Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

THE ROLE OF SPIRITUAL LEADERSHIP IN IMPROVING JOB COMMITMENT, ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR AND EMPLOYEE PERFORMANCE Idawati, Khoirotul; Mahadun, Hanifudin
Jurnal Aplikasi Manajemen Vol. 20 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jam.2022.020.03.10

Abstract

This study aims to examine spiritual leadership affects organizational citizenship behavior (OCB), investigate the effect of spiritual leadership to employee performance, investigate the effect of job commitment to employee performance, to investigate the effect of spiritual leadership to job commitment, to investigate the effect of job commitment to OCB, and to examine the effect of OCB to employee performance of Islamic banking. Related to the research objective, the type of research is explanatory research. The sampling technique was saturated sampling. The sample of the study was 102 employees of Islamic banking in Malang. Questionnaires collected data and analyzed using structural equations modeling (SEM). The results show that spiritual leadership affects OCB. Spiritual leadership effect on job commitment and employee performance. Likewise, job commitment brings no effect on employee performance. Job commitment significantly affects OCB, and OCB affects employee performance. The findings from this research could be applied to enhance employee performance by developing job commitment and organizational citizenship behavior among employees in Islamic banking.
Penolakan Seikerei Oleh Hadratussyaikh KH. M. Hasyim asy’ari Dalam Tinjauan Sosiologis dan Teologis Wahyudiono, Sri; Mahadun, Hanifuddin; Idawati, Khoirotul
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 2 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i2.1352

Abstract

Pendudukan Jepang di Indonesia (1942–1945) memaksakan ritual seikerei membungkuk 90° menghadap matahari terbit untuk menghormati Kaisar Hirohito yang bertentangan dengan prinsip tauhid dalam Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis alasan teologis dan sosiologis KH. M. Hasyim Asy’ari dalam menolak seikerei serta signifikansinya bagi konteks kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka dan kerangka sosio-historis serta filosofis, data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dan dianalisis dengan analisis isi dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penolakan Asy’ari didasari oleh teologi Asy’ariyah yang menegaskan tawḥīd dan menolak praktik yang menyerupai penyembahan selain Allah. Secara sosiologis, kedudukannya sebagai pemimpin Nahdlatul Ulama memberinya kemampuan untuk memobilisasi resistensi kolektif, sesuai teori strukturasi Giddens: Asy’ari mampu mereproduksi struktur nilai Islam di tengah dominasi kolonial. Temuan mengungkap bahwa sikap Asy’ari memperkuat identitas Muslim dan kebebasan beragama di tengah hegemoni, serta memperlihatkan cara doktrin teologis dan agen sosial berinteraksi dalam perjuangan anti-kolonial. Implikasi penelitian menunjukkan relevansi model Asy’ari dalam mempertahankan kemurnian akidah di tengah tekanan ideologis modern
KONTRIBUSI HADRASTUSSYEIKH KH. M. HASYIM ASY'ARI TERHADAP EKSISTENSI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BAGI KAUM PEREMPUAN Sasmita, Yuyun; Idawati, Khoirotul
AT-TAJDID Vol 9, No 1 (2025): JANUARI-JUNI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i1.3940

