Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PENGARUH EKSTRAK DAUN MIMBA SEBAGAI BAHAN ALAMI PENGAWET BAMBU TERHADAP SIFAT MEKANIK BAMBU PETUNG: The Influence of the Extraction of Mimba Leaves as a Natural Preservation Towards the Mechanical Properties of Petung Bamboo Gunawan, Ivan; Sugiartha, I Wayan; Anshari, Buan
Spektrum Sipil Vol 2 No 1 (2015): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bambu sebagai bahan konstruksi sudah dikenal sejak lama oleh masyarakat Indonesia, namun bambu memiliki daya tahan yang kurang baik terhadap serangan perusak biologis, hal ini juga berpengaruh terhadap kekuatan dari bambu itu sendiri. Pemanfaatan bahan kimia untuk pengawetan dapat dikatakan cukup efektif, namun penggunaan bahan kimia tersebut memiliki kendala seperti tidak ramah lingkungan dan untuk mendapatkan ijin membeli bahan kimia tersebut tergolong susah. Salah satu bahan alami yang memiliki daya racun terhadap serangga adalah tanaman mimba. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pengawetan dengan ekstrak daun mimba terhadap kekuatan mekanik bambu petung. Penelitian ini didahului dengan melakukan pengujian pendahuluan berupa pengujian kadar air dan berat jenis bambu. Selanjutnya dilakukan pengawetan, dan diakhiri dengan pengujian sifat mekanik berupa uji kuat tekan, kuat tarik, dan kuat geser bambu petung. Dari hasil pengujian terlihat bahwa adanya variasi perubahan sifat mekanik bambu petung setelah diawetkan dengan ekstrak daun mimba yaitu ada yang meningkat dan ada pula yang menurun. Perubahan sifat mekanik tersebut menunjukkan perbedaan yang tidak signifikan. Hal ini membuktikan bahwa pengawetan bambu dengan ekstrak daun mimba tidak begitu berpengaruh terhadap kekuatan mekanik bambu petung.
TINJAUAN KUAT ACUAN KAYU LOKAL BERDASARKAN ATAS PEMILAHAN SECARA MEKANIK: Review of Reference Wood Strong Local Sorting Based on the Mechanical Rofaida, Aryani; Sugiartha, I Wayan; Pathurahman, Pathurahman; Anshari, Buan
Spektrum Sipil Vol 1 No 2 (2014): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecenderungan pemakaian kayu akan terus meningkat, baik untuk keperluan struktural maupun industri. Hal ini perlu diimbangi dengan pengetahuan jenis kayu, sifat dan cara pengolahan kayu agar kayu dapat digunakan secara efektif dan efisien. Untuk memenuhi kebutuhan kayu yang semakin meningkat dimasa yang akan datang dan untuk memperoleh nilai manfaat kayu yang sebesar-besarnya dari hutan saat ini tidak dapat lagi dipisahkan dari perhatian terhadap pemanfaatan jenis kayu dari jenis pohon kurang dikenal. Namun sebelum menggunakan kayu dari jenis pohon kurang dikenal untuk tujuan tertentu, terlebih dulu perlu dilakukan penelitian mengenai sifat dasar dan kemungkinan pemanfaatan kayu dari jenis pohon tersebut. Kayu merupakan salah satu bahan bangunan yang banyak dijumpai, sering dipakai dan relatif mudah untuk mendapatkannya. Berat jenis kayu lebih ringan bila dibanding baja ataupun beton, selain itu kayu juga mudah dalam pengerjaannya. Ketepatan pemilihan jenis kayu untuk sesuatu pemakaian memerlukan pengetahuan tentang sifat dasarnya. Sifat dasar tersebut, diantaranya berat jenis, kekuatan dan stabilitas dimensi. Faktor ini dipengaruhi oleh sifat anatomi kayu. Eksperimen pengujian kayu adalah digunakan kayu kayu lokal dari Nusa Tenggara Barat yaitu Kayu Menggaris, Rajumas dan Meranti. Untuk mengetahui mutu kayu dilakukan pengujian sifat fisik diantaranya pengujian kadar air dan berat jenis, sedangkan pengujian sifat mekanis antara lain pengujian Kuat Acuan Tarik, Tekan, Lentur, Geser dan Modulus Elastisitas, masing masing dibuat 6 benda uji dengan bentuk dan ukuran sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Dari hasil pengujian sifat fisik kayu, kayu Menggaris, Rajumas dan Meranti termasuk ke dalam golongan Kayu dengan berat sedang, bila berat jenis kayu 0,36 – 0,56, dan sifat mekanik kayu dapat dikatakan bahwa Kayu Menggaris ditinjau dari Kuat Acuan Tarik, Tekan dan Lentur termasuk Kode Mutu E23 dan Kuat Acuan Geser termasuk Kode Mutu E12. Kayu Rajumas ditinjau dari Kuat Acuan Tarik dan Tekan masuk ke dalam Kode Mutu E21, untuk Kuat Acuan lentur E10 dan Kuat Acuan Geser E20 dan Kayu Meranti Kuat Acuan Tarik, Tekan dan Lentur dengan Kode Mutu E22- E25, dan Kuat Acuan Geser E26. Dapat dikatakan bahwa perbedaan tersebut diakibatkan tinjauan yang berbeda berdasarkan pengambilan sampel benda uji kayu yang tidak seragam dan dapat dismpulkan juga bahwa apabila mutu kayu E20-E26, maka kayu kayu lokal tersebut cukup kuat dan kaku sebagai bahan struktur bangunan.
