Claim Missing Document
Check
Articles

Reliability Evaluation of Kumpai Feeder Distribution System at PT. PLN (Persero) ULP Siantan Kurniawan, Ari Kurniawan; Fitriah, Fitriah; Arsyad, M. Iqbal
ELKHA : Jurnal Teknik Elektro Vol. 13 No. 2 October 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/elkha.v13i2.48660

Abstract

The research on reliability index of a feeder aims to evaluate the reliability level of a feeder using the Reliability Index Assessment (RIA) method. This method evaluates the reliability of a 20 kV distribution network by calculating the reliability indexes of each load point. The evaluation results show the reliability index value per section of the Kumpai Feeder at PT. PLN (Persero) ULP Siantan within one year. The SAIFI values are 0.0092; 0.0012; 12,477; 0.0596; 0.0204; 0.0470; 0.0155; 0.0728, the SAIDI values are 0.0277; 0.0042; 37,746; 0.1862; 0.0741; 0.1524; 0.0493; 0.2209, the CAIDI values are 3.0108; 3.5; 3,025; 3.1241; 3.6323; 3.2425; 3.1806; 3.0343, the MAIFI values are 0; 5,480; 0.2145; 0.0020; 0.0038; 0.0042; 0.0006; 0.0014. The calculation results show that the 20 kV distribution system at PT. PLN (Persero) ULP Siantan at the Kumpai Feeder can be categorized as unreliable. Because the SAIFI value of this feeder exceeds the standard set by PT. PLN (Persero) which are 12.477 times/customer/year and 3.2 times/customer/year, respectively. The factors affecting the reliability index of the Kumpai feeder are the number and duration of blackouts, the number of customers, and the length of the distribution system channel.
STUDI PERENCANAAN PEMBANGUNAN PENYULANG BARU UNTUK PEMBAGIAN BEBAN PENYULANG SAHANG 1 DAN RAYA 17 PT PLN (PERSERO) ULP SIANTAN Saadah, Ayati; Arsyad, M. Iqbal; -, Junaidi
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2020): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan akan energi listrik yang semkain meningkat membuat PT PLN (Persero) selaku penyedia tenaga listrik harus bisa memenuhi kebutuhan pelanggan dan harus menjaga kehandalan serta kontinuitas suplai energi listrik. Penelitian ini mengenai kondisi penyulang Sahang 1 dan Raya 17 pada PLN ULP Siantan UP3 Pontianak memiliki pembebanan yang berat dan panjangnya  penyulang membuat drop tegangan dan susut kWh yang hilang semakin besar. Adanya penambahan daya pada pelanggan industri yang disuplai dari penyulang Raya 17 serta pengembangan dibidang pemerintahan di daerah Sui Ambawang Siantan membuat PLN sebagai penyedia satu-satunya dalam bidang kelistrikan harus mampu melayani pelanggan dengan baik. Untuk mengatasi masalah tersebut dibuat perencanaan mengenai penambahan penyulang baru dengan dibangun gardu hubung (GH) untuk meningkatkan keandalan dan kontinuitas pelayanan listrik di ULP Siantan. Berdasarkan hasil perhitungan dan simulasi menggunakan software Etap 12.6 didapat hasil drop tegangan yang awalnya 14% menjadi dibawah 5% dan susut kWh yang awalnya 18% menjadi dibawah 5% untuk setiap penyulang yang telah dilakukan pembagian beban. Biaya investasi yang dikeluarkan untuk pembangunan penyulang baru dengan GH sebesar 42 milyar dengan pay back period (PP) atau pengembalian modal selama 1,62 tahun  dan provitability index (PI) atau perhitungan keuntungan proyek adalah 4 kali selama 25 tahun masa proyek.
EVALUASI KOORDINASI OVER CURRENT RELAY DAN FUSE CUT OUT PADA PENYULANG PANGSUMA Azizah, Nur Hidayatul; Arsyad, M. Iqbal; Sirait, Bonar
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2021): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan hubung singkat yang terjadi pada penyulang harus diatasi agar dapat berkoordinasi dengan baik antar zona dengan cara mengatur koordinasi pada peralatan proteksi. Agar dapat menganalisa koordinasi rele arus lebih yang berada di sepanjang Penyulang Pangsuma dengan Panjang 82,53 Kms, maka perhitungan arus gangguan hubung singkat dibagi menjadi lima titik gangguan berdasarkan persentase Panjang penyulang, yaitu 0%, 25%, 50%, 75% dan 100%. Hasil perhitungan arus gangguan hubung singkat maksimum terjadi pada gangguan hubung singkat 3 fasa pada kilometer 0 sebesar 5399,0785 A. Setting rele OCR pada Penyulang pangsuma tms = 0,4711, t = 0,6 dengan setting kondisi eksisting tms = 0,1 dan t = 0,5 detik selanjutnya Recloser Anjungan tms = 0,0788, t = 0,35 dengan setting kondisi eksisting tms = 0,1 dan t = 0,1 detik selanjutnya pada CB Mandor tms = 0,0236 detik, t = 0,1 detik dengan setting kondisi eksisting t = 0,12 dan t =  0,1 detik. Dari hasil pengamatan data yang diperoleh dan dibandingkan dengan kondisi lapangan menunjukan bahwa masih terdapat kesalahan koordinasi di lapangan, yaitu pada setting rele arus lebih dimana kurva koordinasi setting waktu terdapat perpotongan antara CB Mandor dengan Recloser Anjungan, hal ini mengakibatkan jika terjadi gangguan hubung singkat pada CB Mandor maka Recloser Anjungan akan ikut merasakan dan lepas secara bersamaan yang mana menyebabkan pemadaman akibat gangguan menjadi meluas. Pemilihan sekring Fuse Cut Out (FCO) pada Percabangan Semboja dengan arus nominal sebesar 12,55 Ampere maka rekomendasi pemilihan fuselink sebesar 12 Ampere dan Percabangan Sekilap dengan arus nominal sebesar 17,32 Ampere maka rekomendasi pemilihan fuselink sebesar 20 Ampere dengan masing masing fuselink menggunakan tipe K (tipe cepat).
APLIKASI ARTIFICIAL INTELLEGENCE DALAM PERAMALAN KEBUTUHAN ENERGI LISTRIK DI KOTA PONTIANAK DAN SEKITARNYA Sitohang, Gabriel Yourky; Arsyad, M. Iqbal; Abidin, Zainal
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2021): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peramalan kebutuhan energi listrik sangat penting dilakukan hal ini tentu bertujuan untuk mengetahui berapa besar energi listrik untuk tahun mendatang. Hal tersebut berupaya untuk tidak merugikan pihak penyedia energi listrik yaitu PT. PLN (persero) karena dalam hal ini tentu banyak biaya yang dikeluarkan, itulah pentingnya melakukan peramalan energi listrik untuk tahun mendatang supaya tidak memakan biaya dan sumber daya lain yang banyak. Didalam penelitian ini menggunakan Artificial Intellegence (AI) atau yang biasa disebut kecerdasan manusia. Kecerdasan manusia ini berbentuk aplikasi yaitu Matlab yang membantu dalam aksi peramalan kebutuhan energi listrik di Kota Pontianak, dan metode yang digunakan adalah metode JST (jaringan syaraf tiruan) yang mana jaringan syaraf tiruan ini memiliki jaringan yang sama seperti otak manusia. Yang dapat memperlajari suatu jaringan neuron  untuk dikembangkan hasilnya. Di penelitian ini tentu juga harus memiliki data sebagai penunjang untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Data yang digunakan adalah data energi terjual. Data tersebut diambil dalam kurun waktu lima (5) tahun yang lalu. Selanjutnya data tersebut dipisahkan menjadi dua bagian, yaitu untuk proses training dan proses pengujian. Setelah itu dilakukan pelatihan dengan memasukan data latih yang terlah dipisahkan, dalam pelatihan hasil terbaik ialah menggunakan training function trainlm yakni menghasilkan error sebesar 0,00000469. Error ini sangat kecil dan dapat diteruskan dengan pengujian. Didalam pengujian data yang dimasukan tentu sudah dipisahkan sejak awal. Pengujian telah dilakukan kemudian akan keluar hasil untuk peramalan kebutuhan energi listrik untuk tahun kedepannya. Dalam penelitian ini kebutuhan energi listrik di Kota Pontianak memiliki rata-rata pertumbuhan yaitu 5%.
