Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN JUMLAH PENGGUNA KERETA API ARGO PARAHYANGAN DARI DAMPAK OPERASIONAL KERETA CEPAT JAKARTA-BANDUNG MELALUI PENDEKATAN SISTEM DINAMIS Mega Yunita Gayo; Jerry Heikal
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 2 (2025): JSER, December 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i2.1012

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kerugian opersional KA argo parahyangan khususnya pada jumlah pengguna. Penelitian ini menggunakan pendekatan dinamis untuk menganalisis dan mensimulasikan setiap skenario berdasarkan studi literatur akibat dampak yang diterima kepada KA argo parahyangan apabila tetap melayani koridor yang sama dengan kereta cepat. Pembangunan model,analisis dan simulasi menggunakan software vensim PLE-X64. Hasil penelitian menampilkan bahwa model skenario 1 yaitu dengan kebijakan perbedaan tarif sebesar 200 ribu memberikan pengaruh pada kerugian opersional KA argo sebesar 38% untuk penurunan jumlah keseluruhan penumpang. Adapun skenario 2 yaitu dengan kebijakan perbedaan tarif sebesar 20-25 ribu menampilkan hasil simulasi berupa kerugian opersional KA argo parahyangan sebesar 84% untuk penurunan jumlah keseluuruhan penumpang.
SEGMENTASI DOKTER BERDASARKAN VOLUME KASUS KANKER PROSTAT DAN ADOPSI TERAPI NHT DI INDONESIA MENGGUNAKAN KLUSTERING K-MEANS Achmad Ichsan; Rifko Sinaga; Metta Karunia; Jerry Heikal
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 2 (2025): JSER, December 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i2.1049

Abstract

Transformasi pendekatan terapi kanker prostat memerlukan pemetaan yang akurat terhadap profil dokter, baik dari segi volume penanganan kasus maupun tingkat adopsi terapi hormonal seperti New Hormonal Therapy (NHT). Penelitian ini bertujuan untuk melakukan segmentasi dokter berdasarkan karakteristik kasus kanker prostat yang mereka tangani serta tingkat pemanfaatan NHT, guna memberikan rekomendasi yang lebih terarah untuk strategi edukasi medis dan pemasaran farmasi. Metode K-Means Clustering digunakan untuk menganalisis data kategorikal dari sepuluh variabel utama, termasuk kategori volume kasus kanker prostat (total, mHSPC, nmCRPC, mCRPC), tingkat penggunaan NHT, usia dokter, spesialisasi, lokasi praktik, provinsi, dan saluran komunikasi yang disukai. Dataset mencakup 238 dokter spesialis urologi dan onkologi. Data diproses terlebih dahulu dengan metode one-hot encoding dan distandarisasi sebelum dilakukan klasterisasi. Analisis menghasilkan lima klaster utama dengan karakteristik yang berbeda-beda. Salah satu klaster mengidentifikasi dokter dengan volume kasus tinggi dan tingkat adopsi NHT yang optimal, menjadikannya kandidat ideal untuk dilibatkan sebagai Key Opinion Leader (KOL). Sebaliknya, klaster lain dengan volume kasus rendah dan pengalaman terbatas terhadap NHT memerlukan intervensi edukasi yang bersifat mendasar. Temuan ini memberikan wawasan praktis bagi perusahaan farmasi dan penyedia edukasi medis dalam merancang strategi komunikasi berbasis data. Penelitian ini menunjukkan bahwa K-Means Clustering merupakan pendekatan berbasis data yang efektif dalam mendukung pengambilan keputusan strategis dalam pemasaran farmasi, berdasarkan perilaku klinis dan kesiapan adopsi dari tenaga medis. Rekomendasi ke depan mencakup pemanfaatan hasil segmentasi ini untuk personalisasi konten edukatif dan penentuan prioritas intervensi berbasis wilayah.
SEGMENTASI DOKTER BERDASARKAN VOLUME KASUS KANKER PROSTAT DAN ADOPSI TERAPI NHT DI INDONESIA MENGGUNAKAN KLUSTERING K-MEANS Achmad Ichsan; Rifko Sinaga; Metta Karunia; Jerry Heikal
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 2 (2025): JSER, December 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i2.1049

