This research is motivated by the low level of creativity in 4-5 year-old children at Auladi IT Kindergarten in Palembang, caused by the lack of learning activities that stimulate imagination. The focus of this research is to enhance children's creativity through the implementation of plastic waste recycling activities as an innovative and environmentally friendly learning medium. As a crucial step, this study used the Classroom Action Research (CAR) method, implemented in two cycles, each encompassing planning, implementation, observation, and reflection. Data on children's creativity development was collected through observation sheets and documentation, then analyzed qualitatively and quantitatively. The main findings indicate a significant increase in creativity. In the pre-cycle, the majority of children were in the 'Not Developing' category. After the second cycle, the percentage of children achieving the 'Developing as Expected' and 'Developing Very Well' (BSB) categories reached 100%, with 58% of them achieving the BSB level. In conclusion, implementing plastic waste recycling activities has proven to be a highly effective strategy for enhancing the creativity of children aged 4-5 years, by stimulating imagination, problem-solving skills, and instilling environmental awareness from an early age. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat kreativitas pada anak usia 4-5 tahun di TK IT Auladi Palembang, yang disebabkan oleh minimnya kegiatan pembelajaran yang merangsang imajinasi. Fokus penelitian ini adalah untuk meningkatkan kreativitas anak melalui implementasi kegiatan mendaur ulang sampah plastik sebagai media pembelajaran yang inovatif dan ramah lingkungan. Sebagai langkah penting, penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus mencakup tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data perkembangan kreativitas anak dikumpulkan melalui lembar observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Temuan utama menunjukkan adanya peningkatan kreativitas yang signifikan. Pada pra-siklus, mayoritas anak berada pada kategori ‘Belum Berkembang’. Setelah siklus II, persentase anak yang mencapai kategori ‘Berkembang Sesuai Harapan’ dan ‘Berkembang Sangat Baik’ (BSB) mencapai 100%, dengan 58% di antaranya berada di level BSB. Kesimpulannya, penerapan kegiatan mendaur ulang sampah plastik terbukti menjadi strategi yang sangat efektif untuk meningkatkan kreativitas anak usia 4-5 tahun, dengan menstimulasi imajinasi, kemampuan pemecahan masalah, dan menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini.