Claim Missing Document
Check
Articles

Kajian Sistematis: Bagaimana Tren Pembelajaran Biologi Saat dan Pascapandemi Covid-19? Ni Kadek Elmi Paramita; Skolastika Bulu; I Made Surya Hermawan -; Ida Bagus Ari Arjaya; I Made Diarta
Widya Accarya Vol. 15 No. 2 (2024): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/wa.15.2.1561.121-128

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kajian sistematis tentang tren pembelajaran biologi saat dan pascapandemi Covid-19. Penelitian ini merupakan Systematic Literature Review (SLR) dengan menggunakan database artikel Google Scholar yang dipublikasikan di tahun 2021 dan 2022. Terdapat 15 artikel yang memenuhi kriteria dan dianalisis pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 7 publikasi penelitian di tahun 2021 dan 8 publikasi penelitian di tahun 2022. Dalam hal desain penelitian, kuasi eksperimen merupakan desain penelitian yang paling banyak dilakukan. Desain penelitian lain seperti kualitatif, PTK, R&D, dan lainnya juga dilakukan. Hal itu menunjukkan bahwa peneliti di Indonesia berupaya untuk tetap melangsungkan pembelajaran yang efektif di tengah pandemi Covid-19. Temuan penting penelitian yang dianalisis menujukkan bahwa pembelajaran online, blended, penggunaan LMS, dan implementasi model dan perangkat pembelajaran inovatif memberikan dampak positif pada proses dan hasil pembelajaran. Di samping itu, terdapat pula kendala yang dihadapi terkait infrastruktur pembelajaran online dan karakteristik materi pembelajaran. Oleh karena itu, para guru harus mempertimbangkan ketersediaan infrastruktur pembelajaran online dan karakteristik materi ketika akan menentukan moda pembelajaran. Penelitian lebih lanjut juga diperlukan untuk memperluas database artikel yang dianalisis dan durasi penerbitan artikel sehingga dapat memberikan hasil yang lebih komprehensif.
AI AS A COGNITIVE PROSTHESIS: DOES EDUCATIONAL AI REDUCE INTELLECTUAL AUTONOMY? Komang Ayu Shri Candrika Kumara; Ida Bagus Ari Arjaya; Desak Nyoman Budiningsih; Viony Aprilia Agustina
Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP) Vol. 16 No. 1 (2026): Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jsp.v16i1.13599

Abstract

The rapid integration of generative artificial intelligence (AI) in education has positioned AI not merely as a technological tool, but increasingly as a cognitive prosthesis that extends learners’ cognitive capacities. While AI-driven systems offer substantial benefits—such as personalized learning, scaffolding, enhanced metacognitive regulation, and instructional efficiency—concerns persist regarding cognitive offloading, diminished critical thinking, reduced intellectual autonomy, and ethical risks. This study aims to critically examine the dual role of generative AI as a cognitive prosthesis in learning by synthesizing recent empirical and theoretical literature. Employing a systematic literature review methodology, this study analyzes peer-reviewed articles and proceedings indexed in Scopus and Copernicus published between 2015 and 2025. The reviewed studies are organized into two thematic domains: (1) the advantages and limitations of generative AI as a cognitive prosthesis in learning, and (2) the evolving roles of teachers and students in AI-mediated educational environments. The findings indicate that while generative AI can enhance metacognitive skills, creativity, learning efficiency, and personalized instruction, excessive dependence may lead to cognitive laziness, surface learning, weakened critical thinking, and ethical challenges related to data privacy and academic integrity. The study concludes that generative AI should be positioned as a supportive cognitive partner rather than a replacement for human cognition. Effective integration requires strong pedagogical design, ethical governance, and active mediation by educators to ensure that AI enhances learning without undermining intellectual autonomy.