract

Stunting remains a chronic public health problem in Indonesia. Recent data indicate that 27.6 % of Indonesian children under five experience stunting, far above the World Health Organization (WHO) target, reflecting unequal access to health services, clean water, sanitation and feeding practices. This community‑service program aims to improve farmer welfare and reduce stunting in Cijulang village by integrating intensive sheep farming with family nutrition gardens and organic waste management. A community‑based approach involved designing an integrated farming system, training farmers and health cadres, establishing communal sheep pens and nutrition gardens, and monitoring child growth. Baseline surveys showed that 60 % of farming families consumed animal protein only twice per week. After training and implementation, communal pens housing 30 sheep were constructed and 100 m² of gardens planted. Farmers learned silage and compost making, with post‑training knowledge rising by 40 %. Households increased animal‑protein consumption to at least four times per week, and child height‑for‑age z‑scores improved by 0.3 within six months. Integrating sheep farming, nutrition gardens and waste recycling offers a practical model for enhancing household food security, income and child nutrition.
Peningkatan Kesadaran Konsumsi Protein Hewani melalui Edukasi bagi Keluarga yang Terindikasi Stunting di Dusun Margajaya, Desa Margacinta, Pangandaran Pramudawardhani, Ken Chandra; Rahmawati, Ade; Yogaswara, Auratu Syadiah; Alghifari, Ibnu; Mutaqin, Bambang Kholiq; Safitri, Ananda Angel
Farmers : Journal of Community Services Vol 7, No 1 (2026): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v7i1.68034

Abstract

Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilaksanakan di Dusun Margajaya, Desa Margacinta, Kabupaten Pangandaran, dengan tujuan meningkatkan kesadaran keluarga terhadap pentingnya konsumsi protein hewani dalam pencegahan stunting. Rendahnya konsumsi protein hewani menjadi salah satu penyebab utama masalah gizi kronis di wilayah pedesaan. Metode yang digunakan meliputi survei konsumsi pangan, wawancara, dan edukasi gizi kepada 15 kepala keluarga yang memiliki balita, termasuk keluarga dengan balita terindikasi stunting. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sumber protein hewani utama masyarakat adalah telur (62,5%), sedangkan konsumsi ikan dan daging ayam masih rendah. Setelah dilakukan edukasi gizi, keluarga menunjukkan peningkatan pemahaman dan perubahan perilaku konsumsi yang positif, dengan meningkatnya variasi konsumsi protein hewani seperti telur, ikan, dan ayam. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan edukatif berbasis keluarga efektif dalam meningkatkan kesadaran gizi dan diversifikasi konsumsi protein hewani. Program ini sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, serta diharapkan menjadi model pemberdayaan berkelanjutan bagi masyarakat pedesaan.
Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan melalui Optimalisasi Lahan Pekarangan dengan Pemeliharaan Ayam Sentul di Dusun Margajaya, Desa Margacinta, Kabupaten Pangandaran Pramudawardhani, Ken Chandra; Yogaswara, Auratu Syadiah; Alghifari, Ibnu; Safitri, Ananda Angel; Mutaqin, Bambang Kholiq; Rahmawati, Ade
Farmers : Journal of Community Services Vol 7, No 1 (2026): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v7i1.68036

Abstract

Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilaksanakan di Dusun Margajaya, Desa Margacinta, Kabupaten Pangandaran, dengan tujuan meningkatkan konsumsi protein hewani dan mencegah stunting pada keluarga yang memiliki balita terindikasi kurang gizi. Program ini dilatarbelakangi oleh rendahnya frekuensi konsumsi protein hewani serta belum optimalnya pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya ternak. Kegiatan dilakukan melalui metode partisipatif yang meliputi observasi, wawancara, serta pendampingan langsung terhadap dua keluarga dengan balita terindikasi stunting. Setiap keluarga menerima enam ekor ayam Sentul (lima betina dan satu jantan), disertai dengan bantuan renovasi kandang, penyediaan kandang baru, serta pelatihan manajemen pemeliharaan ayam. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa keluarga sasaran diharapkan memanfaatkan telur ayam hasil pemeliharaan untuk konsumsi keluarga, yang menandakan peningkatan keberagaman pangan dan kemandirian gizi rumah tangga. Program ini juga meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pemeliharaan ayam lokal sebagai sumber protein hewani berkelanjutan. Kegiatan ini mendukung strategi nasional percepatan penurunan stunting dan memperkuat ketahanan pangan pedesaan berbasis sumber daya lokal.