Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENGETAHUAN DALAM MEMBERSIHKAN MULUT DALAM AGAMA ISLAM DI SDN 1 PATOMPO Abdi, Muhammad Jayadi; Setiawati , Nur; Chotimah , Chosnul; Aldilawati , Sari; Kalsum , Ummul; Syarief , Amdhan
Inspirasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2024): Inspirasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Inspirasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan : Kesehatan gigi dan mulut sering terabaikan oleh sebagian besar orang. Pentingnya menjaga gigi dari kerusakan telah diajarkan oleh Nabi Muhammad saw dengan menyikat gigi atau bersiwak untuk menghilangkan sisa makanan yang melekat pada permukaan gigi. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan tentang menyikat gigi dalam islam pada siswa SDN 1 Patompo. Bahan dan Metode : Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah metode cross sectional. Penelitian ini dilakukan melalui kuesioner dengan menggunakan 30 sampel dari siswa SDN 1 Patompo . Hasil : Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan 30 responden (100%) menyikat gigi sebanyak 2x sehari dan berkumur setelah melakukan sikat gigi dengan benar, 20 dari 10 responden (66.7%) mengunjungi dokter gigi 6 bulan sekali dan 24 dari 30 responden (80%) mengetahui cara membersihkan gigi selain menggunakan sikat gigi (siwak). Kesimpulan : Berdasarkan penelitian ini menunjukkan pengetahuan siswa SDN 1 Patompo mengetahui cara menyikat gigi dengan benar dan mengetahui siwak sebagai alat untuk membersihkan gigi
TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT MENGENAI HUKUM PEMERIKSAAN GIGI DAN MULUT PADA SAAT PUASA RAMADHAN Abdi, Muhammad Jayadi; Salzabilah, Salzabilah; Hatta , Mohd.; Nurlaili, Nurlaili; Musahib, Yaumil Fadhilah
Inspirasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2024): Inspirasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Inspirasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In general, fasting is the act of abstaining from food and fluids; according to Islamic law, fasting is defined as abstaining from anything that can break the fast, such as eating and drinking from sunrise to sunset. Muslims limit activities that can break the fast, such as swallowing water or fluids while undergoing dental treatment, which has an impact on the community's dental and oral health. Objective: To determine the level of public knowledge regarding the law of dental and oral examinations during the fasting month of Ramadan. Method: This study is a finding that uses analytical observation with a descriptive correlational research design and a cross-sectional study method. This study was conducted on December 20, 2024 involving teachers of SD Sudirman 4 Makassar. The sampling technique was total sampling with a sample size of 30 respondents. The instruments used were a pre-test questionnaire of 5 questions and a post-test of 5 questions as a measuring tool. Results: Based on the results of the t-test, it is known that the level of public knowledge regarding the law of dental and oral examination during the fasting month of Ramadan with an average of 7.63 and increased after the provision of material, namely 10.00 and a sig value of 0.000 <0.05 was obtained. Conclusion: From the findings, it can be concluded that there is an increase in knowledge from teachers at SD Sudirman 4 Makassar regarding the law of dental and oral examination during the fasting month of Ramadan.
HUBUNGAN KONSUMSI JAJANAN DAN KEBIASAAN MENYIKAT GIGI TERHADAP KARIES GIGI PADA SISWA KELAS 5-6 SD abdi, Muhammad jayadi; Ilmianti, Ilmianti; Ulfa, Fahira
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi (JITEKGI) Vol 21, No 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v21i1.3900