Abstract

Artikel ini mengulas Bagaimana Kontribusi Hadratussyeikh KH. M. Hasyim Asy’ari Terhadap Eksistensi Pendidikan Agama Islam Bagi Kaum Perempuan dan Bagaimana Hadratussyeikh KH. M. Hasyim Asy’ari Memposisikan Perempuan. Beberapa hal penting yang dapat diambil dari artikel ini: (1) Menurut Hadratussyeikh KH. M. Hasyim Asy’ari perempuan belajar menulis hukumnya makruh. Makruh bukan berarti dilarang atau diharamkan akan tetapi makruh disini adalah makruh tanzih. Makruh tanzih adalah perkara yang di tuntut untuk di tinggalkan tapi dengan perintah yang tidak atau kurang tegas, sebagaimana kiai menjelaskan kemakruhan pada hukum ini adalah mubah. (2) KH. M. Hasyim Asy’ari menjelaskan bahwa perempuan memiliki beberapa adab tertentu yang harus dilakukan apabila keluar dari rumah baik untuk bekerja maupun untuk keperluan lain nya yaitu harus sudah ada izin dari suaminya, dan ketika berada di luar tidak diperbolehkan bermuka murung, kotor atau mengenakan pakaian yang jelek dan ia harus menundukkan pandangan saat berjalan, tidak jelalatan dan berpura-pura tidak mengenal orang lain (laki-laki) yang mengenalinya. (3) Artikel ini mengungkap eksistensi perempuan dalam berbagai peran yaitu: a). Perempuan sebagai seorang ibu b). Perempuan sebagai seorang istri c). Perempuan sebagai anggota masyarakat. Jadi secara garis besar, artikel ini berusaha menganalisis Kontribusi Hadratussyeikh KH. M. Hasyim Asy’ari Terhadap Eksistensi Pendidikan Agama Islam Bagi Kaum Perempuan sehingga tidak ada lagi masyarakat dan budaya masyarakat yang masih menganggap perempuan berada di bawah laki-laki dan tempatnya hanya di dapur, sumur dan kasur tidak boleh berpendidikan tinggi, bekerja dan berkarir.This article reviews how The contribution of Hadratussyeikh KH M. Hasyim Asy'ari toward Existence of Islamic Religion Education for Women and How Hadratussyeikh KH.M. HasyimAsy'ari Positioning Women. Some important things were taken from this article: (1) According to Hadratussyeikh KH. M. Hasyim Asy'ari, woman learn to write, the law is makruh. Makruh does not mean prohibited or forbidden, but makruh was ’’makruhtanzih’’. Makruhtanzih was a matter that was demanded to be abandoned but with orders that were not or less firm, as Kyai explains, makruh in this law was permissible. (2) KH. M. HasyimAsy'ari explained that women have certain etiquette that have to followed when they leave the house, whether for work or other purposes, namely that they must have permission from their husband, and when they are outside they were not allowed to have a gloomy, dirty or wear bad clothes. and she has to lower her gaze when walking, does not wander around and does not pretend to not  knew other people (men) who recognize her. (3) This article reveals the existence of women in various roles, that is: a). Woman as a mother b). Woman as a wife c).Women as members of society. Generally, this article attempts to analyze the contribution of Hadratussyeikh KH. M. HasyimAsy'ari toward Existence of Islamic Religion Education for Women so that there is no society and culture that still considers women always under men and their place was only in the kitchen, well and bed. they were not allowed to have high education, work and have a career.
KONTRIBUSI PEMIKIRAN POLITIK DAN PENDIDIKAN KH WAHAB CHASBULLAH: SEBUAH ANALISIS HISTORI DAN FILOSOFIS Zaky Maulana, Mochamad; Idawati, Khoirotul; Mahadun, Hanifuddin
AT-TAJDID Vol 9, No 1 (2025): JANUARI-JUNI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i1.4079

Abstract

Penelitian ini mengkaji pemikiran politik K.H. Wahab Chasbullah melalui pendekatan historis dan filosofis. Sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah Islam di Indonesia dan pendiri Nahdlatul Ulama (NU), pemikiran K.H. Wahab mencerminkan sintesis antara nilai-nilai Islam, tradisi lokal, dan semangat kebangsaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan latar belakang pemikiran politik beliau, menganalisis gagasan politiknya, serta mengevaluasi kontribusinya terhadap politik Islam di Indonesia. Melalui metode penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan, data dikumpulkan dari berbagai sumber primer dan sekunder, seperti karya tulis, pidato, dan dokumen historis. Kontribusi terbesar K.H. Wahab adalah upayanya menjadikan NU sebagai organisasi yang mendukung nasionalisme melalui penerimaan Pancasila sebagai dasar negara. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemikiran politik K.H. Wahab Chasbullah tidak hanya berkontribusi pada pembentukan politik Islam di Indonesia, tetapi juga menjadi landasan penting untuk membangun politik kebangsaan yang damai dan inklusif.This research examines the political thought of K.H. Wahab Chasbullah through historical and philosophical approaches. As one of the important figures in the history of Islam in Indonesia and the founder of Nahdlatul Ulama (NU), K.H. Wahab's thought reflects a synthesis between Islamic values, local traditions, and the spirit of nationality. This study aims to describe the background of his political thought, analyze his political ideas, and evaluate his contribution to Islamic politics in Indonesia. Through a qualitative research method based on literature study, data was collected from various primary and secondary sources, such as written works, speeches, and historical documents. K.H. Wahab's greatest contribution was his effort to make NU an organization that supports nationalism through the acceptance of Pancasila as the basis of the state. This research concludes that the political thought of K.H. Wahab Chasbullah not only contributed to the formation of Islamic politics in Indonesia, but also became an important foundation for building peaceful and inclusive national politics.
Korelasi Antara Prophetic Intelligence (Kecerdasan Kenabian) Terhadap Prestasi Belajar PAI Di SMP Al-Furqan MQ Tebuireng Jombang Askoning; Haris Supratno; Hanifuddin; Khoirotul Idawati
Tarbiyah bil Qalam : Jurnal Pendidikan Agama dan Sains Vol. 9 No. 1 (2025): Vol IX. Edisi I 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58822/tbq.v9i1.274