Abstract

Transformasi pendekatan terapi kanker prostat memerlukan pemetaan yang akurat terhadap profil dokter, baik dari segi volume penanganan kasus maupun tingkat adopsi terapi hormonal seperti New Hormonal Therapy (NHT). Penelitian ini bertujuan untuk melakukan segmentasi dokter berdasarkan karakteristik kasus kanker prostat yang mereka tangani serta tingkat pemanfaatan NHT, guna memberikan rekomendasi yang lebih terarah untuk strategi edukasi medis dan pemasaran farmasi. Metode K-Means Clustering digunakan untuk menganalisis data kategorikal dari sepuluh variabel utama, termasuk kategori volume kasus kanker prostat (total, mHSPC, nmCRPC, mCRPC), tingkat penggunaan NHT, usia dokter, spesialisasi, lokasi praktik, provinsi, dan saluran komunikasi yang disukai. Dataset mencakup 238 dokter spesialis urologi dan onkologi. Data diproses terlebih dahulu dengan metode one-hot encoding dan distandarisasi sebelum dilakukan klasterisasi. Analisis menghasilkan lima klaster utama dengan karakteristik yang berbeda-beda. Salah satu klaster mengidentifikasi dokter dengan volume kasus tinggi dan tingkat adopsi NHT yang optimal, menjadikannya kandidat ideal untuk dilibatkan sebagai Key Opinion Leader (KOL). Sebaliknya, klaster lain dengan volume kasus rendah dan pengalaman terbatas terhadap NHT memerlukan intervensi edukasi yang bersifat mendasar. Temuan ini memberikan wawasan praktis bagi perusahaan farmasi dan penyedia edukasi medis dalam merancang strategi komunikasi berbasis data. Penelitian ini menunjukkan bahwa K-Means Clustering merupakan pendekatan berbasis data yang efektif dalam mendukung pengambilan keputusan strategis dalam pemasaran farmasi, berdasarkan perilaku klinis dan kesiapan adopsi dari tenaga medis. Rekomendasi ke depan mencakup pemanfaatan hasil segmentasi ini untuk personalisasi konten edukatif dan penentuan prioritas intervensi berbasis wilayah.
The Effect of E-Filing, Tax Socialization and Understanding of Tax Regulations on People's Trust Which Impacts on Individual Taxpayer Compliance Using SEM-PLS Monica Pongsibidang; Erni Susanty; Jerry Heikal
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 5 No. 10 (2025): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v5i10.32459

Abstract

This research aims to determine whether the application of the e-filing system, tax socialization, and understanding of tax regulations affect the level of public trust, which in turn impacts individual taxpayer compliance. The analysis method used is multiple linear regression analysis with the SEM-PLS program on SmartPLS 4.0 software. Based on the processing results, a significant P value and original value were found between variable X and variable Y1, namely the understanding of tax regulations, which has a significant effect on people's trust. Additionally, variable X and variable Y2, the application of the e-filing system, significantly affect taxpayer compliance. It can be concluded that the most influential factor in this study is increasing public understanding of tax regulations; as taxpayer trust in the government rises, implementing the e-filing system also enhances taxpayer compliance. This study proves that with a general understanding of tax regulations, taxpayer trust in the government increases, leading to higher taxpayer compliance. The relationship between the level of trust in the government and taxpayer compliance has a positive and proportional effect; conversely, if taxpayer trust decreases, taxpayer compliance will negatively be affected. The results also show that the application of the e-filing system positively influences tax compliance. It can be concluded that taxpayers who are aware of the e-filing system and can access the tax system anytime and anywhere find it easier to report their taxes, thereby encouraging greater adherence to their tax obligations.
ANALISIS FAKTOR PENURUNAN MINAT DAN KEDISIPLINAN KARYAWAN DALAM PENGGUNAAN SISTEM ABSENSI DIGITAL MENGGUNAKAN GROUNDED THEORY: Analysis of Factors for Decreasing Employee Interest and Discipline in Using the Digital Attendance System Using Grounded Theory Agung Pribadi; Jerry Heikal
Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol. 3 No. 5 (2025): Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi
Publisher : Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu parameter penilaian kedisiplinan karyawan adalah pelaksanaan absensi kehadiran ditempat kerja. Selain itu, pelaksanaan absensi karyawan berhubungan dengan realisasi proses penggajian karyawan itu sendiri dimana hal ini berhubungan erat dengan biaya karyawan (labor cost), impelementasi Sistem Manajemen Kinerja dan rencana pelaksanaan kenaikan gaji berkala yang akan menentukan besaran persentasi kenaikan rencana biaya karyawan (labor cost) pada periode tahun berikutnya. Absensi Digital ramai mulai diterapkan oleh korporasi semenjak masa pandemi Covid-19 yang mengakibatkan dibatasinya kontak fisik antara individu dan penerapan sistem tempat kerja dirumah masing-masing (Work From Home). Sistem absensi digital ini memiliki banyak fitur sehingga menuntut setiap karyawan lebih banyak melakukan laporan asbsensi setiap harinya yaitu saat datang dan pulang, sebelum dan sesudah jam istirahat dan setiap keluar dan datang kembali ke kantor jika ada kegiatan diluar kantor. Penelitian ini menggunakan Teknik Kualitatif dengan pendekatan Grounded Theory. Penulis melakukan wawancara langsung kepada Internal PT Sampulu Adijaya Prakarsa dan dari Pihak External (Karyawan perusahaan di SOHO Pancoran) untuk mengetahui penurunan minat tersebut. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan Skema coding terdiri dari 17 kode yang membentuk 8 categori dan menimbulkan 3 tema dengan total score 24. Score terbesar pada coding yaitu 9 pada tema penurunan minat absensi digital dikarenakan kurangnya kenyamanan pengguna aplikasi yang disebabkan oleh terlalu banyaknya fitur absensi digital yang diterapkan dalam aplikasi dibandingkan dengan sistem absensi konvensional.
ESG Integration in Commercial Real Estate: How is the Company Solving Integration Problem? Adrian Pratama; Jerry Heikal
Management Analysis Journal Vol. 13 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/maj.v13i1.2975

