Claim Missing Document
Check
Articles

The Effectiveness of Law Enforcement on the Crime of Abortion Performed by Underages Ni Nyoman Alit Meilinda Suasthi; I Nyoman Putu Budiartha; I Nyoman Gede Sugiartha
Journal Equity of Law and Governance Vol. 3 No. 2
Publisher : Warmadewa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55637/elg.3.2.6657.83-88

Abstract

Abortion by minors is prohibited by law, as stipulated in Law Number 35 of 2009 concerning Health under Article 75. Criminal liability for children typically involves punishment or laws that impose penalties equivalent to half of those for adult offenders. Non-criminal abortion is addressed in Article 75, Paragraph 2 of Law Number 35 of 2009 concerning Health, but it mandates counseling or guidance by the authorities before the procedure. In terms of law enforcement effectiveness regarding abortion committed by minors, it involves an investigative process where thorough investigation is conducted by authorities to ensure a fair trial and impose penalties or sanctions that serve as deterrents. The empirical method with an empirical juridical approach utilizing legal concepts and theories is employed in this study. Data for this research is obtained from various literature sources, including legislative regulations and relevant books corresponding to the research title. The study results indicate that while minors are subject to sanctions in compliance with laws and regulations, they are also entitled to government protection as they are deemed legally incompetent and under parental supervision.
Legal Liability of Corporations on License Violating in Utilizing Coastal Border For Sustainable Tourism Development in Bali Province Gede Agung Wirawan Nusantara; I Nyoman Putu Budiartha; I Nyoman Gede Sugiartha
Journal Equity of Law and Governance Vol. 3 No. 2
Publisher : Warmadewa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55637/elg.3.2.8477.128-133

Abstract

Legal liability for corporations that violate permits for using coastal borders for sustainable tourism development in Bali Province aims to examine the effectiveness of law enforcement against violations committed by corporations in utilizing coastal border areas. This research uses empirical legal research. The problem approaches used in this research proposal are the legislative approach, case approach, sociological approach, historical approach, and comparative legal approach. A comparative legal approach is carried out by comparing legal regulations in other countries, namely Canada, Norway, and Japan which have long coastlines. The philosophical basis for regulating corporate responsibility for violating permits in utilizing coastal borderline provisions in the 2nd and 5th principles of Pancasila. The effectiveness of law enforcement against permit violations by corporations in utilizing coastal border provisions for sustainable development is ineffective considering that cases of coastal border violations have not been resolved in accordance with normative provisions. The formulation of legal liability for corporations that violate coastal border permits for sustainable development is carried out with consideration of sustainable tourism development, which requires the formulation of non-litigation resolution of coastal border permit violations, namely with a Restorative Justice model mechanism.
Enforcement of Environmental Criminal Sanctions against Tourism Accommodation Companies Based on Local Wisdom and Restorative Justice Josep Robert Khuana; I Dewa Gede Atmadja; I Gde Artha; I Nyoman Gede Sugiartha
Journal Equity of Law and Governance Vol. 3 No. 2
Publisher : Warmadewa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55637/elg.3.2.8543.140-148

Abstract

The enforcement of violations in customary law by entrepreneurs in tourism accommodation services has traditionally relied solely on administrative sanctions or fines, lacking legal regulations incorporating local wisdom and restorative justice in environmental criminal enforcement against tourism accommodation entities (empty norms). This study aims to address this gap by exploring (1) the philosophical and juridical foundations of local wisdom in environmental criminal law enforcement against tourism accommodation firms, (2) proposing a model for environmental criminal punishment against these companies, and (3) assessing the legitimacy of environmental criminal sanctions based on local wisdom and restorative justice. Employing a normative legal research method, the study reveals that (1) the philosophical and juridical underpinnings of local wisdom in environmental criminal law enforcement align with the realization of deliberative concepts stipulated in Article 18B paragraph (2) of the 1945 Constitution of Indonesia, (2) the suggested model for environmental criminal punishment adopts a corporate culture model integrated with a dual-track system, emphasizing restorative justice through penal mediation involving deliberation and consensus, (3) the validity and legitimacy of enforcing environmental criminal sanctions against tourism accommodation firms are substantiated through a proposed Bi System, intertwining the criminal justice system with penal mediation, thereby enhancing compliance and resolution within a dual-framework approach.
Delik Perkosaan terhadap Perempuan dalam Perspektif Hukum Hindu Anak Agung Made Angga Harta Yana; I Nyoman Gede Sugiartha; I Nyoman Subamia
Jurnal Konstruksi Hukum Vol. 3 No. 3 (2022): Jurnal Konstruksi Hukum
Publisher : Warmadewa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jkh.3.3.5322.527-532

