Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PROMOSI KESEHATAN GIGI DAN MULUT BERBASIS PENDIDIKAN ISLAM SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KARIES PADA ANAK USIA SEKOLAH SDN BALANG BODDONG MAKASSAR Abdi, Muhammad Jayadi; Septiriani, Andi Azisa Dyah; Pratiwi, Andini Dyvani
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Februari 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/besiru.v3i2.2354

Abstract

Dental caries is one of the most common health problems found in school-aged children. Promotive and preventive efforts are needed to prevent caries, one of which is through dental and oral health promotion. This community service activity aims to improve knowledge, attitudes, and behaviors regarding dental and oral health based on Islamic education among fourth-grade students of SDN Balang Boddong. The research method used a quantitative approach with a cross-sectional design. Data collection was conducted by distributing questionnaires to 35 respondents. The results showed that the majority of respondents had a good level of knowledge (86%), positive attitudes (54%), and good behavior (60%). The conclusion of this community service activity is that a health promotion approach based on Islamic education has the potential to increase understanding and support changes in behavior regarding dental and oral health maintenance.
Pemberdayaan Keluarga Muslim dalam Pencegahan Karies Gigi Melalui Edukasi Kesehatan Gigi Berbasis Nilai Islam Abdi, Muhammad Jayadi; M. Taher, Nurul Fahira; Kahfi, Wira Ashabul; Ahmad, Nurul Khalifah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII (JPMKG FOKGII) Vol. 3 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Forum Komunikasi Kedokteran Gigi Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karies gigi merupakan masalah kesehatan gigi dan mulut yang sering terjadi pada keluarga, khususnya anak-anak. Peran keluarga Muslim sangat penting dalam pencegahan karies gigi melalui pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat sesuai ajaran Islam. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan keluarga Muslim dalam pencegahan karies gigi melalui edukasi kesehatan gigi berbasis nilai Islam. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan disertai pengisian kuesioner pada 35 keluarga. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan, sikap positif, serta penerimaan yang tinggi terhadap model edukasi berbasis nilai Islam. Edukasi ini efektif dalam meningkatkan kesadaran keluarga terhadap pencegahan karies gigi.
PENGARUH STATUS GIZI TERHADAP ERUPSI GIGI TETAP PREMOLAR KEDUA RAHANG ATAS PADA ANAK USIA 10-12 TAHUN Ilmianti, Ilmianti; Asmara, Aditya Hari; Lasari, Abdullah HD; Abdi, Muhammad Jayadi; Aulia, Thysyah Shabrina
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.55198

Abstract

Kondisi gizi memiliki peran penting dalam perkembangan anak, termasuk dalam pertumbuhan tubuh dan erupsi gigi, terutama pada masa krisis gizi usia 10 hingga 12 tahun. Kondisi gizi yang tidak normal pada periode ini dapat memengaruhi waktu erupsi gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh status gizi terhadap erupsi gigi tetap premolar kedua rahang atas pada anak usia 10–12 tahun. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan jumlah sampel 107 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui pengukuran tinggi badan, berat badan, dan pemeriksaan klinis rongga mulut, kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman Rank serta perhitungan Odds Ratio (OR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki status gizi normal (63,6%), dengan mayoritas telah mengalami erupsi gigi (57,0%). Status gizi kurang ditemukan pada 25,2% siswa, dengan 11,2% telah mengalami erupsi dan 14,0% belum mengalami erupsi gigi. Pada kelompok status gizi lebih (11,2%), sebanyak 9,3% telah mengalami erupsi dan 1,9% belum mengalami erupsi. Uji korelasi menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara status gizi dan erupsi gigi premolar kedua rahang atas pada anak usia 10–12 tahun (p = 0,000). Hasil analisis odds ratio menunjukkan nilai OR sebesar 10,893 dengan interval kepercayaan 95% (3,663–32,396). Disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara status gizi dengan erupsi gigi premolar kedua rahang atas pada anak usia 10–12 tahun, dan anak dengan status gizi kurang memiliki peluang mengalami keterlambatan erupsi gigi sekitar 10,9 kali lebih besar dibandingkan anak dengan status gizi normal.