Abstract

The changing global trends and market dynamics are driving investors and banks to realize responsible investments by integrating environmental, social, and governance (ESG) principles as their reference. Commercial Real Estate (CRE) companies require funds for business development, acquisitions, and operations through investors and banks. This situation is compelling CRE companies to integrate ESG principles into their business activities as an obligation to meet responsible investment standards. This research aims to explore the initiatives of CRE companies in facing the problem of ESG integration. A qualitative research method with ethnographic approach was employed in this study to obtain in-depth information through observation and in-depth interviews with relevant informants. Observations were conducted at the NWP Property office in South Jakarta with three informants, including the Head of Research and ESG, a Supervisor of the Energy and Sustainable team, and Head of Operations at all malls owned by NWP Property. Based on the research findings, the main problem faced by the company in the integration process is dominated by the availability of data. There are 5 shared values from respondents in addressing the question of how the company solving integration problems. These values include using a data-driven approach in decision-making, collaboration between departments to helps in the problem-solving process, the importance of understanding team members' perspectives to achieve common goals, and systematic preparation and planning resulting in solutions to the issues.
APPLICATION OF K-MEANS CLUSTERING TO ANALYZE INSURANCE DATA AT PT AXA INSURANCE INDONESIA Nayla Azkia; Rizky Feliana Devi; Fajar Hartanto Siswanto; Jerry Heikal
Journal of Social and Economics Research Vol 6 No 1 (2024): JSER, June 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v6i1.482

Abstract

Objek penelitian ini adalah perusahaan PT. AXA Insurance Indonesia, dengan 10 kantor pemasaran yang tersebar di 8 kota besar. Data yang digunakan adalah 50 peserta asuransi umum dengan 4 premi yang berbeda, yaitu properti, perjalanan, kendaraan, dan kesehatan, berupa data kualitatif yang dapat dihitung dalam bentuk angka dan variabel numerik yang akan digunakan untuk penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan produk dan layanan dari perusahaan PT AXA Insurance Indonesia yang paling banyak diminati berdasarkan data peserta asuransi yang ada saat ini sehingga dapat mengembangkan dan memasarkan produk asuransi secara lebih luas dan tepat sasaran. Penelitian data menggunakan Algoritma K-Means yang merupakan salah satu algoritma dalam fungsi clustering atau pengelompokan dimana metode analisis data dilakukan dengan cara Data Mining. Dari hasil penelitian, analisis 5 cluster menyimpulkan bahwa rata-rata data pria usia 25-46 tahun ke atas yang sudah menikah dengan penghasilan 10 juta lebih memilih produk asuransi properti dan kendaraan. Kemudian untuk data rata-rata wanita usia 25-35 tahun yang sudah menikah maupun belum menikah dengan penghasilan 10 juta lebih memilih produk asuransi kesehatan.
THE PHENOMENON OF JOB HOPPING AMONG GENERATION Z: AN EXPLORATION THROUGH GROUNDED THEORY Rinta Agustiani Dwiputri; Rizki Agung Ramadani; Tiyanda Hanti Arum Kusuma; Jerry Heikal
Journal of Social and Economics Research Vol 6 No 2 (2024): JSER, December 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v6i2.707