Abstract

The crime of rape is a form of crime that when charged is like depriving and destroying the highest throne that is very precious, namely the virginity of a woman. Although the problem of the crime of rape has been regulated normatively in the Criminal Code, in fact the protection of rape victims cannot be said to be a good legal umbrella. Hindu law also considers that rape is a major sin called Dratikrama. In this regard, How is the Regulation of Rape In The Study of Criminal Law And Hindu Law? And How is the Effectiveness of the Application of Criminal Sanctions to Rape Offenses in the Study of criminal Law and Hindu Law?. This research uses a normative type of research. The regulation of the Rape of Women is contained in the Criminal Code (KUHP) in Articles 285 – 289 and in the Compendium of Hindu Law (Manava Dharmasastra). The application of rape sanctions against women in the criminal law is still not effective to impose because there are still irregularities in the sanctions and in hindu law it has not been effective because it is caused by several factors.
Penyidikan sebagai Upaya Mengungkap Tindak Pidana Percobaan Pembunuhan di Wilayah Hukum Polres Tabanan I Putu Aditya Pramana; I Nyoman Gede Sugiartha; I Gusti Agung Ayu Gita Pritayanti Dinar
Jurnal Konstruksi Hukum Vol. 4 No. 3 (2023): Jurnal Konstruksi Hukum
Publisher : Warmadewa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jkh.4.3.8049.307-312

Abstract

Tindak pidana percobaan pembunuhan, yang dipicu oleh perasaan sakit hati, menggambarkan bahwa pelaku berniat memberikan racun serangga kepada suaminya, tetapi yang menjadi korban adalah istri pertama. Permasalahannya adalah bagaimana proses penyidikan sebagai upaya dalam mengungkap tindak pidana percobaan pembunuhan di wilayah hukum Polres Tabanan dan apa saja hambatan pelaksanaan proses penyidikan sebagai upaya dalam mengungkap tindak pidana percobaan pembunuhan di wilayah hukum Polres Tabanan. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian empiris. Proses penyidikan dimulai dari laporan masyarakat, dilanjutkan dengan kedatangan penyidik ke lokasi kejadian, pemeriksaan saksi-saksi, dan akhirnya penyidik dapat menentukan tersangka. Hambatan internal dalam kasus percobaan pembunuhan terletak pada jumlah penyidik yang kurang memadai secara keseluruhan. Hambatan eksternalnya adalah adanya upaya untuk merahasiakan kejadian sebenarnya oleh pihak keluarga.
Perlindungan Hukum oleh Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual bagi Mahasiswa Korban Pelecehan Seksual di Kota Makassar Carmelita Juliana Putri Benny; I Nyoman Gede Sugiartha; I Gusti Agung Ayu Gita Pritayanti Dinar
Jurnal Konstruksi Hukum Vol. 4 No. 3 (2023): Jurnal Konstruksi Hukum
Publisher : Warmadewa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jkh.4.3.8053.321-328

