Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PELATIHAN KUE PALA PADA MASYARAKAT PANTAI PULAU SEUMADU KECAMATAN MUARA SATU KOTA LHOKSEUMAWE Anismar, Anismar
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, April 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v2i1.9456

Abstract

Judul pelatihan dalam rangka kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah Pelatihan Kue Pala pada Masyarakat Pantai Pulau Seumadu Kecamatan Muara Satu Kota Lhokseumawe, pelatihan ini dilatarbelakangi oleh kawasan Pulau Seumadu adalah salah satu kawasan wisata di Kota Lhokseumawe, jarak antara pulau Seumadu dengan pusat ibu kota sekitar 12 kilometer, daerah ini sering dikunjungi oleh wisatawan domestik atau wisatawan nusantara. Namun, untuk sekidar menikmati atau membawa pulang berupa oleh-oleh tidak tersedia di kawasan ini. Sementara bahan bakunya di daerah kecamatan Nisam dan Kecamatan Sawang melimpah dan dibuang begitu saja, sehingga perlu diolah menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat. Adapun motode dalam pelatihan direncanakan dalam empat langkah, yaitu: langkah/tahapan perencanaan, langkah/tahapan pelaksanaan, langkah/tahapan pemantauan dan langkah/tahapan pengevaluasian (fullow-up dari kegiatan), agar peserta pelatihan dapat menyerap seluruh materi pelatihan secara mudah dan lancar. Sementara target capaian dalam pelatihan ini adalah berupa keahlian pengolahan kue pala dari buah aslinya menjadi kue pala dan siap untuk dipasarkan ke sejumlah warung/restoran yang ada di kawasan Kota Lhokseumawe dengan harga yang lebih tinggi dan dapat memberikan pengetahuan pemasaran kepada kelompok mitra agar produk yang dihasilkan dapat dipasarkan dengan mudah. Kemudian hasil dari pelatihan ini adalah: Masyarakat dapat memanfaatkan limbah dari buah pala sebagai sumber ekonomi baru terutama bagi masyarakat di kawasan perkebunan pala dan di kawasan objek wisata Pulau Seumadu Kota Lhokseumawe, peserta pelatihan dapat terbuka wawasannya/keinginan tentang peluang usaha baru  pada sektor industri rumah tangga yang lebih kreatif dan inovatif, dan kegiatan pelatihan kue pala sebagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat  menunjukkan hasil yang signifikan terhadap keterampilan warga dalam mengolah daging buah pala menjadi produk yang bermutu dan dapat dipasarkan secara luas, namun masih perlu pendampingan dalam pengemasan, perizinan dan pemasaran produk lebih lanjut. Kata Kunci : Pelatihan, Kue Pala, Pulau Seumadu, Kota Lhokseumawe
Advokasi Keluarga Rentan Tentang Pentinya ASI Eksklusif guna Peningkatan Kualitas Generasi Muda Indonesia Puspasari, Cindenia; Andyna, Cut; Mardhiah, Ainol; Husniati, Ade Muana; Anismar, Anismar; Mukhlis, Mukhlis
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, April 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v2i1.10751

Abstract

Advokasi merupakan bentuk komunikasi persuasive guna mempengaruhi kepentingan dalam pengambilan keputusan. Pengabdian kepada masyarakat ini merupakan bentuk advokasi, khususnya advokasi pada keluarga rentan yang sangatlah diperlukan, agar dengan semakin banyak yang harus dipahami dan semakin banyak yang harus diketahui, maka akan semakin banyak yang mengalami perubahan ke arah yang lebih baik. Proses advokasi dalam penyampaian informasi edukasi tentang pentingnya ASI eksklusif turut memegang peran penting dalam peningkatan kualitas generasi muda saat ini. Hal ini dimulai dari pertahanan tubuh bayi baru lahir yang dapat diperoleh dari kolostrum yang terkandung dalam ASI, sehingga pemberian ASI pada bayi akan maksimal bila diberikan secara eksklusif. Kurangnya tingkat kesadaran pemberian ASI Eksklusif disebabkan oleh beberapa faktor yang mempengaruhi pemberian ASI, diantaranya peran petugas kesehatan, adanya iklan susu formula, dan khususnya dukungan keluarga (suami dan orang tua). Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan sebagai bentuk pendukung Program Keluarga Harapan (PKH) yang dicanangkan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia. Manfaat dari adanya kegiatan pengabdian kepada masyarakat khususnya pada keluarga rentan ini yaitu guna meningkatkan kesadaran masyarakat dalam upaya peningkatan dan pengembangan kualitas pemberian ASI Eksklusif, sehingga terciptanya generasi bangsa yang unggul yang dapat mengurangi dampak kekurangan gizi dimasa depan. Maka kegiatan ini penting untuk dijalankan secara continue dan terus digalakkan. Pelaksanaannya meliputi: (1)Kegiatan penyebaran brosur Program Keluarga Harapan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia sebagai visi kegiatan pengabdian kepada masyarakat. (2) Kegiatan advokasi keluarga rentan tentang pentingnya ASI Eksklusif, khususnya pada keluarga rentan yang berada di Ujung Blang, Kota Lhokseumawe
KOMUNIKASI PENYULUH KELUARGA BERENCANA DALAM MENSOSIALISASIKAN PROGRAM BINA KELUARGA BALITA KEPADA MASYARAKAT KECAMATAN JULI KABUPATEN BIREUEN Azzahra, Nurfaiza; Husniati, Ade Muana; Zahari, Zahari; Anismar, Anismar; Ali, Muhammad
Jurnal Network Media Vol 9, No 1 (2026): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v9i1.7454

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk komunikasi yang dilakukan oleh penyuluh Keluarga Berencana (KB) serta hambatan yang dihadapi dalam mensosialisasikan program Bina Keluarga Balita (BKB) kepada masyarakat di Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen. Program BKB merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam mengasuh dan mendidik anak usia dini. Namun, dalam pelaksanaannya, program ini masih menghadapi tantangan di tingkat masyarakat. Penelitian ini menggunakan teori Difusi Inovasi dengan pendekatan kualitatif deskriptif serta teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah 13 orang yang terdiri dari unsur penyuluh KB, kader KB, anggota kelompok BKB, perangkat desa, serta kepala UPTD dan Kasi Pemberdayaan Keluarga. Bentuk komunikasi yang dilakukan penyuluh cukup beragam dan adaptif, namun efektivitasnya sangat dipengaruhi oleh kondisi sosial masyarakat, dukungan pemerintah desa, dan peran aktif kader di tingkat dusun.
Medsos Sehat: Edukasi Literasi Digital bagi Komunitas Karang Taruna Gampong Blang Pulo Kecamatan Muara Satu Kota Lhokseumawe Subhani, Subhani; Yunanda, Rizki; Nazaruddin, M.; Zulkarnaen, Teuku; Anismar, Anismar; Arifin, Awaluddin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i2.22685

Abstract

ABSTRAK Media sosial telah menjadi ruang utama generasi muda dalam berinteraksi, memperoleh informasi, dan mengekspresikan diri. Namun, penetrasi teknologi ini sering tidak diiringi literasi digital yang memadai. Hoaks, ujaran kebencian, pelanggaran etika, serta rendahnya kesadaran privasi masih menjadi masalah serius di tingkat komunitas. Artikel ini memaparkan hasil program pengabdian masyarakat berupa edukasi literasi digital bertajuk “Medsos Sehat” bagi pemuda Karang Taruna di Gampong Blang Pulo, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe. Metode yang digunakan mencakup ceramah interaktif, diskusi kelompok, simulasi cek fakta, workshop pembuatan konten digital, serta evaluasi pre–post test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan peserta memilah informasi benar dan palsu, peningkatan kepercayaan diri dalam memproduksi konten positif, serta kesadaran etika digital yang lebih baik. Dampak jangka panjang terlihat dari terbentuknya komunitas Medsos Sehat yang secara aktif mengelola akun media sosial Karang Taruna sebagai sarana edukasi publik. Program ini menghasilkan modul literasi digital, konten kampanye anti-hoaks, publikasi di media, serta MoU dengan gampong untuk keberlanjutan kegiatan. Artikel ini menyimpulkan bahwa literasi digital berbasis komunitas merupakan strategi efektif untuk membangun ekosistem digital sehat di tingkat lokal, dan merekomendasikan replikasi model ini ke gampong pesisir lainnya di Aceh. Kata Kunci: Literasi Digital, Karang Taruna, Media Sosial, Edukasi, Pengabdian.  ABSTRACT Social media has become the main space for the younger generation to interact, obtain information, and express themselves. However, the penetration of this technology is often not accompanied by adequate digital literacy. Hoaxes, hate speech, ethical violations, and low privacy awareness are still serious problems at the community level. This article describes the results of a community service program in the form of digital literacy education entitled "Healthy Social Media" for youth of Karang Taruna in Gampong Blang Pulo, Muara Satu District, Lhokseumawe City. The methods used include interactive lectures, group discussions, fact-checking simulations, digital content creation workshops, and pre-post test evaluations. The results showed a significant increase in participants' ability to sort out true and false information, increased confidence in producing positive content, and better awareness of digital ethics. The long-term impact can be seen from the formation of the Healthy Social Media community which actively manages Karang Taruna's social media accounts as a means of public education. This program produces digital literacy modules, anti-hoax campaign content, publications in the media, and MoU with gampong for the sustainability of activities. This article concludes that community-based digital literacy is an effective strategy for building a healthy digital ecosystem at the local level, and recommends replicating this model to other coastal gampongs in Aceh. Keywords: Digital Literacy, Youth Organization, Social Media, Education, Service.