KAJIAN PEMENUHAN KEBUTUHAN DAYA LISTRIK UNIVERSITAS TANJUNGPURA PASCA PEMBANGUNAN GEDUNG BARU 7 IN 1 YANG DISUPLAI OLEH PT. PLN UP3 PONTIANAK Nasrullah, Muhammad; Arsyad, M. Iqbal; Sirait, Bonar
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2020): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian pemenuhan kebutuhan daya listrik di Universitas Tanjungpura yang disuplai oleh PT. PLN (Persero) Pontianak diketahui berdasarkankan dibangunnya gedung baru 7 In 1 yang membahas tentang perkiraan besar kebutuhan daya listrik disetiap sektor Universitas Tanjungpura sebelum dan sesudah dibangunnya gedung baru 7 in 1 serta untuk beberapa tahun yang akan datang dengan melakukan analisis terhadap data yang diperoleh di lapangan. Sebelum dibangunnya gedung baru 7 In 1, universitas Tajnungpura memiliki daya tersambung total sebesar 3.715 kVA dengan jumlah trafo sebanyak 18 unit beserta gardu beton. Untuk mengetahui besarnya beban pada saat ini dan beberapa tahun yang akan mendatang, perhitungan dilakukan dengan terlebih dahulu mendapatkan beban rata-rata, faktor beban da  faktor kebutuhan. Selanjutnya dilakukan proses perkiraan dengan pendekatan statistik menggunakan metode fungsi regresi linier. Dari hasil yang diperoleh, perkiraan kebutuhan daya listrik saat ini (tahun 2020) di Universitas Tanjungpura adalah sebesar 5.692 [kVA] dengan beban rata-rata 35,56 kW, faktor beban 142,12% dan faktor kebutuhan 48,84%. Sedangkan perkiraan kebutuhan daya listrik pada april tahun depan adalah sebesar 6.186,87 [kVA]. Perbandingan proses perkiraan tersebut adalah untuk menentukan akurasi menjamin terpenuhinya kebutuhan daya listrik pada masa yang akan datang. Sehingga perlu dilakukan pengawasan dan evaluasi secara berkelanjutan untuk mengantisipasi ketersediannya daya listrik yang cukup dimasa yang akan datang.
Desain Perencanaan Instalasi Listrik di Gedung Operasi dan Bersalin Rumah Sakit Umum Daerah dr. Agoesdjam Ketapang Sutrisno, M.; Arsyad, M. Iqbal; Pontia W, F. Trias
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2021): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Sakit Umum Daerah dr.Agoesdjam Ketapang sedang merencanakan pembangunan gedung baru yaitu gedung operasi dan bersalin. Gedung operasi dan bersalin rumah sakit umum daerah dr. Agoesdjam Ketapang direncanakan dengan luas bangunan 2032 m2  yang terdiri dari  dua lantai. Agar terciptanya pelayanan yang baik, nyaman, tenang dan keamanan keselamatan jiwa manusia, perencanaan instalasi listrik pada bangunan rumah sakit ini harus sesuai dengan  Standar Nasional Indonesia (SNI) yaitu  berdasarkan Persyaratan Umum Instalasi Listrik dan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 24 tahun 2016 tentang persyaratan teknis bangunan dan prasarana rumah sakit. Penelitian pada perencanaan instalasi gedung ini menggunakan metode studi studi literatur dan metode diskriptif analitik. Dalam perencanaan gedung operasi dan bersalin rumah sakit umum daerah dr. Agoesdjam Ketapang ini ada melakukan beberapa perhitungan untuk mencari kebutuhan iluminasi penerangan, kapasitas AC (Air Conditioner), besar pengaman, luas penampang, beban total, dan jatuh tegangan serta membuat line diagram. Berdasarkan hasil perhitungan dan Analisa jumlah lampu yang akan digunakan adalah 433 buah lampu dan 41 buah Air Conditioner dengan total keseluruhan beban yang dibutuhkan di gedung operasi dan bersalin rumah sakit umum daerah dr.Agoesdjam Ketapang adalah 54,475 kW. 
ANALISA AUDIT ENERGI PADA GEDUNG DINAS PERHUBUNGAN DAN LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN MEMPAWAH Gusnaldi, -; Gianto, Rudy; Arsyad, M. Iqbal
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2021): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi listrik merupakan salah satu hal yang dibutuhkan manusia dalam kehidupan sehari – hari dimana energi listrik merupakan salah satu energi yang sangat berperan penting dalam kehidupan manusia pada zaman ini. Maka dari itu Tujuan penelitian akan Menentukan nilai Konsumsi Energi Listrik (IKE) di gedung Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Mempawah, serta mencari peluang hematan energi pada gedung DPLH Kabupaten Mempawah serta Merekomendasikan penghematan energi pada jangka pendek dan jangka menengah. Pada data konsumsi energi listrik gedung DPLH Kabupaten Mempawah dapat dilihat dari data rekening pembayaran dari tahun 2016 -2020 yang memiliki dua perhitungan lantai 1 (satu) dan lantai 2 (dua) dengan menggunakan metode Studi literatur, Teknik Observasi, Metode Analisis Komparatif, sehingga penelitian audit energi awal didapatkan total IKE pada lantai 1 (satu) sebesar 105.512,20 kWh dengan biaya sebesar Rp. 141.700.774,- per tahun dan pada lantai 2 (dua) sebesar 99.027,46 kWh dengan biaya sebesar Rp. 132.991.898,- per tahun, berdasarkan standar IKE yang ditetapkan yaitu 240 kWh / m2 pertahun. Gedung DPLH Kabupaten Mempawah memiliki total IKE yang tergolong efisien. Pada total konsumsi yang didapat masih bisa menekan IKE dengan melakukan Peluang Hemat Energi (PHE) dengan cara penggantian lampu SL Neon ke lampu LED dan penggantian Refrigerant Sintetic HCFC-R22 dengan menggunakan Refrigerant Musicool menghasilkan perbandingan sesudah penggantian tersebut mampu menekan penurunan Konsumsi Energi Listrik dari penggunaan konsumsi lampu sebesar 35%, sedangkan pada penggunaan AC sebesar 15% dari total konsumsi Energi Listrik pada gedung DPLH kabupaten Mempawah.
Evaluasi Perencanaan Sistem Penerangan Hotel Q Kubu Raya Kalimantan Barat Fauzi, Ahmad; Arsyad, M. Iqbal; Pontia W, F. Trias
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2021): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem penerangan atau pencahayaan menjadi salah satu fasilitas pendukung sebuah bangunan. Penerangan yang baik haruslah mengacu pada peraturan dan ketentuan yang berlaku sesuai dengan standar bangunan yang dipilih. Hotel merupakan   suatu   badan usaha  yang bergerak   dibidang   jasa   dengan   fokus kegiatannya adalah untuk melayani tamu yang datang dengan pelayanan yang terbaik. Hotel Q Kubu Raya Kalimantan Barat adalah Hotel yang dibangun diarea komplek Qubu Resort Kubu Raya Kalimantan Barat yang memiliki ketinggian sekitar 17,34 m dengan luas 697,5 m2 dan memiliki  4 laintai. Mengevaluasi perencanaan sistem penerangan pada Hotel Q  ini diharapkan mampu membantu mengetahui kekurangan yang ada pada Perencanaan sistem penerangan, dengan tidak mengurangi kenyamanan dan  fungsi ruang pada hotel itu sendiri. Setelah dilakukan perhitungan jumlah lampu yang dibutuhkan dan kemudian dibandingkan dengan perencanaan yang sudah ditentukan, terdapat banyak selisih antara perencanaan dengan perhitungan yang telah dilakukan yakni sebanyak 79 ruangan hasil perbandingannya negatif (-) yang menunjukan bahwa terdapat perencanaan jumlah lampu yang lebih kecil dari perhitungan jumlah lampu yang dibutuhkan.  