Abstract

Kompleksitas dalam mengungkap kasus pelecehan dan kekerasan seksual di lingkungan Perguruan Tinggi menjadi landasan bagi penelitian ini. Perguruan Tinggi diharapkan menjadi wadah aman bagi mahasiswa dalam mengejar ilmu. Pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan Perguruan Tinggi adalah tindakan yang tidak pantas, seringkali dilakukan terhadap mahasiswa, dan dapat berakibat pada trauma hingga depresi. Menghadapi kenyataan bahwa kasus pelecehan seksual terhadap mahasiswa semakin banyak, penulis ingin mengeksplorasi dua aspek utama: 1) Apa faktor-faktor penyebab perilaku pelecehan seksual terhadap mahasiswa di Kota Makassar? dan 2) Bagaimana perlindungan hukum yang diberikan oleh Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual kepada mahasiswa yang menjadi korban di Kota Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana upaya yang dilakukan oleh Satuan Tugas dalam pencegahan dan penanganan pelecehan seksual di lingkungan Perguruan Tinggi. Penelitian ini menggunakan metode empiris dengan pendekatan sosiologis. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa perlindungan hukum yang diberikan oleh Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi Kota Makassar masih mengalami kendala, terutama karena belum semua Perguruan Tinggi memiliki Satuan Tugas serupa. Meskipun begitu, Satuan Tugas tetap berperan penting dalam menjaga keamanan dan kenyamanan mahasiswa.
Tindak Kekerasan Bullying dengan Penganiayaan sesuai dengan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak Ni Komang Triana Diah Mahadewi; I Nyoman Gede Sugiartha; I Gusti Agung Ayu Gita Pritayanti Dinar
Jurnal Konstruksi Hukum Vol. 4 No. 3 (2023): Jurnal Konstruksi Hukum
Publisher : Warmadewa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jkh.4.3.8063.368-374

Abstract

Tindak kekerasan bullying dengan penganiayaan termasuk dalam kategori kekerasan fisik yang sering terjadi di ruang publik dan memiliki dampak yang berbahaya, bahkan dapat berujung pada kematian. Namun, ketidakjelasan dasar hukum dalam penanganan kasus bullying dengan penganiayaan terhadap anak seringkali membuat korban enggan melaporkan ke pihak berwajib, dan masyarakat pun masih sering meremehkan kasus bullying terhadap anak dengan alasan bahwa anak-anak masih terlalu muda untuk memahami benar dan salah. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: bagaimana pengaturan tindak pidana kekerasan bullying dengan penganiayaan untuk melindungi korban anak? Dan bagaimana sanksi pidana yang diberlakukan terhadap pelaku tindak kekerasan bullying dengan penganiayaan dalam melindungi korban anak? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaturan dan sanksi tindak kekerasan bullying dengan penganiayaan dalam melindungi korban anak di Indonesia, dengan merujuk pada KUHP dan Pasal 76C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.
Implementasi Restorative Justice Pada Kasus Tindak Pidana Kekerasan dalam Rumah Tangga di Polres Karangasem Ni Luh Putu Amanda Cahayani; I Nyoman Gede Sugiartha; I Made Minggu Widyantara
Jurnal Konstruksi Hukum Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Konstruksi Hukum
Publisher : Warmadewa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jkh.5.1.8587.104-110

Abstract

Restorative justice merupakan suatu penyelesaian perkara yang menitikberatkan pada adanya partisipasi langsungpelaku, korban, dan masyarakat. Melalui semua itu kerap menjadi solusi pemecah masalah yang terjadi tanpaharus menempuh pemidanaan. Penelitian ini membahas mengenai bagaimana penerapan Restorative Justice padakasus tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga di Polres Karangasem. Penelitian ini merupakan penelitianempiris yaitu penelitian yang mengkaji. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian hukum sosiologis dan dapatdisebut pula penelitian lapangan, yaitu mengkaji ketentuan hukum yang berlaku serta yang terjadi dalamkenyataan di masyarakat. Penelitian ini menghasilkan dua temu pertama, bahwa dalam penelitian ini pelaksanaanRestorative Justice di Polres Karangasem sudah baik tetapi belum terlaksana dengan cukup baik, masih terdapatberbagai hambatan atau kendala dalam pelaksanaanya. Kedua, idealnya dalam Restorative Justice pertemuanantara pihak pelaku dan korban harus pula melibatkan pihak lain. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahuiimplementasi restorative justice dalam penyelesaian kasus kekerasan dalam rumah tangga di polres karangasemdan untuk mengetahui kendala–kendala yang dihadapi saat mengimplementasikan restorative justice dalampenyelesaian kasus kekerasan dalam rumah tangga. Seperti masyarakat dengan dukungan dan perhatiannya, sertapelaksanaan benar-benar dilaksanakan sesuai keinginan setiap pihak, tentunya dengan mengedepankan keinginankorban.
Efektivitas E-Court Sebagai Wujud Asas Sederhana, Cepat, dan Biaya Ringan dalam Sistem Peradilan Perdata di Pengadilan Negeri Gianyar Ni Luh Gita Saraswati; I Nyoman Gede Sugiartha; I G A A Gita Pritayanti Dinar
Jurnal Konstruksi Hukum Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Konstruksi Hukum
Publisher : Warmadewa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jkh.5.1.8588.98-103

Abstract

Hukum elektronik atau disebut juga dengan e-court merupakan Inovasi Mahkamah Agung yang membantu prosesperadilan menjadi cepat, mudah dan terjangkau. Rapat Pengadilan Elektronik dengan Mahkamah Agung RepublikIndonesia (PERMA) No. 1 Tahun 2019 tentang Penanganan Perkara Elektronik dan Perkara Peradilan yangmengeluarkan Keputusan No. 3 Tahun 2018 tentang Penanganan Produk Elektronik. Pengenalan e-court ke dalamsistem hukum telah diterima dengan baik oleh masyarakat dan para petingginya, sejalan dengan tujuan e-courtuntuk mendorong terwujudnya puasa yang hakiki dan efektif. implementasi sederhana dan murah. Eksperimenpenerbitan Dalam karya ini, penulis mengkaji metode empirisme hukum, misalnya. Penelitian yang membantuuntuk melihat hukum dalam arti sebenarnya dan konsekuensinya di masyarakat. Fokus penelitian ini adalahPengadilan Negeri Gianyar yang berhasil meraih Penghargaan Manajemen Perkara Terbaik dan WebsitePengadilan/ Keterbukaan Informasi Publik Terbaik dalam Lomba Pelayanan Peradilan Pengadilan NegeriDenpasar. Berdasarkan hal tersebut, penulis menanyakan bagaimana penerapan E-court di Pengadilan NegeriGianyar dalam PERMA 1 Tahun 2019 bertujuan untuk memproses perkara dan beracara secara elektronik danseberapa efektifkah peradilan online di Pengadilan Negeri Gianyar? Pengadilan Negeri Gianyar perlumeningkatkan pelayanan kotamadya. Tujuan dari penelitian ini adalah implementasi e-court pengadilan negerigianyar sesuai dengan peraturan mahkamah agung no.1 tahun 2019 dan efektivitas e-court pengadilan negerigianyar sebagai wujud asas sederhana, cepat dan biaya ringan khususnya dalam peradilan perdata.
Implikasi Pemberlakuan Kebijakan Visa Pada Rumah Kedua (Second Home Visa) di Indonesia) Kadek Dini Destianingsih; I Nyoman Gede Sugiartha; Ida Ayu Putu Widiati
Jurnal Konstruksi Hukum Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Konstruksi Hukum
Publisher : Warmadewa Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jkh.5.1.8597.72-76

