Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Formulasi Sediaan Lotion Antinyamuk Dari Ekstrak Daun Malapari (Pongamia Pinnata (L.) Pierre) Terhadap Nyamuk Aedes Aegypti (Linnaeus, 1762) Asri, I Gusti Ayu Suasthiti; Arpiwi, Ni Luh; Suartini, Ni Made
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 12 No. 1 (2025)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2025.v12.i01.p2

Abstract

Nyamuk merupakan vektor penyakit yang dapat menyebarkan beberapa jenis penyakit seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), Malaria, Filariasis, Chikungunya dan Japanese encephalitis. Masyarakat diharapkan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap keberadaan nyamuk khususnya pada nyamuk Aedes aegypti yang dapat membawa virus dengue penyebab DBD. Salah satu cara untuk memberikan perlindungan kulit dari gigitan nyamuk dan dapat diterapkan sehari-hari secara terus-menerus yaitu dengan mengaplikasikan bahan antinyamuk kedalam lotion yang terbuat dari ekstrak daun malapari yang memiliki beberapa senyawa kandungan tumbuhan obat yang berkhasiat sebagai antinyamuk diantaranya: flavonoid, steroid, alkaloid dan terpenoid. Pembuatan ekstrak daun malapari pada lotion ini menggunakan metode ekstraksi dengan cara maserasi. Adapun tujuan dari pembuatan lotion antinyamuk yaitu untuk mengetahui daya proteksi lotion antinyamuk dengan konsentrasi yang berbeda terhadap gigitan nyamuk Ae. aegypti dan mengetahui tingkat kesukaan probandus terhadap lotion antinyamuk ekstrak daun malapari. Hasil uji daya proteksi menunjukkan persentase daya proteksi berbeda nyata antar perlakuannya (P<0,05). Formulasi lotion F3 memiliki daya proteksi tertinggi hingga jam ke-5, kemudian lotion F2 dengan daya proteksi hingga jam ke-2, lalu lotion F1 dengan daya proteksi hanya di jam ke-1, dan lotion F0 yang sama sekali tidak memiliki daya proteksi dari jam ke-1 hingga jam ke-6. Tingkat kesukaan probandus terhadap formulasi lotion F1 mendapat penilaian sangat disukai, kemudian lotion F0 mendapat penilaian suka, lotion F2 dengan penilaian tidak suka dan lotion F3 mendapat penilaian sangat tidak disukai oleh probandus. Kata kunci: antinyamuk, Aedes aegypti, lotion, malapari
Formulasi Sediaan Lotion Antinyamuk Dari Ekstrak Daun Malapari (Pongamia Pinnata (L.) Pierre) Terhadap Nyamuk Aedes Aegypti (Linnaeus, 1762) Asri, I Gusti Ayu Suasthiti; Arpiwi, Ni Luh; Suartini, Ni Made
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 12 No. 1 (2025)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2025.v12.i01.p2

Abstract

Nyamuk merupakan vektor penyakit yang dapat menyebarkan beberapa jenis penyakit seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), Malaria, Filariasis, Chikungunya dan Japanese encephalitis. Masyarakat diharapkan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap keberadaan nyamuk khususnya pada nyamuk Aedes aegypti yang dapat membawa virus dengue penyebab DBD. Salah satu cara untuk memberikan perlindungan kulit dari gigitan nyamuk dan dapat diterapkan sehari-hari secara terus-menerus yaitu dengan mengaplikasikan bahan antinyamuk kedalam lotion yang terbuat dari ekstrak daun malapari yang memiliki beberapa senyawa kandungan tumbuhan obat yang berkhasiat sebagai antinyamuk diantaranya: flavonoid, steroid, alkaloid dan terpenoid. Pembuatan ekstrak daun malapari pada lotion ini menggunakan metode ekstraksi dengan cara maserasi. Adapun tujuan dari pembuatan lotion antinyamuk yaitu untuk mengetahui daya proteksi lotion antinyamuk dengan konsentrasi yang berbeda terhadap gigitan nyamuk Ae. aegypti dan mengetahui tingkat kesukaan probandus terhadap lotion antinyamuk ekstrak daun malapari. Hasil uji daya proteksi menunjukkan persentase daya proteksi berbeda nyata antar perlakuannya (P<0,05). Formulasi lotion F3 memiliki daya proteksi tertinggi hingga jam ke-5, kemudian lotion F2 dengan daya proteksi hingga jam ke-2, lalu lotion F1 dengan daya proteksi hanya di jam ke-1, dan lotion F0 yang sama sekali tidak memiliki daya proteksi dari jam ke-1 hingga jam ke-6. Tingkat kesukaan probandus terhadap formulasi lotion F1 mendapat penilaian sangat disukai, kemudian lotion F0 mendapat penilaian suka, lotion F2 dengan penilaian tidak suka dan lotion F3 mendapat penilaian sangat tidak disukai oleh probandus. Kata kunci: antinyamuk, Aedes aegypti, lotion, malapari
UJI EFEKTIVITAS FUNGISIDA DAN EKSTRAK KACANG HIJAU DALAM AKLIMATISASI ANGGREK Dendrobium Phalaenopsis Fitzg. YANG TERKONTAMINASI : TESTING THE EFFECTIVENESS OF FUNGICIDES AND MUNG BEAN EXTRACT IN THE ACCLIMATIZATION OF CONTAMINATED Dendrobium Phalaenopsis Fitgz. ORCHIDS Fitri, Silvia Mona; Arpiwi, Ni Luh; Joni, Martin
SIMBIOSIS Simbiosis Volume 13 No. 2 2025
Publisher : Program Studi Biologi Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JSIMBIOSIS.2025.v13.i02.p01

Abstract

Orchid plants are difficult to develop naturally and often require human assistance, one method being through tissue culture. Tissue culture has limiting factors, such as contamination by microbes. This study aims to determine the optimal soaking time in fungicide to eliminate fungal contamination and to find the best concentration of mung bean extract for the growth of Dendrobium larat orchids. This experimental research uses a completely randomized factorial design with 2 factors, comprising 12 treatment combinations and 3 repetitions.The first factor is the duration of fungicide soaking at 0 minutes, 30 minutes, and 60 minutes in an antracol fungicide solution at a dose of 1.50 g/L. The second factor is the addition of mung bean extract at 0 g/L, 50 g/L, 70 g/L, and 90 g/L. The best fungicide soaking duration was found to be 60 minutes. The measurable parameters showed that the highest plant growth and the longest root length occurred with fungicide soaking for 60 minutes and the addition of mung bean extract at a concentration of 70 g/mL. The highest number of leaves was observed with fungicide soaking for 60 minutes and the addition of mung bean extract at a concentration of 50 g/mL. Keywords: Dendrobium larat, antracol, decontamination