STUDI EKSPERIMEN PERILAKU MEKANIS PAPAN KAYU LAMINASI SILANG: Experimental Study on Mechanical Behaviour of Cross_Laminated Timber Hadi Sutrisna, I Gede Utama; Anshari, Buan; Fajrin, Jauhar
Spektrum Sipil Vol 3 No 2 (2016): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan kayu, pasokan kayu dari alam semakin berkurang. Untuk mengatasi pasokan tersebut salah satu produk yang dikenal luas memiliki kemampuan memikul beban struktur adalah Cross Laminated Timber (CLT) yaitu papan kayu yang dilekatkan menggunakan alat penyambung dengan posisi papan berselang seling dan saling tegak lurus. Penelitian ini bertujuan melakukan pengujian eksperimental menggunakan metode dua titik pembebanan untuk mendapatkan MOR, MOE, daktilitas dan kemampuan CLT menerima beban pada syarat δijin L/300, metode penyambungan yang diteliti seperti CLT perekat Melamine Formaldehyde (MF), CLT variasi sekrup menyilang, dan CLT variasi sekrup sejajar, masing – masing memiliki 4 benda uji. Hasil eksperimen menunjukan MOR berturut – turut 0,41 MPa, 0,87 MPa, dan 0,82 MPa untuk perekat MF, variasi sekrup menyilang, variasi sekrup sejajar. MOE didapatkan nilai berturut – turut sebesar 149,67 MPa, 38,65 MPa, dan 42,19 MPa untuk perekat MF, variasi sekrup menyilang, variasi sekrup sejajar dan untuk daktilitas berturut – turut didapat 4,40 perekat MF, 2,31 variasi sekrup menyilang, 2,25 variasi sekrup sejajar, dari ketiga variasi CLT tersebut yang paling kuat menerima beban pada syarat lendutan ijin seperti CLT perekat Melamine Formaldehyde, beban yang diterima sebesar 1353,25 MPa.
ANALISIS PENGGUNAAN PASAK SEBAGAI PENGGANTI LEM PADA STRUKTUR KAYU LAMINASI SILANG (CLT): Analysis of using Dowel Fastener as Replacement of Adhesive on Cross Laminated Timber (CLT) Wahyuddin, Dedy; Anshari, Buan; Fajrin, Jauhar
Spektrum Sipil Vol 3 No 2 (2016): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Papan kayu laminasi silang atau Cross Laminated Timber (CLT) adalah salah satu contoh teknologi rekayasa kayu. Teknologi ini digunakan untuk memodifikasi kayu yang berkualitas rendah, sedang maupun dari spesies yang kurang dikenal (unknown species) menjadi bahan struktur berkualitas tinggi. Terdapat cukup banyak pilihan untuk merangkaikan potongan-potongan kayu pada produk CLT antara lain dengan menggunakan lem, baut dan paku. Penelitian ini menggunakan sambungan pasak dalam membentuk CLT menggantikan lem epoxy yang biasa digunakan sebagai penyambung. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemungkinan digunakannya sistem sambungan pasak (kayu Jati dan bambu) dalam membentuk CLT dan untuk mengetahui prilaku struktur dari masing-masing CLT dengan sistem sambungan yang berbeda (lem, pasak kayu dan pasak bambu) Untuk mencapai tujuan, uji pendahuluan dilakukan untuk mengetahui sifat fisik dan mekanik kayu. CLT, berukuran panjang 195 cm, lebar 90 cm dan tebal 10 cm, disusun dari 5 lapis kayu bajur dengan lebar 15 cm dan tebal 2 cm yang disusun saling bersilangan membentuk sudut 90o. Sebagai penyambung digunakan pasak bambu Petung, pasak kayu Jati dan lem Epoxy. . Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa beban luar yang diijinkan untuk pelat CLTLSL, LSB dan LSJ berturut-turut sebesar 1353 N, 397 N dan 556 N. Modulus elastisitas rata-rata untuk CLT penyambung lem epoxy, pasak bambu dan pasak Jati berturut-turut sebesar 288,8 N/mm², 84,1 N/mm² dan 116,3 N/mm2. Untuk kuat lentur rata-rata CLT penyambung lem epoxy, pasak bambu dan pasak Jati berturut-turut sebesar 0,9 N/mm², 1,4 N/mm² dan 1,4 N/mm2 sedangkan nilai daktilitas CLT penyambung lem epoxy, pasak bambu dan pasak Jati berturut-turut sebesar 3,5 ; 2,6 dan 3,4.
FAKTOR-FAKTOR DALAM PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DASAR DAN STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS PEMUKIMAN KUMUH DI PERKAMPUNGAN NELAYAN KOTA MATARAM (Studi Kasus Kampung Bugis, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan): Basic Infrastructure Development Factors and Quality Improvement Strategy of Slums Settlement in Fisheries Village Mataram City (Case Study of Bugis Village, Bintaro, Ampenan District) Purwoto, Budi; Anshari, Buan; Budastra, I Ketut
Spektrum Sipil Vol 5 No 2 (2018): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v5i2.138

Abstract

Pertambahan penduduk yang lebih pesat dibandingkan kemampuan pemerintah dalam menyediakan hunian serta layanan primer, berkembang menjadi kumuh dan tidak sesuai lagi dengan standar lingkungan permukiman yang sehat termasuk di Kampung Bugis.Tertuang dalam Keputusan Walikota Mataram Tahun 2015 tentang penetapan lokasi kawasan kumuh di Kota Mataram Periode 2015 - 2020 seluas 803,39 ha. Terhadap kondisi di Kampung Bugis ini perlu dilakukan analisis terhadap faktor fisik yang meliputi 7 (tujuh) indikator kekumuhan yaitu rumah, jalan lingkungan, air bersih, drainase, air limbah, persampahan dan proteksi kebakaran dan faktor non fisik meliputi faktor ekonomi dan sosial untuk mengetahui tingkat kekumuhan dan selanjutnya menentukan konsep strategi dan program penanganan kawasan kumuh dengan metode analisis SWOT menuju Kampung Bugis menjadi permukiman berkualitas dan berkelanjutan. Dari analisis terhadap faktor fisik dan non fisik diperoleh hasil bahwa Kampung Bugis termasuk dalam kriteria kawasan kumuh berat dengan nilai 84,7 %. Hasil analisis SWOT terkait evaluasi faktor internal dan eksternal dihasilkan pola penanganan kumuh berada pada kuadran II, Strengths-Opotunity dengan koordinat + 2,03 ; +3,82. sehingga langkah strategi Strengths–Oportunities (SO) dengan rumusan strategi berupa perencanaan kegiatan penyususnan database kawasan kumuh. Rumusan strategi Strengths–Threats (ST) dengan strategi penyusunan program menuju 100-0-100 dengan meningkatkan koordinasi daerah dan pusat. Untuk rumusan Strategi Weaknesses-Oportunities (WO) dengan langkah strategi peningkatan kualitas lingkungan melalui pembangunan infrastruktur, melalui sharing pendanaan APBD kota, APBD provinsi dan APBN. Sedangkan rumusan strategi Weaknesses-Threats (WT) dalam upaya pembangunan manusia dan sosial dilakukan dengan strategi penyuluhan/pembinaan terhadap masyarakat, untuk meningkatkan kualitas SDM masyarakat Kampung Bugis dengan harapan tercipta kesadaran untuk mengelola permukimannya secara swadaya dan berkelanjutan.
KAPASITAS SAMBUNGAN KAYU TAMPANG DUA DENGAN VARIASI SUDUT MENGGUNAKAN ALAT SAMBUNG PASAK KAYU DILAPISI PEREKAT: The Capacity of Double Shear Timber Connection with Angle Variation by using Dowel Fastener with Adhesive Coating Anshari, Buan; Rofaida, Aryani; Suryadi, Muhammad
Spektrum Sipil Vol 6 No 2 (2019): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v6i2.141