Abstract

This study is a study used to find and describe whether there is a relationship or correlation between prophetic intelligence and learning achievement at SMP aL-Furqan MQ. Prophetic intelligence is a method of intelligence that does not only see a person's ability from their intellectual intelligence, but also from their spiritual and bathiniyyah or heart aspects This study uses a quantitative approach with the correlation method. Correlation is a statistical analysis technique to find the relationship between two variables. The relationship between the two variables can occur because of a causal relationship or just a coincidence. The design of this study was to distribute a questionnaire containing questions about Prophetic Intelligence (x) and PAI report card scores as a learning achievement variable (Y). Based on the results obtained, the Prophetic Intelligence of AL-Furqan MQ Tebuireng Jombang Middle School students is included in the Medium category with 57 students with a percentage of 55%. The learning achievement of AL-Furqan MQ Tebuireng Jombang Middle School students is included in the Medium category with 53 students with a percentage of 51%. And there is a correlation between Prophetic Intelligence  and PAI learning achievement, by 39% or 0.390> 0.05. that means, that every increase in the value of Prophetic Intelligence  will also increase the value of PAI learning achievement.
Implementasi Penggunaan E-Book Dan Aplikasi Digital Sebagai Transformasi Media Pembelajaran Dalam Penguatan Nilai Karakter Pendidikan Agama Islam Vinda Nur Aisyah; Rofiatul Hosna; Khoirotul Idawati; Hanifuddin
Tarbiyah bil Qalam : Jurnal Pendidikan Agama dan Sains Vol. 9 No. 1 (2025): Vol IX. Edisi I 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58822/tbq.v9i1.276

Abstract

Pe.rke.mbangan pe.sat te.knologi informasi dan komunikasi te.lah be.rdampak be.sar pada dunia pe.ndidikan, te.rmasuk dalam pe.nggunaan E.-book dan aplikasi digital se.bagai me.dia pe.mbe.lajaran. SMA Islam Te.rpadu Misykat al-Anwar al-Aqobah te.lah me.ne.rapkan siste.m pe.mbe.lajaran be.rbasis digital se.jak 2019. Pe.ne.litian ini be.rtujuan untuk me.nde.skripsikan transformasi me.dia pe.mbe.lajaran di se.kolah te.rse.but, me.nganalisis pe.ne.rapan E.-book dan aplikasi digital dalam me.mpe.rkuat nilai-nilai karakte.r Pe.ndidikan Agama Islam (PAI), se.rta me.ngide.ntifikasi faktor pe.ndukung dan pe.nghambat yang me.mpe.ngaruhi re.spons guru dan siswa te.rhadap pe.rubahan ini. Me.nggunakan pe.nde.katan kualitatif de.ngan studi kasus fe.nome.nologis, data dikumpulkan me.lalui obse.rvasi, wawancara, dan dokume.ntasi. Hasil pe.ne.litian me.nunjukkan adanya pe.rubahan signifikan dari me.tode. pe.mbe.lajaran tradisional ke. digital. Me.dia digital me.ningkatkan akse.sibilitas, fle.ksibilitas, dan inte.raktivitas, namun te.tap me.mbutuhkan pe.ngawasan guru. Faktor pe.ndukung me.ncakup guru profe.sional dan sarana yang me.madai, se.me.ntara hambatannya me.liputi kurangnya ke.sadaran siswa dalam me.nggunakan te.knologi se.cara bijak se.rta risiko ke.canduan digital. Transformasi ini turut me.mpe.rkuat nilai-nilai karakte.r PAI se.pe.rti ke.jujuran, tanggung jawab, dan inte.gritas. De.ngan inte.grasi te.knologi yang te.rstruktur dan pe.ningkatan kompe.te.nsi digital, diharapkan pe.mbe.lajaran me.njadi le.bih e.fe.ktif tanpa me.ngabaikan nilai-nilai ke.islaman.
Keefektifan Dan Keefisienan Kegiatan Belajar Mengajar Pada Program Kelas Matrikulasi Di MTS Al-Qur’an La Raiba Hanifida Jombang Ahmad Fatkhurrozak; Imron Arifin; Khoirotul Idawati; Rofiatul Hosna; Hanifuddin
Tarbiyah bil Qalam : Jurnal Pendidikan Agama dan Sains Vol. 9 No. 1 (2025): Vol IX. Edisi I 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58822/tbq.v9i1.277