Sedangkan untuk hasil positif (+) sebanyak 5 ruangan yang menunjukan bahwa terdapat perencanaan jumlah lampu yang lebih besar dari perhitungan jumlah lampu yang dibutuhkan, dan 34 ruangan lainnya hasilnya nol (0) yang menunjukan bahwa perencanaan jumlah lampu yang sudah ditentukan sama dengan perhitungan jumlah lampu yang dibutuhkan. Dari hasil pembahasan menunjukan bahwa perencanaan sistem penerangan pada masing-masing ruangan pada Hotel Q Kubu Raya Kalimantan Barat tidak memenuhi standar PUIL 2000 (SNI 03-6197-2000), hal ini dibuktikan dari banyaknyaknya perencanaan jumlah lampu yang sudah ditentukan hasilnya negatif (-) yakni sebanyak 79 ruangan dan hasil positif sebanyak 5 ruangan dari total seluruh ruangan sebanyak 118 ruangan, dan jika dipersentasikan ruangan yang tidak memenuhi standar mencapai 71,18%. Dari hasil rekapitulasi perhitungan kebutuhan daya dan kepadatan daya, menunjukan bahwa hasil perhitungan jumlah lampu yang dibutuhkan masing-masing ruangan pada Hotel Q Kubu Raya Kalimantan Barat nilai kepadatan dayanya masih dibawah batas standar yang telah ditetapkan, sehingga perhitungan ulang yang dilakukan berdasarkan standar BSN PUIL 2000 terhadap jumlah lampu yang dibutuhkan sudah memenuhi standar dan sangat direkomendasikan untuk digunakan sebagai acuan jika nantinya akan dilakukan perbaikan terhadap sitem perencanaan penerangan yang telah terpasang (existing).
STUDI TEKNIS DAN EKONOMIS SISTEM ENERGI HIBRIDA DIESEL-SURYA-ANGIN DI PULAU LEMUKUTAN KABUPATEN BENGKAYANG Humaidi, -; -, Yandri; Arsyad, M. Iqbal
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2021): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada umumnya, mayoritas pasokan energi listrik di Indonesia disuplai dengan pembangkit listrik berbahan bakar fosil. Pemanfaatan sumber energi fosil sebagai penghasil energi listrik secara masif memberikan efek yang tidak ramah terhadap lingkungan dan kesehatan serta tingginya biaya operasional generator diesel, sehingga diperlukan pengembangan energi terbarukan secara hibrida yang lebih bersih dan ekonomis dalam menggantikan peran energi fosil sebagai penyuplai energi listrik.  Penelitian ini mengkaji tentang potensi energi hibrida yang dapat digunakan sebagai penyokong kebutuhan listrik di Pulau Lemukutan baik dari sisi teknis dan juga ekonomisnya. Piranti perangkat lunak HOMER digunakan untuk menganalisis potensi energi hibrida tersebut . Potensi energi baru terbarukan yang dapat dimanfaatkan di Pulau Lemukutan yang paling optimal adalah energi surya. Kebutuhan energi listrik di Pulau Lemukutan selama 24 jam atau satu hari sebesar 1.186,17 kWh/hari. Sehingga kebutuhan energi listrik selama satu tahun adalah 432.953 kWh/tahun. Dalam aspek teknis pemenuhan kebutuhan energi listrik dilakukan dengan skenario konfigurasi paling optimal, yaitu sistem energi hibrida diesel-surya. Dari hasil simulasi didapat kapasitas generator diesel yang terpasang sebesar 140 kW, panel surya sebesar    85,4 kW, baterai memiliki kemampuan menyalurkan 12.376 kWh/tahun dengan susut energi sebesar 2.476 kWh/tahun, dan