Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

EKSISTENSI PEDAGANG EKONOMI KREATIF WARUNG MOBIL Popy Popy; Syamsumarlin Syamsumarlin; La Ode Aris
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 8 No 2 (2019): Volume 8 Nomor 2, Juni 2019
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.663 KB) | DOI: 10.33772/etnoreflika.v8i2.584

Abstract

This study aims to find out and describe the existence of the creative economy of a food truck and the reproduction of the culture of a food truck business at a merchant shop in BarugaSubdistrict, Kendari City. The theory used is the theory of cultural reproduction and this research is ethnographic research, therefore data collection is carried out by observation techniques involved and in-depth interviews. The data obtained were analyzed descriptively qualitatively. Data analysis is intended to simplify the data obtained so that it is easier to read and understand. The results showed that the existence of a car shop in BarugaSubdistrict was divided into four parts, namely food traders, beverage traders (cold drink), vegetable traders, and fruit traders. In trading using cars, the traders and government individual relations are very closely related, where some government officials take advantage of the existence of this car stall business to make a profit. and the reproduction of the culture of a food truck business can occur because of seeing from the origin area, learning from friends, and seeing sellers who first use food truck.
TARI DEWA AYU PADA ORANG BALI Fitriani Fitriani; Syamsumarlin Syamsumarlin; La Ode Aris
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 8 No 1 (2019): Volume 8 Nomor 1, Februari 2019
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.624 KB) | DOI: 10.33772/etnoreflika.v8i1.597

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan serta fungsi tari dewa ayu dalam kehidupan social budaya orang Bali di Desa Roko-Roko, Kecamatan Tirawuta, Kabupaten Kolaka Timur. Selain itu, juga untuk mengetahui makna simbol yang terkandung dalam tari dewa ayu. Penelitian ini menggunakan teori fungsionalisme Bronislaw Malinowski dan teori simbol Victor Turner. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik pengamatan dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual tari dewa ayu merupakan tari sakral, yang ditarikan oleh wanita yang sudah mendapat restu dari dewa yang disebut sumbuan. Ritual ini sangat penting bagi kehidupan orang Bali sehingga memiliki banyak fungsi diantaranya fungsi religi, fungsi psikologi, fungsi seni, fungsi sosial, fungsi pendidikan, dan fungsi integrasi sosial. Ada beberapa makna simbol yang terkandung baik dalam perlengkapan yang digunakan maupun dalam perilaku yang ditampilkan oleh para penari dan masyarakat setempat. Ritual ini dilaksanakan dalam empat tahapan, yakni: nyari/makan, mesapa, ngelengong/menari, dan nunas tirta/minum air suci.
PENGGUNA TATO DI KALANGAN REMAJA KELURAHAN KEMARAYA KECAMATAN KENDARI BARAT Nirwana Alim; La Janu; La Ode Aris
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 8 No 1 (2019): Volume 8 Nomor 1, Februari 2019
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.607 KB) | DOI: 10.33772/etnoreflika.v8i1.598

Abstract

This study aims to determine the reasons for youth in Kemaraya using tattoos and people's views on teenagers who use tattoos. This study uses ethnographic methods and data collection conducted using participant observation and in-depth interviews. The results of this study indicate that several reasons for tattooed adolescents include: (1) family factors such as broken conditions and the existence of teenagers who are far from old age; (2) social environment factors, namely following trends, as accessories (body decoration) and attracting the attention of others. Some community leaders who tend to look positively towards tattoos in adolescents as being like decoration, "body flowers", hobbies and art. There are also negative views from religious leaders, traditional leaders, and adolescents. They impress tattoos with things that are not good, naughty, and prohibited in religion.
ANALISIS MODEL PENGELOLAAN PARIWISATA BERBASIS MASYARAKAT La Ode Aris; Heddy Shri Ahimsa Putra; Pande Made Kutanegara
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 11 No 1 (2022): Volume 11, Nomor 1, Februari 2022
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/etnoreflika.v11i1.1523

Abstract

Community-based tourism (CBT) is one of the management models adopted by the Wakatobi Regency government in managing tourism. This paper examines the management of community-based tourism in Wangi-Wangi Island, Wakatobi Regency from 2006 to 2019 Data were obtained from various literatures by conducting literature studies and from field observations and interviews with the community. Meanwhile, the data analysis technique used was a qualitative data analysis with CBT perspective. The results of this study indicate that the CBT model is carried out in two types: (1) tourism management is carried out by landowners in which local community is not directly involved in the management of object; (2) tourism management is carried out by the government, in which the local community is directly involved in managing the tourist objects. The supervision of CBT model management is carried out by the government along with the community involved in tourist objects. The local community can feel directly the benefit of CBT model, either directly or indirectly involved.
PEREMPUAN DI SEKTOR PUBLIK AKTIVITAS BURUH PEREMPUAN DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT PT. DAMAI JAYA LESTARI DI DESA LAMOIKO, KECAMATAN TANGGETADA, KABUPATEN KOLAKA Putri Wulan Apriani; Wa Ode Sitti Hapsah; La Ode Aris
KABANTI : Jurnal Kerabat Antropologi Vol 2 No 2 (2018): Volume 2 Nomor 2, Juli - Desember 2018
Publisher : Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.801 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan aktivitas buruh perempuan di perkebunan kelapa sawit dan peran ganda perempuan yang bekerja diperkebunan kelapa sawit di Desa Lamoiko. Selanjutnya penelitian ini menggunakan teori Naomi Wolf (1997) tentang Peran perempuan di sektor publik dengan menggunakan metode etnografi dan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Aktivitas Buruh Perempuan di perkebunan kelapa sawit PT. Damai Jaya Lestari di Desa Lamoiko. Aktivitas tersebut meliputi pemisahan biji kelapa sawit dari tandannya (makette-kete/makette jajangan), menjunjung tandan sawit (melangsir manual), membabat rumput liar di sekitaran area kelapa sawit (rawat gawangan), penyemprotan gulma atau membasmi hama di sekitar pohon kelapa sawit. Semua akitivitas tersebut dikerjakan oleh pekerja perempuan, meskipun ada beberapa laki-laki namun pekerjaperempualah yang lebih dominan. (2) Peran ganda perempuan yang bekerja di perkebunan kelapa sawit di Desa Lamoiko. Aktivitas buruh perempuan yang ada di perkebunan kelapa sawit, tidak melupakan perannya sebagai ibu rumah tangga yang harus berperan ganda untuk mengurus pekerjaan dirumah. Buruh perempuan yang menjalankan tugasnya sebagai ibu rumah tangga yang baik, menjalankan pekerjaan domestik, seperti mencuci, memasak, menyetrika, memandikan anak dan lain sebagainya. Semua pekerjaan tersebut dilakukan dalam satu waktu.
PERALIHAN MATA PENCAHARIAN DARI NELAYAN KE BURUH PERUSAHAAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP (PLTU) DI DESA RAPAMBINOPAKA, KECAMATAN LALONGGASUMEETO, KABUPATEN KONAWE Hadirah Hadirah; La Ode Aris
KABANTI : Jurnal Kerabat Antropologi Vol 2 No 1 (2018): Volume 2 Nomor 1 Januari-Juni 2018
Publisher : Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.89 KB)

Abstract

Peralihan Mata Pencaharian Dari Nelayan Ke Buruh Perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (Pltu) Di Desa Rapambinopaka, Kecamatan Lalonggasumeeto, Kabupaten Konawe”. Di bawah bimbingan La Janu selaku pembimbing I dan La Ode Aris selaku pembimbing II. Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui adaptasi masyarakat Desa Rapambinopaka pada yang bekerja di Perusahaan PLTU dan untuk mengetahui reproduksi budaya pada yang bekerja di perusahaan PLTU. Teori yang digunakan yaitu terori adaptasi dan teori reproduksi budaya, dan penelitian ini adalah penelitian etnografi, oleh karena itu pengumpulan data dilakukan dengan teknik pengamatan terlibat (Participation Observation) dan wawancara mendalam (Indepth Intrview). Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif. Analis data yang dimaksud untuk menyederhanakan data yang di peroleh agar lebih mudah dibaca dan dipahami. Hasil penelitian menunjukan bahwa Peralihan mata pencaharian yang terjadi di Desa Rapambinopaka disebabkan, karena adanya masyarakat yang bekerja sebagai nelayan pendapatannya hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya, Tetapi dengan hadirnya perusahaan PLTU masyarakat beralih pekerjaannya dengan menjadi buruh perusahaan PLTU. Reproduksi budaya peralihan mata pencaharian dari nelayan ke buruh Perusahaan PLTU ini di lakukan melaui proses duplikasi dan imitasi yang di dapatkan dari berbagai aspek yaitu dari reproduksi buruh perusahaan PLTU, reproduksi waktu, reproduksi pola kerja, dan reproduksi pola penggajian.
KERJASAMA KELUARGA INTI DALAM MENGELOLA LAHAN PERTANIAN TENTANG RELASI GENDER DI DESA LAGADI KECAMATAN LAWA KABUPATEN MUNA BARAT Baatin baatin; La Ode Topo Jers; La Ode Aris
KABANTI : Jurnal Kerabat Antropologi Vol 3 No 1 (2019): Volume 3 Nomor 1, Juni 2019
Publisher : Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.415 KB)

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kerjasama keluarga inti dalam mengelola lahan pertanian (studi tentang relasi gender di desa lagadi kecamatan lawa kabupaten muna barat) dan untuk mendeskripsikan manfaat hubungan kerjasama keluarga inti dalam mengelola lahan pertanian di Desa Lagadi Kecamatan Lawa Kabupaten Muna Barat.Informan dalam penelitian ini adalah petani Desa Lagadi berjumlah 10 orang yang terdiri dari 5 pasangan suami istri. Pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik lapangan (field research) yakni peneliti melakukan pengumpulan data secara langsung di lokasi penelitian yang menggunakan teknik pengamatan (observation) dan wawancara (interview). Analisis data dalam penelitian ini yaitu menggunakan analisis etnografi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pekerjaan di lahan pertanian, peran perempuan tidak hanya terlibat dalam pekerjaan sebagai ibu rumah tangga namun perempuan juga mengambil peran di lahan pertanian untuk membantu sang suami. Pekrjaan petani di lahan pertanian di Desa Lagadi antara lain pembuatan pagar, pembersihan lahan kebun, penanaman dan pemanenan hasil pertanian. (2) banyak manfaat yang didapat dari adanya relasi gender baik dari pihak suami maupun dari pihak sang istri. Adapun manfaat yang didapat dari adanya relasi gender ini adalah pekerjaan terasa lebih ringan, hasil yang lebih mengutungkan dan dapat memenuhi kebutuhan keluarga dan kebutuhan pendidikan anak.
FUNGSI RITUAL KAAGO – AGO (RITUAL PENCEGAH PENYAKIT) PADA MASYARAKAT MUNA DI SULAWESI TENGGARA Aris, La Ode
Komunitas Vol 4, No 1 (2012): March 2012
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v4i1.2391

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan ritual kaago-ago dan fungsinya bagi masyarakat Muna di Sulawesi Tenggara. Ritual kaago-ago adalah ritual yang diadakan sebelum pergantian musim, dari musim timur ke musim barat atau sebaliknya. Ritual ini dilakukan dalam wujud melakukan hubungan pertalian dengan agen-agen tertentu yang bukan manusia, tetapi jin dan setan, agar mereka tidak mengganggu manusia, atau memunculkan penyakit pada manusia. Ritual kaago-ago atau ritual pencegahan penyakit dilakukan karena pada saat pergantian musim, umat manusia merasa tidak nyaman, tertekan, panik, dan lain sebagainya. Untuk itu, mereka melakukan suatu strategi dengan cara menyiasati keadaan, sehingga dapat mengatasi suatu kondisi yang labil.  Penelitian ini dilakukan di Desa Lohia Kecamatan Lohia Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara. Secara spesifik, kajian ini akan  terfokus pada fungsi ritual kaago-ago dalam kehidupan orang Muna masa kini. Untuk mengungkap hal itu, dipakai pendekatan kualitatif, sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipasi dan wawancara mendalam. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis etnografik.  Fungsi ritual kaago-ago adalah meliputi fungsi religius dan fungsi sosial. Fungsi religius dapat selamat atau terhindarnya manusia dari penyakit, tercapainya ketenangan jiwa, dan terjadinya hubungan baik antara manusia dengan makluk halus. Sedangkan, fungsi sosial yaitu terciptanya solidaritas sosial, kontrol sosial, edukasi dan intergrasi. This objective of this research is to describe Kaago- ago ritual and its function for Muna people in South Sulawesi. Kaago-ago ritual is the ritual held before the change of seasons, from east season to west season or vice versa. The ritual was done by communicating with certain supernatural beings, so they do not interfere with or spread diseases in humans. Kaago-ago ritual or rituals performed for disease prevention was done at the turn of the seasons because at that time, human  feel uncomfortable, distressed, frantic, and so forth. The ritual wes held to deal with the situation, so it can cope with  unstable condition created by seasons changes. The research was conducted in the village of Muna Lohia village, Lohia District Southeast Sulawesi. Specifically, this study will be focused on the function of kaago-ago rituals in the lives of today’s Muna. To reveal it, a qualitative approach was used, whereas the techniques of data collection were participant observation and in-depth interviews. Meanwhile, data analysis was done by using ethnographic analysis. Kaago-ago ritual has a religious function and social function. The religious functions include wellbeing, peace of mind, and good relationship among human beings and between human beings and non-human beings. The social functions include the creation of social solidarity, social control, education and integration.
PERAN KOMITMEN ORGANISASI SEBAGAI MEDIASI PENGARUH DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIA KENDARI La Ode Abdul Faris; La Hatani La Hatani; Asrip Putera
Jurnal Manajemen, Bisnis dan Organisasi (JUMBO) Vol 6, No 1 (2022): Jurnal JUMBO Vol 6 No 1
Publisher : Pascasarjana Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.017 KB) | DOI: 10.33772/jumbo.v6i1.27961

Abstract

This research aimed to determine the direct and indirect influence of work discipline and organizational culture to the employees performance trough organizational commitment. The population in this research was 119 employees in Kendari class IIA Penitentiary with 25% samples from 119 calculate by Arikunto. The data was collected by distributing questionnaires derectly to the respondent. The technique of data analysis was Partial Least Square (PLS) 3.0                 The research result showed work discipline influenced positively and signifikanly toward organizational commitment and employee performance. Organizational culture directly influence but not significant to organizational commitment. Organizational culture have positive and signifikant influence to employee performance. Organizational commitment have positive and significant influence to employee performance. Organization commitment is able to mediate work discipline on employees performance. Organization commitment is not to mediate organizational culture on employees performance.
Makna Tradisi Zakat Fitrah (Lawatino Pitaraa) dalam Pembentukan Karakter Kepedulian Sosial Masyarakat Etnik Muna Wa Kuasa Baka; Usman Rianse; La Ode Topo Jers; Sitti Hermina; Samsul Samsul; La Ode Aris
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol. 12 No. 2 (2023): Volume 12, Issue 2, June 2023
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/etnoreflika.v12i2.2049

Abstract

This research aims (1) to explain the procedure for implementing the tradition of zakat fitrah (known as "lawatino pitaraa") in the Muna ethnic community, and (2) to discover and explain the wisdom and symbolic meanings inherent in the tradition of zakat fitrah's implementation in shaping the character of the Muna ethnic community. This study was conducted in Muna Regency, Southeast Sulawesi Province. The selection of informants was carried out using the snowballing technique. The data collection techniques used were: (1) direct observation, (2) in-depth interviews, and (3) literature study related to zakat fitrah. Qualitative descriptive data analysis was performed on the procedure for implementation and the symbolic meanings of zakat fitrah in the tradition of the Muna ethnic community. The research findings indicate that: (1) The implementation of "lawatino pitaraa" in the Muna ethnic group is led by a "modhi" who functions as the zakat administrator. The main stages of its implementation include: (a) the "muzakki" (the person giving zakat) handing over money according to their zakat obligation or substituting it with rice or corn; (b) the "muzakki" articulating their intention, (c) the "muzakki" grasping the rice or corn, (d) the turn of the zakat administrator to hold the rice or corn while simultaneously blowing on it with intention, (e) the zakat administrator leading a prayer to Allah SWT followed by the "muzakki"; (2) The significance of zakat fitrah's implementation in fostering the social concern character of the Muna ethnic group includes values of honesty/integrity, adherence to principles, surrender, inner peace, and submission to Allah SWT for the forgiveness of sins, purification of wealth, hope for a better future life, health, and longevity, as well as gratitude to Allah SWT. Zakat fitrah represents a social responsibility to create collective happiness among different social, cultural, and economic groups.