Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI PROFIL TEGANGAN DAN RUGI-RUGI DAYA AKIBAT PENAMBAHAN GARDU DISTRIBUSI SISIPAN TERHADAP JARINGAN TEGANGAN MENENGAH (JTM) 20 Kv Andini Nada Nisrina; M. Iqbal Arsyad; Bonar Sirait
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 2: Juli 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i2.48815

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemasangan gardu distribusi sisipan terhadap profil tegangan dan rugi-rugi daya yang terjadi pada penyulang. Pemasangan gardu distribusi sisipan bertujuan untuk mengatasi overload yang terjadi pada transformator agar tidak terjadi kerusakan pada gardu distribusi. Penelitian ini dilakukan menggunakan studi aliran daya dengan metode pendekatan langsung (direct method) untuk mengetahui nilai tegangan bus serta aliran daya aktif dan reaktif yang mengalir terhadap setiap skenario pemasangan gardu distribusi sisipan yang dilakukan. Penelitian ini dilakukan pada Penyulang Raya 15 dan Penyulang Durian 3 dengan 5 skenario penambahan gardu distribusi sisipan yaitu penambahan 1 gardu, penambahan 2 gardu, penambahan 3 gardu, penambahan 1 gardu dengan kapasitas yang lebih besar dan penambahan gardu pada bus baru. Berdasarkan hasil yang didapat dapat disimpulkan bahwa pemasangan gardu distribusi sisipan pada jaringan tegangan menengah (JTM) 20 kV memiliki dampak yang kurang baik terhadap profil tegangan dan rugi-rugi daya yang terjadi pada penyulang. Semakin banyak gardu distribusi sisipan yang dipasang pada suatu penyulang dan semakin besar kapasitas gardu distribusi yang dipasang, maka rugi daya yang terjadi akan semakin besar pula hal tersebut diakibatkan oleh arus yang mengalir pada gardu dan beban yang terdapat pada gardu distribusi. Semakin besar beban pada gardu distribusi maka arus yang mengalir pada gardu tersebut juga akan semakin besar. Oleh karena itu diperlukan adanya pemasangan injeksi daya reaktif, penggantian kabel penghantar ataupun pemasangan Distributed Generation untuk memperbaiki profil tegangan dan rugi daya yang terjadi pada jaringan tegangan menengah.
PERHITUNGAN INDEKS KEANDALAN PADA JARINGAN DISTRIBUSI 20 KV DI PT PLN (PERSERO) ULP RASAU JAYA Tiya Nurul Lestari; M. Iqbal Arsyad; Fitriah -
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 11, No 1: Januari 2023
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v11i1.62009

Abstract

Tenaga listrik merupakan komponen penting dalam kehidupan masyarakat untuk memenuhi berbagai kebutuhan serta dalam rangka peningkatan kualitas hidup masyarakat. Faktor keandalan juga perlu menjadi perhatian dalam mengoperasikan sistem jaringan distribusi. Indeks-indeks keandalan yang sering digunakan dalam suatu sistem distribusi adalah SAIFI (System Average Interruption Frequency Index), SAIDI (System Average Interruption Duration Index), CAIDI (Costumer Average Interruption Duration Index), CAIFI (Costumer Average Interruption Frequency Index), dan MAIFI (Momentary Average Interruption Frequency Index). Tujuan penelitian ini untuk menentukan indeks dan perbandingan nilai keandalan dengan menggunakan metode FMEA dan RIA SPLN 68-2 : 1986 dan IEEE std 1366 – 2003. Dalam penelitian ini data diambil dari tahun 2018 sampai 2021 di PT PLN (Persero) ULP Rasau Jaya menggunakan 2 metode yaitu metode RIA untuk menghitung laju kegagalan, lama gangguan, MTTR, MTTF, MTBF dan indeks keandalan. Metode FMEA untuk menghitung MTTR, MTTF, laju kegagalan, laju perbaikan dan indeks keandalan. Hasil akhir penelitian ini menunjukan bahwa nilai indeks keandalan yang memenuhi standar terdapat pada tahun 2018 sebesar 0,3003 kali/tahun, tahun 2020 sebesar 0,1437 kali/tahun, tahun 2021 sebesar 0,016 kali/tahun dan yang tidak memenuhi standar terdapat pada tahun 2019 sebesar 11,6915 kali/tahun untuk metode FMEA dan untuk metode RIA tidak ada yang memenuhi standar atau hasil dari perhitungan melebihi standar yang digunakan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa metode FMEA merupakan metode yang memenuhi standar dan metode RIA merupakan metode yang tidak memenuhi standar.
AUDIT ENERGI LISTRIK PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) TIRTA KHATULISTIWA Fernanda Khaira Alsey; Junaidi -; M. Iqbal Arsyad
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 7, No 2: Juli 2019
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v7i2.35147

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengaudit energi listrik yang terjadi pada PDAM Tirta Khatulistiwa Pontianak. PDAM Tirta Khatulistiwa adalah perusahan daerah pemasok air bersih utama di Pontianak yang berdiri sejak tahun 1975. Penggunaan energi listrik terbesar PDAM Tirta Khatulistiwa terletak pada Unit Instalasi Pengolahan Air Imam Bonjol dengan rata-rata penggunaan energi sebesar 1.051 MWh/bulan. Rata-rata penggunaan energi listrik perhari pada IPA Imam Bonjol sebesar 35.033 kWh/ hari dengan persentase penggunaan beban yaitu 85,6% untuk sistem pompa, 9,3% untuk pendingin ruangan (AC), 1,6% untuk lampu penerangan, dan 3,5% untuk beban komputer dan beban-beban peralatan listrik lainnya. Hasil dari perhitungan Intensitas Konsumsi Energi dilihat dari standar ASEAN-USAID tahun 1992, IPA Imam Bonjol untuk tahun 2018 masih dibawah standar untuk kategori perkantoran yaitu sebesar 223,20 kWh/m2. Untuk Intensitas Konsumsi Energi perbulannya menurut Standar IKE Departemen Pendidikan RI tahun 2004 masuk dalam kategori agak boros dan boros (14,58 s/d 23,75 kWh/m2). Dalam penelitian ini didapatkan Peluang penghematan pada stasiun pompa adalah sebesar 193,79 kWh/hari dengan menentukan pompa mana yang lebih efisien untuk dioperasikan, kemudian pada sistem penerangan didapatkan penghematan energi listrik sebesar 28,22 kWh/hari dengan mengganti 98 buah lampu TL 36 Watt menjadi lampu LED 22 Watt, dan penghematan pada sistem pendingin ruangan (AC) yaitu dengan mengganti AC konvensional dengan AC Inverter (30% lebih hemat dari AC konvensional) yang akan mengguntungkan senilai Rp.4.796.388,-  per 1 buah AC setelah pengoperasian selama 4 tahun.
Evaluasi Instalasi Listrik Dan Penerangan Pada Gedung Unit Pengembangan Benih Tanaman Pangan Dan Holtikutura(UPBTPH) Kabupaten Mempawah Fafirius Fam; M. Iqbal Arsyad; Abang Razikin
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 7, No 2: Juli 2019
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v7i2.35509