Abstract

Latar Belakang: Karies adalah penyakit jaringan gigi yang ditandai pada kerusakan jaringan, mulai dari permukaan gigi email, dentin dan meluas ke pulpa. Makanan jajanan salah satu makanan yang dikenal luas di masyarakat, terutama dikalangan anak-anak sekolah. Pola makan seimbang adalah suatu cara mengatur jumlah dan jenis makanan dalam bentuk makanan sehari- hari yang terdapat gizi seimbang menjadi zat pembangun serta zat pengatur pada tubuh. Menyikat gigi setelah makan dapat membersihkan sisa makanan yang menempel pada permukaan gigi sehingga dapat mencegah terbentuknya plak. Bahan dan metode Penelitian: Desain penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Uji statistic yang digunakan adalah uji chi-Square. Pembahasan: Mengetahui hubungan konsumsi jajanan dan kebiasaan menyikat gigi terhadap karies gigi pada siswa kelas 5-6 SD. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil uji chi-square didapatkan nilai p-value Pada konsumsi jajanan sebesar 0,924 yang lebih besar daripada 0,05 (p-value0,05) yang menunjukkan tidak terdapat hubungan konsumsi jajanan terhadap karies gigi, tetapi pada kebiasaan menyikat gigi didapatkan nilai p-value sebesar 0,000 yang lebih kecil dari pada 0,05 (p-value0,05) yang menunjukkan terdapat hubungan kebiasaan menyikat gigi terhadap karies gigi. Kesimpulan: Pada penelitian ini menunjukkan tidak terdapat hubungan konsumsi jajanan terhadap karies gigi, namun terdapat hubungan kebiasaan menyikat gigi terhadap karies gigi pada siswa kelas 5-6 SDI Kampus Universitas Hasanuddin 1.
Edukatif Bahaya Praktik Tukang Gigi Pada Masyarakat Kelurahan Kapasa Aldilawati, Sari; Abdi, Muhammad Jayadi; Putri, Anggita Maulidya; Ningsih, Hening Wahyu Sasmita
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v5i03.447

Abstract

Pengabdian masyarakat ini dilakukan karena kurangnya pengetahuan masyarakat Kapasa mengenai bahaya perawatan di tukang gigi. Edukasi yang baik akan memberikan pengaruh terhadap sikap dan perilaku hidup sehat. Tukang gigi didefinisikan sebagai orang yang memiliki keahlilan dalam pemasangan dan pembuatan gigi tiruan lepas pasang dan yang berkaitan dengan perawatan gigi lainnya. Kompetensi yang dimiliki oleh tukang gigi sudah diatur dalam ketentuan umum Pasal 1 ayat (1) Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Permenkes RI) Nomor 39 Tahun 2014. Pekerjaan yang dilakukan oleh seorang dokter gigi tidak dapat disamakan dengan pekerjaan seorang tukang gigi. Menurut sudut pandang Islam, menjaga kebersihan diri merupakan bagian dari keimanan seseorang. Pentingnya kebersihan dalam semua aspek kehidupan, termasuk kesehatan mulut, ditekankan di dalam Al-Qur'an. Menjaga kebersihan mulut dan gigi merupakan bagian penting namun terkadang diabaikan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini merupakan studi deskriptif yang bertujuan menggambarkan tingkat pengetahuan masyarakat Kelurahan Kapasa Raya mengenai bahaya praktik tukang gigi. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan teknik quota sampling, melibatkan responden berusia 16–75 tahun yang dapat membaca dan menulis. Data dianalisis secara deskriptif dalam bentuk persentase dan disajikan dalam tabel. Penelitian dilaksanakan di Gedung Baruga Kelurahan Kapasa. Artikel ini akan membahas mengenai wewenang dan larangan praktek tukang gigi serta perbedaan dokter gigi dan tukang gigi.
Pemeriksaan Kesehatan Gigi dan Mulut Menggunakan Indeks DMF-T Pada Majelis Ta’lim Masjid Nurut Taqwa Setiawati, Nur; Abdi, Muhammad Jayadi; Chotimah, Chosnul; Aldilawati, Sari; Dwinanda, Yuslihayanti; Cakriani, Selvi; Saman, Muh. Syahdan Ardita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII (JPMKG FOKGII) Vol. 2 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Forum Komunikasi Kedokteran Gigi Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut sangat tergantung pada kebersihan gigi dan mulut yang baik. Apabila seseorang kurang memperhatikan dan sadar akan kebersihan gigi dan mulut, maka berisiko terkena karies gigi. Karies gigi adalah masalah yang sering dialami oleh masyarakat. Karies dapat dicegah atau diperbaiki sebelum memburuk hingga harus dipotong atau dilepas. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengetahui kondisi kesehatan gigi dan memberikan penjelasan tentang cara mencegah serta merawat masalah gigi. Metode kegiatan dimulai dari persiapan seperti mengatur waktu kegiatan dan kemudian tahap pelaksanaan berupa pemeriksaan menggunakan indeks DMF-T serta wawancara edukasi tentang kondisi mulut dan cara merawat gigi. Sasaran kegiatan ini adalah seluruh anggota majelis taklim yang berada di Masjid Nurut Taqwa, sebanyak 50 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah random sampling sederhana, dan diperoleh 22 responden. Hasil indeks DMF-T menunjukkan rata-rata nilai M (Missing) sebesar 7,2 dengan persentase prevalensi 100%, yang merupakan angka tertinggi dibandingkan indeks D (Decay) dan F (Filling).
Upaya Meningkatkan Motivasi Anak Sekolah Dasar Dalam Menjaga Kesehatan Gigi Sesuai Pandangan Islam Aldilawati, Sari; Abdi, Muhammad Jayadi; Musdalifa, Annisa Cikal; Lomboan, Virsya Yuniar Pangesty; Erni, Erni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Gigi FOKGII (JPMKG FOKGII) Vol. 2 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Forum Komunikasi Kedokteran Gigi Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu penyebab timbulnya permasalahan kesehatan gigi dan mulut adalah perilaku yang mengarah pada terabaikannya kesehatangigi dan mulut, karena kurangnya pengetahuan, sikap dan perilaku terkait pentingnya menjaga kesehatan gigi. Perilaku menyikat gigi pada anak sekolah dasar dapat dipengaruhi oleh banyak hal, salah satunya motivasi. Metode penelitian ini menggunakan metodekuantitatif dengan design pra-eksperimen one group pre-test dan post-test yang dilaksanakan di SDN 99 Kampung Beru dengan jumlahsampel 30 anak yang di pilih secara random sampling. Hasil: Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 yang lebih kecil dibandingkan dengan 0,05 (p-value < 0,05). Ini menunjukkan bahwa terdapat perubahn signifikan motivasi sebelum dan setelahperlakuan diberikan. Kesimpulan: Hasil penelitian menggambarkan bahwa ada hubungan yang signifikan sebelum dan setelah diberi penyuluhan terkait motivasi anak dalam menjaga kesehatan gigi sesuai pandangan Islam.
Upaya Meningkatkan Peran Guru dalam Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Siswa Sekolah Dasar di Galesong, Sulawesi Selatan dalam Perspektif Islam melalui Metode Wilcoxon Aldilawati, Sari; Abdi, Muhammad Jayadi; Chotimah, Chusnul; Kennedi, Sri Wahyuni; Swastika, Wa Ode Dana Ayu
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 5 No 5 (2025): JAMSI - September 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1980

Abstract

Kesehatan gigi anak usia dini memerlukan perhatian khusus, termasuk melalui penyuluhan yang berkesinambungan mengenai pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut. Guru sebagai figur sentral dalam perkembangan anak di lingkungan sekolah memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi dan membentuk kebiasaan positif. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh guru terhadap kebersihan gigi dan mulut siswa di SDN No. 99 Kampung Beru, Galesong, Takalar. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian masyarakat dengan pendekatan kuantitatif menggunakan rancangan pre-test dan post-test design, serta analisis data melalui uji Wilcoxon. Sampel terdiri dari 30 guru yang dipilih secara acak. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05), yang mengindikasikan adanya perbedaan signifikan antara hasil pre-test dan post-test. Peningkatan nilai setelah intervensi menunjukkan bahwa guru memiliki peran penting dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai kesehatan gigi dan mulut. Peran ini tidak hanya terbatas pada aspek edukatif, tetapi juga sebagai motivator spiritual yang mendorong siswa menjaga kebersihan gigi dan mulut sebagai bagian dari ibadah dan ketaatan kepada Allah SWT.
The Relationship between Patient Satisfaction Level and Teledentistry Utilization at Azka Nadhifa Dental Polyclinic Makassar Wijaya, Muhammad Fajrin; Abdi, Muhammad Jayadi; Andira, Erni
Jurnal Kesehatan Holistic Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Holistic Volume 7/ Nomor 2/ Juli 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan RS Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33377/jkh.v7i2.160

Abstract

Introduction: The development of communication technology has created new innovations in the field of dentistry by combining telecommunications and dentistry technology which is called teledentistry. Teledentistry is a service alternative that combines telecommunications and dentistry technology to exchange clinical information and images remotely for treatment planning and dental consultations. Objective: To analyze the relationship between patient satisfaction level and the utilization of teledentistry at the Azka Nadhifa dental polyclinic, Makassar. Methods: This study used an analytic research design with a cross-sectional research design. The statistical test used is the Spearman correlation test. The sample in this study consisted of 96 samples. Results: Based on the results of the Spearman rank correlation test, it shows a p-value of 0.002 which is smaller than 0.05 (p-value <0.05). This shows that there is a relationship between the level of satisfaction with the use of teledentistry. Conclusion: Based on the results of this study it shows that there is a relationship between the level of patient satisfaction and the use of teledentistry at the Azka Nadhifa dental polyclinic, Makassar
Effectiveness of Camellia Sinensis L Extract in Inhibiting the Growth of Staphylococcus aureus Asmah, Nur; Ilmianti, Ilmianti; Abdi, Muhammad Jayadi; Irawati, Erna; Nursaid, Herawati
Journal of Syiah Kuala Dentistry Society Vol 8, No 2 (2023): December 2023
Publisher : Dentistry Faculty

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jds.v8i2.32682

Abstract

Background: Gingivitis and periodontitis are the two most common periodontal conditions. Staphylococcus aureus was reported as a trigger. Compounds active from the green ( Camellia Sinensis L) have been reported to be beneficial as antibacterial. Objective: know the effectiveness of extract tea leaves green 8%, 10%, and 12% in inhibiting bacterial growth of Staphylococcus aureus. Method: The study was conducted in a way that involved 25 power resistors. S. aureus was assessed with a diffusion disc technique with a post-test type-only control design. As well as test statistics Kruskal-Wallis. Results: Based on The results of the Kruskal-Wallis test showed a p-value of 0.0000.05. So, there was a significant difference between the 8%, 10%, and 12% extract treatments and the control group. Conclusion: Extracting leaves with a green concentration of 12% effectively hinders bacteria Staphylococcus aureus.
THE EFFECTIVENESS OF GREEN COCONUT WATER (COCOS NUCIFERA LINN VAR. VIRIDIS) MOUTHWASH ON SALIVARY PH CHANGES IN 17-YEAR-OLD ADOLESCENTS Abdi, Muhammad Jayadi; Anas, Risnayanti; Hasriana, Hasriana
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Vol. 12 No. 2 (2025): Vol 12 No 2 (December 2025)
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/jbd.v12i2.1879

Abstract

Introduction: Dental caries is the most prevalent oral health problem faced by the Indonesian population. One of the primaryfactors influencing caries development is saliva. The acidity level of saliva plays a crucial role in enhancing the remineralization process of teeth. Green coconut water (Cocos nucifera Linn Var. Viridis) contains higher levels of tannins compared to other coconut varieties. Tannins exhibit antibacterial properties that can inhibit bacterial growth. However, the consumption of young coconut water can lower salivary pH due to its naturally low pH (5.5). The presence of acidic ions, such as vitamin C, total solids, lactic acid, and reducing sugars—including fructose, glucose, and amino acids— contributes to this effect.Aim: To determine the effectiveness of green coconut water (Cocos nucifera Linn Var. Viridis) gargling in altering salivary pH before and after use.Methods: This study employed a quasi-experimental design with a pre- and post-test control group approach. A total of 49 samples participated in the study. The subjects gargled with green coconut water, and their salivary pH was measured using a pH meter.Result: Statistical analysis using the Paired t-test showed a p-value of 0.00 (p<0.05), indicating a significant difference insalivary pH before and after gargling with green coconut water (Cocos nucifera Linn Var. Viridis).Conclusion: The findings of this study demonstrate a significant reduction in salivary pH after gargling with green coconut water (Cocos nucifera Linn Var. Viridis), suggesting its effectiveness in lowering salivary pH in 17-year-old adolescents.