Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

An Islamic Legal Review of the Implementation of Agricultural Partnership-Based Zakat (Mukhabarah) Titi Martini Harahap; Nur Saniah
Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum Vol. 24 No. 1 (2025): Pena Justisia
Publisher : Faculty of Law, Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pj.v24i2.6207

Abstract

Pidoli Dolok Village in Panyabungan Subdistrict, Mandailing Natal, is predominantly an agricultural area where most residents depend on farming as their main source of income. The village benefits from major water sources, including the Aek Pohon River and irrigation from the Batang Gadis River, which support its agricultural activities. Within this context, the practice of mukhabarah—a form of agricultural partnership—has emerged, with a commonly agreed profit-sharing ratio of one-third for the landowner and two-thirds for the cultivator. This study aims to examine the implementation of zakat in such mukhabarah partnerships and to evaluate its conformity with Islamic legal principles. Employing a descriptive qualitative approach, this field research gathers primary data through observations and interviews with farmers, landowners, religious leaders, and other stakeholders, while secondary data are obtained from classical Islamic texts and relevant literature. The findings reveal that while the contractual elements of mukhabarah align with Islamic jurisprudence, the practice of zakat within these agreements does not fully meet the requirements of Islamic law regarding nishab. Therefore, there is a need for increased education and awareness to ensure zakat practices in agricultural partnerships are in accordance with Islamic principles.
Pengembangan Ekonomi Masyarakat melalui Usaha Tempe Pak Legiman di Desa Sukadamai Kecamatan Ranah Batahan Maria Wahyuni; Ali Ikhsan Umar; Mhd. Osama Nasution; Thoibah; Nur Laili Lubis; Dina Khairani; Saniah Lubis; Nur Mawaddah Nasution
Ambacang: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2025): Edisi Januari
Publisher : PT. Willy Print Art

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian ini dilakukan untuk mengetahui pengembangan ekonomi masyarakat melalui pabrik tempe pak Legiman, di Jorong Suka damai Kecamatan Ranah Batahan kabupaten Pasaman Barat. Berdasarkan hasil pengabdian diketahui bahwa perkembangan pabrik tempe ini berdiri dari tahun 2010-an hingga sekarang.  Pabrik tempe pak Legiman berkembang karena adanya penggunaan bahan baku yang berkualitas, ketersediaan bahan bakar, dan ketersediaan teknologi serta ketekunan bapak dan ibu yang mendirikan usaha tersebut. Dengan tersedianya tekhnologi ketel uap para pengusaha mulai meninggalkan proses produksi secara tradisional. Hal ini sangat membantu proses produksi pabrik tempe pak legiman di nagari desa baru barat karena penggunaan teknologi dapat menambah kuantitas produksi pabrik tempe pak legiman. Dengan adanya pengembangan ekonomi masyarakat melalui pabrik tempe dapat memberikan manfaat pada pengusaha tempe yaitu dapat menambah kuantitas produksi tempe dari bertambahnya kuantitas pendapatan pengusaha tempe akan bertambah.
Zakat Profesi Perspektif Tafsir Ayat Ahkam (Analisis Terhadap Surat Al_-Baqarah Ayat 267) Nur Saniah
Al-Kauniyah: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 2 No. 2 (2021): Al-Kauniyah
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/alkauniyah.v2i2.709

Abstract

Pada zaman sekarang banyak profesi yang mendatangkan sejumlah besar harta dalam waktu yang singkat. Selama ini, masyarakat mengenal zakat hanya terbatas teks secara ekplisit saja, seperti emas, perak, perdagangan, pertanian, peternakan, barang tambang dan rikaz. Sedangkan penghasilan sebagai konsultan, dokter, pengacara, pengusaha dan penghasilan seorang pegawai seperti maraknya sekarang ini tidak banyak dibahas pada ulama salaf terdahulu. Untuk menjawab masalah tersebut, dilaksanakan penelitian, dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi segala sesuatu yang berkaitan dengan judul penelitian. Setelah data terkumpul kemudian dianalisis dengan analisis kualitatif menggunakan metode deskriptif analisis. Hasil penelitian ditemukan bahwa Kewajiban zakat atas kekayaan yang diperoleh dari hasil suatu profesi didasarkan pada nash yang bersifat umum yaitu pada Surat al-Baqarah ayat 267. Terdapat khilafiyah (perbedaan pendapat) Ulama dalam masalah zakat profesi. Ada sebagian yang mewajibkan zakat profesi, namun ada sebagian yang tidak setuju dan tidak mewajibkan zakat profesi. Dasar hukum kalangan ulama yang mewajibkan zakat profesi, Ta’mim al makna (perluasan makna lafaz) lafaz yang terdapat dalam Firman Allah, dalam Al Baqarah ayat 267. Kata “??? ??????????” dalam ayat tersebut pada dasarnya lafazd ‘am, untuk menetapkan hukum zakat profesi, lafaz umum tersebut dikembalikan kepada keumumannya sehingga cakupannya meluas yakni “meliputi segala usaha yang halal yang menghasilkan uang atau kekayaan bagi setiap muslim”. Dengan demikian zakat profesi dapat ditetapkan hukumnya wajib berdasarkan keumuman ayat tersebut.
Prinsip-Prinsip Dasar Hukum Islam Perspektif Al-Quran Nur Saniah Nur Saniah
Al-Kauniyah: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 3 No. 2 (2022): Al-Kauniyah
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/alkauniyah.v3i2.1077