Abstract

Gedung UPBTPH Kabupaten Mempawah merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bidang pengembangan benih tanaman pangan dan hortikultura terpasang daya PT. PLN (Persero) sebesar 13.200 VA. Dengan adanya beberapa penambahan peralatan berupa Air Conditioning (AC), jumlah titik lampu, dan peralatan lainnya, daya tersebut tidak mencukupi lagi untuk melayani beban. Hal tersebut berindikasi sering terjadinya overload pada pembatas arus (MCB) pada waktu terjadinya penambahan beban. Berdasarkan hasil observasi dilapangan total beban pada saat ini sebesar 32.598 Watt dengan beban antar fasanya tidak seimbang, sehingga perlu dilakukan penambahan daya dan perbaikan instalasi untuk memperoleh keseimbangan beban pada setiap fasanya. Dengan upaya perbaikan instalasi pada Gedung UPBTPH Kabupaten Mempawah, diperoleh  jumlah beban pada fasa R sebesar 10.850 Watt, fasa S sebesar 10.877 Watt, dan fasa T sebesar 10.871 Watt. Sedangkan kapasitas daya PT. PLN (Persero) yang diusulkan sebesar 33.000 VA, dengan pembatas arus MCB sebesar 3 x 50 A pada masing-masing fasanya. Berdasarkan hasil pengukuran, diperoleh bahwa kualitas penerangan untuk setiap ruangan pada Gedung UPBTPH Kabupaten Mempawah masih belum mencapai standar kualitas yang ditentukan SNI 03-6575-2001. Sehingga untuk memperbaiki kualitas penerangan pada ruangan-ruangan Gedung UPBTPH Kabupaten Mempawah yaitu dengan menambah titik lampu sesuai perhitungan atau mengubah lampu dengan daya lebih besar/terang.
Penyelesaian Economic Disptach Pada Pembangkit Termal Menggunakan Metode Harmony Search Algorithm Muhammad Wirawan Suryono; M. Iqbal Arsyad; Rudy Gianto
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 1: Januari 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i1.47362

Abstract

Untuk melayani beban dengan nilai tertentu maka yang perlu diperhatikan adalah beberapa daya yang harus dibangkitkan oleh setiap unit pembangkit sehingga diperoleh biaya pembangkitan yang ekonomis atau biasa juga disebut dengan Economic Dispatch. Untuk mengatasi masalah Economic Dispatch berbagai teknik optimasi telah diterapkan, salah satunya adalah metode Harmony Search Algorithm.HSA telah banyak perhatian karena ada beberapa kelebihan diantaranya pada sistem yang kompleks HSA dapat mengungguli, mudah diimplementasikan, dan komputasi waktu yang cepat bila dibandingkan dengan metode Artificial Intelegence (AI) lainnya. Metode Harmony Search Algorithm (HSA) adalah metode yang terinspirasi dari pertunjukan seni musik dengan mekanisme pencarian menggunakan harmoni atau bunyi nada yang terbaik sehingga terlihat bagus didengar. Adapun tahapan untuk mencari HSA adalah inisialisasi, membangun Harmony Memory, improvisasi Harmony baru, update Harmony Memory, dan mengecek pemberhentian kriteria. Untuk mencari hasil yang terbaik metode tersebut dibandingkan dengan metode Quadratic Programming. Hasil selisih biaya bahan bakar yang telah didapatkan  untuk 6 unit generator beban 425 MW sebesar 1,5187 $/h dengan prosentase , beban 850 MW sebesar 8,0635 $/h dengan prosentase , beban 1275 MW sebesar 133,6319 $/h dengan prosentase . Hasil selisih biaya bahan bakar yang telah didapatkan untuk 20 unit generator beban 1325 MW sebesar 33,6381 $/h dengan prosentase , beban 2650 MW sebesar 569,8115 dengan prosentase , beban 3000 MW sebesar 1,9812 $/h dengan prosetanse . Hasilnya didapatkan selisih angka yang cukup besar dan HSA mampu memberikan hasil yang optimal pada sistem 6 unit generator dan sistem 20 unit generator HSA mengungguli Quadratic Programming. Masalah komputasi Harmony Search Algorithm lebih lama dibandingkan dengan Quadratic Programming sehingga dapat disimpulkan bahwa HSA adalah solusi terbaik karena pencarian dilakukan secara random dan untuk nilai parameter sangat mempengaruhi hasil dari metode HSA.
ANALISA AUDIT ENERGI PADA GEDUNG DINAS PERHUBUNGAN DAN LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN MEMPAWAH - Gusnaldi; Rudy Gianto; M. Iqbal Arsyad
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 2: Juli 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i2.48531

Abstract

Energi listrik merupakan salah satu hal yang dibutuhkan manusia dalam kehidupan sehari – hari dimana energi listrik merupakan salah satu energi yang sangat berperan penting dalam kehidupan manusia pada zaman ini. Maka dari itu Tujuan penelitian akan Menentukan nilai Konsumsi Energi Listrik (IKE) di gedung Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Mempawah, serta mencari peluang hematan energi pada gedung DPLH Kabupaten Mempawah serta Merekomendasikan penghematan energi pada jangka pendek dan jangka menengah. Pada data konsumsi energi listrik gedung DPLH Kabupaten Mempawah dapat dilihat dari data rekening pembayaran dari tahun 2016 -2020 yang memiliki dua perhitungan lantai 1 (satu) dan lantai 2 (dua) dengan menggunakan metode Studi literatur, Teknik Observasi, Metode Analisis Komparatif, sehingga penelitian audit energi awal didapatkan total IKE pada lantai 1 (satu) sebesar 105.512,20 kWh dengan biaya sebesar Rp. 141.700.774,- per tahun dan pada lantai 2 (dua) sebesar 99.027,46 kWh dengan biaya sebesar Rp. 132.991.898,- per tahun, berdasarkan standar IKE yang ditetapkan yaitu 240 kWh / m2 pertahun. Gedung DPLH Kabupaten Mempawah memiliki total IKE yang tergolong efisien. Pada total konsumsi yang didapat masih bisa menekan IKE dengan melakukan Peluang Hemat Energi (PHE) dengan cara penggantian lampu SL Neon ke lampu LED dan penggantian Refrigerant Sintetic HCFC-R22 dengan menggunakan Refrigerant Musicool menghasilkan perbandingan sesudah penggantian tersebut mampu menekan penurunan Konsumsi Energi Listrik dari penggunaan konsumsi lampu sebesar 35%, sedangkan pada penggunaan AC sebesar 15% dari total konsumsi Energi Listrik pada gedung DPLH kabupaten Mempawah.
AUDIT ENERGI SISTEM PENCAHAYAAN DAN TATA UDARA PADA KANTOR BUPATI BENGKAYANG Febry Andhika Surya; Junaidi -; M. Iqbal Arsyad
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 1: Januari 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i1.52045

Abstract

Profil pemakaian energi listrik memberikan gambaran tentang distribusi pemakaian energi dan intensitas konsumsi energi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui besarnya nilai Intensitas Konsumsi Energi (IKE), Peluang Hemat Energi (PHE), Bill Saving dan Payback Periode pada Gedung Kantor Bupati Bengkayang. Pada tahun 2018 IKE sebesar 31,60 kWh/m2/tahun, tahun 2019 sebesar 32,29 kWh/m2 per tahun dan pada tahun 2020 sebesar 29,08 kWh/m2 per tahun, serta merekomendasikan penghematan energi listrik. Metode penelitian yang digunakan yaitu studi literatur, observasi lapangan, dan Deskriptif analitik. Berdasarkan standar IKE yang ditetapkan yaitu 240 kWh/m2 per tahun, nilai IKE masih tergolong efisien dan total PHE. Pada tahun 2018 sebesar 341547,93 kWh, dan total PHE pada tahun 2019 sebesar 349022,34 kWh, total PHE pada tahun 2020 sebesar 314791,72 kWh. Bill Saving sebesar Rp. 1.399.723.348,-.dan Payback Periode  selama 0,8 tahun atau kurang dari 1 tahun. Pada total konsumsi energi yang didapat, masih bisa dilakukan penekanan terhadap pemakaian energi dengan cara melakukan penggantian lampu CFL (SL) ke lampu LED untuk sistem pencahayaan dan penggantian AC Konvensional menjadi AC Inverter untuk sistem tata udara AC.
Evaluasi Perencanaan Sistem Penerangan Hotel Q Kubu Raya Kalimantan Barat Ahmad Fauzi; M. Iqbal Arsyad; F. Trias Pontia W
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 1: Januari 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i1.47649