kapasitas sistem konverter untuk inverter dan rectifier  berturut-turut adalah sebesar 57,1 kW dan 57,1 kW. Sistem mampu menghasilkan energi listrik sebesar 368.989  kWh/tahun dari sistem pembangkit tenaga diesel dan 130.142 kWh/tahun dari sistem pembangkit tenaga surya. Total energi yang dihasilkan dari keseluruhan sistem energi hibrida diesel-surya adalah sebesar 499.131 kWh/tahun. Dalam aspek ekonomis, pada skenario sistem energi hibrida yang paling optimal yaitu sistem energi diesel-surya dengan total net present cost ­­­(NPC) dihasilkan sebesar Rp38.545.108.000,00, dengan total biaya tahunan (annualized cost) sebesar Rp1.743.914.200,00, biaya operasional (operational cost) sebesar Rp1.508.131.660,00 dan levelized cost of energy (LCOE) sebesar Rp4.031,00/kWh. Berbeda hal dengan skenario sistem energi menggunakan pembangkit tenaga diesel saja, dimana besar daya dari name plate sebesar 175 kVA dengan faktor daya 0,8 sehingga besar daya diesel 140 kW, dan hasil simulasi didapat total net present cost (NPC) sebesar Rp45.710.648.620,00,  total biaya tahunan sebesar Rp2.068.108.280,00, total levelized cost of energy (LCOE) sebesar Rp4.399,00/kWh dan biaya operasional terhitung sebesar Rp2.023.770.000,00. Secara keseluruhan, diketahui bahwa sistem energi hibrida diesel-surya lebih ekonomis dibanding dengan sistem energi diesel saja dengan persentase penghematan mencapai 16,30%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sistem energi hibrida diesel-surya yang lebih direkomendasikan untuk diterapkan dalam memenuhi kebutuhan energi listrik di Pulau Lemukutan.
PEMANFAATAN LIMBAH SEKAM PADI TERHADAP PENURUNAN RESISTANSI PENTANAHAN MENGGUNAKAN ELEKTRODA PLAT BERBENTUK PERSEGI Wahyuningsih, Riska; -, Purwoharjono; Arsyad, M. Iqbal
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2021): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan mengetahui pengaruh penambahan arang sekam padi dengan menggunakan jenis tanah gambut yang berlokasi di Jalan Raya Desa Mega Timur P. Lengkong Kecamatan Sungai Ambawang Pontianak Kaliamantan Barat. Pengukuran dilakukan dengan metode 3 titik menggunakan alat ukur Earth Resistance Tester model 4105A. Penelitian ini dilakukan dengan 4 model elektroda A,B,C,D dengan ukuran luas bervariasi mulai dari 15x15 cm2 hingga 60x60 cm2. Elektroda yang digunakan terbuat dari bahan alumunium dengan ketebalan plat 2 mm. Penambahan ketebalan arang sekam padi dibuat bervariasi dengan kedalaman maksimal 120 cm. Hasil pengujian dengan penurunan maksimum didapatkan pada skenario 1 kedalaman 120 cm menggunakan elektroda model D dengan nilai resistansi pentanahan sebesar 9,01 Ohm dan skenario 2 didapatka resistansi pentanahan sebesar 4,05 Ohm turun sebesar 66,80%. Hasil pengukuran resistansi pentanahan pada skenario 3 ketebalan 120 cm menggunakan elektroda model D sebesar 4,05 ohm, pada metoda skenario 4 mengguakan elektroda model D didapatkan hasil 4,08 ohm. Nilai resistansi pentanahan terendah yang didapatkan dengan metoda skenario 5 sebesar 3,83 Ohm. Pengaruh variasi ukuran luas elektroda plat berbentuk persegi berpengaruh terhadap penurunan resistansi pentanahan, dimana semakin luas elektroda plat berbentuk persegi maka nilai resistansi pentanahan semakin rendah.