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi keefektifan dan keefisienan program kelas matrikulasi di MTs al-Qur’an La Raiba Hanifida Jombang dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan teknik observasi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program matrikulasi tiga tingkat Al-Farobi, Al-Ghazali, dan Al-Jabbar berhasil meningkatkan kualitas pembelajaran secara signifikan. Keberhasilan ini ditunjang oleh antusiasme siswa dalam mengikuti program, penggunaan model pembelajaran peta imajinasi Hanifida yang inovatif, serta adanya evaluasi rutin yang dilakukan oleh pihak sekolah. Meskipun masih terdapat kendala seperti keterbatasan fasilitas penunjang, program ini tetap berjalan efektif dan efisien karena mampu menjembatani kesenjangan latar belakang akademik siswa baru. Program ini dinilai relevan dan adaptif terhadap kebutuhan peserta didik yang berasal dari berbagai jenjang dan mutu pendidikan sebelumnya. Dengan adanya kelas matrikulasi ini, proses transisi pembelajaran menjadi lebih terarah dan sistematis, sehingga turut mendukung peningkatan mutu pendidikan di lingkungan madrasah. Rekomendasi ke depan adalah peningkatan sarana prasarana dan pengembangan kurikulum berbasis karakter untuk mempertahankan keberhasilan program secara berkelanjutan
Collaboration on Local Wisdom-Based Character Education between Schools and Parents of Students in Islamic Religious Education Units Kibtiyah, Asriana; Idawati, Khoirotul; Muaz, Yusuf Ahmed
Al-Hayat: Journal of Islamic Education Vol. 9 No. 2 (2025): Al-Hayat: Journal of Islamic Education
Publisher : LETIGES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35723/ajie.v9i2.175

Abstract

This study aims to identify and describe the forms of collaboration between schools and parents in implementing character education for pupils in Years 1 to 3 at the primary education level, also known as the Madrasah Ibtidaiyah. A descriptive qualitative approach was employed using phenomenological methods, enabling an in-depth exploration of the subjective experiences of educational stakeholders. Data were collected through triangulated in-depth interviews, limited participatory observation, and document analysis. The findings reveal that collaboration in character education between madrasahs and parents is dynamic, integrative, and multidimensional, consisting of five key forms: 1) consistent two-way communication serving as an ecological bridge between home and school; 2) participatory parental involvement in school activities as contextual arenas for value socialisation; 3) character value synchronisation through co-developed guidance, establishing a microsystemic moral contract between teachers and parents; 4) integration of local wisdom values such as ojo dumeh, unggah-ungguh, and gotong royong, reinforcing pupils' cultural identity; and 5) character reinforcement through family-based support involving moral rituals, daily habits, and reflective practices at home. The study is limited by its localised context, relatively few participants, and the absence of prolonged observation of home–school interaction. Its original contribution lies in integrating Bronfenbrenner's ecological theory with culturally grounded character education practices and recommending digital and community-based collaborative strategies suitable for primary education settings in Indonesia.
Metode Pembina Pesantren Tebuireng dalam Meningkatkan Kepercayaan Diri Santri Ditengah Masyarakat: Penelitian Bagas Setiawan; Khoirotul Idawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.1637

Abstract

Islamic boarding schools (pesantren) serve not only as centers for religious and academic development but also play a crucial role in shaping students' character, particularly their self-confidence. This study aims to explore the mentoring methods implemented at Pesantren Tebuireng to enhance students’ self-confidence, enabling them to adapt and actively contribute within society. The research employs a descriptive qualitative approach, utilizing observation, in-depth interviews, and documentation for data collection. Findings reveal that mentors at Pesantren Tebuireng use methods such as role modeling, personal approach, organizational involvement, and training in public speaking and leadership. These approaches effectively foster students’ confidence, independence, and readiness to engage in social life. A supportive and collaborative environment within the pesantren also strengthens the mentoring process. This study recommends consistent and innovative mentoring practices to nurture students who are not only spiritually grounded but also confident and competent in societal settings.
Pelatihan al-Asma al-Husna Metode Hanifida: Solusi Nyata Lejitkan Otak Anak Idawati, Khoirotul; Hanifuddin
Dinamis: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/dinamis.v1i2.5848

Abstract

The age of 1 to 5 years is a golden age for children, this is the time for the task of parents as the first teacher to maximize all the potential that exists in the child, at this stage gross motor, fine cognitive and social interaction will develop and grow rapidly. However, many parents do not have free time and in the end the children are sent to Kindergarten (TK) schools. With the al-Asma al-Husna Hanifida method in kindergarten, it has a tremendous impact, not only can children pronounce asthma’, but with this method children will be invited to move, express and imagine. The method of implementing this service activity is divided into three stages, namely, needs analysis, implementation and assistance. This training was attended by Kindergarten teachers throughout the Turi Lamongan sub-district (IGTKM) as many as 150 participants. This training begins with the dynamics of turning the brain on, giving material by the trainer, practicing, evaluating and reflecting.