Abstract

Sistem penerangan atau pencahayaan menjadi salah satu fasilitas pendukung sebuah bangunan. Penerangan yang baik haruslah mengacu pada peraturan dan ketentuan yang berlaku sesuai dengan standar bangunan yang dipilih. Hotel merupakan   suatu   badan usaha  yang bergerak   dibidang   jasa   dengan   fokus kegiatannya adalah untuk melayani tamu yang datang dengan pelayanan yang terbaik. Hotel Q Kubu Raya Kalimantan Barat adalah Hotel yang dibangun diarea komplek Qubu Resort Kubu Raya Kalimantan Barat yang memiliki ketinggian sekitar 17,34 m dengan luas 697,5 m2 dan memiliki  4 laintai. Mengevaluasi perencanaan sistem penerangan pada Hotel Q  ini diharapkan mampu membantu mengetahui kekurangan yang ada pada Perencanaan sistem penerangan, dengan tidak mengurangi kenyamanan dan  fungsi ruang pada hotel itu sendiri. Setelah dilakukan perhitungan jumlah lampu yang dibutuhkan dan kemudian dibandingkan dengan perencanaan yang sudah ditentukan, terdapat banyak selisih antara perencanaan dengan perhitungan yang telah dilakukan yakni sebanyak 79 ruangan hasil perbandingannya negatif (-) yang menunjukan bahwa terdapat perencanaan jumlah lampu yang lebih kecil dari perhitungan jumlah lampu yang dibutuhkan.  Sedangkan untuk hasil positif (+) sebanyak 5 ruangan yang menunjukan bahwa terdapat perencanaan jumlah lampu yang lebih besar dari perhitungan jumlah lampu yang dibutuhkan, dan 34 ruangan lainnya hasilnya nol (0) yang menunjukan bahwa perencanaan jumlah lampu yang sudah ditentukan sama dengan perhitungan jumlah lampu yang dibutuhkan. Dari hasil pembahasan menunjukan bahwa perencanaan sistem penerangan pada masing-masing ruangan pada Hotel Q Kubu Raya Kalimantan Barat tidak memenuhi standar PUIL 2000 (SNI 03-6197-2000), hal ini dibuktikan dari banyaknyaknya perencanaan jumlah lampu yang sudah ditentukan hasilnya negatif (-) yakni sebanyak 79 ruangan dan hasil positif sebanyak 5 ruangan dari total seluruh ruangan sebanyak 118 ruangan, dan jika dipersentasikan ruangan yang tidak memenuhi standar mencapai 71,18%. Dari hasil rekapitulasi perhitungan kebutuhan daya dan kepadatan daya, menunjukan bahwa hasil perhitungan jumlah lampu yang dibutuhkan masing-masing ruangan pada Hotel Q Kubu Raya Kalimantan Barat nilai kepadatan dayanya masih dibawah batas standar yang telah ditetapkan, sehingga perhitungan ulang yang dilakukan berdasarkan standar BSN PUIL 2000 terhadap jumlah lampu yang dibutuhkan sudah memenuhi standar dan sangat direkomendasikan untuk digunakan sebagai acuan jika nantinya akan dilakukan perbaikan terhadap sitem perencanaan penerangan yang telah terpasang (existing).
ANALISA KEANDALAN SISTEM JARINGAN DISTRIBUSI 20 KV DI PT. PLN (PERSERO) AREA SINGKAWANG DENGAN METODE RELIABILITY NETWORK EQUIVALENT APPROACH (RNEA) - Romiandi; M. Iqbal Arsyad; Bonar Sirait
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 8, No 2: Juli 2020
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v8i2.42008