Abstract

Sambungan merupakan bagian yang terlemah dari suatu konstruksi kayu, sehingga membutuhkan alat sambung yang kuat dan tahan lama. Sambungan dengan variasi sudut khususnya pada struktur rangka merupakan suatu hal yang sangat vital dan sering kita jumpai dalam konstruksi kayu. Diharapkan dari hasil penelitian ini dapat memberikan salah satu alternatif agar menggunakan sambungan pasak kayu dilapisi perekat dengan sudut tertentu pada konstruksi kayu kedepannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar kekuatan sambungan kayu tampang dua dengan variasi sudut menggunakan alat sambung pasak kayu dilapisi perekat. Pada penelitian dilakukan uji pendahuluan untuk mengetahui sifat-sifat karakteristik bahan. Uji pendahuluan dalam penelitian ini meliputi pengujian sifat fisik maupun mekanik kayu dan pengujian kuat cabut pasak. Setelah mengetahui sifat-sifat karakteristik bahan, dilanjutkan pengujian kekuatan sambungan dengan variasi sudut menggunakan alat sambung pasak kayu. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah variasi sudut 0º, 30º, 45º, 60º, 90º, sedangkan variable tetap adalah sambungan tampang dua menggunakan pasak kayu dilapisi perekat. Hasil uji sambungan dianalisis kemudian dibandingkan dengan hasil perhitungan teoritis. Hasil pengujian kekuatan sambungan dengan variasi sudut 0°, 30°, 45°, 60° dan 90° berturut-turut sebesar 39 kN, 31 kN, 30 kN, 29 kN, dan 27 kN. Hasil pengujian kekuatan sambungan maksimum terjadi pada sambungan dengan sudut 0° sebesar 39 kN. Dari hasil pengujian terlihat bahwa semakin besar sudut sambungan, kekuatan sambungan semakin kecil. Hasil perbandingan antara rumus teoritis dengan pengujian eksperimen memberikan hasil yang tidak jauh berbeda. Pada penelitian dilakukan uji pendahuluan untuk mengetahui sifat-sifat karakteristik bahan. Uji pendahuluan dalam penelitian ini meliputi pengujian sifat fisik maupun mekanik kayu dan pengujian kuat cabut pasak. Setelah mengetahui sifat-sifat karakteristik bahan, dilanjutkan pengujian kekuatan sambungan dengan variasi sudut menggunakan alat sambung pasak kayu. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah variasi sudut 0º, 30º, 45º, 60º, 90º, sedangkan variable tetap adalah sambungan tampang dua menggunakan pasak kayu dilapisi perekat. Hasil uji sambungan dianalisis kemudian dibandingkan dengan hasil perhitungan teoritis. Hasil pengujian kekuatan sambungan dengan variasi sudut 0°, 30°, 45°, 60° dan 90° berturut-turut sebesar 39 kN, 31 kN, 30 kN, 29 kN, dan 27 kN. Hasil pengujian kekuatan sambungan maksimum terjadi pada sambungan dengan sudut 0° sebesar 39 kN. Dari hasil pengujian terlihat bahwa semakin besar sudut sambungan, kekuatan sambungan semakin kecil. Hasil perbandingan antara rumus teoritis dengan pengujian eksperimen memberikan hasil yang tidak jauh berbeda.
KUAT TARIK SAMBUNGAN BAMBU PADA BERBAGAI VARIASI UKURAN KLEM BERBAHAN LIMBAH PLASTIK PET DAN SERBUK BAMBU : Tensile Strength of Bamboo Joints in Various Sizes of Clamps Made from PET Plastic Waste and Bamboo Powder Sugiartha, I Wayan; Rofaida, Aryani; Rawiana, Shofia; Akmaluddin, Akmaluddin; Anshari, Buan
Spektrum Sipil Vol 10 No 1 (2023): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v10i1.292

Abstract

Sistem penyambungan bambu dengan mempergunakan klem kayu telah dikembangkan. Namun demikian, perlu penelitian lebih lanjut dengan mempergunakan klem berbahan plastik yang dicampur serbuk bambu yang memiliki sifat ringan, kekuatan tinggi dan biaya lebih murah dengan tetap menjaga kealamian bentuk bambu yang disambung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kuat tarik dan pola kegagalan sambungan bambu pada berbagai variasi ukuran klem berbahan plastik dan serbuk bambu. Dalam penelitian ini dibuat empat variasi benda uji yaitu sambungan tanpa klem, klem 900, klem 1000, dan klem 1100 dan masing-masing variasi dibuat 3 benda uji. Pengujian tarik benda uji dilakukan dengan bantuan loading frame dan hydraulic jack. Pembebanan dilakukan secara bertahap setiap kenaikan 10 lbs sampai benda uji mengalami kegagalan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sambungan bambu dengan ukuran klem 100 menghasilkan kuat tarik tertinggi yaitu berkisar sebesar 11 MPa. Kinerja sambungan dengan klem meningkat sebesar 26.63 % dibandingkan sambungan tanpa klem. Kegagalan sambungan ditandai dengan bengkoknya baut dan pecahnya bambu disekitar lubang.
Sosialisasi Metode Perkuatan Bangunan Tahan Gempa Dengan Ferrocement Pada Kelompok Tukang Di Desa Kekalek Jaya Mahmud, Fathmah; Merdana, I Nyoman; Anshari, Buan; Akmaluddin; Rofaida, Aryani; Rawiana, Shofia; Suparjo; Pathurahman
Portal ABDIMAS Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal PORTAL ABDIMAS
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/portalabdimas.v2i1.4876

Abstract

Di Pulau Lombok sering terjadi gempa besar akibat pergerakan Flores Back Art Thrust yang banyak menimbulkan beberapa kerusakan bangunan di sekitar Desa Kekalik Jaya. Selain itu Desa Kekalek Jaya memiliki jumlah penduduk sangat padat yaitu 14800 jiwa/km2, rumah dan bangunan yang berhimpitan, dan kurangnya tanah lapang untuk tempat penyelamatan diri jika terjadi bencana gempa. Untuk itu perlu memberikan pengetahuan tambahan kepada para tukang tentang perkuatan bangunan dengan ferrocement sehinga lebih tahan terhadap beban gempa. Pelaksanaan diawali dengan survey untuk berkoordinasi dengan pihak aparat desa, kelompol tukang serta pengumpulan data-data permasalahan yang ada dari masyarakat di Desa Kekalik Jaya. Selanjutnya dilakukan sosialisasi tentang metode perkuatan bangunan rumah sederhana dengan ferrocement. Hasil survey awal menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil para tukang yang pernah mengetahui tentang dinding ferrocement bahkan ada beberapa tukang belum pernah mendengar sama sekali. Hasil kegiatan sosialisasi ini juga menunjukkan tingkat antusias dan respon peserta atas pertanyaan-pertanyaan tim pengabdian setelah usai pemaparan materi
Penanaman Mangrove Dalam Upaya Mitigasi Bencana Banjir Di Desa Bangket Parak Ngudiyono; Sideman, Ida Ayu Oka Suwati; Hariyadi; Fajrin, Jauhar; Kencanawati, Ni Nyoman; Anshari, Buan; Miftahuddin; Aqriansyah, M. Yani
Portal ABDIMAS Vol. 2 No. 02 (2024): Jurnal PORTAL ABDIMAS
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/portalabdimas.v2i02.5987

Abstract

Banjir rob yang terjadi di Bangket Parak dusun Pasung menyebabkan beberapa rumah penduduk, sekolah dan lahan pertanian tergenang. Selain itu di daerah pesisir dusun pasung juga mengalami abrasi. Banjir rob sebagai fenomena alamiah, sebenarnya bukanlah hal yang baru bagi masyarakat pesisir, namun dengan meningkatnya intensitas dan frekuensi yang terjadi, masalah ini menjadi membahayakan lingkungan pesisir dan penduduk setempat, sehingga perlu segera untuk ditangani. Salah satu solusi yang dianggap efektif untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan penanaman sekaligus melakukan rehabilitasi dan konservasi ekosistem mangrove yang telah mengalami degradasi. Penanaman pohon mangrove sampai saat ini juga masih dianggap sebagai salah satu cara yang cukup efektif untuk mengurangi dampak negatif dari abrasi sehingga akan mampu menyelamatkan kawasan pesisir. Akar mangrove yang kuat mampu menahan erosi tanah, sedangkan daun dan rantingnya berperan sebagai pelindung dari hempasan ombak. Dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah dilakukan kegiatan penanaman mangrove guna mengurangi dampak banjir rob dan penyelamatan lingkungan pesisir di Desa Bangket Parak, Pantai Jebak. Kegiatan ini untuk mengenalkan dan memberikan pelatihan pada perangkat desa, karang taruna dan tokoh masyarakat dalam berkontribusi secara langsung dalam menjaga lingkungan.
Sosialisasi Bangunan Sederhana Tahan Gempa Dari Beton Bertulang dan Bambu Plester di Desa Sesait Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara Sugiartha, I Wayan; Suparjo; Rawiana, Shofia; Anshari, Buan
Portal ABDIMAS Vol. 2 No. 02 (2024): Jurnal PORTAL ABDIMAS
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/portalabdimas.v2i02.6013

Abstract

Peristiwa gempa Lombok pada bulan Juli 2018 menimbulkan dampak terbesar pada sektor permukiman yaitu sebesar 72,43%. Hal ini menyadarkan kita semua bahwa dalam membangun rumah haruslah mengikuti kaidah pembangunan rumah tahan gempa. Sebagian besar masyarakat khususnya yang berada di Desa Sesait dalam membangun rumah untuk tempat tinggalnya maupun fasilitas umum masih belum sepenuhnya mengikuti kaidah rumah tahan gempa. Hal ini disebabkan karena kurangnya informasi khususnya kepada para tukang bangunan tentang bagaimana tata cara membangun rumah yang lebih tahan terhadap bahaya gempa. Disisi lain, potensi tanaman bambu di Kecamatan Kayangan cukup melimpah namun pemanfaatannya belum optimal khususnya untuk membuat rumah yang aman dari gempa bumi. Tujuan dari sosialisasi ini adalah memberikan pengetahuan kepada masyarakat Desa Sesait dan sekitarnya tentang pembangunan rumah dari pasangan batu dengan struktur beton bertulang dan rumah bambu plester yang tahan gempa. Metode kegiatan yang dilaksanakan dikemas dalam bentuk demo dan sosialisasi. Demo dilakukan untuk menjelaskan secara langsung bagaimana cara membuat rumah dari pasangan batu dengan struktur beton bertulang dan rumah bambu plester yang tahan gempa. Adapun kegiatan sosialisasi ini dibagi menjadi beberapa tahap yaitu persiapan sosialisasi, pembuatan materi dan gambar-gambar desain sebagai alat bantu sosialisasi, koordinasi dengan Kepala Desa dan menentukan jadwal dan lokasi/tempat sosialisasi. Dari hasil sosialisasi terlihat bahwa masyarakat desa Sesait telah mendapatkan informasi dan pengetahuan tentang bangunan sederhana tahan gempa dari beton bertulang dan bambu plester. Dengan pengetahuan yang dimiliki diharapkan dapat ditularkan kepada keluarga dekat dan masyarakat disekitarnya.