Abstract

Hakikat agama Islam bertujuan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam, maka hukum Islam dapat diterapkan dalam semua masa, untuk semua bangsa karena di dalamnya terdapat cakupan yang begitu luas dan elastisitas untuk segala zaman dan tempat. Kajian ini memformulasikan prinsip-prinsip dasar hukum Islam perspektif al-Qur’an, penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan atau library research yaitu mencari data-data yang berkaitan dengan penelitian berupa al-Qur’an, kitab-kitab tafsir dan buku-buku, jurnal-jurnal dan dokumen-dokumen yang bertujuan untuk menganalisis ayat-ayat al-Qur’an yang berkaitan dengan prinsip-prinsip dasar hukum Islam. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif dan konten analisis. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa konsep prinsip-prinsip dasar hukum Islam dalam memperkuat pernyataan bahwa Islam itu adalah sebuah the way of life untuk seluruh alam. Prinsip sebagai suatu kebenaran universal yang inheren didalam hukum Islam dan menjadi titik tolak pembinaannya; prinsip yang membentuk hukum dan setiap cabang-cabangnya. Beberapa prinsip dasar hukum Islam secara umum antara lain Prinsip tauhid, Prinsip keadilan, Prinsip amar ma’ruf nahi munkar, Prinsip kebebasan, Prinsip kesamaan, Prinsip gotong royong, Prinsip toleransi, Prinsip musyawarah
Online Gambling and the Violation of Maqashid Shariah: Implications for Family Communication and Economic Stability in Indonesia Nur Saniah; Marlina; Ade Khadijatul Z. Hrp; Rahmat
Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat Vol. 25 No. 1 (2026)
Publisher : Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/refleksi.v25.i1.51850

Abstract

This paper examines online gambling in Indonesia from the perspective of Maqashid Shariah. Previous studies have primarily focused on its legal status, psychological effects, economic consequences, and family-related problems, while limited attention has been given to how online gambling simultaneously undermines the fundamental objectives of Islamic law. Addressing this gap, the study analyzes online gambling as a form of systemic mafsadah that threatens multiple dimensions of human welfare (maslahah). Employing a qualitative library research approach, the study analyzes scholarly publications, official reports, and relevant academic literature using qualitative content analysis. The findings demonstrate that online gambling generates interconnected harms extending beyond financial loss, eroding the protection of religion (hifz al-din), intellect (hifz al-'aql), wealth (hifz al-mal), family and future generations (hifz al-nasl), and ultimately social stability. Rather than constituting merely a prohibited form of maisir, online gambling represents a multidimensional threat that weakens the ethical, economic, and social foundations of Muslim society. This study contributes to contemporary Maqashid Shariah scholarship by proposing a systemic framework for understanding digital gambling and offers a normative basis for developing preventive policies and strengthening family resilience in the digital era.
ACCULTURATION OF TRADITIONAL AND ISLAMIC LAW IN THE PRACTICE OF INHERITANCE DISTRIBUTION OF THE MANDAILING TRIBE OF NORTH SUMATRA Nur Saniah; Ahmad Bastomi
Fenomena Vol 21 No 2 (2022): FENOMENA: Jurnal Penelitian Islam Indonesia
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v21i2.134

Abstract

Acculturation of al-adat and Islamic law is a means to determine the extent to which Islamic law and local custom come into contact with the life practices of the Mandailing Tribe community of Islam without any contradictions. This research is empirical research with descriptive analysis. Research data were collected using observation and interview methods, then analyzed using content analysis methods. The results of this study indicate a synergism of the Mandailing tribal community, which adheres to a patrilineal kinship system to carry out Islamic law in parallel and local customs. The practice of sharing inheritance in the Mandailing tribal community is carried out traditionally by containing Islamic values. This practice is a realization of the philosophy of the Mandailing tribal community as "Ombar do adat dot ugama" and "The Customary Country of Obedience to Worship" as a forum to unite the Islamic legal and the customary law system. The acculturation of Islamic law and customary law in sharing inheritance in the Mandailing community shows that Islamic law can be dialogued with the customs that live in the community while still realizing the values of justice and benefit. Inheritance practice that dialogues Islamic law and the customary law of the Mandailing tribe in the inheritance distribution process, making daughters as heirs, presenting religious and traditional leaders during the inheritance distribution process, while maintaining undivided assets in the form of heirloom houses and objects for the son (youngest).