Abstract

Penelitian ini dapat digunakan untuk menganalisa Keandalan Sistem Jaringan Diatribusi 20 kV Di PT. PLN (Persero) Area Singkawang. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan Metode Reliability Network Equivalent Approach (RNEA), untuk menganalisa tingkat keandalan sistem distribusi apakah sudah handal atau melebihi standar yang telah ditetapkan. Metode Reliability Network Equivalent Approach (RNEA) digunakan untuk menganalisis keandalan sistem distribusi yang besar dan kompleks menjadi bentuk yang sederhana dengan elemen pendekatan ekuivalen. Penelitian ini dilakukan pada Tahun 2018 di PT. PLN (Persero) Area Singkawang pada penyulang Diponegoro dan Penyulang Sudirman yang berkonfigurasi radial. Dari studi keandalan ini didapatkan nilai indeks keandalan load point dan indeks keandalan system. Untuk mencari nilai indeks load point, SAIFI dan SAIDI, telah dilakukan perhitungan dengan menggunakan metode RNEA. Hasil studi menunjukkan, bahwa Penyulang Diponegoro lebih Handal dari Penyulang Sudirman, pada Penyulang Diponegoro nilai SAIFI sebesar 2,0171 [kegagalan/pelanggan/tahun] dan SAIDI = 5,1649 [jam/pelanggan/tahun]. Sedangkan pada Penyulang Sudirman memiliki nilai SAIFI sebesar 6,9787 [kegagalan/pelanggan/tahun] dan SAIDI sebesar 15,2592 [jam/pelanggan/tahun] dengan Data standar dari SPLN 68-2 tahun 1986 yang mana nilai SAIFI 3,2 [kegagalan/pelanggan/tahun] dan SAIDI 21 [jam/pelanggan/tahun].
PERHITUNGAN KETIDAKSEIMBANGAN BEBAN PADA TRANSFORMATOR DISTRIBUSI Di PT. PLN (Persero) ULP PUTUSSIBAU M Firmansyah Pratama; M. Iqbal Arsyad; Zainal Abidin
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 11, No 1: Januari 2023
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v11i1.62008

Abstract

Jaringan tegangan rendah merupakan sistem distribusi sekunder yang terdiri dari sistem tiga fasa empat kawat fasa R, S, dan T. Ketidakseimbangan beban antar fasa menyebabkan arus netral mengalir pada transformator dan dapat mengakibatkan rugi daya Di PT. PLN (Persero) ULP Putussibau. Penelitian ini menghitung pembebanan trafo, ketidakseimbangan beban, arus pada sisi primer, nilai arus netral, rugi-rugi daya dan rugi-rugi energi pada penghantar netral. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada feeder Bika rata-rata pembebanan sebesar 28,3234% pada siang hari dan 40,3736% pada malam hari, feeder Dogom rata-rata pembebanan sebesar 37,9968% pada siang hari dan 47,1132% pada malam hari, feeder Awin rata-rata pembebanan sebesar 22,7093% pada siang hari dan 33,3452% pada malam hari, dan feeder Polres rata-rata pembebanan sebesar 42,5979% pada siang hari dan 36,2956% pada malam hari. Pembebanan tertinggi pada siang hari terjadi pada feeder Dogom dengan persentase pembebanan sebesar 71,0697%. Pembebanan tertinggi pada malam hari terjadi pada feeder Bika dengan persentase 88,0315%. Ketidakseimbangan beban pada ULP Putussibau dengan kategori Baik (<10%) terdapat 30 Unit Trafo di siang hari dan 29 Unit Trafo di malam hari, kategori Cukup (10%-<20%) terdapat 34 Unit Trafo di siang hari dan 35 Unit Trafo di malam hari, kategori Kurang (20%-<25) terdapat 8 Unit Trafo pada siang hari dan 8 Unit Trafo pada malam hari, dan kategori Buruk (>=25) terdapat 38 Unit Trafo di siang hari dan 38 Unit Trafo di malam hari. Total rugi-rugi daya pada siang hari 53,58507 kW dan pada malam hari 60,85547 kW. Rugi-rugi energi pada siang hari dengan total 267,9253 kWh dan pada malam hari 304,2773 kWh.