Abstract

Kebijakan visa rumah kedua atau second home visa menimbulkan sejumlah kritik. Pada kebijakan visa rumahkedua atau second home visa akan resmi diberlakukan pada tanggal 24 Desember yaitu sejak 60 hari sejak suratedaran diterbitkan pada tanggal 25 Oktober lalu. Permasalahan dari penelitian ini mengenai bagaimana pengaturanhukum kebijakan visa pada rumah kedua di Indonesia dan bagaimana implikasi terhadap pemberlakuan kebijakanvisa pada rumah kedua di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian normatif. Jenispendekatan menggunakan konseptual, pendekatan perundang-undangan. Hasil penelitian ini pun membuktikanbahwasanya pengaturan kebijakan visa ini sejalan dengan surat edaran Dirjen Imigrasi Nomor IMI-0740.GR.01.01 Tahun 2022 terkait pemberian visa dan kitas rumah kedua dinyatakan bahwasanya pemohonsecond home visa diwajibkan memenuhi syarat proof of fund setidaknya Rp. 2 Milyar. Adapun dampak yuridisdari kebijakan ini yaitu dampak langsung bagi perekonomian Indonesia berupa daya tariknya wisman untukberbelanja pada produk lokal di destinasi, dan dampak non yuridis dari kebijakan ini fenomena migrasi orangasing ke Indonesia.
Co-Authors A.A Sagung Laksmi Dewi A.A. Kompiang Dhipa Aditya Agus Wija Atmaja Anak Agung Made Angga Harta Yana Anak Agung Sagung Laksmi Dewi Ayu Prasetya Dewi Carmelita Juliana Putri Benny Cok Rai Kesuma Putra Dewa Ayu Risma Pranasita Diah Gayatri Sudibya emanuella0103@gmail.com, Emanuella Theo Charoline Ferdinandus Kila Gede Agung Wirawan Nusantara Gede Arjun Setiawan I Dewa Gede Atmadja I Dewa Putu Gede Putra Sedana Jaya I G A A Gita Pritayanti Dinar I Gde Artha I Gede Sathya Narayana Andrade I Gede Yoga Paramartha Duarsa I Gusti Agung Ayu Candra Nigrat I Gusti Agung Ayu Gita Pritayanti Dinar I Gusti Agung Ayu Gita Pritayanti Dinar I Gusti Made Yudha Pramana I Gusti Ngurah Ananta Wardana I Kadek Dwi Melana Putra I Kadek Edy Sanjaya I Kadek Sudikma I Ketut Gede Satria Wibawa Aryana I Ketut Sukadana I Komang Aditya Sanjaya I Made Aditya Mantara Putra I Made Ananda Hardiantha I Made Arjaya I Made Jaya Wiguna I Made Minggu Widyantara I Made Minggu Widyantara I Made Ngurah Adi Kusumadewa I Nyoman Putu Budiartha I Nyoman Subamia I Nyoman Trian Prananta Wibawa I Putu Aditya Pramana I Putu Aditya Putra Bahari I Putu Gede Budihartawan I Wayan Angga Pratama I Wayan Arthana I Wayan Arthanaya I Wayan Sunarta I. B. Gede Agustya Mahaputra I.B Gede Agustya Mahaputra Ida Ayu Gede Kristina Dewi Josep Robert Khuana Kade Richa Mulyawati Kadek Bagus Rakyan Dana Sinatra Kadek Dini Destianingsih Kadek Jaya Kartika Kadek Novita Dewi Kadek Widhiantari Ningsih Karma, Ni Made Sukaryati Ketut Adi Wirawan Komang Arya Ananta Setyawan Komang Gede Dipayana Ni Komang Triana Diah Mahadewi Ni Luh Gita Saraswati Ni Luh Putu Amanda Cahayani Ni Made Ayu Trimayukti Ni Made Puspasutari Ujianti Ni Made Sinthya Kusuma Arisanthi Ni Nyoman Alit Meilinda Suasthi Pande Putu Thalia Alma Pusaka, Semerdanta Putu Ayu Sarina Selsa Oktaviani Putu Suryani . Widiati, Ida Ayu Putu