Abstract

Recently, the phenomenon of job hopping has become a hot topic in Human Resource Management. It refers to the tendency of individuals, especially Generation Z, to frequently switch from one job to another in a short period of time. A survey reported that 83% of 1,100 Gen Z respondents considered themselves "job hoppers". This study aims to analyze the factors influencing job hopping among Generation Z. A qualitative research method with a grounded theory approach was employed. Purposive sampling was used to select five Generation Z respondents aged 24-27 years old for in-depth interviews. The interview results yielded 29 codes categorized into eight categories and 3 themes: career development path, work environment, and well-being. The work environment theme had highest score of 13, indicating that it is the primary factor influencing Generation Z's decision to switch jobs frequently.
STUDI ETNOGRAPI: ANALISIS SHARED VALUE FAKTOR-FAKTOR MENYELARASKAN PEKERJAAN UTAMA DENGAN PEKERJAAN SAMPINGAN ETNIS TIONGHOA Pratama Hadi Saputra; Resman Yohanes Dolok Saribu; Heidi Yanti Anggraeni Putri; Jerry Heikal
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 1 (2025): JSER, June 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i1.884

Abstract

Permasalahan penghasilan perlu menjadi perhatian pemerintah. Terlebih lagi, penghasilan yang layak menjadi salah satu indikator dari pekerjaan layak. Biaya hidup yang tinggi membuat banyak orang memutuskan untuk mencari sumber penghasilan lain. Hal umum yang dilakukan masyarakat adalah dengan cara berinvestasi ataupun melakukan pekerjaan sampingan. Dilihat dari peningkatan jumlah pekerja yang memiliki pekerjaan sampingan beberapa tahun kebelakang ini, menarik perhatian peneliti untuk melihat fenomena yang terjadi khususnya pada etnis tionghoa di Jakarta. Peneliti ingin mengetahui bagaimana etnis tionghoa menyelaraskan pekerjaan utama dengan pekerjaan sampingan. Metode pada penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Berdasarkan hasil penelitian dari wawancara secara langsung kepada 3 responden dengan background pekerjaan utama yang berbeda, kebutuhan pribadi masing-masing individu berbeda. Untuk menutupi gap antara pendapatan utama dan kebutuhan sehari-hari, selain melakukan investasi, individu tionghoa memilih untuk melakukan pekerjaan sampingan diluar waktu kerja utama yang disesuikan dengan hobi, background dan juga peluang yang tersedia agar dapat dijalankan secara jangka panjang dan berkelanjutan. Berkaca pada value yang didapatkan dari responden berupa: kemandirian finansial, ikut komunitas, pengembangan aset, pengembangan relasi, kemampuan beradaptasi dan konsistensi. Perlu diperhatikan perbanyakan relasi, konsistensi, inovasi serta persiapan investasi tambahan harus dilakukan untuk menyelaraskan antara pekerjaan utama dan pekerjaan sampingan.
STUDI ETNOGRAFI ANALISIS SHARE PAIN VALUE ANTARA GENERASI MILENIAL DAN GENERASI Z MENGGUNAKAN COMMUTER LINE SEBAGAI MOBILITAS SEHARI-HARI Gulfi Oktariani; Fanjili Gratia Mamonto; Putri Kirana; Jerry Heikal
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 2 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Februari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v3i2.1599

Abstract

Pertumbuhan penduduk pusat kota di kawasan Metropolitan Jabodetabek menjadi semakin padat, sehingga mengakibatkan peningkatan mobilitas untuk aktivitas sehari-hari. Hal ini berpotensi menyebabkan kemacetan lalu lintas akibat meningkatnya volume kendaraan, sehingga terjadi penumpukan di jalanan menjadi masalah yang signifikan. Salah satu solusi untuk mengatasi kepadatan lalu lintas dengan menyediakan layanan KRL di kawasan Jabodetabek, diharapkan dapat mengurangi kemacetan di ruas jalan kawasan tersebut. Pertumbuhan pengguna layanan KRL juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan mencapai 328.154.000 pengguna layanan di tahun 2024. Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi berbagai faktor yang mendorong individu untuk memilih KRL sebagai moda transportasi utama dalam mobilitas sehari-hari dan menggali share pain value yang dihadapi oleh pengguna KRL. Melalui pendekatan etnografi dengan mengumpulkan data kualitatif dengan wawancara mendalam dengan 12 responden/pengguna KRL yaitu Generasi Milenial dan Generasi Z. Berdasarkan hasil yang didapatkan bahwa masing-masing generasi memiliki tantangan atau share pain value yang berbeda. Meskipun demikian, Generasi Milenial dan Generasi Z memiliki share pain value yang sama ketika sedang naik KRL yaitu seperti Kepadatan Penumpang, Fasilitas Kurang Memuaskan, Kurang Memadainya Armada, Jadwal Kurang Akurat, Waktu Tunggu Lama, Antrian Gate Panjang dan Risiko Keamanan. Dari temuan ini, saran perbaikan untuk meningkatkan kualitas layanan, diharapkan pemangku kepentingan seperti Kementerian Perhubungan yang berperan sebagai regulator dan PT. Kereta Api Indonesia (Persero)/PT. KAI sebagai operator dapat meningkatkan layanan yang kurang memadai, sehingga menarik lebih banyak pengguna dan meningkatkan kepuasan mereka terhadap layanan KRL.
Co-Authors Abhiyoga Deyandra Putra Achmad Ichsan Adevi, Isye Rahayu Adhy Priyo Adi Setiawan Aditya Rachman Zarkasih ADRIAN PRATAMA Agung Ibrahim Agung Pribadi Agus Sugiono Ahmad Ilham Bachrie Harahap Alex Fernando Hasahatan Ali Sudrajat Andara Rahma Danurisa Anggini, Dewi Anjar Asmara Putra Annisa Liestiani Annisa Nurwanda Putri Antoni Irawan AYU WULANDARI Bachrie Harahap, Ahmad Ilham Bambang Permadiyansach Berman J Hutabarat Budiyanto Hariandja Desy Maya Indriana Dewi Anggini Dewi Lisdayanti Dimas Hindrawan Doni Magat Harahap Dzaki Zakaria E. N. Budiyanto Hariandja Edoward N. Budiyanto Elisa Purnawati Elja Salwa Enny Enny Erni Susanty Erwan Hendrawan Fajar Hartanto Siswanto Fajar Kristianto Fanjili Gratia Mamonto Fetri Nelfa Ganang Kartiko Aji Gilang Kharisma Ramadhan Ibrahim Gulfi Oktariani Heidi Yanti Anggraeni Putri Helga Meilany Ign Agus Supriyono Indah Nur Syamsi Aguston Irma Nur Wanty Isfan Ferli jeffry kurniawan Lisdayanti, Dewi Lisdyanto Lucia Rainy Betari Marc Giulio Richard Marlina Maysheilla Chandra Mega Yunita Gayo Metta Karunia Michael Milastri Muzakkar Moh Masnur Monica Pongsibidang Mufti Kusuma Firdaus Muhammad Feyzel Khalfani Putra Ardanesworo Muhammad Ikhsan Nurseha MUHAMMAD YUSUF Mutia Karunia Antap Wulan Nandi Andrian Kurnia Putra Nayla Azkia Oci Citra Maharani Panka Gumilang Pratama Hadi Saputra Pratama, Renaldo Pratiwi Pratiwi Pratiwi Putri kirana Putri Syifa Humaira Raden Maart Adi Waskita Tjahjono Rafyon Sani Rayuli Wulandari Resman Yohanes Dolok Saribu Resman Yohanes Doloksaribu Retno Santoro Richard, Marc Giulio Rifko Sinaga Rinta Agustiani Dwiputri Riri Yunita Rivelino, Deva Rizki Agung Ramadani Rizky Feliana Devi Rudi Setiari samsul arifin Sari Riyani Satriya Perdana Savira Nurviriana Sayuti Shera Fanesha Siti Wulansari Sri Polya Kettipusem Susan Ratna Susan Ratna Salim Susi Suheni Suududdin, Suududdin Syakina Syakina, Syakina Tika Aldyah Tiyanda Hanti Arum Kusuma Vitto Rialialie Zahwa Nur Syahda Zahwa Nursyahda